Ansel sudah standby dari tadi berdiri di depan mobil menunggu Freya pulang kerja. Garis bibirnya terangkat melihat Freya keluar dari pintu. Tapi senyuman yang terukir di bibir Ansel sirna kembali saat melihat sorang pria mencekal tangan Freya.
Amarah Ansel langsung membara, berkobar ke penjuru arah bagai api yang disiram bensin melihat Freya mengobrol dengan pria dengan sangat akrab sampai tangan Freya dipegang secara terang-terangan didepan umum oleh pria tersebut, Entah apa yang sedang diobrolkan mereka. Yang jelas Ansel tidak suka jika wanita miliknya diganggu oleh pria lain.
Ansel langsung bergegas menghampiri Freya.
*Flashback
Freya sudah merapikan meja kerja dan bersiap pulang. Freya berjalan lunglai tidak ada semangat menuju arah pintu keluar memikirkan waktu di kantor seperti sangat cepat berlalu sampai tak terasa sudah saatnya Freya bertemu dengan Ansel kembali. Memikirkan itu saja sudah bisa membuat mood Freya semakin buruk.
Di lobi tanpa sengaja Freya berpapasan dengan Liam, mungkin bukan tidak sengaja karena Liam memang menunggu Freya.
"Aileen ...." teriak Liam.
Sapaan Liam menghentikan langkah lunglai Freya. Freya mendongak ke arah suara yang memanggil namanya.
"Iya kenapa Liam ?? Ada yang bisa aku bantu ??" tanya Freya polos.
Freya bersorak kegirangan dalam hati , Freya menahan sekuat tenaga bibirnya agar tidak tersenyum saat berbicara dengan Liam.
Memang tidak bisa dipungkiri Freya masih sangat mencintai Liam. Di dalam hatinya masih terukir dengan kokoh nama Liam di sana. Freya masih belum bisa move on dari Liam.
Saat Liam mengajak Freya berbicara semangat tiba-tiba menjalar menyerap perlahan ke pori-pori yang ada di tubuhnya membuat hari Freya yang gelap seketika menjadi terang bercahaya.
"Terima kasih karena Freya sudah tidak memblokir nomerku, dan sudah tidak marah padaku. Aileen aku dengar kamu akan segera menikah ?" Liam memulai percakapan.
"Iya minggu Ini aku akan menikah ... mungkin besok undangannya baru bisa Liam terima. Nanti datang ya ke acaraku !!" Freya langsung mengungkit hal yang menyakitkan.
Freya sengaja menabur garam diluka Liam, Freya berharap luka Liam kembali terasa hingga Freya dapat melihat respon yang luar biasa dari Liam untuk mempertahankan Freya di sisinya.
"Kenapa menikah terburu-buru ?" tanya Liam.
"Memang aku terburu-buru menikah, tapi aku punya alasana tersendiri ditambah lagi aku sudah cukup umur untuk menikah dan calon suamiku juga bisa dibilang cukup mapan. Aku bersyukur Ansel sudah siap menerima ku apa adanya yang akan hidup menumpang pada Ansel kedepannya," jawab Freya panjang lebar agar Liam semakin memanas.
Freya memberi penekanan pada kata Apa adanya, Freya berharap Liam sadar dan meminta maaf lalu kembali pada dirinya.
"Aileen berpikirlah dengan jernih pernikahan bukan hal yang bisa kamu anggap main-main ?!" Liam tidak ingin Freya mengambil tindakan yang gegabah yang bisa membuat Freya menyesal dikemudian hari.
"Main-main ?? kamu mungkin yang terus saja mempermainkan aku, menarik-ulur perasaanku terus menerus. Jangan campuri urusanku lagi Liam ! semoga kita bisa bahagian dengan pasangan kita masing-masing," ucap Freya dengan tegas membantah perkataan Liam.
Freya kecewa dengan respon yang diberikan Liam, benar-benar Freya sangat geram pada Liam. Freya berlalu meninggalkan Liam. Liam berlari mengejar Freya. Baru dua langkah Freya menghirup udara luar, Liam yang berhasil menyusul Freya langsung menarik lengan Freya membuat langkah Freya terhenti.
#Flashback Off.
"Aku tidak mungkin bahagian dengan Kyra karena wanita yang aku cintai di dunia ini hanya Aileen ... Aileen kumohon jangan seperti ini. Disini benar-benar sakit," Liam memenempelkan tangan Freya ke dadanya, "rasanya sangat sakit, sampai aku tidak sanggup lagi menahan."
Freya hanya bisa terpaku melihat apa yang dilakukan Liam padanya. Freya bisa merasakan debaran jantung Liam, Freya juga sangat kaget mendengar ucapan Liam. Ingin rasanya Freya bersorak gembira lalu melompat ke pelukan Liam.
Saat Freya sedang diselubungi aura cinta, Ansel datang menepis tangan Freya yang berada di dada Liam. Seketika dunia Freya menjadi suram kembali.
"Mencintai ... itu hanya bualan bung ... anak TK juga bisa bilang cinta. Aku yang akan menikahi Freya. Tindak perlu basa basi mengumbar kata-kata cinta itu tidak penting. Lebih penting tindakan yang nyata." Ansel menjeda ucaoannya. "Perempuan itu butuh kepastian bukan hanya ucapan cinta," ujar Ansel berdiri diantara Freya dan Liam lalu menarik Freya ke belakang tubuh Ansel.
Ansel menyembunyikan Freya dibalik punggungnya, Ansel tidak membiarkan Liam memandangi Freya. Kali ini Freya sepemikiran dengan Ansel, Freya sangat setuju dengan ucapan Ansel.
"Siapa kamu ... Aku sedang berbicara dengan Aileen !" Liam berusaha menyentuh Freya.
Ansel menepis uluran tangan Liam "Aku King Ansel Cullen, calon suami dari Freya. Mulai saat ini kamu tidak aku izinkan memanggil Freya dengan sebutan Aileen bila kamu masih bersikeras menyebut Freya dengan nama belakangnya, panggil Freya dengan sebutan cullen karena namanya akan segera berganti menjadi Freya Cullen."
Liam masih ingin berbicara dengan Freya tapi
Ansel membawa pergi Freya tanpa mendengar perkataan Liam, menuntun Freya masuk ke mobil dan berlalu.
Didalam mobil Freya hanya bisa terdiam, bisa bernapas dengan lancar saja Freya merasa bersyukur karena tekanan aura Ansel yang hebat terkadang sampai membuat Freya kesulitan bernapas.
"Aku ingin kamu berhenti bekerja di Dream Star !" pinta Ansel tiba-tiba.
Freya tiba-tiba menangis mendengar ucapan Ansel. Freya tidak mampu bila harus kehilangan pekerjaan yang sudah Freya dapat dengan susah payah yang sudah Freya usahakan selama hidupnya. Ini bukan hanya pekerjaan tapi salah satu mimpi Freya yang terwujud. Freya juga harus berpisah dengan teman-teman yang meski kadang membuatnya kesal tapi itu bagian dari pertemanan, yang paling berat membayangkan tidak bisa bertemu dengan Liam lagi.
Ansel menghentikan mobilnya melihat Freya meneteskan air mata.
"Kenapa menangis ?" Ansel tidak membiarkan Freya menjawab. "Aku akan mendirikan Perusahaan Game yang baru untuk Freya, lebih bagus dan lebih besar daripada Dream Star. Freya bisa mengajak sebanyak apapun teman untuk pindah bekerja dari Dream Star kecuali Liam, Aku akan membayar mereka berkali-kali lipat lebih besar dari gaji yang mereka dapatkan di Dream Star."
Freya makin keras menangis dirinya tidak mau keluar dari Dream Star tapi takut pada Ansel, Freya tidak berani untuk mengutarakan keinginannya. Jadi Freya hanya bisa menangis berharap Ansel akan menanyakan keinginan Freya lebih dulu.
"Bagi sebagian orang memang menangis sangat dibutuhkan untuk melegakan kekesalan dihati. Menangislah sampai Freya puas !" ujar Ansel menyakinkan Freya.
Tidak sesuai keinginan Freya Ansel hanya membiarkan Freya menangis. Ansel tidak melarang Freya menumpahkan rasa kesalnya. Ansel memasukan headset ke kuping lalu mendengarkan lagu kesukaannya melanjutkan perjalanan dan membiarkan Freya menangis sampai puas.
Next \=>
🙏Terima Kasih sudah mampir baca.
🙏🙏 Jangan lupa like + Komentar + Vote
🙏🙏🙏 Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Sumilah
lanjut lagi dongg thooorr
2020-04-13
0
Mooboo
Up lagi dong thorr
2020-04-10
0
Triisnaa Rahayyu
kpn up lg thor
2020-04-09
0