Freya berangkat lebih pagi dari biasanya, Freya terduduk lesu di kursi kebesarannya, meskipun Freya sudah sarapan banyak tetap saja semangat dalam diri Freya belum muncul masih redup seperti lilin yang tertiup angin.
Datang Flora menghampiri Freya, Flora memang selalu berangkat paling pagi diantara para karyawan Dream Star alasannya sangat simpel. Kata orang cinta bisa merubah segalanya itu juga berlaku bagi Flora. seorang pemalas seperti Flora menjadi seorang yang sangat rajin semenjak menjalin kasih dengan Jonathan. Tentu saja bagaimana tidak bisa rajin katena setiap pagi berangkat bersama Jonathan, jadi tidak ada alasan Flora ikut-ikutan rajin berangkat pagi seperti kekasihnya.
"Nenk Freya kenapa lesu begitu ... udah gak sabar ya mau marriage ?" tanya Flora mencolek pipi Freya yang menempel dengan meja kerja. Menggoda Freya merupakan salah satu hobinya, memang bagi Flora tidak ada hari tanpa merecoki kehidupan Freya.
"Terserah ... hari ini kamu bebas berbicara apapun. Aku tidak akan melayangkan sanggahan maupun terpancing emosi dengan apapun yang keluar dari bibir seksimu," ujar Cleo mengangkat wajahnya dari meja kerja.
"Tumben ... ratu ngeles jadi ratu keong ... keong racun ... hahahha," ujar Flora menggoda Freya lagi. Flora heran dengan keadaan sahabatnya ini. Jika dirinya menjadi Freya, Flora pasti akan sangat bahagia seperti ketiban durian runtuh. Ya tentu saja seorang Ansel yang tampan rupawan serta kaya raya bisa dengan mudahnya menjanjikan untuk menikahinya. Seharusnya tidak ada lagi yang Freya khawatirkan.
"Apalah dayaku ... aku hanyalah ratu keong yang sebentar lagi akan jadi santapan bebek," ujar Freya tertunduk meratapi nasibnya.
"Mulai deh ... ahhh ... lebay tingkat dewa ! Nenk mau denger sesuatu yang seru gak ?" tanya Flora.
"Seru ... seseru apa ? paling cuma ngajak patungan beli skincare !" ujar Freya mengambil kesimpulan sembarangan.
"Ihhhh Nenk Freya suka berprasangka buruk terus sama Flora. Wajah Flora udah glowing alami gak perlu pake-pake skincare," ujar Flora memijat-mijat pipinya yang chuabi.
"Glowing apa berminyak kayak gorengan ... hehe ... Peace ...!" goda Freya ikut menepuk-nepuk pipi chuabi sahabatnya.
"Serius ini Nenk Freya.. Flora mau kasih info tentang Liam," ujar Flora menawarkan kembali.
Freya terperanjat, suhu tubuhnya memanas dipenuhi gejolak semangat langsung mendekatkan telinganya ke Flora.
"Kalau disebut nama Liam aja tu telinga langsung mendekat ... kamu tahu enggak—"
"Enggak tahu," celetuk Freya.
"Iya kalau enggak tahu dengarkan dengan baik dan benar jangan main potong omongan orang saja. Kemarin itu pujaan hatimu alias Liam mencari belahan hatinya, nenk Freya sampai nelpon aku," jelas Flora denang merintis diakhir kalimatnya seperti mengangkat telepon dari Liam itu menjijikan.
"What, sumpah Flo ... terus ... terus ..." ujar Freya penasaran.
"Nabrak kalau terus ... terus ... mulu," ujar Flora mengajak Freya bercanda.
"Emang aku tukang parkir. Serius ini Flo ... aku penasaran ... jangan-jangan Liam mau ngajak balikan lagi," ujar Freya sangat berharap bisa kembali menjalin kasih dengan Liam.
"Aduh gimana sahabatku ini. Masih ngarepin aja Liam padahal didepan mata udah ada ikan salmon masih nunggu-nunggu ikan teri ... ampun deh," Flora menepuk jidat nya sendiri.
"Liam nelpon aku, kepo gitu nanyain beneran Freya sama King Ansel Cullen mau nikah terus mereka ketemu dimana, kapan jadian dan bla ... bla ... bla ... pertanyaannya banyak, bahkan lebih banyak daripada soal ujian apalagi soalnya essai semua ... serem kan ??"
"Ya iyalah essai masa pilihan ganda ... kan gak lucu ... Terus Flo jawab apa ?" tanya Freya.
"Cuma jawab singkat, padat dan jelas. aku jawab yang aku tahu mereka emang udah mau nikah minggu depan, untuk pertanyaan berikutnya silahkan tanyakan ke pihak yang bersangkutan karena saya bukan orang yang berhak menjawab pertanyaan dari bapak Liam," jelas Flora.
"Sipp ... tumben Flora bener !" Freya mengacungkan dua jari jempol kepada Flora, baru kali ini dirinya sangat bangga mendengar jawaban dari Flora. "Terus Liam ngomong apa lagi ?" tanya Freya benar-benar penasaran.
"Lah nenk Freya baru tahu kalau seorang Flora bener ... kemana aja ... hahaha ... aku memang bener tapi kadang oleng dikit, wajarlah ... hahahaha ..."
"Fokus Flo," ujar Freya mengingatkan.
"Iya fokus lagi sama Liam, terus abis dengar jawaban dari aku Liam siikan teri minta tolong bilangin ke Freya buka blokiran nomer aku, aku jadi sulit kalau ada perlu sama Freya katanya." Flora lega akhirnya bisa menyampaikan pertanyaan yang sudah bersarang dari kemarin di otaknya. Flora bertanya-tanya bagaimana seorang Freya yang cinta mati pada seorang Liam bisa memblokir nomer Liam saat mereka putus. Bagi Flora Itu kemajuan yang sangat luar biasa yang pernah dilakukan Freya selama Flora mengenal Freya.
Freya langsung melihat handphone nya, Freya mengingat-ingat sejak kapan dirinya memblokir nomor Liam, perasaan Freya tidak pernah memblokir nomor Liam. Ternyata setelah dilihat benar saja Liam masuk deretan daftar kontak hitam berjejer dengan nomor pria-pria yang mencoba mendekati dirinya agar bisa berkenalan dengan adiknya Amor.
"Ahhhhh...!!!!" Freya berteriak sambil mengacak rambutnya frustasi membuat Flora kaget, untung diruangan itu baru ada Freya dan Flora yang lain belum datang.
"Ini nomernya masuk ke daftar blokir ... padahal aku tidak pernah masukin nomernya ke daftar blokir .... gimana ... gimana ... ini ..." ujar Freya berlari kesana-kesini seperti cacing ke panasan.
"Santai aja kali ... tinggahmu mirip banget cacing yang lagi berjemur diaspal panas, mengeliat tak tentu arah dan tujuan. Tinggal buka blokiran nya saja, Liam juga pasti paham kalau Freya kesal pada Liam jadi wajar kalau nomernya diblokir terus setelah rasa kesalnya mereda blokirannya dibuka lagi ... it's Simple baby ..." Flora menenangkan Freya.
Freya menuruti saran dari Flora, Freya membuka blokir nomor Liam. Saat Freya masih sedang asyik ngobrol dengan Flora tiga R datang. Tiga R ini Riko, Riki dan Reja, mereka rekan kerja Freya.
Mereka masuk dan langsung menatap Flora dengan tatapan curiga. Mereka curiga bila dua gadis ini sedang menggosipkan mereka. Freya menanggapi tatapan mistis yang sedang tertuju pada sahabatnya lalu Freyapun dengan berat hati mengusir Flora agar segera kembali ke ruangan kerjanya karena penghuni ruangan yang lain sudah datang. Itu artinya tidak ada lagi waktu untuk bersantai dan bercanda. Saat bersama tiga R hanya ada jobdesk yang menanti.
Freya memberikan sekotak sandwich buatan nenek liza dan satu kota susu. Florapun pergi kembali keruangannya tanpa protes karena sudah menerima sogokan dari Freya.
Ruang kerja Freya dan Flora memang berbeda karena mereka berbeda divisi. Freya Programmer sedangkan Flora designer, tapi mereka tetap menjadi sahabat meski banyak perbedaan diantara mereka.
Next \=>
🙏Terima Kasih sudah mampir baca.
🙏🙏 Jangan lupa like + Komentar + Vote
🙏🙏🙏 Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Ilan Irliana
sk bgt m kt2 flora...haha..lucu pisan eung..
2020-04-07
1
Nazly Hayat Roni
yng bnyk up NYA THOR
2020-01-31
0
mikeymini
next
2020-01-30
1