"Manusia tidak tahu malu, tidak tau di untung. Di tolongin malah menusuk" geram April yang sejak menatap gerak gerik Vini dan Randi.
Grep.
"Siapa sayang?" tanya seorang Pria yang sudah memeluk April dari belakang.
"Klien mu" jawab April ketus.
"Haha kenapa kau marah begini. Apa mereka yang membuat Bos sekaligus sahabat mu pergi karena di khianati?" tanya nya dengan melepaskan pelukan dari April.
April menganggukan kepala nya dengan mata yang sendu, dia teringat akan Delima yang menangis dengan pilu karena memergoki Randi melakukan hubungan intim dengan sahabat nya. Dan lebih parah nya lagi, Randi menikahi Vini tanpa persetujuan Delima.
April menceritakan semua nya pada Suami nya, dia bahkan sampai meneteskan air mata karena teringat akan sosok Delima.
"Sudahlah, bagaimana kalau kita kerjai mereka" hibur Suami April dengan menyeka air mata April.
"Hemm ide yang bagus" balas April terkekeh.
Kemudian Suami April yang memang kebetulan klien Randi pun pamit pada sang Istri, dia memeluk April terlebih dulu sebelum pergi dari ruangan Istri nya.
Sedangkan April, dia tersenyum dengan sinis saat tahu ide apa yang harus dia lakukan pada Randi dan Vini.
April lalu pergi ke dapur Restoran, dia memberikan seafood pada ruangan dimana Randi berada.
"Bu, bagaimana kalau mereka komplen?" tanya pelayan dengan takut.
"Itu akan jadi urusan Suami saya, karena dia klien Suami saya" jawab April tersenyum.
Pelayan tersebut mengangguk lega, dia lalu beranjak mengantarkan pesanan untuk ruangan VIP. April sendiri pergi ke ruangannya dengan senyum yang sangat lebar.
"Itu baru permulaan pecundan*, lihat saja aku akan terus membalas sakit hati Delima" gumam April dengan geram.
Lain hal nya di ruangan VIP, Randi dan yang lainnya makan siang lebih dulu agar bisa tenang untuk membahas pekerjaan nanti nya.
Vini makan dengan sangat lahap, dia juga tidak menyadari bahwa yang di makan nya adalah seafood yang mana akan menimbulkan alergi di tubuh nya.
"Uhuk" Vini terbatuk dan langsung menyambar air di depan nya.
"Mas, ini seafood" ucap Vini dengan terkejut ke arah Randi.
"Masa sih, sayang?" tanya Randi sambil melihat makanan di piring Vini.
Sedangkan Suami April, dia menghentikan makan nya dan menatap Randi di depannya yang sedang membantu Vini meminum obat alergi.
"Maaf, bukannya Istri Pak Randi itu Bu Delima ya?" tanya Ipan, Suami April.
"Ini Istri kedua saya" balas Randi dengan santai dan gamblang nya.
"Lelaki gila" geram Ipan.
"Wah anda hebat ya, Pak. Kalau saya jadi anda, saya akan tetap mempertahankan Bu Delima sebagai Istri saya. Karena apa? Karena dia baik, cantik, lemah lembut dan ahh paket komplit pokok nya" ucap Ipan dengan mata berbinar nya.
Deg.
Randi menatap klien nya dengan tatapan tajam, dia merasa jantung nya berpacu dengan cepat saat mendengar pujian Ipan untuk Delima.
"Mas, ini semakin gatal" ucap Vini memecahkan keheningan di antara mereka.
"Garuk saja Bu kalau gatal, eh tapi kan mungkin sudah biasa kegatalan" celetuk Sekertaris Ipan yang sebenarnya adalah Adik nya sendiri.
"Kamu" geram Vini dengan wajah kesal dan marah nya.
Ipan dan Adik nya hanya diam saja, dia menatap kedua sejoli di hadapannya dengan tatapan sinis nya.
"Maaf ya Bu, jika memang Ibu tidak ke gatelan gak bakalan anda bisa menikah dengan atasan anda, apalagi dia sudah mempunyai anak dan istri" ucap Sekertaris Ipan.
Heh.
Lagi dan lagi Ipan hanya memandang mereka sinis, dia lalu menatap Adik nya dengan terkekeh.
"Apa maksud anda, Nona?" tanya Randi dengan merasa tersinggung.
"Pak, jika saya jadi anda saya akan memilih Istri anda yang sudah pasti menemani anda dari Nol kan? Sedangkan dia, hanya menikmati hasil nya sekarang dengan dalih tersakiti atau memang sengaja menggoda nya" jelas nya lagi dengan santai.
"Diam kau" bentak Vini penuh geram.
Brak.
Ipan langsung saja menyimpan sendok makannya di atas meja dengan kesal.
"Kau yang diam, jika memang benar maka mengaku namun jika tidak maka diam lah" bentak Ipan dengan dingin.
Glek.
Vini langsung saja menelan ludah nya kasar, dia lalu meremat tangan Randi karena takut.
Randi menghela nafas kasar, dia lalu mengkode pada Vini agar diam saja.
"Maaf atas sikap Istri saya, Tuan" ucap Randi dengan tak enak pada Ipan.
"Ayo kita pergi saja" ajak Ipan pada Adik nya.
Randi langsung bangkit dari duduk nya saat melihat Ipan pergi dari sana, dia lalu mencegah supaya tidak pergi.
"Tuan, saya mohon jangan pergi dulu" mohon Randi dengan mencegah Ipan.
"Tidak ada perlu lagi saya diam disini, saya akan membatalkan kontrak kerja nya" tegas Ipan dengan tatapan tajam.
Vini berdiri, dia lalu memegang tangan Randi yang akan kembali memohon pada Ipan.
"Mas sudahlah jangan memohon, biarkan saja dia pergi toh kita tidak akan pernah rugi" ucap Vini dengan kesal.
Ipan memandang Vini dengan sinis, dia lalu tersenyum kecil seraya menyeringai.
"Anda sangat bodoh Pak Randi, anda melepaskan berlian demi seonggok kerikil ini" ucap Ipan dengan terkekeh.
Ipan lalu pergi bersama dengan Adik nya, mereka meninggalkan Randi yang prustasi menghadapi Vini dan batalnya kontrak.
"Arrgghhhh" teriak Randi dengan penuh kesal.
"Ayo pulang, besok lagi tak usah ikut rapat dengan klien" bentak Randi pada Vini.
"Loh loh kenapa malah marah pada ku, Mas? Lagian biarkan saja karena dia juga sombong" cetus Vini mengikuti langkah Randi yang keluar dari ruangan VIP.
"Diam" bentak Randi dengan geram.
Randi kemudian melangkah keluar dari Restoran, sedangkan Vini masih saja menggerutu tak enak karena Randi membentak nya di depan banyak orang.
Sedangkan di sudut ruangan, tiga orang sedang menatap kedua nya dengan senyuman di wajah nya.
"Ini baru permulaan, bukan hanya dari kami saja kau akan mendapatkan balasan setelah membuat Delima sakit. Namun kau akan mendapatkan karma karena menyakiti seseorang yang tulus" ucap April dengan wajah datar nya.
"Kau benar Kakak Ipar, pria seperti dia hanya pria bodoh saja yang mau di manfaatkan oleh wanita ular itu" timpal Adik Ipan.
April menganggukan kepala nya, dia lalu menatap Suami nya dengan tersenyum manis.
"Ya Tuhan, mulai bucin" gerutu Adik nya dengan berlalu keluar dari ruangan sang Kaka Ipar.
Hahaha.
Tawa April dan Suami nya langsung saja pecah saat melihat Adik nya kabur begitu saja keluar ruangan.
"Ya ampun Adik kamu, Mas" ucap April sambil tertawa kecil.
"Hmm Adik kamu juga" balas Ipan melangkah mendekati April.
"Jangan bersedih lagi, nanti kita berangkat ke tempat dimana Delima berada" ucap Ipan lembut.
"Iya Mas, terimakasih" balas nya dengan memeluk tubuh Ipan dengan erat.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Maria Magdalena Indarti
rasakan vini
2025-03-20
0
Endang Supriati
biar bangkrut si rendy
2024-05-03
0
Yunerty Blessa
rasakan Vini
2023-12-16
1