Bab 12

1 Tahun berlalu, kini kehidupan Delima sangat jauh lebih baik dari sebelum nya. Bahkan Restoran yang dia buka sudah membuka beberapa cabang di berbagai Kota penjuru Negara Jepang.

Begitupun dengan Raka, dia semakin giat dalam belajar karena akan mengikuti lomba yang akan di adakan di Osaka. Raka terpilih sebagai salah satu perwakilan untuk olimpiade Matematika.

Delima selalu memberikan dukungan yang penuh untuk Putra semata wayang nya, bahkan dia juga akan turut ikut serta mengantar Raka ke Osaka besok pagi.

"Nyonya" panggil Bi Sri.

Delima yang sedang fokus pun teralihkan pada sosok wanita yang selama ini menemani nya.

"Kenapa, Bi?" tanya Delima menjauh dari koper yang sudah selesai dia isi kebutuhan selama di Osaka.

"Ada Tuan Alfans" ucap Bi Sri tersenyum.

"Yasudah sebentar lagi saya akan ke bawah" balas Delima ikut tersenyum.

Bi Sri mengangguk, dia langsung saja kembali turun ke bawah. Namun belum juga menapaki tangga nama nya sudah di panggil oleh, Raka.

"Ada tamu, Bi?" tanya Raka.

"Iya, ada Tuan Alfans" jawab Bibi menunjuk ke arah pria yang sedang duduk di sofa ruang tamu.

Tanpa menjawab ucapan Bi Sri, Raka langsung saja berlari menghampiri pria tersebut.

"Paman" teriak Raka dengan raut bahagia.

Pria yang di panggil pun langsung mengalihkan pandangannya, dia lalu merentangkan tangannya pada Raka.

Grep.

"Kemana saja Paman? Kenapa lama sekali tidak main kesini?" tanya Raka dengan raut kesal.

"Maaf sayang, Paman pulang dulu ke Indonesia untuk menemui klien yang meminta bantuan, Paman" jawab Alfans lembut.

"Benarkah?" tanya Raka kembali.

Alfans mengangguk, dia tersenyum pada Raka yang usia nya sudah menginjak dewasa. Dia juga sudah sekolah di menengah pertama.

"Mama, lihat Paman datang" ucap Raka saat melihat Delima sampai di ruang tamu.

"Hai, apa kabar?" tanya Alfans tersenyum ke arah Delima.

"Baik, bagaimana kasus nya sudah selesai?" tanya balik Delima sambil mendudukan tubuh nya di sofa yang bersebrangan dengan Alfans dan Raka.

"Sudah, jadi aku bisa mengantar Raka untuk lomba besok pagi" jawab Alfans.

"Woah benarkah? Yeayyy sekalian kita liburan ya, Ma, Paman" pekik Raka dengan bahagia.

"Iya sayang" balas Delima.

Raka langsung saja berbinar, kemudian dia pergi dari sana untuk menyiapkan semua keperluannya untuk besok pagi.

*

-Sekilas Delima dan Alfans.

Delima dan Alfans sudah dekat beberapa bulan terakhir, yang awalnya Alfans ikut bersama Ayah Deni untuk menjenguk Raka di Jepang dan dari sanalah mereka bertemu kembali.

Alfans menaruh hati pada Janda anak 1 itu, bukan karena paras yang cantik. Namun Alfans menaruh hati pada Delima karena memang dia sangat istimewa, pintar dan juga lemah lembut.

Dia terus saja mendekati Raka, dan hal itupun di dukung oleh Oma dan Opa Raka. Entah memang kebetulan atau keberuntungan, Alfans ada kerjaan disana yang cukup lama dan dia semakin sering mengunjungi Delima maupun Raka.

Hingga akhir nya Delima dekat dengan Alfans yang mana membuat Raka bahagia karena dia sangat suka dengan Alfans yang baik.

Bahkan Delima pun merasa semakin nyaman karena pembawaan Alfans yang santai, tidak mengatur dan terkesan bebas namun punya batas.

***

Alfans membawa Delima ke halaman belakang Rumah milik Delima. Mereka duduk di gazebo dekat kolam berenang.

"De, ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Alfans serius.

"Ada apa?" tanya Delima mengerutkan dahi nya.

Alfans pindah dari duduk nya, dia berjongkok di hadapan Delima dengan memegang tangan Delima lembut.

Sontak hal itupun langsung membuat Delima salah tingkah.

"Aku tau bahwa aku tak bisa berkata romantis, namun aku benar-benar sangat mencintai dan menyayangi mu serta Raka. Mungkin ini terkesan berlebihan, namun aku tidak ingin kamu di miliki pria lain" ucap Alfans menatap lekat pada Delima.

"Aku mencintaimu, Will You Marry Me?" tanya Alfans dengan membuka cincin di dalam kotak berwarna merah hati itu.

Deg.

Deg.

Delima merasakan jantung nya berdebar dengan kencang, dia juga merasa wajah nya memerah karena salah tingkah.

Delima menarik nafas lalu menghembuskannya dengan perlahan, dia kemudian menatap Alfans.

"Maaf, untuk menikah aku belum siap. Aku masih takut akan masalalu, tapi jika kita jalani saja dan berkomitmen aku mau" jawab Delima tegas.

Alfans tersenyum sumringah, dia kemudian menyematkan cincin di jari manis milik Delima.

"Anggap saja kita sudah bertunangan, aku akan membuat kalian nyaman dan aman bersama ku" ucap Alfans penuh kebahagiaan.

Delima mengangguk, dia tersenyum pada Alfans yang terus menatap nya dengan intens.

"Aku tau selama 1 tahun ini kamu mengalami naik turun yang nama nya kebahagian, namun aku juva yakin bahwa itu semua membuatmu semakin dewasa dan kuat seperti ini" ucap Alfans kembali penuh dengan kelembutan.

"Semoga dengan berdiri nya aku di samping mu, aku akan bisa mengurangi kesedihan yang kamu rasa dan memunculkan kebahagian yang tak terkira pada mu dan Raka" lanjut Alfans.

Delima mengangguk, lalu ia membalas genggaman tangan Alfans.

"Ehemmm" dehem Raka dengan penuh tatapan menggoda.

Eh.

Delima dan Alfans langsung saja salah tingkah, mereka melepaskan genggaman tangannya. Lalu Delima memalingkan wajah nya karena malu.

"Ayo pergi makan siang" ajak Raka dengan tersenyum kecil.

"Ahh iya ayo" balas Delima tersinyum kikuk.

Lalu mereka melangkah masuk ke dalam, Delima pergi lebih dulu ke ruang makan meninggalkan Raka dan Alfans.

"Ehem, harus bersabar ya Paman. Mama itu masih trauma" ucap Raka.

"Tidak apa kan kalau Mama menikah dengan Paman?" tanya Alfans menghentikan langkah nya.

Raka ikut berhenti, dia menatap Alfans dengan tatapan intens nya.

"Jika hanya untuk menyakiti Mama, jangan pernah berharap. Namun jika untuk membahagiakan Mama, aku akan merestui nya" tegas Raka dengan tatapan tajam.

Alfans tersenyum, dia memeluk calon anak sambung nya dengan wajah bahagia.

Tak jauh dari mereka, terlihat Bi Sri dan Delima melihat dan mendengar pembicaraan keduanya.

"Belajarlah membuka hati untuk nya, dia pria yang baik dan hanya dia saja yang gigih mendekati kalian. Sedangkan yang lainnya hanya mendekati mu tanpa melibatkan Raka" jelas Bi Sri mengusap lembut pundak Delima.

"Do'akan saja ya, Bi. Mudah-mudahan ini pilihan terakhir ku dan pernikahan terakhir ku" ucap Delima tersenyum.

"Amin" balas Bi Sri.

Kemudian kedua nya kembali menata makanan di atas meja makan, dan tak lama kemudian Raka datang bersama dengan Alfans.

Mereka makan siang bersama, sedangkan Bi Sri kembali ke belakang dan akan makan siang di belakang.

Delima mengambil makanan untuk Raka, namun Raka menolak nya dan menyuruh mengambilkan untuk Alfans saja.

.

.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

randi n gini msh hidup ya

2025-03-20

0

cinta semu

cinta semu

si mantan sudah ada yg mau halalin....😂😁nah apa kabar u Randi ma bongkahan pelakor

2024-01-27

2

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

peluang untuk Alfans

2023-12-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!