Bab 5

Sedangkan Randi, dia baru saja tiba di Apartemen milik Vini. Mereka akan bermalam disana untuk malam ini, sebelum Randi mengajak Vini pindah ke Apartemen milik nya.

"Mas, bagaimana dengan semua ini?" tanya Vini saat mereka sudah merebahkan tubuh nya di ranjang.

"Besok kita akan melangsungkan pernikahan dan kita akan pindah ke Apartemen milikku" jawab Randi mengusap lembut rambut Vini.

"Apa kamu akan menceraikan Delima?" tanya Vini kembali dengan hati-hati.

Randi menggelengkan kepala nya, dia lalu menatap Vini dengan dalam.

"Tidak akan, karena aku sangat mencintai Delima dan di antara kami juga ada Raka" jawab Randi tegas.

Vini hanya bisa diam, dia lalu memeluk Randi dengan wajah yang sangat masam.

"Lihat saja, aku akan membuat kamu hanya milikku sendiri, Mas" batin Vini penuh tekad.

Keduanya lalu terlelap karena sudah cukup larut, bahkan Randi tidur dengan memeluk Vini hangat dan seolah tidak terjadi apapun. Mereka berdua hanya fokus pada kepentingan mereka saja, tanpa tahu ada hati anak kecil yang sudah patah oleh karena nya.

**

Ke esokan pagi nya, Randi memberitahu pada Delima bahwa dia akan menikah dengan Vini hari ini juga. Namun Delima tidak menggubris nya dan sudah bersiap untuk bertemu dengan pengacara milik Ayah mertua nya.

"Ma" panggil Raka saat mereka sudah berkumpul di meja makan.

"Iya sayang" balas Delima tersenyum lembut namun tidak bisa menyembunyikan mata bengkak nya.

Raka mendekat, dia lalu memeluk sang Mama dengan erat.

"Raka tidak akan marah jika Mama akan berpisah dengan Papa, Raka akan mendukung Mama" ucap Raka setelah melepaskan pelukannya pada sang Mama.

Deg.

Jantung Delima terasa berpacu dengan cepat, dia bahkan terasa sesak di dada nya.

"Jangan membenci Papa mu ya, Nak. Papa mungkin sudah tidak ingin bersama Mama" jelas Delima dengan mata berkaca-kaca.

"Maaf, Raka membenci Papa! Raka tidak terima jika Papa berbuat jahat pada Mama apalagi dengan Tante Vini. Raka mungkin masih kecil, namun Raka tahu apa yang di lakukan Papa dan Tante Vini" ucap Raka menundukan kepala nya.

"Ya Tuhan" gumam Bunda Randi dengan sangat lirih.

Delima diam saat melihat tatapan Ayah mertua nya yang menunjukan jangan menjawab.

"Setelah dewasa nanti kamu jangan seperti Papa ya, kamu harus jadi lelaki yang setia dan tanggung jawab" ucap Ayah Randi dengan tersenyum.

Raka mengangguk dengan tegas, dia juga menatap sang Mama dengan tersenyum manis.

"Ayo sarapan dulu, nanti Raka pergi bersama dengan Oma" ucap Bunda Randi dengan lembut.

"Iya Oma, Raka nanti nitip Mama ya" balas nya dengan sangat dewasa.

Sang Oma hanya bisa menganggukan kepala nya dengan samar.

"Kenapa kamu sangat bodoh Randi, kamu menyianyiakan anak dan istri yang sangat setia padamu sejak dulu" batin Bunda dengan sendu.

Delima memegang tangan Ibu mertua nya dengan lembut, dia lalu menggeleng dan tersenyum agar sang Bunda tidak bersedih.

*

Setelah selesai sarapan, Delima dan Ayah mertua nya pergi menggunakan mobil sang mertua. Sedangkan Raka, dia pergi bersama dengan Oma yang menggunakan mobil milik Randi yang di berikan untuk Raka.

"Ayah, maafkan Delima. Delima tidak bisa mempertahankan pernikahan ini bersama dengan Mas Randi" ucap Delima menundukan kepala nya.

"Kamu tidak salah, Nak. Kamu adalah wanita terhebat yang Ayah dan Bunda temui, kamu adalah Istri yang sangat patuh, baik dan setia. Hanya saja Randi yang tidak tahu di untung karena menyakiti mu, Nak" balas Ayah mertua nya dengan lembut.

"Ayah dukung semua keputusanmu, karena Ayah tidak mau kamu semakin tersakiti" jelas nya lagi dengan tersenyum.

"Terimakasih, Ayah" balas Delima menatap Ayah mertua nya dengan lembut.

Sang Ayah hanya mengangguk, dia lalu menatap ke arah luar jendela mobil dengan helaan nafas kasar berkali-kali.

"*Kenapa kamu begini Ran, kamu menyakiti Putra dan Istri mu. Apa kamu tidak ingat, dulu saat kamu memilih pura-pura miskin demi mendapatkan Delima dan Delima juga mendampingi mu hingga sukses begini tanpa bantuan Ayah dan Bunda" batin Ayah dengan memejamkan mata.

"Semoga kamu bahagia dan bisa mendapatkan pengganti yang lebih pantas" batin Ayah kembali*.

Tak berselang lama, mobil yang membawa mereka sampai juga di depan perusahaan Ayah mertua nya. Delima pernah beberapa kali masuk kesana hanya untuk mengantarkan Raka saja.

Para karyawan menyapa kedua nya dengan sangat ramah dan sopan. Bahkan mereka juga sudah tahu siapa Delima bagi keluarga itu.

Ayah Deni membawa Delima masuk ke dalam ruangan tamu yang ada di lantai bawah. Dan disana sudah ada pengacara kondang yang selalu memenangkan kasus rumit sekalipun.

"Selamat pagi Tuan Deni, Nona Delima" sapa nya dengan ramah.

"Selamat pagi Tuan Alfans" balas Delima tersenyum.

Lalu mereka bertiga duduk kembali, lalu Delima memberikan bukti dan menceritakan semua nya.

Pengacara tersebut menatap Ayah mertua nya dan hanya di balas anggukan saja oleh nya.

"Hmm baiklah Nona, saya akan usahakan semua nya akan cepat selesai. Saya turut prihatin dengan semua ini, padahal kalian menikah sudah hampir 10 tahun" ucap Alfans dengan penuh iba.

"Mungkin kami tidak berjodoh, Tuan" balas Delima ramah.

Alfans langsung saja memasukan bukti dan juga yang lainnya, ini adalah hal gampang karena adanya bukti yang kuat.

"Kalau begitu saya akan urus semua nya dan 1 minggu kedepan surat cerai itu akan anda dapatkan. Karena ini semua juga berkat bantuan Mertua anda" ucap Alfans dengan menjabat tangan Delima dan Ayah Deni.

"Terimakasih sebelum nya, saya tunggu kabar baik nya, Tuan" balas Delima penuh harap.

Setelah kepergian Alfans si pengacara kondang, Delima ikut bersama dengan sang Ayah mertua ke ruangan nya di lantai 15.

"Ayah, ada apa?" tanya Delima dengan penasaran.

"Ikut saja dulu, Nak. Ayah ingin memberikan sesuatu untukmu yang memang sudah sejak dulu Ayah siapkan" jawab Ayah Deni tersenyum.

Ting.

Pintu lift terbuka dan mereka keluar, Delima hanya diam saja dan terus mengikuti sang mertua.

Ceklek.

"Duduklah, Nak" ucap Ayah Deni.

Delima menurut, dia duduk di hadapan mertua nya dengan penuh tanda tanya.

"Ini untuk mu, dan Ayah harap jangan menolak" ucap Ayah Deni memberikan map pada Delima.

"Apa ini, Ayah?" tanya Delima sambil menerima nya.

"Itu adalah berkas kepemilikan saham disini, kamu mendapatkan saham sebesar 25% di perusahaan ini. Dan itu ada black card milikmu dengan Pin tanggal lahir mu sendiri" jawab Ayah Deni.

Delima menganga, dia lalu menggelengkan kepala nya dan berniat mengembalikan map tersebut pada Ayah mertua nya kembali.

"Ayah mohon terima dan pergilah bersama Raka dari Kota ini, bangun kembali kehidupan kalian tanpa ada bayang-bayang Randi di dalam nya" mohon Ayah nya.

Hufh.

"Baiklah Ayah, terimakasih semua nya. Besok aku akan pergi dan aku harap Ayah dan Bunda merahasiakan kemana aku pergi" pinta Delima.

"Iya Nak" balas Ayah Deni.

Lalu Delima peegi dari sana, dia akan pergi ke Restoran lebih dulu karena ingin bertemu dengan April.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Dwita Rakhmisari

Dwita Rakhmisari

ada pastinya....mertua saya ngasih sertifikat rumahnya ke saya bukan ke anak2nya

2024-02-21

3

Jalan Kita

Jalan Kita

limited edition nih mertuanya /Drool/

2024-02-18

0

Yusron Hamid

Yusron Hamid

km pingin punya mertua kyak gt

2024-02-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!