Punggung Liam sudah tak terlihat lagi oleh mata Freya. Baru juga Freya bernapas sejenak sudah datang Flora. Freya sudah hafal betul kalau maksud Flora pasti untuk merecoki harinya yang sudah suram.
"Sayang ... sayang .... " Flora berlari masuk ke ruang kerja Freya sangat antusias membawa laptopnya. "Coba lihat ini ... selamat kamu dapat tangkapan besar."
"Ada apa ... Apa ada diskon 90% ?" tanya Freya asal tebak karena layar monitor laptop Flora dalam mode sleep.
Flora mendekati Freya, menghidupkan lagi laptopnya kemudian menunjukan profil Ansel.
"Lihat nanti sore kamu akan berkencan dengan King Ansel Cullen. Ini sangat luar biasa. Kamu sangat beruntung, aku penasaran kebaikan apa yang nenk Freya lakukan hingga nenk Freya bisa berkencan dengan direktur The King Entertainment," ujar
Flora sangat bersemangat seperti dirinya yang akan berkencan dengan Ansel.
Freya membaca profil Ansel dan mengangkat satu alisnya "Apa bisa ditolak ? ini terlalu tinggi. Aku hanya ingin cari yang biasa-biasa saja karena kamu tahu sendiri kan Flo aku butuh cepat. Mana mungkin direktur The King Entertainment mau menikah denganku,"
ujar Freya tidak percaya diri bila harus berkencan dengan Ansel.
Flora mengernyit, setuju dengan ucapan Freya karena terpesona sesaat dengan Ansel sampai dirinya melupakan tujuan awal Flora membantu Freya mendaftar ke Love Shot dan Freya ikut perjodohan untuk mendapatkan suami dengan cepat bukan seorang teman kencan yang tampan.
"Ya ampun ... aku ceroboh Freya. Aku lupa akan itu. Sorry ... tadi sudah aku accept jadi tidak bisa dibatalkan." Flora meringis menggaruk kepalanya meski kepalanya tak gatal bahkan ketombepun tak ada. "Terlambat kita harus menaati peraturan love shot. Peraturannya harus kencan dulu baru bisa menolak kencan pertama terus akan ada kandidat kencan selanjutnya," Flora merasa bersalah.
"Ya sudah tidak apa-apa hanya makan bersama, itung-itung pemanasan untuk kencan berikutnya," ujar Freya menenangkan sahabatnya yang sok tahu.
"Tapi ingat nextnya konfirmasi ke aku dulu baru accept." Freya memperingati sahabatnya Flora karena kesempatan kencannya hanya tersisa 2 kali lagi, Freya tidak mau uang 15 jutanya terbuang sia-sia.
"Jam berapa kencannya dimulai ?" tanya Freya
"Jam 5 lokasi sudah aku serlok ya. jangan sampai telat," ujar Flora mengingatkan.
"Iya sana kembali ke ruangnmu bawel ... aku masih banyak pekerjaan." usir Freya.
"Oke tetap semangat jangan menyerah karena love shot melayani dengan romantis sampai cinta menyentuh hati anda," ujar Flora mengucapkan selogan love shot
"Iya bawel," runtuk Freya.
Waktu terasa berlalu sangat cepat mungkin saking sibuk nya Freya hingga tak terasa bila waktu sudah hampir pukul tujuh belas, sekarang waktu menunjukan pukul enam belas empat lima hanya tersisa lima belas menit untuk Freya bersiap sekaligus bergegas menuju tempat yang akan menjadi tempat kencan Freya dengan Ansel.
Untung aku pakai celana Palazzo tidak pakai celana jean ... jadi aku aman, tidak perlu repot harus berganti pakaian lagi. Restonya sangat luar biasa mewah, makanan disini pasti mahal ... Aduh siapa yang bayar nanti. Tapi namanya The King Resto mungkin ini milik The King Entertainment juga.
Belum juga makan Freya sudah khawatir bila uang yang ia bawa tidak akan cukup untuk makan di tempat semewah ini. Freya berharap makanan di tempat ini merupakan akomodasi dari love shot. Namun jika bukan akomodasi love shot dengan terpaksa Freya akan meminta Ansel untuk membagi dua tagihannya kelak alias membayar masing-masing makanannya.
Freya menengok ke kiri dan ke kanan dirinya masih kebingungan. Untung ada salah satu pramusaji yang melihat Freya yang sedang kebingungan kemudian menghampiri dirinya.
"Maaf Nona sudah pesan meja ?" ujar pramusaji.
"Saya belum pesan meja tetapi saya punya janji temu dengan tuan King Ansel Cullen," ujar Freya agak ragu menjawab pertanyaan dari pramusaji.
"Baik dengan Nona Freya Aileen ? " tanya pramusaji lagi memastikan kalau tamu ini memang benar yang ditunggu tuan King Ansel Cullen.
(Freya hanya menggaguk)
"Mohon ikuti saya. Direktur sudah menunggu anda," pinta pramusaji.
Freya mengikuti arah pramusaji itu pergi. Terlihat seorang pria tampan memakai setelan jas rapi sedang duduk menunggunya.
"Direktur ini nona Freya Aileen. Saya permisi," ujar pramusaji menarik kursi, mempersilahkan Freya duduk kemudian berlalu.
Ansel mempersilahkan Freya duduk. Tidak ada percakapan sampai makanan datang. Freya bahkan tidak berani memandang Ansel. Freya hanya tunduk memandang meja. Namun Ansel terus memandangi Freya.
sesuai keinginan ... Gadis ini hanya diam ... bahkan tidak memandangku sama sekali ... Biasanya para gadis sangat berisik dan selalu tebar pesona untuk merayuku sangat merepotkan.
Freya menyadari tatapan Ansel terus tertuju padanya, seperti ada lubang diwajahnya akibat dari tatapan Ansel.
pramusaji datang menyebutkan nama makanan yang disajikan dimeja dengan bahasa yang Freya tidak mengerti serta menuangkan air putih ke gelas.
"Maaf tidak usah, saya tidak minum anggur. Air putih sudah cukup. Terima kasih." Freya tidak enak terus dilayani pramusaji padahal dirinya bisa menuang air sendiri.
Bibir Ansel terangkat sedikit, Ansel tersenyum kecil mendengar ucapan Freya.
Apa maksudnya meminta maaf dan berterima kasih sekaligus ... memang itu sudah tugas mereka dan mereka memang dibayar untuk melakukan hal itu ...
Freya mencoba memotong beefsteaknya. Ansel melihat Freya tampak kesulitan memotong akan lama bila melihat cara memotong Freya. Ansel sudah selesai memotong miliknya. potongannya sangat rapi pas untuk sekali suap.
"Tukar dengan punyaku," ujar Ansel menyodorkan piringnya ke Freya.
"Terima kasih," Freya menerima piring dari Ansel dan memberikan piring beefsteak miliknya pada Ansel.
"Kamu tidak penasaran denganku?" Ansel memulai percakapan.
"Saya ... sudah melihat profil tuan King dan berita tentang tuan King bisa dilihat juga di tv bahkan di internet juga banyak. Saya rasa sudah cukup tidak ada yang perlu saya tanyakan lagi." Freya menjawab seadanya.
"Profil Kakekku ?" tanya Ansel mulai tertarik dengan percakapan ini.
"Kakek Tuan King ...." Freya menggerak-gerakan tangannya reflek "Mana saya berani melihatnya." Freya gugup karena ucapan Ansel.
"Tadi kamu bilang tuan King ... King itu nama kakekku. Jagan panggil aku King dengan embel-embel tuan di depannya terasa ada kakekku disini, aku tidak nyaman. Panggil aku Ansel saja tidak perlu ditambah embel-embel tuan.". ujar Ansel.
Ansel berbicara agak keras dan terkesan dingin memang itu sudah menjadi kebiasaan Ansel. Freya yang belum tahu sifat membuat Freya semakin tertekan.
"Maaf saya tidak tahu," ujar Freya terasa tercekik karena tekanan dari perkataan Ansel.
"Aku bukan yang maha pengampun tidak perlu terus meminta maaf. Kenapa berhenti makan apa makanannya tidak sesuai seleramu atau mau ganti menu lain ?" tanya Ansel lembut melihat seperti Freya sangat tertekan saat bersamanya.
Next \=>
🙏Terima Kasih sudah mampir baca.
🙏🙏 Jangan lupa like + Komentar + Vote
🙏🙏🙏 Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
martina melati
hehehe gk mau rugi y freya... 15jt lho...
2024-09-25
0
martina melati
ini istilahny gugur satu muncul yg luar biasa/Ok//Good/
2024-09-25
0
Aisa Kibar
namanya juga gugup an, 🤭
2021-01-20
0