Sudah 3 hari sejak kepergian Delima dan Raka dari Jakarta. Dan hari ini juga adalsh kepulangan Randi dan Vini dari bulan madu nya di Bali.
Randi langsung saja membawa Vini ke Apartemen yang memang milik nya sebelum menikah dengan Delima dulu. Dia hanya mengantarkan Vini saja dan Randi sendiri langsung bergegas ke Rumah Delima, istri pertama nya.
"Ah aku sudah sangat rindu sekali dengan Delima dan Raka" gumam Randi sambil mengendarai mobil nya.
Randi melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, namun karena jalanan yang cukup lenggang karena masih jam kerja yang mana membuat nya cepat sampai.
Namun sebelum masuk ke perumahan elit tersebut, Randi di hentikan lebih dulu oleh security depan.
"Ada apa ya, Pak?" tanya Randi dengan bingung.
"Maaf Tuan Randi, ini ada titipan surat untuk anda dan Bu Delima" jelas security tersebut.
"Terimakasih, Pak" balas Randi tersenyum.
Security tersebut hanya membalas dengan anggukan saja. Kemudian Randi melanjutkan kembali ke tujuan awal, sehingga tak lama kemudian dia sudah sampai di halaman Rumah mewah namun minimalis sesuai keingin Delima.
"Kenapa sepi sekali" gumam Randi saat keluar dari dalam mobil.
Randi lalu melangkah ke arah pintu utama yang terlihat terbuka, dia juga bisa melihat bahwa mobil dan motor masih ada di garasi samping.
"Raka, Delima" panggil Randi dengan berteriak.
"Raka" teriak nya lagi dengan celingukan kesana kemari.
Terdengarlah derap langkah yang berasal dari arah belakang, dan Randi langsung membalikan tubuh nya.
"Loh, siapa anda?" tanya Randi dengan kaget melihat wanita paruh baya yang tidak di kenal oleh nya ada di Rumah Delima.
"Saya Atum, Tuan. Saya yang di tugaskan membersihkan Rumah ini oleh Tuan dan Nyonya Saputra" jawab Bi Atum sopan.
"Ayah, Bunda" gumam Randi cukup gelisah.
"Lalu dimana Delima dan Raka?" tanya Randi was-was.
"Kata Tuan Deni mereka sudah pergi sejak 3 hari yang lalu, Tuan" jawab nya lagi.
Deg.
"Pe pergi?" lirih Randi dengan kaget.
"Sebentar Tuan" ucap Bi Atum dengan berlalu dari hadapan Randi.
Namun hanya sebentar Bi Atum pergi dan dia sudah kembali lahi dengan kunci di tangannya.
"Ini kunci mobil dan motor yang ada di garasi, kata beliau saya harus memberikannya pada anda" jelas Bi Atum.
Randi hanya diam dan menerima saja, kemudian dia pergi dari sana untuk menemui Ayah dan Bunda nya, berharap bahwa Delima dan Raka ada disana.
Namun saat menyimpan kunci mobil, Randi melirik surat yang tadi dia dapatkan dari security di depan. Randi mengambil nya dan membaca surat tersebut dengan teliti.
"Apa apaan ini, hah" teriak nya dengan emosi.
Sret
Sret.
Randi menyobek kertas di tangannya yang menunjukan bahwa dia dan Delima sudah resmi bercerai.
"Kenapa Delima melakukan ini semua" geram nya dengan penuh emosi.
Randi lalu menginjak gas mobil dengan cepat, dia melajukan mobil nya ke arah mansion Ayah dan Bunda nya.
Sepanjang jalan, Randi terus saja mengumpat dengan penuh amarah karena dia tidak terima telah resmi bercerai dengan Delima, Istri tercinta nya.
"Kau tidak akan bisa lari dari ku, Delima. Kau tidak punya apa-apa dan kau juga tidak punya siapa-siapa" gumam nya dengan mengcengkram kuat setir mobil.
Ckitt.
Brak.
Randi keluar dari mobil setelah dia memasuki halaman mansion mewah milik orangtua nya. Dia langsung saja masuk dengan membawa kertas yang ada di genggamannya.
"Ayah, Ayah" teriak Randi dengan menggema.
"Dimana Ayah dan Bunda?" tanya Randi pada pelayan.
"Tuan dan Nyonya besar sedang ada di ruang keluarga, Tuan muda" jawab pelayan tersebut.
Randi langsung saja menuju ke ruang keluarga yang di sebelah kanannya. Dia sudah tidak sabar untuk menanyakan hal penting pada Ayah nya.
"Ayah, Bunda" panggil Randi.
Ayah Deni hanya menatap nya sekilas dan dia kembali fokus pada acara tv.
"Ah ternyata pengantin baru sudah pulang bulan madu? Bulan madu yang ke berapa kali?" ledek Bunda Indri dengan tawa renyah nya.
"Randi, pergilah kamu disini karena dengan kamu menikahi Vini berarti kamu tidak menganggap kami lagi orangtua mu" tegas Ayah Deni.
Deg.
"Ayah" lirih Randi.
"Aha pa itu surat cerai kamu dan Delima?" tanya Bunda Indri.
Randi hanya mampu menganggukan kepala saja, dia lalu duduk di hadapan Ayah dan Bunda.
"Ayah, kenapa kalian membiarkan Delima bercerai dariku dan pergi membawa Raka" ucap Randi tak tahu malu.
Brak.
"Apa kamu pikir dia akan bertahan dengan pria yang sudah mengkhianati nya? Apa kamu pikir Delima itu manekin yang tak punya hati, hah?" bentak Ayah Deni.
"Ingat Randi, aku juga wanita! Aku dapat merasakan apa yang Delima rasakan. Kamu itu lelaki bodoh yang malah memilih kerikil dan meninggalkan berlian" tekan sang Bunda dengan wajah penuh emosi.
"Sekarang kau pergi dari sini" usir Ayah Deni dengan menunjuk ke arah luar.
Deg.
Jantung Randi berdetak kencang, dia tidak menyangka bahwa kedua orangtua nya akan sangat marah seperti ini padanya.
"Suka tak suka sekarang Vini adalah menantu kalian" ucap Randi beranjak dari duduk nya
"Aku tak sudi mengakui dia sebagai menantuku, karena aku juga tidak mempunyai Putra. Putra ku sudah mati" teriak Bunda Indri.
Bunda Indri lalu meneteskan air mata nya dan pergi dari sana, dia sungguh kecewa pada Randi.
Randi menatap Bunda nya dengan nanar, dia melihat dengan sangat jelas kekecewaan di mata sang Bunda. Lalu dia menatap pada Ayah nya, namun hanya wajah dingin yang dia terima dari Ayah nya.
"Kamu bukan lagi bagian dari keluarga ini, pergilah dengan wanita pilihan mu sendiri. Semoga kamu lebih bahagia dengan wanita itu" ucap Ayah Deni sebelum pergi dari hadapan Randi.
Randi tidak bergeming sama sekali, dia tetap menatap kedua orangtua nya yang pergi dengan penuh kecewa dan emosi.
Setelah itu, Randi juga pergi dari sana. Dia akan kembali ke Apartemennya yang sudah ada Vini disana.
"Dimana kalian, aku yakin bahwa kalian tidak ada di mansion ini" gumam Randi sambil celingukan.
Brak.
Randi menutup pintu mobil dengan emosi, dia lalu melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"Lihat saja Delima, aku akan menemukan kalian" teriak Randi geram.
"Aarrgghhh, kenapa aku bisa kecolongan seperti ini" geram nya lagi dengan wajah memerah.
Randi mengubah tujuan nya, dia akan panti asuhan dan berharap Delima ada disana. Tak lupa juga dia membeli beberapa makanan dan mainan untuk anak panti.
Randi menahan emosi nya saat lagi dan lagi ingat dengan surat cerai dari Delima, dia sudah di nyatakan bukan Suami nya lagi namun Randi tidak menerima semua nya. Randi masih mencintai Delima dan akan tetap mencarinya sampai ketemu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Maria Magdalena Indarti
randi egois loe. emang ada istri mau suami mendua. Tidak
2025-03-20
0
asmaul husnah
dasar Randi egoissss
2024-05-23
0
Kak Yuniah
yg perempuan sudah ngk di anggap ank sama emknya dan si laki juga sama sudah di anggap mati sama emaknya
2024-02-23
3