Bab 7

-Bali, Indonesia.

Randi tiba di Bali malam hari, dia langsung menuju ke hotel yang sudah di boxing nya untuk 3 hari. Vini terus saja bergelayut manja di lengan sang Suami dan Randi menyukai hal itu.

Kedua nya tiba di hotel, Vini pergi ke kamar mandi dengan di ikuti oleh Randi dengan tersenyum mes*m.

"Apa kita akan memulai nya dari dalam kamar mandi, sayang?" tanya Vini dengan mendayu manja.

Glek.

Randi menelan ludah nya susah saat melihat Vini menanggalkan pakaian di hadapannya.

"Ah kau memang sangat menggoda, sayang" ucap Randi mendekat ke arah Vini yang sudah tak memakai apapun.

Randi membawa tubuh sang Istri masuk ke dalam kamar mandi dengan tergesa, dia sudah tidak sabar untuk menyicipi di tempat yang berbeda.

Terdengar suara eranga* dan de*ahan yang menggema di kamar mandi yang saling bersahutan. Bahkan suara tersebut sangat memekikan telinga yang mendengar nya.

Hampir 2 jam mereka habiskan di dalam kamar mandi dan tak berselang lama pintu terbuka, Randi menggendong Vini lalu merebahkannya di atas ranjang.

"Ah aku sangat lelah, Mas. Aku akan tidur lebih dulu" ucap Vini menaikan selimut nya.

Sedangkan Randi memilih bersantai di balkon kamar, dia membawa ponsel nya untuk menghubungi Istri nya tercinta.

Tut.

Tut.

Tut.

"Kenapa nomer Delima tidak aktif" gumam Randi cemas.

Randi terus saja menelpon nya berkali-kali namun tetap sama, nomor Delima tetap tidak aktif. Lalu Randi beralih ke telpon Rumah, namun tidak ada yang mengangkat nya sama sekali.

"Kemana mereka? Biasanya jam segini Bi Sri masih membersihkan Rumah dan sedang mengumpulkan cucian kotor" gumam Randi heran.

Randi terus mencoba menelpon nya dan hasil nya tetap sama, tetap tidak di angkat yang mana membuat Randi cemas.

"Tenang Ran, mungkin Delima sudah tidur. Dia tidak mungkin pergi meninggalkan mu" gumam Randi dengan mendudukan dirinya di atas kursi.

"Aku cinta banget sama kamu, Delima. Namun aku juga sayang pada Vini" gumam nya lagi dengan menatap langit yang di taburi bintang.

"Kamu tidak mungkin pergi, karena kamu tidak punya apa-apa dan siapapun selain aku" gumam nya lagi dengan sangat yakin.

Randi beranjak dari duduk nya dan masuk ke dalam, dia ikut merebahkan tubuh nya di samping Vini yang sudah terlelap sejak tadi.

**

-Jakarta, Indonesia.

Pagi ini, Raka dan yang lainnya sudah siap dan menunggu taxi yang menjemput mereka. Delima pun sudah siap, bahkan dia tak melepaskan pegangan tangannya pada sang Putra.

Hingga tak berselang lama taxi yang Delima pesan pun sudah tiba.

"Ayo sayang" ajak Delima pada Raka.

"Ayo Bi" ajak nya lagi pada kedua pelayan setia nya.

"Iya Nyonya" balas Bi Sri patuh.

Kemudian mereka masuk ke dalam taxi tersebut, Delima memberikan alamat yang akan dia tuju bersama Putra nya.

"Selamat tinggal Mas Randi, semoga kamu bahagia bersama dengan pilihan mu" batin Delima sambil menatap bangunan Rumah yang penuh dengan kenangan.

Delima menyeka air mata yang keluar membasahi pipi nya, dia sudah bertekad tidak akan lagi bersedih hanya untuk menangisi pria seperti Randi.

"Ma, kita akan kemana?" tanya Raka yang duduk di belakang bersama dengan Bibi.

"Kita akan ke Jepang, sayang" jawab Delima tersenyum.

"Wah kita akan ke luar negeri ya, Nyonya?" tanya Bi Sri dengan berbinar.

Delima hanya mengangguk dengan senyuman di wajah nya.

Dan bersamaan dengan itu, taxi yang mereka tumpangi pun sudah tiba di Bandara.

Mereka keluar dengan membawa barang nya, Delima mengajak semua nya untuk menunggu karena pesawat yang akan ke Jepang masih lama keberangkatannya.

"Ma, mending nunggu di dalam saja" usul Raka pada sang Mama.

"Baiklah kalau begitu, ayo kita masuk ke pesawat" ajak Delima.

Raka dan kedua pelayan Delima pun menganggukan kepala nya. Mereka berjalan beriringan masuk dan duduk di tempat yang sudah di sediakan.

Raka memeluk Mama nya dengan erat, dia seolah takut akan kehilangan sang Mama.

"Ma, aku memang masih kecil namun aku tau apa yang di rasakan oleh Mama. Papa jahat sama Mama, dia tega menyakiti Mama demi Tante Vini. Raka janji Ma, Raka akan menjadi orang sukses dan membanggakan Mama" batin Raka penuh tekad.

Delima mengusap sayang punggung Raka, dia juga sesekali mengecup puncak kepala Raka dengan lembut.

"Selamat tinggal semua nya, aku berharap semua kenangan pahit akan berlalu dengan pergi nya aku. Selamat tinggal Mas, Randi. Semoga kamu bahagia dengan apa yang menjadi pilihan mu" batin Delima.

Pesawat pun akhir nya berangkat, Delima menyuruh kedua pelayan nya untuk tidur lagi saja karena perjalanan cukup panjang.

Begitupun dengan Raka, dia sudah terlelap di pelukan Delima sejak tadi.

"Jika memang cinta kau tidak akan mengkhianati, Mas. Kau menorehkan luka yang amat dalam untukku dan Raka, aku bukan wanita kuat yang kalian kira, aku juga sama rapuh nya dan merasakan sakit" lirih Delima dengan menatap keluar jendela.

"Kalian sungguh tega, aku sudah menganggap kamu sebagai Adikku Vin, namun kamu malah menusuk ku dari belakang. Sekarang, aku berikan Mas Randi untukmu dan semoga kalian bahagia" lirih nya lagi dengan tertawa sumbang.

Delima memilih memejamkan mata nya, dia juga akan beristirhat sebelum tiba di Jepang.

Semua masalah yang menimpa Delima saat ini membuat nya sangat lelah dan pusing, dia bahkan tidak makan teratur kalau Bunda Indri yang tidak menegur nya.

Delima juga sudah memberitahukan April akan kepergiannya ini, dia juga bahkan mendukung penuh dengan keputusan sang Bos yang sangat baik itu.

Tentang Restoran, April akan menghandle semua nya dan akan pergi ke Jepang 1 bulan sekali untuk melaporkan semua nya.

***

-Tokyo, Jepang.

7 jam berlalu, pesawat yang membawa penumpang bertujuan Jepang pun sudah sampai di Bandar Udara Internasional Tokyo.

Delima lalu mengajak mereka untuk singgah dulu di Restoran yang ada di dekat Bandara. Mereka akan makan siang lebih dulu sebelum melanjutkan perjalanannya lagi.

"Woah ini toh Jepang" ucap Bi Sumi dan Bi Sri tersenyum.

"Bukan Bi, ini bogor" celetuk Raka dengan tertawa kecil.

"Ih Aden mah suka gitu" ucap Bi Sumi dengan ikut tertawa.

Raka hanya tertawa saja, lalu mereka mengikuti kemana Delima membawa mereka.

"Kita makan siang dulu ya, nanti setelah itu pergi ke tempat tujuan" ucap Delima setelah mereka duduk di Restoran.

Raka hanya mengangguk, dia lalu memesan beberapa makanan yang dia sukai. Delima juga memesankan untuk kedua pelayan nya yang menyerahkan semua nya pada dirinya karena mereka tidak mengerti.

"Kenapa Tuan Randi itu tega sekali, padahal Nyonya Delima itu baik dan pintar. Tuan Randi pasti akan menyesal" batin Bi Sri.

Mereka lalu menikmati makan siang nya dengan diam, entah karena lapar atau memang masakannya enak yang mana membuat mereka sangat lahap sekali.

.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

sur yati

sur yati

wah asik nya bi Sri dan bi sumi punya majikan baik di bawa Ampe jepang

2024-04-29

0

Rubyy??

Rubyy??

terhura nya aku😽

2024-04-28

0

medanpro001 pro

medanpro001 pro

ke jepang ga pakek pasport ya ? hehe

2024-03-29

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!