Ansel membawa Freya ke rumah Nenek Liza.
Nenek Liza berada di dapur sedang sibuk memasak untuk makan malam. Ansel menghampiri nenek liza dan memperkenalkan Freya sebagai calon istrinya.
Nenek Liza sudah menunggu kedatangan Freya. Sebelumnya Nenek Liza sudah dapat Info dari Jarvis kalau Ansel akan membawa calon Istri ke rumah untuk diperkenalkan pada dirinya.
Freya sedang tegang takut nenek Ansel tidak setuju bila cucunya menikah dengan Freya seperti Ibunya Liam yang tidak merestui hubungan percintaannya dengan Liam. Ada rasa trauma dihati Freya. Freya sangat gugup tangannya sampai dingin seperti es karena Ansel tidak bercerita bahwa akan mengenalkan Freya pada neneknya, Ansel hanya bilang akan mengajak Freya makan malam.
"Hallo cantik, siapa namamu ?" tanya nenek lisa mencuci tangan lalu merangkul Freya.
Tubuh Freya bergetar merasakan keramahan nenek Ansel. Freya tidak menyangka kalau nenek Ansel menyambutnya dengan sangat ramah.
"Nama saya Freya Aileen nek," ujar Freya berbicara terbata.
"Nama yang cantik seperti orangnya ... ya ampun Freya kenapa tanganmu dingin, apa tadi dijalan kamu kehujanan ?"
(Nenek menggosok-gosok tangan Freya lembut) "Ansel cepat bawa Freya ke meja makan. Nenek buatkan sup hangat spesial untuk Freya." nenek Liza langsung sibuk mengambil bahan-bahan untuk membuat sup dari kulkas.
Ansel menarik tangan Freya dan mendudukannya di meja makan. Ansel juga bisa merasakan tangan Freya yang dingin seperti es. Ansel mengosok-gosok tangan Freya dengan tangannya lembut mencoba mengalirkan hawa hangat dari tangan Ansel ke tangan Freya.
Ansel juga mendekatkan keningnya ke kening Freya mengecek suhu tubuh Freya, Ansel takut Freya demam. Sikap Ansel membuat pipi Freya merona merah dan wajahnya tiba-tiba terasa hangat.
"Freya Kamu sakit ? wajahmu terasa panas, tanganmu juga dingin sekali. Aku akan panggil dokter ya?" tanya Ansel merengkuh wajah Freya.
"Tidak perlu Ansel, Aku tidak sakit hanya gugup saja," jawab Freya menundukkan kepala tidak kuat bertatapan lama dengan Ansel.
"Gugup jangan bercanda, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan," ujar Ansel memberi penjelasan pada Freya.
"Maaf," ucap Freya sedih.
Freya tidak mengerti maksud ucapan Ansel, Freya salah mengartikan kebaikan Ansel. Freya merasa dimarahi oleh Ansel, akhirnya Freya hanya bisa meminta maaf.
"Maaf ... maaf ... apa itu yang bisa kamu ucapkan kepadaku Freya," bentak Ansel berdiri kesal, Ansel bermaksud membuat Freya lebih rilek tapi respon yang diberikan Freya negatif terus pada Ansel.
Freya hanya terdiam menerima kekesalan Ansel, mata Freya berkaca-kaca takut pada Ansel. Freya belum terbiasa dengan sikap Ansel yang dingin dan ketus. Freya merasa semua yang dilakukannya salah dimata Ansel.
Freya menahan air matanya sekuat tenaga, Ansel melihat mata Freya yang berair, hatinya terasa berdenyut, Ansel hendak mengelus kepala Freya tapi Ansel urungkan. Ansel khawatir Freya akan tambah tertekan dengan perilaku Ansel.
Ansel hanya bisa duduk diam, sebenarnya bibirnya sudah geram ingin menjelaskan kalau dirinya tidak marah pada Freya tapi ego Ansel masih diatas langit. Ansel tidak mau menurunkan imagenya.
Nenek Liza datang membawa sup ayam hangat, nenek liza melihat Freya yang sedang tertunduk sambil menyeka air matanya cepat.
Nenek liza menaruh supnya di dekat Freya lalu memeluk Freya.
"Ansel perbaiki sikapmu, nenek tidak mau kehilangan calon cucu menantu secantik Freya. Bagaiman wanita bisa bertahan jika hidup dengan pria keras kepala sepertimu, Ayo minta maaf pada Freya," pinta nenek Liza.
Nenek Liza langsung memarahi Ansel tanpa mencari tahu cerita yang sebenarnya. Nenek Liza langsung menarik kesimpulan Freya bersedih akibat dari sikap cucunya yang buruk.
Ansel hanya diam, menahan amarahnya karena semua orang tidak mengerti dirinya, mereka semua terus berpresangka buruk pada Ansel, padahal maksud Ansel baik. Ansel tidak bermaksud membuat Freya bersedih.
Ansel meminum segelas air mineral, menghabiskannya dengan sekali teguk. Ansel harus menenangkan amarahnya.
Nenek liza melepaskan pelukannya meski tidak mendapatkan ucapan maaf dari Ansel. Nenek Liza memang tidak paham dari mana datangnya sikap angkuh cucunya padahal nenek Liza tidak pernah mengajarkannya menjadi pria yang angkuh.
"Dimakan sup nya Freya sayang ... Gimana masakan nenek cocok dengan selera Freya ?" tanya nenek Liza mengabaikan Ansel hanya fokus pada Freya.
"Iya nek terima kasih supnya, ini sangat enak," jawab Freya melirik sekilas pada Ansel yang sedang memandangnya lalu kembali fokus menghabiskan makanannya.
"Freya katakan dengan jujur pada Nenek jangan takut pada Ansel ... Apa Freya diancam dan dipaksa oleh Ansel supaya setuju menikah dengan Ansel ?" tanya nenek Liza penasaran.
Nenek Liza bisa melihat Freya yang sangat takut kepada Ansel. Nenek Liza bingung kenapa Freya mau menikah dengan Ansel jika Freya merasa takut pada Ansel.
Freya batuk-batuk tersendak air sup mendengar pertanyaan dari nenek liza. Ansel menyodorkan segelas air mineral pada Freya. Freya merasa gugup kembali melihat cara Ansel menatapnya seperti Ansel akan menelan hidup-hidup Freya bila salah menjawab pertanyaan Nenek Liza.
Freya minum lalu menenangkan hatinya untuk menjawab pertanyaan nenek Liza. "Tidak ada ancaman apalagi paksaan dari Ansel agar saya bersedia menikah dengan Ansel. Saya menyukai Ansel semenjak kita pertaman kali bertemu."
Freya berdoa dalam hati semoga nenek Liza tidak curiga dan Ansel puas dengan jawaban yang diberikan Freya.
"Benarkah ? coba buktikan kalau Freya memang benar-benar menyukai Ansel," ujar nenek Liza masih mencurigai Freya.
Freya melangkah dengan perlahan mendekati Ansel lalu mendekatkan kepala Ansel Ke perut Freya kemudian memeluk Ansel. Ansel membalas dekapan Freya melingkarkan tangannya di pinggang Freya. Ansel tersenyum senang mendapat pelukan hangat dari Freya.
Nenek Liza terperangah melihat cucunya tersenyum karena Freya. "Syukurlah kalau hubungan kalian baik-baik saja. Nenek tua ini terlalu banyak menonton sinetron jadi berpikir yang tidak-tidak. Tidak mungkin kan kalian nikah kontrak," ujar nenek Liza terkekeh merasa lucu dengan pikirannya sendiri juga merasa lega akhirnya ada yang bisa menundukkan seorang King Ansel Cullen.
Nenek Liza bersikeras agar Freya menginap di rumahnya sampai hari pernikannya dengan Ansel tiba. Nenek Liza ingin bisa lebih dekat dengan Freya bahkan nenek Liza sudah meminta izin lewat telpon pada ibu Freya. Ibu Freya sangat setuju dengan keinginan nenek Liza langsung mengizinkan Freya tinggal di rumah nenek Liza. Freya jadi tidak punya alasan lagi untuk menolak keinginan Nenek Liza.
Freya masuk ke kamar yang dulunya dipakai Ansel. Pintu tertutup Freya masih berdiri mematung tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi. Freya memang pernah tidur satu ranjang dengan Ansel tapi tetap saja Freya masih tidak nyaman bila berada satu ruangan dengan Ansel.
Ansel seperti tidak ada rasa ketidak nyamanan sedikitpum, merasa ini memang hal yang biasa. Lalu berlalu dengan santai ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Next\=>
🙏Terima Kasih sudah mampir baca.
🙏🙏 Jangan lupa like + Komentar + Vote
🙏🙏🙏 Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Ilan Irliana
lnjut thor..
2020-04-07
1
nyonya_Romantis
makasih ya semuanya udah mampir baca..
sabar ya review nya ngantri...
2020-01-28
2
Yani Ya Yani
kok lama bgt lanjutanx,d tunggu ya...
2020-01-27
1