Beda hal nya dengan di perusahaan Randi, dia terus saja melangkah masuk ke dalam ruangannya tanpa menghiaraukan Vini yang sedang mengoceh di belakang nya.
"Fer, masuk ke ruangan ku" ucap Randi pada Asistennya.
"Baik Tuan" balas Ferdi patuh.
Lalu kedua nya masuk dan dengan tidak tahu malu nya Vini pun ikut masuk ke dalam ruangan Randi.
"Mas, kenapa kamu malah marah-marah padaku?" bentak Vini dengan kesal.
Brak.
"Diam kau, Vini" bentak Randi penuh emosi.
"Kau telah menghilangkan investor penting perusahaan, kurang lebih beberapa jam lagi perusahaan kita akan di ambang ke bangkrutan" teriak Randi dengan amarah memuncak.
Deg.
Jantung Vini seolah akan berhenti saat mendengar ucapan dari Randi, Suami nya.
"Maaf Tuan, apa yang terjadi?" tanya Ferdi bingung.
Hah.
Randi membuang nafas kasar, dia lalu duduk di sofa dengan mengusap wajah nya.
"Tuan Ipan membatalkan kontrak kerja sama kita, aku takut dia akan berhenti jadi investor kita, Fer" jelas Randi dengan prustasi.
"Bagaimana bisa? Dia adalah investor penting milik kita, Tuan" ucap Ferdi dengan wajah terkejut.
Randi kemudian menceritakan kejadian barusan yang sudah dia alami dan mengakibatkan dia kehilangan investor penting.
Ferdi hanya bisa menghela nafas saja, dia sudah pasti yakin bahwa sifat Vini akan terlihat jika sudah menikah dengan Randi.
"Sangat jauh berbeda dengan Bu Delima" batin Ferdi mencibir.
Ferdi memilih pergi, dia akan menyusun kembali jadwal pertemuan bersama dengan Ipan. Dia juga sangat menyayangkan bahwa jika memang benar perusahaan ini akan gulung tikar.
Setelah kepergian Ferdi, Vini mendekati Randi yang masih memijit pelipis nya.
"Keluarlah, Vin. Aku hanya ingin sendiri dulu" ucap Randi saat tahu Vini akan duduk di samping nya.
Vini menghela nafas kasar, dengan perasaan tak enak dia lalu keluar dari ruangan Randi.
"Baru kemarin kau jadi Istriku saja sudah buat ulah, kenapa dia berbeda sekali dengan Delima. Delima bahkan sangat anggun, lembut dan selalu ramah akan siapapun" gumam Randi dengan kesal.
"Haih" geram nya lagi.
Randi memutuskan untuk mengerjakan berkas yang ada di meja saja, dia sangat malas jika harus keluar dari ruangan apalagi suasana hati nya tak enak.
***
-Tokyo, Jepang.
Delima dan Raka sudah beberapa hari ini menempati Rumah minimalis yang ada tepat di seberang Bandara, entah kenapa Delima ingin tinggal disana.
Delima juga membuka usaha Restoran dengan bantuan kedua pelayan nya, dia membeli ruko yang tak jauh dari Rumah nya untuk di buat Restoran.
Restoran tersebut masih dalam tahap renovasi dan kemungkinan bulan depan baru akan di buka.
Raka juga sudah mulai masuk sekolah unggulan disana karena memang kepintaran Raka di atas rata-rata.
"Ma, Mama" panggil Raka saat dia sudah tiba dari sekolah.
"Iya, Nak. Mama di dapur" teriak Delima.
Raka dengan langkah cepat dia menghampiri sang Mama, dia akan memberikan kejutan untuk Mama yang paling dia sayangi.
Grep.
Raka memeluk Delima dengan erat, dia bahkan sangat enggan melepaskannya.
"Mama adalah wanita hebatku, aku akan menjaga Mama dengan nyawaku sendiri" batin Raka.
"Ada apa, sayang?" tanya Delima saat melepaskan pelukan Putra nya.
"Lihatlah, Ma" ucap Raka menunjukan selembar kertas.
"Ya Allah, Nak. Kenapa kamu bisa lulus begini? Kapan ini?" tanya Delima saat melihat kertas yang menyatakan bahwa Putra nya lulus dan masuk ke Sekolah menengah pertama dengan nilai baik.
"Saat pertama kali Raka masuk sekolah kemarin, Ma. Dan kebetulan disana sedang ada sosialisasi dari sekolah itu, Raka ikut saja dengan jalur beasiswa" jawab nya dengan enteng.
Delima tersenyum, dia langsung memeluk tubuh Putra nya dengan sayang.
"Ma, Raka akan sekolah setinggi mungkin dan izinkan Raka mendapatkan beasiswa di setiap sekolah yang ingin Raka masuk kesana?" pinta Raka dengan lembut.
"Iya sayang, Mama akan mendukung setiap keinginan kamu. Semoga kamu sukses dan lebih dari Mama dan Papa ya, Nak" balas Delima tulus.
Raka mengangguk, dia akan mendirikan perusahaan sendiri hanya untuk sang Mama. Dia tidak mau Mama nya terus di hina oleh sang Papa.
"Setelah Raka besar nanti, Mama tak perlu lagi bekerja ya. Dan jika esok ada Pria yang mencintai Mama dengan tulus, maka menikahlah dengannya" ucap Raka begitu dewasa.
"Nak, Mama sudah cukup bersama kamu" balas Delima sangat terharu karena Putra nya sudah bisa berpikir dewasa.
"Ma, suatu saat aku juga akan mempunyai keluarga dan sebelum waktu itu tiba aku ingin Mama sudah ada yang menemani" ucap Raka tersenyum.
Delima menganggukan kepala nya, dia lalu memeluk Raka kembali dengan penuh rasa haru dan bangga.
"Kamu Putra Mama yang sangat membanggakan, Nak" batin Delima.
Kemudian Raka pergi ke kamar nya untuk mengganti pakaian, dia juga selalu menghabiskan waktu nya di dalam kamar hanya untuk bermain laptop.
"Nyonya, apa yang di katakan oleh Den Raka memang benar" ucap Bi Sri menghampiri Delima yang sedang duduk di kursi makan.
"Boleh Bibi ikut menyarankan?" tanya wanita paruh baya itu dengan tatapan lembut nya.
Delima hanya menganggukan kepala, dia lalu meminta pelayannya duduk di samping dirinya.
"Anda wanita kuat, wanita cerdas dan juga pintar. Jangan berdiam di satu titik saja, bangun dan bangkitlah. Apa yang di ucapkan oleh Raka benar, jika suatu saat nanti ada Pria yang menyukai dan menyayangimu dengan tulus maka sambutlah dengan baik" jelas Bi Sri.
"Buatlah hidupmu dengan bahagia dan juga Raka akan bahagia jika kamu bahagia, Nak. Bibi do'a kan semoga kamu akan mendapatkan kebahagian yang berlipat" ucap nya lagi dengan tersenyum.
Delima sangat haru, dia lalu memeluk tubuh Bi Sri yang sudah di anggap sang Ibu oleh nya.
"Terimakasih Bi, aku akan membuka lembaran baru jika memang hari itu datang. Aku juga memang mungkin butuh sosok Suami yang akan menjadi figur Ayah untuk Raka kelak" ucap Delima.
"Ya dengan itu jangan menutup diri" balas Bi Sri.
Delima mengangguk, dia lalu menyeka air mata nya dan tersenyum dengan tulus pada Bi Sri.
"Yasudah sekarang lanjutkan lagi masak nya, Bibi akan melanjutkan pekerjaan Bibi" ucap Bi Sri.
"Iya Bi, nanti sore kita akan melihat ke Resto" balas Delima.
Bi Sri hanya membalas dengan anggukan saja, kemudian dia berlalu ke ruangan laundry yang dimana disana temannya sedang menunggu.
Delima sendiri juga kembali berkutat dengan masakan yang belum selesai dia masak. Delima memasak makanan kesukaan Raka dengan semangat.
"Benar kata Bi Sri, aku harus kuat dan bangkit. Jangan terpuruk yang mana akan membuat Mas Randi dan Vini tersenyum mengejek ke arah ku" gumam Delima dengan semangat yang penuh.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Yusron Hamid
mmng rugi skli tuh randi
2024-02-18
2
cinta semu
Randi punya istri baru malah tekor terus bel ketiban sial dah di coret sm keluarga ny 😂😁lihat noh si mantan istri makin sukses aja...rugi g Lo randi
2024-01-27
0
Dwi Setyaningrum
semangat delima dunia tdk akan runtuh dg hanya kehilangan seorg Randi saja😝😝
2023-12-12
1