-Jakarta, Indonesia.
Randi melangkah dengan lebar , dia terus saja berjalan ke tempat dimana Bunda nya di rawat. Tak lupa juga Vini yang mengekor di belakang nya.
Ceklek.
Pintu terbuka dan Randi secepat kilat masuk ke dalam ruang rawat sang Bunda.
"Ayah, bagaimana keadaan Bunda?" tanya Randi panik.
"Tidak apa, dia hanya kelelahan saja" jawab Ayah Deni acuh.
Huh.
"Syukurlah, memang nya kalian habis dari mana?" tanya Randi kembali.
"Bunda kamu habis dari Jepang, bertemu dengan Raka" jawab Ayah Deni dengan wajah santai nya.
Deg.
"Delima" lirih Randi dengan tangan mengepal.
Vini langsung saja memegang tangan Randi, dia cemburu karena sampai sekarang Randi juga belum bisa melupakan mantan istri nya tersebut.
"Mas" bisik Vini kesal.
Randi hanya menghembuskan nafas nya kasar, dia lalu mengajak Vini mendekati ranjang pasien Bunda nya.
"Bunda, kenapa Bunda bela-belain kesana dan sampai sakit begini. Kan Bunda bisa bawa Raka kesini, aku juga ingin bertemu dengan nya" ucap Randi dengan sedikit kesal.
Bunda Indri membuka mata nya , dia lalu menatap Putra nya dengan sayu.
"Memang nya apa urusan mu? Dia cucuku jadi terserah aku mau kesana atau tidak" ucap Bunda Indri dengan tegas.
"Sudahlah Mas, Ayah dan Bunda mu itu sudah di cuci otak nya oleh Delima jadi mereka benci padamu" ketus Vini dengan tatapan sinis nya.
"Apa hak mu menjelekan Putri ku, Delima. Dia jauh lebih berharga dari pada kalian, hahh" bentak Bunda Indri dengan nafas terengah-engah.
"Memang benar kenyataannya begitu kan, Bun. Bahkan dia juga menceraikan aku tanpa sepengetahuan ku, aku yakin dia juga bisa menguasai kalian dan menggeruk harta kalian" timpal Randi dengan nada tinggi.
Brak.
Ayah Deni masuk ke dalam dengan sorot mata tajam, dia melihat Randi dan Vini dengan bengis.
"Apa yang kalian lakukan pada, Istri ku" bentak nya dengan penuh emosi.
Bugh.
"Pergi kau, kau bukan Putra ku lagi" ucap Ayah Deni setelah memberi bogeman mentah pada Randi.
Ck.
"Ayo pergi" decak Vini menyeret tangan Suami nya.
"PERGIII" teriak Ayah Deni kembali.
Lalu Ayah Deni menekan tombol untuk memanggil tim Dokter. Dia menyesal karena telah meninggalkan Istri nya sebentar karena menghubungi Asistennya.
"Sayang, jangan begini" gumam nya dengan wajah panik.
Hingga tak berselang lama, tim Dokter pun tiba dan langsung saja memeriksa keadaan Bunda Indri.
Sedangkan Randi, dia masih berdiri di luar ruangan bersama dengan Vini.
"Kenapa kalian masih disini, aku bilang pergi" ucap Ayah Deni dengan penuh emosi.
"Ayah, biarkan aku disini. Aku khawatir dengan keadaan Bunda" mohon Randi dengan memelas.
Ayah Deni diam, dia lalu menatap kembali ke arah pintu dimana Istri nya yang sedang di tangani.
Dia baru mengetahui bahwa Istri nya mengidap kanker dan sudah kronis, sang Istri menyembunyikan hal itu dari diri nya sejak lama.
"Ya Tuhan, tolong selamatkan lah Istri ku" ucap Ayah Deni meneteskan air mata.
"Ayah tenang saja, Bunda kan hanya kelelahan saja" celetuk Vini santai.
Randi menatap Istri nya dengan tajam, dia lalu mendekati sang Ayah.
"Jangan mendekat, aku tak sudi di sentuh oleh mu" ucap Ayah Deni dengan penuh tekanan.
Deg.
Randi menghentikan langkah nya, dia menatap Ayah nya dengan nanar.
"Ayah, kenapa kalian masih saja begini padaku? Kenapa kalian semakin jauh padaku?" tanya Randi dengan lirih.
"Pikir saja sendiri, kamu memilih dia berarti sama dengan kamu menjauh dari kami" jawab Ayah Deni tegas.
"Apa semua ini karena Delima? Aku sudah meminta nya jangan pergi dan aku akan berlaku adil pada nya dan Vini. Tapi apa? Dia malah menggugat ku tanpa sepengetahuan ku sama sekali" ucap Randi dengan lantang.
"Aku juga mencintai nya, tapi aku juga mencintai Vini. Aku menikahi nya dan akan berlaku adil pada nya apa itu semua kurang?" ucap nya lagi dengan emosi yang memuncak.
"SALAH" bentak Ayah Deni dengan nafas yang memburu.
"Karena tidak ada satu orang wanita pun yang ingin berbagi Suami nya dengan wanita lain, apalagi ini dengan Sahabat nya sendiri" ucap Ayah Deni penuh tekanan dan intimidasi.
Vini hanya diam, dia lalu menatap mertua nya dengan tidak ada takut sama sekali.
"Mas Randi sendiri yang ingin menikahi ku, Ayah. Mungkin Delima sudah tidak mencintai Mas Randi jadi dia memilih cerai saja" ucap Vini.
Ceklek.
Saat akan berbicara, pintu ruangan terbuka dan munculah seorang Dokter yang menangani Istri nya, Indri.
"Bagaimana dengan kondisi Istri saya?" tanya Ayah Deni.
"Istri anda kritis, tekanan darah nya tinggi dan kanker nya semakin merajalela" jelas Dokter tersebut dengan wajah lelah nya.
Deg.
"Ya Allah, Bunda" gumam Ayah Deni dengan nanar.
Lalu Dokter tersebut memindahkan Bunda Indri ke ruangan ICU dengan di ikuti oleh Ayah Deni, Randi dan Vini.
Ayah Deni duduk dengan wajah yang sangat cemas dan kusut, dia meremat tangannya karena takut kalau terjadi apa-apa pada Istri nya.
"Aku mohon bertahanlah, sayang" gumam Ayah Deni dengan lirih.
Sedangkan Randi, dia pergi mengantarkan Vini yang sejak tadi mengajak nya untuk pulang.
Ayah Deni hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepala saja.
Drrt.
Drrt.
Ponsel Ayah Deni bergetar dengan lama, dia lalu melihat siapa yang memanggil nya dan ternyata adalah Delima.
"Halo, Nak" ucap Ayah Deni dengan tersenyum.
"Halo, Opa. Apa kabar Opa?" tanya Raka dengan antusias.
"Kabar Opa baik, Sayang" jawab Ayah Deni.
"Opa, do'akan Raka ya. Saat ini Raka sedang di jalan untuk ikut lomba di Osaka" jelas Raka dengan semangat.
"Wah benarkah? Yasudah yang semangat ya dan jangan lupa berdoa agar lomba nya lancar. Sama siapa kamu pergi nya, Nak?" tanya Opa.
"Sama Mama dan Paman Alfans" jawab Raka.
Ayah Deni tersenyum sambil menganggukan kepala nya, dia lalu bercerita banyak hal bersama dengan Raka sang Cucu kesayangan.
Ayah Deni tak memberitahu Delima bahwa Istri nya sedang sakit, dia tidak ingin membuat lomba Cucu nya berantakan karena memikirkan sang Oma.
Setelah beberapa saat, Raka menyudahi panggilannya bersama sang Opa. Dan bersamaan dengan itu Randi datang kesana sendirian.
"Ayah, apa tadi Raka?" tanya Randi terbata.
"Bukan" jawab Ayah Deni dengan datar.
"Ayah tidak tau dimana mereka berada, bukannya kamu mencari mereka? Pasti kamu tahu dimana mereka" jelas Ayah Deni dengan cuek.
Huh.
"Sudah 1 tahun aku mencari mereka namun tidak ketemu, bahkan aku juga menyuruh anak buah ku mencari sampai ke jepang namun mereka juga tak menemukan Delima dan Raka" ungkap Randi dengan nafas yang memburu.
"Jelas tidak akan ketemu, orang anak buahmu di ancam akan di pecat jika berbicara jujur oleh Istrimu" celetuk Ayah Deni.
Deg.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Maria Magdalena Indarti
begitu jahatnya Vini
2025-03-20
0
The Lovely
Mampus lo Vini dasar manusia gak tau diri
2023-04-23
5
Ita rahmawati
ternyta msih awet nih pasangan lucknut....
2023-01-02
2