Ansel melepaskan ciumannya. Namun hasratnya tidak padam, melainkan dirinya semakin berhasrat untuk melakukan hal lain pada Freya.
Ansel mengelus lembut pipi Freya, tepat tempat dimana bibir Ansel menempel. Ansel perlahan mendekat, Ansel mengincar bibir merah Freya.
Ansel mendekatkan bibirnya ke bibir Freya. Belum juga bibir Ansel menyentuh bibir Freya, Freya sudah menahan mulut Ansel dengan tangan. Akhirnya Ansel hanya bisa memberi kecupan di telapak tangan Freya.
Ansel tersadar jikalau dirinya sudah bersikap berlebihan hari ini. Ansel bergerak mundur sambil memalingkan wajahnya. Ansel harus menjauhkan rasa candunya untuk memandangi Freya.
Ansel ... apa yang kamu lakukan ?! Sadarlah, ini sudah berlebihan. Freya pasti menggapmu sebagai pria mesung karena tingkahmu yang kelewatan. Untuk apa kamu mencium pipi Freya, bahkan sekarang kamu mengincar bibir Freya yang terlihat sangat manis. Ahhhhh ... aku memang ceroboh.
Ansel masih bergelut dengan pikirannya sendiri hingga lupa dengan keberadaan Freya. Keheningan menyelimuti keduanya.
Freya yang dari tadi sedang berjaga mengawasi Ansel. Freya takut Ansel melancarkan aksinya lagi. Namun apadaya Freya sudah tidak bisa menahan kantuk. Beberapa kali kepala Freya terhunyung ke depan karena matanya tiba-tiba menutup.
Akhirnya pertahanan Freya runtuh, matanya terpejam dengan sendirinya.
"Freya aku— "
Ansel tidak melanjutkan kata-katanya. Tadinya Ansel akan menberikan alasan kenapa dirinya bisa mencium Freya dikali kedua mereka bertemu.
Ansel merasa lega saat melihat Freya tertidur sambil bersandar di tepian ranjang. Ansel jadi tidak perlu mencari alasan. Ansel mendekati Freya dirinya gemas melihat Freya tertidur dilantai sambil bersandar di ranjang. Ansel menatap kembali bibir Freya yang menggoda.
Plak ...
Ansel menampar pelan pipinya sendiri. Menyadarkan dirinya agar Ansel tidak boleh bersikap gegabah. Ansel harus menyingkirkan pikiran mesumnya pada Freya.
Ansel mengankat tubuh Freya yang kurus, menidurkannya perlahan dengan hati-hati di ranjang agar Freya tidak terbangun. Ansel sedikit terkejut ternyata Freya agak berat padahal badannya terlihat kurus.
Ansel mengira mungkin juga Freya terasa berat karena dirinya lemah dan jarang olahraga. Ansel sudah menyakinkan dalam hati. Mulai besok dirinya harus rajin fitnes untuk membentuk ototnya juga menambah stamina agar dirinya bisa menjadi pria yang lebih baik dari sekarang hingga sanggup melindungi Freya dalam komdisi apapun.
Ansel terus memandangi wajah Freya yang manis, dirinya merasa kagum dengan keimutan Freya.
Freya tidak begitu cantik bila dibandingkan dengan kecantikan para artis dan model yang bernaung di The King Entertaimenent. Meski begitu, Ansel tidak bisa menghindari pesona Freya hingga menyebabkan Ansel tidak dapat berpaling bahkan sampai tak jemu memandang wajah Freya.
Ansel merebahkan tubuhnya di samping Freya. Kasur Freya tipe paling kecil tidak sebanding dengan kasur king sizenya, Ansel berpikir mungkin itu hal wajar karena Freya tidur sendiri. Dengan keadaan kasur Freya yang sempit Ansel jadi bisa lebih dekat dengan Freya. Ansel mengelus-elus rambut Freya membuat Freya nyaman dan semakin tertidur lelap.
Hal yang sangat di harapkan Ansel terjadi, Freya tanpa sadar mendekatkan kepalanya keleher Ansel. Ansel tersenyum senang.
Freya bagaimana kamu bisa tidur dengan lelap didepan laki- laki yang baru kamu kenal ... kamu seperti kelinci yang sedang menggoda serigala lapar.
Karena mereka sangat dekat hingga Ansel bisa merasakan hembusan napas Freya yang hangat. Ansel mencium pucuk kepala Freya sambil menikmati aroma manis dari rambutnya. Itu membuat Ansel sangat rilek, rasa tenangnya bahkah bisa mengalahkan lilin aroma terapi. Ansel yang sering Insomnia bisa tertidur dengan mudah di samping Freya.
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
Cahaya mentari masuk dari jendela kecil kamar namun tidak bisa membangunkan sepasang insan yang masih terlelap saling berpelukan di ranjang. Hanya suara gedoran pintu yang bisa membangunkan Freya.
Freya tersentak mendengar pintu kamarnya digedor dari luar, Freya bangun dan segera berlari membuka pintu. Terlihat ibunya berdiri didepan pintu. Ibunya hanya menyuruh Freya agar cepat bersiap dan tidak lupa untuk mengajak Ansel juga karena sarapan sudah siap.
Freya membangunkan Ansel yang tertidur. Menggoyangkan perlahan tubuh Ansel dengan tangan Freya. Mata Ansel perlahan terbuka, Ansel duduk lalu setelah kesadaran Ansel terkumpul penuh dirinya langsung mencium pipi Freya.
"Cup ... selamat pagi," ujar Ansel.
Freya tidak bisa berkata-kata lidahnya terasa berat dan membeku dirinya tak bisa mengatakan kalau Freya tidak suka dicium pipinya oleh Ansel. Tapi apa daya keberanian Freya menciut di depan Ansel Freya tidak bisa menolak apapun yang di lakukan Ansel padanya.
"Ibu menyuruh kita untuk sarapan," ujar Freya ragu-ragu mengajak Ansel sarapan.
Ansel mengekori Freya menuju ruang makan, disana sudah ada ibunya, Amor, Daniel.
Freya mempersilahkan Ansel duduk.
"Siapa namamu nak ... ?" Anisa bertanya sopan pada Ansel.
"King Ansel Cullen, tante sekeluarga bisa memanggil saya Ansel saja," jawab Ansel datar.
"Ibu minta maaf karena kejadian semalam, ibu suka begitu bila sedang emosi tapi sekarang semua sudah baik. Nak Ansel harap maklum ya. Daniel bilang Nak Ansel direktur tempat Daniel bekerja. Ibu harap nak Ansel bisa menikahi Freya secepatnya karena nak Ansel kan pasti sudah tahu kalau Amor sedang mengandung cucu pertama ibu dan Freya anak pertama di keluarga ini, ibu tidak ingin Freya dilangkahi oleh Amor. Nak Ansel pasti mengerti karena ayah Freya sudah meninggal saat Freya SMA jadi Freya sudah menjadi tulang punggung keluarga ini. Maaf bila Freya kami banyak kekurangan. Ibu harap Nak Ansel bisa menjaga Freya. Ibu jadi banyak bicara ayo dimakan, Maaf ya nak Ansel makanannya seadanya ibu cuma bisa masak nasi goreng hari ini. Lain kali ibu pasti akan masak makanan kesukaan nak Ansel," jelas Anisa.
"Saya suka acar ikan. Nasi goreng juga sudah cukup untuk sarapan. Ibu tidak perlu khawatir saya akan menikahi Freya minggu ini. Setelah dari sini saya akan langsung mengurus surat-suratnya. Mungkin tidak akan ada acara resefsi bila ibu ingin cepat," Jelas Ansel.
Freya terbatuk mendengar perkataan Ansel akan menikahinya minggu ini. Freya minum dan langsung tenggelam dalam pikirannya. nafsu makannya tiba-tiba menghilang.
Freya bingung ini adalah sebuah kabar baik atau sebaliknya.
"Iya nak Ansel memang bisa diandalkan, ibu tidak perlu resefsi karena resefsi pernikahan akan diadakan saat Amor menikah dengan Daniel saja. Ibu sangat senang dan bisa tenang sekarang. Ayo habiskan makanannya Nak Ansel. Freya juga habiskan makananmu jangan bengong saja. Sepertinya ibu sudah melakukan banyak kebaikan hingga bisa dapat menantu seperti Nak Ansel," ujar Anisa tersenyum lega.
Semua orang tertawa karena senang, bahkan Ansel juga tersenyum hanya Freya yang tidak berekspresi. Freya hanya bisa pasrah menerima dan akan menghadapi apapun yang terjadi kedepannya demi kebahagiaan ibunya.
Next \=>
🙏Terima Kasih sudah mampir baca.
🙏🙏 Jangan lupa like + Komentar + Vote
🙏🙏🙏 Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Rista Baha
saya kurang suka dgn karakter ibunya Freya yg hobinya memukul dgn rotan padahal anak2nya sudah besar. ibu apaan itu sdh tdk punya suami masih jahat begitu suka mukul anak tanpa tau duduk persoalannya
2022-03-05
0
Ilan Irliana
okk critany..
2020-04-07
0
Siti Salamah
up lg donk thor
2020-01-08
1