Pesan Pertama

Ansel bergegas pulang ke rumah setelah mengantar Freya bekerja. Sesampainya di rumah, seperti sebelum di tinggalkan Ansel, rumah terasa sepi padahal banyak pelayan yang berlalu lalang. Namun tetep saja Ansel merasa sendiri.

Ansel termenung sambil duduk di kursi, pikirannya langsung tertuju pada Freya. Ansel berpikir bagaimana caranya agar dirinya bisa lebih dekat dengan Freya.

Pikirannya hampir over load karena hanya ada Freya, Freya, dan Freya. Ansel memikirkan hal yang sangat penting bagi kelangsungan asmaranya dengan Freya.

Ansel berpikir keras padahal hanya akan mengirim pesan pada Freya. Ansel tidak tahu apa yang harus Ansel tulis untuk Freya, Ansel masih kebingungan mencari kata yang tepat. Ansel belum mendapatkan topik yang menarik bagi Freya untuk memulai percakapan.

Setelah bergulat lama dengan pikirannya akhirnya Ansel sudah memutuskan akan memberi semangat saja kepada Freya untuk awal pesan.

Ansel mengetik pesan dengan seksama, beberapa kali dia membaca ulang pesan yang diketiknya. Padahal Ansel hanya mengirim pesan kata Selamat bekerja pada Freya namun sampai Ansel harus menghabiskan banyak waktu. Ansel seperti sedang menyiapkan proposal penting untuk meeting.

Pesan sudah di kirim, sekarang Ansel termenung kembali menunggu balasan pesan dari Freya. Waktu sudah berlalu namun belum juga ada balasan. Padahal Ansel ingin mengirim beberapa pesan pada Freya.

Jangankan beberapa pesan, satu saja belum ada balasan dari Freya. Rasanya Ansel sudah gatal ingin segera pergi ke tempat kerja Freya. Dirinya tidak akan marah, hanya ingin mengingatkan Freya supaya membalas pesan dari Ansel disela kesibukan kerja.

Ansel sudah memutuskan sampai hari pernikahannya berlangsung dirinya berencana akan bolos kerja. Ansel tidak bisa fokus bekerja, pikirannya terus dipenuhi dengan wajah Freya. Padahal baru sebentar saja Ansel berpisah dengan Freya. Namun rasa rindu sudah muncul kembali.

Seperti biasa Haidar datang ke rumah Ansel. Memang pekerjaan Haidar hanya membuntuti kemanapun Ansel pergi. Banyak orang yang beranggapan bahwa Haidar tidak terlihat seperti wakil direktur, melainkan hanya seperti kacungnya Ansel saja.

Seperti pribahasa anjing menggonggong khafilah berlalu, Haidar tidak memperdulikan omongan orang tentang dirinya karena hanya dirinya yang tahu Ansel menggap Haidar sebagai teman terdekatnya. Ditambah lagi pekerjaan Haidar di The King Entertainment tidak banyak lebih banyak jam main dari pada jam bekerja. Pekerjaan lebih banyak dilakukan oleh staf serta management artis masing-masing.

Jadi Haidar dan Ansel kebanyakan menghabiskan hari-hari mereka hanya dengan bersantai dan rebahan. Karena itu juga alasan Ansel dan Haidar mengeluti usaha di bidang ini. Cukup bekerja sedikit tapi keuntungan yang didapatkan melimpah ruah daripada orang yang terlihat sibuk bekerja.

"BOS hari ini tidak ada Jadwal karena lagi-lagi MC membatalkan janji temu dengan BOS, Jadi kita akan jalan-jalan kemana ?" tanya Haidar pada Ansel.

Ansel tersadar dari lamunannya. "Itu bagus. Aku memang sudah berencana seminggu ini tidak akan masuk kerja sampai aku selesai menikah ... revisi bukan sampai menikah tapi sampai selesai bulan madu, apa dua minggu atau sebulan ?" tanya Ansel bingung memutuskan akan berapa hari dirinya mengambil cuti. Ansel membuka kemejanya hendak berganti pakaian. Menjatuhkannya begitu saja di sembarang tempat.

Haidar memungut pakaian Ansel. Haidar tidak sengaja melihat punggung Ansel yang dibalut perban, Haidar langsung kaget dan sangat khawatir.

"BOS kenapa dengan punggungmu ? haruskah aku menelpon dokter Afandi supaya luka BOS langsung ditangani dengan serius. Kenapa BOS bisa terluka? sebenarnya apa yang terjadi di rumah Freya ?" serentetan pertanyaan langsung diutarakan Haidar, dirinya semakin penasaran penyebab bosnya mendapatkan luka di punggung.

Ansel selesai berpakaian dengan perlahan kemudian Ansel menjelaskan dengan tenang. Ansel merasa tidak perlu dirawat dokter, Ansel juga tidak ingin bila hasil balutan tangan Freya diganti oleh dokter. Ansel menceritakan semua kejadian yang terjadi di rumah Freya pada Haidar tanpa ada adegan yang terlewatkan sedikitpun.

Ansel juga bercerita dirinya sampai dipukuli oleh ibunya Freya karena ibu Freya mengira jika Ansel itu selingkuhan anaknya. Lalu ibunya Freya juga meminta Ansel agar segera menikahi Freya karena adik Freya sudah hamil dan Ansel menyetujui keinginan ibunya Freya. Ansel tidak emosi bila dirinya dianggap sebagai selingkuhan. Ansel bersedia menjadi apapun untuk Freya asalkan dirinya terus berada di dekat Freya.

Haidar bertambah kaget mendengar cerita dari Ansel. BOSnya dengan mudah menyetujui keinginan ibunya Freya. "Yang benar saja BOS, meskipun nenek Liza menyuruh BOS menikah secepatnya tapi ini sangat beresiko. Bila BOS terlibat dengan skandal, dan skandal itu menyeruak ke permukaan bukan hanya nama Bos yang tercoreng tapi The King Entertainment juga akan terkena imbasnya. Sebagai Sahabat sudah sewajarnya aku menasehati BOS sebelum BOS menyesal pada akhirnya."

Ansel mendengus mendengar nasehat dari Haidar. "King Ansel Cullen tidak akan pernah menyesal atas keputusan yang sudah diambil. Dan Haidar, kamu harus ingat keputusan King Ansel Cullen tidak pernah salah. Pergilah persiapkan acara resepsi pernikahanku, aku ingin resepsi yang tertutup tapi mewah dan romantis. Bila kamu kerepotan minta Wardhana untuk membantumu menyiapkan gedung untuk acara resepsi. Sore ini aku akan memperkenalkan Freya ke pada nenek. Kamu sudah mengertikan Jasvis, harusnya kamu lebih bersyukur karena tugasmu sekarang sudah Lebih mudah Jarvis," ujar Ansel.

Haidar hanya tersenyum gembira, bila itu sudah menjadi keputusan BOSnya meski sampai lautan terbelah menjadi duapun tetap saja Haidar tidak akan mungkin bisa membantah keinginan Ansel.

Meski tidak dapat dipungkiri bahwa Haidar juga gembira karena pekerjaannya akan selamat dan tidak akan diteror lagi oleh nenek liza. Seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Haidar bergegas pergi dengan semangat membara.

Rasanya Ansel sudah lama mengirim pesan tapi belum juga ada balasan dari Freya. Ansel mencoba berpikir positif, Ansel berprasangka mungkin Freya sedang sibuk jadi tidak membalas pesan darinya. Ansel tidak ingin mengganggu Freya bekerja. Ansel menunggu sampai jam Istirahat tapi tidak ada juga balasan dari Freya.

Ansel terus menelpon Freya tapi tetap tidak diangkat terus. Pesan-pesan yang Ansel kirim juga tidak ada satupun yang dibalas oleh Freya. Ansel mulai tidak sabar, emosinya mengebu-gebu karena kesal seharian ini tidak dapat kabar dari Freya.

Freya, kamu mencoba bermain-main denganku ?! King Ansel Cullen ... kamu sudah berani tidak memberi kabar seharian ini. Baik kalau begitu ... tunggu, aku akan menemui mu segera ... dan memberimu hukuman karena telah membuat King Ansel Cullen menunggu.

Akhirnya Ansel memutuskan untuk menemui Freya secara langsung untuk meredakan rasa rindunya. Ansel bergegas meraih kunci mobil di atas nakas lalu berjalan cepat menuju mobil untuk menemui Freya.

Next \=>

🙏Terima Kasih sudah mampir baca.

🙏🙏 Jangan lupa like + Komentar + Vote

🙏🙏🙏 Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.

Terpopuler

Comments

Ilan Irliana

Ilan Irliana

ansel mulai bucin nich...ayyeee

2020-04-07

0

lihat semua
Episodes
1 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2 Situs Perjodohan Online
3 Trik Kecil
4 Jarak diantara Kita
5 Tekanan Batin
6 Kesan Pertama
7 Sudah Ketahuan
8 Selingkuhan Freya
9 Ciuman Ansel
10 Keputusan Ansel
11 Curhat
12 Pesan Pertama
13 Netizens Kepo
14 Prasangka Buruk
15 Obrolan Pengantar Tidur
16 Masuk Daftar Blokir
17 Cemburu
18 Berkemah Dadakan
19 Percakapan bodoh
20 Awal Cerita
21 Cerita Liam
22 Tertukar Jodoh
23 Harapan
24 Debaran Pertama
25 Pilihan
26 Misi Penaklukan
27 Memancing Keributan
28 Kesombongan yang Hakiki
29 H-1 Mimpi Apa ?
30 Ritual Mandi Cantik
31 Hari H Persiapan
32 Hari H Takdir
33 Hari H Selesai
34 Kondisi Ansel
35 Elusan Penyembuh
36 Serpihan Ingatan
37 Kasih Sayang Tuan Muda
38 Desakan Deadline
39 Ansel yang Menggemaskan
40 Sisi Lemah Ansel
41 Lawan atau Kawan
42 Drama di Pagi Hari
43 Siluet Gadis Berdess Coklat
44 Pelita dalam Kegelapan
45 Perkelahian di Tempat Kerja
46 Kembalinya Sahabat Karib
47 Malam yang Mendebarkan
48 Kemesraan Dipenghujung Cuti
49 Cinta Dalam Diam
50 Kemesraan Dua Pasutri yang Tidak Natural
51 Acila Kecil
52 Emosi yang Meluap
53 Izin Lembur
54 Kunjungan
55 Pesona Lawan Pesona
56 Akhir Lembur
57 Enggan Berpisah
58 Kegelapan Ansel
59 Janji Freya
60 Gombalan
61 Mata dan Telinga
62 Shopping
63 Percikan
64 Bertemu Pakar Cinta
65 Berharap Positif
66 Debaran itu Muncul Kembali
67 Selangkah Demi Selangkah
68 Kata Suka yang Pertama
69 Rindu
70 Selingkuhan
71 Tidak Ada Rahasia Diantara Sahabat
72 Diluar Prediksi
73 Awal Pertemuan
74 Baku Hantam
75 Diskusi
76 Mengaku Kalah
77 Dilema
78 Tempat Tidur Siang
79 Pertanda
80 Menyusul Freya
81 Misi Penyelamatan
82 Serigala yang Sedang Sensitif
83 Pengumuman dan Permohonan Maaf dari Penulis
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2
Situs Perjodohan Online
3
Trik Kecil
4
Jarak diantara Kita
5
Tekanan Batin
6
Kesan Pertama
7
Sudah Ketahuan
8
Selingkuhan Freya
9
Ciuman Ansel
10
Keputusan Ansel
11
Curhat
12
Pesan Pertama
13
Netizens Kepo
14
Prasangka Buruk
15
Obrolan Pengantar Tidur
16
Masuk Daftar Blokir
17
Cemburu
18
Berkemah Dadakan
19
Percakapan bodoh
20
Awal Cerita
21
Cerita Liam
22
Tertukar Jodoh
23
Harapan
24
Debaran Pertama
25
Pilihan
26
Misi Penaklukan
27
Memancing Keributan
28
Kesombongan yang Hakiki
29
H-1 Mimpi Apa ?
30
Ritual Mandi Cantik
31
Hari H Persiapan
32
Hari H Takdir
33
Hari H Selesai
34
Kondisi Ansel
35
Elusan Penyembuh
36
Serpihan Ingatan
37
Kasih Sayang Tuan Muda
38
Desakan Deadline
39
Ansel yang Menggemaskan
40
Sisi Lemah Ansel
41
Lawan atau Kawan
42
Drama di Pagi Hari
43
Siluet Gadis Berdess Coklat
44
Pelita dalam Kegelapan
45
Perkelahian di Tempat Kerja
46
Kembalinya Sahabat Karib
47
Malam yang Mendebarkan
48
Kemesraan Dipenghujung Cuti
49
Cinta Dalam Diam
50
Kemesraan Dua Pasutri yang Tidak Natural
51
Acila Kecil
52
Emosi yang Meluap
53
Izin Lembur
54
Kunjungan
55
Pesona Lawan Pesona
56
Akhir Lembur
57
Enggan Berpisah
58
Kegelapan Ansel
59
Janji Freya
60
Gombalan
61
Mata dan Telinga
62
Shopping
63
Percikan
64
Bertemu Pakar Cinta
65
Berharap Positif
66
Debaran itu Muncul Kembali
67
Selangkah Demi Selangkah
68
Kata Suka yang Pertama
69
Rindu
70
Selingkuhan
71
Tidak Ada Rahasia Diantara Sahabat
72
Diluar Prediksi
73
Awal Pertemuan
74
Baku Hantam
75
Diskusi
76
Mengaku Kalah
77
Dilema
78
Tempat Tidur Siang
79
Pertanda
80
Menyusul Freya
81
Misi Penyelamatan
82
Serigala yang Sedang Sensitif
83
Pengumuman dan Permohonan Maaf dari Penulis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!