Cahaya mentari masuk dari kaca kamar, menyinari wajah Ansel yang tampan. Wajah Ansel terlihat makin berseri diterpa sinar mentari pagi.
Ansel bersandar dikursi memejamkan matanya beberapa saat menikmati kehangatan yang menerpa wajahnya. Beberapa menit berlalu, kemudian Ansel membuka matanya perlahan.
Pandangan Ansel langsung tertuju pada smartphone. Mata hitamnya terus melihat smartphone yang tergelerak di meja.
Hari-hari Ansel sangat kelam, seharian kemarin Ansel tidak tenang bahkan saat malam haripun dirinya tidak bisa tidur nyenyak terus terbangun karena ada hal yang mengganggu pikirannya.
Ansel termenung memijat pelipisnya. Sudah dua hari berlalu sejak Ansel kencan dengan Freya di Resto King, tapi masih tidak ada kabar apapun dari love shot. Ansel menunggu telepon dari Freya. Jangankan telepon, chat saja tidak ada.
Haidar masuk ke kamar Ansel. Haidar sangat takjub Bosnya bisa bangun tepat waktu.
"Wah Bos ada angin apa ni, sampai Bos sudah bangun," ujar Haidar.
Ansel tidak menanggapi ucapan Haidar. Ansel masih asyik termenung. Dirinya sudah tidak sabar menunggu kabar dari Freya. Akhirnya Ansel menurunkan sedikit ego yang Ansel miliki untuk bertanya pada sahabatnya Jarvis. Ansel sudah tidak peduli bila Jarvis akan menggodanya yang paling penting untuk saat ini adalah Freya.
"Jarvis berapa lama waktu kencan berikutnya akan dijadwalkan ?" tanya Ansel membenarkan posisi duduk menyilangkan kaki duduk disofa putih.
"Kenapa Bos menanyakan hal itu ? bukannya Bos tidak tertarik dengan yang namanya kencan." ucap jarvis.
"Memangnya salah jika aku bertanya. Aku hanya ingin tahu saja bukan berarti aku tertarik dengan yang namanya kencan," ujar Ansel menimpali pertanyaan Jarvis.
"Owh begitu, baik saya akan pikirkan dulu jawaban pertanyaan Bos," ucap Jarvis mendekatkan telunjuk tangan ke dahi untuk membantunya berpikir.
"Lama ... coba cek disitu," pinta Ansel melemparkan gadget ke arah Jarvis.
Untung respon Jarvis bagus, gadget mendarat dengan selamat ditangannya. Jarvis membuka web. "Seminggu lagi," jawab Jarvis duduk di samping bosnya.
"Kenapa lama sekali, mana mungkin hubungan akan berkembang bila jadwal kencan berikutnya sangat lama. Kencan berikutnya sampai membutuhkan jangka waktu satu Minggu kemudian dari kencan pertama. Kamu harus meninjau ulang hal itu," ujar Ansel kesal dengan pelayanan love shot, Ansel sudah ingin bertemu kembali dengan Freya.
"Itu sudah yang paling cepat," Haidar merebahkan kepalanya dipundak Ansel "BOS pikir mencari lagi pasangan yang cocok sesuai kriteria untuk kencan yang ke dua itu gampang. BOS ini ada-ada saja." Haidar menggeleng heran dengan keinginan BOSnya.
"Apa kamu bilang, coba ulangi lagi ucapanmu!" bentak Ansel, seraya berdiri.
Haidar tersungkur ke tepian kursi, mengelus belakang kepalanya yang beradu dengan sandaran kursi "Itu sudah yang paling cepat," ujar Haidar.
"Bukan, kalimat berikutnya," pinta Ansel.
"BOS ini ada-ada saja," seringai Haidar menggoda Bosnya.
"Kalimat sebelumnya," ujar Ansel.
"Itu sudah yang paling cepat," ujar Haidar terus menggoda Ansel.
"Hemm ..... " Ansel mendengus kesal, melayangkan tatapan memprovokasi pada Haidar "mengenai pasangan kencan ke dua. Kencan yang kedua tidak dengan orang yang sama lagi ?" tanya Ansel penasaran.
"Tidak perlu emosi BOS, santai ... tidak akan berubah bilang kencan pertama berhasil tapi bila gagal love shot akan mencarikan pasangan baru." Jelas Haidar.
"Jadi kencan pertamaku gagal," bentak Ansel mulai tersulut emosi.
"Tentu BOS—" Haidar menjawab dengan ragu-ragu.
Ansel berdiri bertolak pinggang menunggu perkataan Haidar selanjutnya.
"Pasangan kencan pertama anda menolak dengan alasan kriteria terlalu sempurna, saya hanya butuh pria sederhana," Haidar membaca alasan yang diberikan Freya sesuai yang tertera didokumen.
"Si*l gadis itu berani menolakku dengan alasan yang tidak masuk akal." runtuk Ansel "dia menolak laki-laki sempurna sepertiku untuk laki-laki sederhana ... beri aku alamat rumahnya, aku akan memberikan gadis itu pelajaran." Ansel sudah benar-benar terbakar emosi.
"Sabar BOS. kita cari pasangan yang lain saja.
love shot tidak bisa memberikan informasi pribadi clien kepada pasangan yang telah clien kami tolak. Itu melanggar privasi. Itu tindakan ilegal, bisa dipidanakan BOS" ujar
Haidar mencoba menenangkan Ansel.
"Kamu pikir siapa aku ? aku pemilik The King Entertainment bila kamu tidak memberikan alamat gadis itu segera padaku. Aku akan menutup love shot. Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku Jarvis." ujar Ansel mengacungkan jarinya menunjuk wajah Haidar, Ansel mengancam Haidar.
Haidar mulai ketakutan BOSnya sudah benar-benar murka. Entah apa yang akan terjadi pada gadis yang menolak BOSnya. Tapi Haidar harus memberikan alamat gadis itu kalau tidak dia bisa bangkrut bila love shot ditutup bahkan yang lebih menakutkan bukan karena dirinya bangkrut dan akan jatuh miskin, tetapi Haidar bisa mati dibunuh oleh Ansel bila keinginannya tidak dituruti.
Haidar mulai mencari berkas Freya di web miliknya. Setelah beberapa saat akhirnya data Freya ketemu. Haidar mengirimkan data Freya ke surel Ansel.
Ansel langsung bergegas menuju alamat rumah Freya. Ansel tidak peduli pada Haidar yang terus memanggilnya agar diizinkan ikut bersama Ansel mendatangi rumah Freya.
Ansel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dirinya sudah tidak sabar ingin melabrak Freya. Beraninya gadis itu menolaknya dengan alasan yang benar-benar tidak masuk akal.
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
Freya sedang rebahan dikasur andalannya, memeluk dengan erat guling kesayangannya. Suara ibu Freya mengusik istrahat Freya.
"Freya Keluar dari kamar Ibu ingin berbicara," teriak Anisa dari balik pintu kamar Freya.
Freya keluar dari kamar tapi tiba-tiba ibunya langsung melayangkan pukulan demi pukulan ke kaki Freya dengan rotan.
"Beraninya kamu berbohong pada ibu," ujar Anisa berbicara sambil memukuli Freya.
"Freya tidak mengerti arah pembicaraan ibu, Aww bu sakit ...." Freya mengaduh kesakitan.
"Tidak mengerti, jangan pura-pura tidak mengerti. Katakan yang sebenarnya kamu sudah putuskan dengan Liam ?" ujar Anisa melontarkan pertanyaan masih sambil memukuli kaki Freya.
Freya sejenak terdiam.
Bagaimana ibu bisa tahu kalau aku sudah putus dengan Liam ... siapa yang memberi tahu ibu ... mati aku ... ibu sudah tahu.
"katakan Freya ... kenapa kamu takut mengakui kalau Liam meninggalkanmu dan bertunangan dengan orang lain karena kami berselingkuh.Teganya kamu mengecewakan ibu, jika belum mau menikah dengan Liam. Ibu bisa mengerti tapi kenapa tidak putus saja lalu mencari laki-laki lain setelah itu. Kenapa kamu harus berselingkuh. Ibu malu ... harus ditaruh dimana wajah ibu ini," ujar Anisa benar-benar emosi.
"Aku memang ditinggal Liam tunangan dengan wanita lain. Tapi aku tidak berselingkuh bu. Percaya padaku bu, itu kabar yang tidak benar. Ibu harus mendengarkan penjelasan ku terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan. Siapa yang mengatakan itu pada ibu ?" tanya Freya.
Freya sangat penasaran kenapa Ibunya bisa salah paham dan siapa yang menyebarkan berita bohong tentangnya kepada ibunya.
Next \=>
🙏Terima Kasih sudah mampir baca.
🙏🙏 Jangan lupa like + Komentar + Vote
🙏🙏🙏 Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
martina melati
justru yg selingkuh itu liam...
2024-09-25
0
martina melati
hahaha.... ogah dtolak y... jika bgtu langsung krumah utk dlamar aja (diajak nikah) pasti gk pake mikir lama lg ds7 ibu freya lhoooo
2024-09-25
0
martina melati
hahaha..
2024-09-25
0