Delima melihatkan vidio yang ada di ponsel nya, dia juga menyuruh pelayan mengambil kemeja yang di pakai kemarin oleh Randi yang memang belum di cuci.
"Apa semua itu rekayasa? Salah paham? Di jebak?" ucap Delima kembali dengan sangat lantang.
"Jawab aku, Mas" teriak Delima kembali.
"Jadi selama 2 tahun ini aku hanya wanita bodoh, wanita yang selalu kau puja agar tidak terlihat pengkhianatan ini? Betapa bodoh nya aku, aku selalu saja percaya dan bahkan aku dengan santai nya dulu memperkenalkan Vini padamu, supaya apa? Apa kamu tahu Vin?" tanya Delima dengan penuh tekanan.
"Supaya kamu bisa bekerja dengan Suami ku, supaya kamu punya penghasilan dan supaya kamu terbebas dari tempat terkutuk itu!
Tapi apa yang kamu perbuat padaku? Kamu malah menusukku dari belakang" teriak Delima dengan penuh emosi.
Delima lalu menatap Suami nya dengan sorot mata penuh kecewa.
"Dan kamu Mas, selama ini aku selalu penuhi keinginan kamu. Dari mulai aku tidak usah punya lagi anak, aku resign dari pekerjaan dan memilih berdiam diri di Rumah! Apa ini semua agar kamu bebas berkelana di luaran sana, Mas?" teriak Delima dengan penuh kekecewaan.
"Ceraikan aku dan nikahi wanita itu" tegas Delima beranjak dari sana.
Deg.
"TIDAK" teriak Randi dengan cepat.
"Kenapa tidak? Apa kamu memang mau menjadikan dia maduku?" tanya Delima sambil menunjuk ke arah Vini sinis.
Orangtua Randi hanya bisa diam, dia tidak akan membela ataupun melarang Delima yang meminta cerai dari Putra nya.
"Kalau memang kamu mengizinkan, maka dia akan jadi Istri kedua ku" jawab Randi tanpa rasa kasihan sama sekali.
Vini tersenyum kecil ke arah Delima, dia merasa mendapatkan angin segar dengan ucapan Randi.
Tes.
Air mata Delima kembali menetes, namun dia dengan cepat menyeka nya.
"Silahkan nikahi dia, dan aku akan angkat kaki diri sini" ucap Delima dengan yakin.
"Kau akan kemana? Kau tak punya siapa-siapa disini bahkan kau tak punya apapun" ucap Randi memegang tangan Delima.
"Kau egois, kau terlalu sombong Mas. Ingat, di atas langit masih ada langit" bentak Delima.
"Aku akan pergi dan tunggulah surat cerai dariku, apa kamu pikir aku akan diam saja dan menerima wanita mura*an itu maduku? Tidak akan dan tidak akan pernah" tegas Delima menunjuk wajah Randi dengan lantang.
Randi menggelengkan kepala nya, dia tidak ingin kehilangan Delima. Randi sangat mencintai Istri nya, namun dia juga mencintai Vini yang selama ini menjadi selingkuhannya.
"Mana Delima yang nurut, lembut dan baik? Ini bukan kamu, kenapa kamu jadi kasar begini, sayang?" tanya Randi menggelengkan kepala nya.
"Delima yang kau kenal dulu sudah mati, dia sudah mati dengan pergi nya kepercayaan dan pengkhianatan yang dia dapat! Delima yang sekarang adalah Delima yang baru, dia tidak akan diam saja saat hati nya di buat sakit oleh siapapun, termasuk kalian berdua" jawab Delima dengan tegas dan pergi dari sana.
Delima lalu masuk ke dalam kamar, dia mengunci nya dan menumpahkan semua air mata nya disana. Delima bahkan menangis tersedu-sedu karena merasakan sakit yang amat sakit.
"Kenapa Mas, kenapa kau mengkhianati cinta suci kita?" ucap Delima.
"Aku bukan wanita kuat, aku sama rapuh nya dengan yang lain, Mas. Aku sakit, aku tak kuat menerima semua ini" ucap Delima kembali dengan terus saja terisak.
**
Sedangkan di bawah, Randi duduk kembali dengan berhadapan kedua orangtua nya. Dia menggenggam tangan Vini dengan erat.
"Keputusan ku tetap, aku akan menikahi Vini dengan atau tidaknya persetujuan kalian atau Delima" ucap Randi mantap.
"Silahkan, namun jangan menganggap kami orangtua dan kamu akan di coret dari hak waris keluarga ku! Hanya akan ada Raka saja" balas Ayah Randi dengan tegas.
"Dan kamu juga pergi dari Rumah ini, karena Rumah ini adalah milik Delima dari Bunda" timpal Bunda Randi juga.
Vini melotot mendengarkan semua penuturan calon mertua nya, dia kira Rumah ini milik Randi dan akan menjadi milik nya.
"Baik, aku akan pergi dari sini bersama dengan Vini" ucap Randi bangkit dari duduk nya bersama Vini.
"Dan ingat, kamu tidak akan bisa membawa Raka dari Delima" tegas Ayah nya.
"Tidak masalah, aku juga akan punya anak bersama dengan Vini" balas Randi tersenyum.
Dengan tidak tau malu nya, Vini bergelayut manja di lengan Randi dan keduanya pergi dari Rumah tersebut.
Sedangkan kedua orangtua nya hanya menggelengkan kepala dan menghembuskan nafas dengan kasar.
"Ayah, Bunda akan ke kamar Delima dulu ya. Kamu ke kamar Raka saja dan suruh bibi mengunci semua pintu dan jendela" ucap Bunda beranjak dari duduk nya.
"Baik Bun" balas Ayah.
Kemudian Bunda melangkah ke lantai atas, dia akan menenangkan Delima yang pasti sangat syok.
Tok.
Tok.
"Nak, ini Bunda" ucap nya dengan lirih.
Ceklek.
"Bunda" panggil Delima dengan lirih.
Delima menghambur memeluk mertua nya, dia kembali menangis di pelukan hangat Bunda mertua nya.
"Menangislah Nak, namun setelah nya kamu harus kuat" ucap Bunda mengusap lembut punggung Delima.
Keduanya masuk ke dalam kamar, Delima menangis kembali di pangkuan sang mertua. Dia juga bahkan memeluk mertua nya dengan erat.
"Bunda, aku ingin pisah bersama dengan Mas Randi. Aku mendengarkan semuanya apa yang dia ucapkan, dia tetap ingin menikahi Vini dan aku tak mau jika harus di poligami" lirih Delima menatap mertua nya.
"Iya sayang, Bunda tidak akan melarang kamu. Bunda mendukung semua keputusan mu, Nak. Namun Bunda mohon jangan membuang Ayah dan Bunda" balas Bunda dengan menangkup wajah cantik menantu nya.
Cup.
"Maafkan Putra Bunda, Bunda tahu kamu wanita kuat Nak" ucap nya lagi dengan mengecup kening Delima lembut.
Delima menggelengkan kepala nya, dia mana mungkin membuang mertua nya yang sangat baik dan mau menerima nya yang hanya anak panti asuhan.
Setelah cukup tenang, Delima menyuruh mertua nya untuk istirahat saja. Dia juga akan istirahat karena cukup lelah dengan hari ini.
"Aku pasti bisa dan aku harus kuat demi, Raka" gumam Delima menyeka kembali air mata nya.
"Kalian berdua akan menyesal, apa kalian pikir aku akan diam saja atau hanya menangis dan memohon? Tidak akan, aku akan bangkit dan menunjukan siapa aku sebenarnya.
Aku diam bukan berarti aku tidak bisa apapun, namun aku hanya menuruti semua kemauan Suami ku saja. Tetapi hanya pengkhianatan yang aku dapatkan" ucap Delima penuh dengan tekad.
"Lihat saja kau Mas, kau akan amat sangat menyesal karena melakukan ini semua" gumam Delima sambil menyeka air mata nya kembali.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Yati Syahira
randi bodoh nikahin pelacur ,delima juga salah kadih kesempatan leluasa sama lacur di embat lakinya
2024-05-06
0
Endang Supriati
bodohnya si delima!!! hrsnya awas aja klu sampai kamu nikahin mantan pelacur itu aku pidanakan kamu. dan skrg kembalikan viny ketempat asalnya ! hrsnya begitu!! ini kok malah suruh nikahin.
delima bukan hanya bodoh tolol,goblig,oin da tolol kurang gaulll.kurang pengalaman. mungkin sekolah cuma tamat sd. dirimu cuma modal tampang,tp otaknya kosonggg.
masa mantan lacur diekati ke suami, itu kan bodohhhh.
namanya pelacur biasa melayani laki2 hidung belang biasa menggoda! hadeh mo dibilang apa lagi buat istilah delima! bisa juga dibilang peremouan tanpa otak!
2024-03-08
2
Puspita Sari
hemoaskan saja delima itu suamimu berarti seleranya hanya seorang wanita jalang hahhaha
2024-02-07
0