"Liam ayo keluar, kita mengganggu mereka !"
ajak Kyra sekuat tenaga menarik tangan Liam namun Liam masih enggan bergerak.
Liam tidak memperdulikan ajakan Kyra, Liam memilih melangkah menghampiri Ansel dan Freya. Kyra yang masih menempel pada Liam ikut terseret.
Liam menarik baju Ansel tampak aura kekesalan di mata Liam. Ansel masih bergeming medekap Freya.
Ayo lo, perih campur panas kan ? Liam baru tahu kamu rasanya cemburu seperti apa ... Itu juga yang aku rasakan ketika melihat kamu bermesraan didepan mataku bersama Kyra. Ayo Liam semangat ... semangat ... selamatkan aku dari dekapan pria menyeramkan ini.
Didalam pikiran Freya, dirinya menari-nari kegirangan melihat raut muka Liam.
Ansel menepis tangan Liam "ada urusan apa kamu denganku ?" tanya Ansel ketus.
"Tidak ada, aku hanya ada urusan dengan Freya," ujar Liam mengulurkan tangan hendak membantu Freya berdiri.
Angan Freya melayang tangannya reflek menyambut uluran tangan dari Liam. Ansel tidak tinggal diam. Mendorong tubuh Liam menjauh dari Freya.
Tubuh Liam terhunyung mundur beberapa langkah. Ansel langsung melangkah maju mendekati Liam. Dirinya sudah siap meladeni Liam yang menabuh genderang perang terlebih dahulu.
Kyra panik melihat Ansel dan Liam sudah memperlihatkan gelagat yang aneh. Kyra buru-buru berlari keluar mencari kakaknya Haidar. Kyra harus secepatnya menemukan Haidar sebelum Liam dan Ansel memulai perkelahian mereka.
Freya tidak melakukan apapun hanya berdiri menanti tontonan menarik. Freya menunggu apa yang selanjutnya akan terjadi.
Ayo Ansel beri Liam pelajaran, orang itu telah banyak menyakiti hatiku ... eh kenapa aku malah mendukung Ansel, revisi ... Liam ayo kalahkan Ansel aku mendukungmu !
Liam dan Ansel masih saling bertatapan, diantara mereka tidak ada yang melayangkan pukulan terlebih dahulu.
hemmpp ... lama-lama ini mebosankan.
Freya sudah tidak sabar melihat Liam dan Ansel berkelahi.
Haidar masuk ke tenda dengan terengah-engah. Haidar langsung berlari setelah mendengar penjelasan dari adiknya Kyra kalau Liam dan Ansel akan berkelahi di dalam tenda.
Haidar takut jika Bosnya babak belur terkena pukulan dari Liam karena Ansel sama sekali tidak bisa berkelahi.
"Cukup, apa yang kalian lakukan," Haidar berdiri diantara Liam dan Ansel "Bos kita ke sini untuk liburan bukan untuk cari masalah."
"Harusnya kata-kata itu kamu ucapkan pada orang ini. Orang ini yang menyulut emosiku lebih dulu," ujar Ansel menunjuk-nunjuk Liam.
"Orang ini, aku punya nama panggil aku Liam,"
bentak Liam.
"Aku tidak peduli dengan namamu. Yang jelas aku tidak suka dia ada di sini. Jarvis cepat usir dia," pinta Ansel.
"Enak saja kamu yang seharusnya pergi dari tempat ini," ujar Liam.
Jarvis pusing menghadapi dua pria dewasa yang ada di depannya.
"Sudah-sudah kalian kan baru kenal. Tidak enak bila bertengkar di hadapan para wanita. Ayo kita selesaikan secara jantan," ujar Jarvis merangkul Liam dan Ansel lalu pergi keluar dari tenda. Menyisakan Kyra dan Freya di tenda.
"Hay namaku kyra, nama kakak siapa ?" tanya Kyra mengulurkan tangan.
what kakak ... apa aku memang terlihat sangat tua.
"Namaku Freya," jawab Freya singkat.
"Kakak ada hubungan apa dengan kak Ansel ?" tanya Kyra.
"Kami belum ada hubungan saat ini namun setelah minggu ini berlalu aku akan menjadi istrinya Ansel," jawab Freya menjelaskan statusnya.
Tiba-tiba air mata bercucuran dari mata sipit Kyra. Freya merasa heran dirinya yang akan menikah dengan Ansel, kenapa Kyra yang menangis. Harusnya dirinya yang menangis bukan Kyra.
"Kyra apa ucapan ku ada yang salah ? kenapa kamu menangis ?" tanya Freya masih bingung.
"Maaf aku terlalu emosional. Aku hanya tidak rela kalau kak Ansel menikahi wanita biasa seperti kak Freya," ujar Kyra sambil terisak.
Jleb jantung Freya tertusuk tombak, dirinya tidak bisa berkata-kata.
Apa maksud bocah ini ? wanita biasa, jadi dia menangis karena menyayangkan Ansel akan menikah dengan wanita biasa sepertiku. Memang yang bergaul dengan Ansel semuanya aneh.
"Kenapa kakak diam saja, apa kakak tersinggung dengan kata-kataku ? Maaf kak memang kejujuran kadang menyakitkan," ujar Kyra.
Ingin rasanya Freya mensleding mulut Kyra agar tidak bisa berkata-kata lagi.
"Tidak apa, aku santai," ucap Freya malas menanggapi Kyra.
"Kak Freya, apa kakak tahu kalau kak Ansel itu cinta pertamaku. Dia selalu menjadi orang yang spesial di hatiku," jelas Kyra.
Jika Ansel selalu menjadi orang spesial di hatimu lalu kenapa kamu merebut Liam dariku. Apa kamu sadar dengan apa yang kamu ucapakan Kyra ?
"Lalu ?" tanya Freya.
"Apa kak Freya tidak peka. Aku ini masih sangat menyukai kak Ansel jadi lebih baik kak Freya mundur sebelum menyesal karena hanya dipermainkan kak Ansel," jelas Kyra dengan percaya diri.
Bocah sint***, kamu sudah punya Liam sekarang ingin Ansel juga. super sekali ... prok ... prok
dalam pikiran Freya dirinya bertepuk tangan untuk kyra yang tidak tahu malu.
"Owh jika aku mundur apa kamu akan menikah dengan Ansel ? tanya Freya ingin mengetahui maksud Kyra yang sebenarnya.
"Tidak mungkin aku menikah dengan kak Ansel karena aku akan bertunangan dengan Liam," jelas Kyra.
Bruk ..
Freya terduduk di kasur, kakinya lemas memdekar ucapan Kyra yang absurd.
"Jadi sebenarnya maumu apa ?" tanya Freya lagi.
Kyra malah menangis lagi "Aku tidak ingin kak Ansel menjadi milik wanita lain karena aku sudah mencintai kak Ansel sejak kecil tapi kak Ansel hanya menggapku seperti adiknya. Lalu aku juga tergoda dengan kebaikan Liam," jelas kyra.
Freya hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya ada bocah seperti dia di dunia ini.
"Aku beritahu kamu satu rahasia. kamu mau dengar ?" tanya Freya.
Kyra menganggukkan kepala bersedia mendengar cerita Freya.
"Aku hanya butuh pria untuk aku nikahi secepatnya, siapa saja boleh. Jadi kamu akan menyerahkan siapa diantara Liam dan Ansel ?" tanya Freya.
"Kenapa harus memilih di antara Liam dan Ansel. Kenapa tidak Kak Haidar saja ?" ucap Kyra malah balik bertanya.
Ya ampun, cobaan apa lagi ini ... untung saja di negeri ini membunuh manusia masih termasuk tindakan ilegal. Kalau tidak sudah ku cekik mati kamu kyra.
"Tidak ada pilihan C, pilihannya hanya dua antara Liam dan Ansel ?" tanya Freya menghela napas.
"Haruskah ku jawab sekarang ?" tanya kyra.
"Tidak perlu terburu-buru, kamu bisa menjawabnya 10 tahun lagi. Tunggu sampai anakku dan Ansel masuk sekolah dasar," ujar Freya geram dengan Kyra yang terus balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Freya lebih dulu.
"Apa Kak Freya sedang hamil anak Kak Ansel ?" tanya Kyra.
"Ya ampun, kata-kata tadi hanya sindiran bukan kata yang sebenarnya aku tidak hamil anak Ansel dan tidak sedang hamil anak siapapun," jelas Freya.
"Owh syukurlah," jawab Kyra merasa lega.
"Sudahlah lupakan perkataanku," ujar Freya sudah tak sanggup berbicara dengan Kyra.
Next \=>
🙏Terima Kasih sudah mampir baca.
🙏🙏 Jangan lupa like + Komentar + Vote
🙏🙏🙏 Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Mooboo
Lnjutt lgi thoe
2020-04-15
0
Ilan Irliana
haha...freeya ngmng m kyra kek ngmng m bocah 5 th...sbr y free.....jgn lm2 up'y k..
2020-04-15
0
Insyiroh Nafilah
huhu dasar kyiraaa anehhh semangat thorrr aku sllu menunggu muu,,, 😍😍😍
2020-04-15
0