Berkemah Dadakan

Freya berhenti menangis saat menyadari Ansel bukan membawanya ke rumah nenek liza namun ke tempat lain. Kini matanya sudah terlanjur bengkak dan Freya penasaran kemana Ansel akan membawanya pergi.

Dimana ini ... apa aku diculik Ansel ?

Freya panik melihat kiri-kanan, menelaah apakah ada tanda yang menunjukan sedang ada dimana mereka dan akan kemana tujuan Ansel sebenarnya.

Ansel tidak menghiraukan wajah panik Freya ia masih asyik fokus mengemudi sambil mendengar lagu kesukaannya lewat earphone.

"Ansel ... ini bukan jalan ke rumah nenek Liza ?" tanya Freya merasa asing dengan jalan yang mereka lalui.

"Memang bukan," jawab Ansel singkat

"Kemana kamu akan membawaku ?" tanya Freya panik mencengkram lengan Ansel yang sedang mengemudi.

"Diam Freya, nanti kita bisa kecelakaan," ujar Ansel memperingati Freya. Ansel tidak bisa fokus mengemudi bila Freya terus memegang tangan Ansel.

"Aku tidak akan melepaskan tanganku sebelum Ansel mejawab pertanyaanku. Kemana Ansel membawaku ?" tanya Freya lagi.

"Baik kalau begitu." Ansel menghentikan mobilnya membiarkan Freya terus mencengkram tangannya.

Freya terdiam melihat Ansel meyentuh tangan Freya yang mencengkram tangan Ansel dengan tangan yang satunya.

Kenapa jadi begini, kenapa Ansel malah memegang tanganku bukan menjawab pertanyaan ku ... jangan bilang dia akan melakukan hal yang tidak senonoh ke padaku disini ...

Freya membayangkan hal buruk yang akan dilakukan Ansel padanya. Ansel masih memandang Freya tanpa ada kata yang terucap. Kali ini mereka saling berpandangan, seperti sedang beradu siapa yang paling kuat lama tidak berkedip diantara mereka.

Freya tersadar, dirinya sudah bersikap terlalu berani pada Ansel. Freya kembali menjadi dirinya seorang yang lemah saat bersama Ansel. Freya rasanya ingin menangis lagi.

"Kita akan kemana ?" tanya Freya lirih.

Ansel melihat ekspresi Freya yang menghawatirkan akhirnya berhenti menjahili Freya "Kita hari ini akan berkemah"

Mata Freya membulat, dirinya terguncang mendengar jawaban Ansel.

Apa orang ini salah makan obat ... tiba-tiba akan berkemah ... waktu sekolah saja aku tidak pernah ikut acara berkemah. Karena berkemah hanya kegiatan yang melelahkan dan didalamnya penuh dengan trik pembalasan. Bagaimana bisa sekarang aku ikut berkemah bersama Ansel ... Siapapun tolong aku ...

"Ansel Aku tidak membawa baju ganti, tidak mungkin aku bisa ikut berkemah," Freya mencari alasan agar dapat meloloskan diri dari Ansel.

"Aku sudah mempersiapkan semuanya, Freya hanya tinggal ikut saja," jelas Ansel meyakinkan Freya untuk tidak mencari alasan lagi untuk menghindari keinginan Ansel.

Apa salahku ... kenapa aku selalu si*l ... orang lain yang menjahatiku kenapa aku yang terus-terusan dapat hukuman bukan mereka.

Freya hanya bisa menjerit dalam hati.

"Anggap saja ini hukuman karena kamu tidak membalas pesanku," ujar Ansel.

Jleb .... seperti ada panah menusuk dada Freya bagaimana ucapan Ansel bisa tepat sasaran seperti jawaban atas perkataan yang Freya jeritkan dalam hati.

Freya menyerah memang mustahil menang dari Ansel. "Apa masih jauh ?" tanya Freya penasaran.

"Tidak kita sudah sampai," jawab Ansel menghentikan mobilnya.

Freya dan Ansel turun dari mobil sekarang mereka berada di ketinggian 1.200 di atas permukaan laut. Ada kabut yang menyelimuti, seolah mereka berada di negeri di atas awan.

Terlihat seorang pria menghampiri mereka lalu memberikan sepatu gunung serta jaket pada Freya dan Ansel.

"Hay Freya apa kabar ?" sapa Jarvis "Kenalkan namaku Haidar Jarvis karena kamu akan menjadi nyonya BOS jadi aku izinkan untuk memanggilku Jarvis saja," Jarvis mengulurkan tangan untuk menyalami Freya.

Belum juga tangan Freya bertemu dengan tangan Jarvis, Ansel sudah menepis tangan Jarvis.

Jarvis meringis lalu mengakat tangannya ke atas sebagai tanda menyerah tidak akan berani lagi mencoba kontak fisik dengan calon istri bosnya.

"Adikmu belum datang ?" tanya Ansel berjongkok hendak membantu Freya memakai sepatu.

Jarvis hanya melongo tidak percaya dengan gambar yang masuk ke retina matanya, seorang Ansel yang luar biasa sedang berjongkok dihadapannya membantu memakaikan sepatu seorang wanita seperti seorang pesuruh.

"Tidak perlu Ansel, aku bisa memakainya sendiri," ujar Freya menolak pertolongan Ansel.

Bukan Ansel namanya bila tidak keras kepala memaksakan kehendaknya.

"Freya diam saja, bila salah memakainya bisa berbahaya. Freya bisa terpeleset dan jatuh." Ansel tetap melanjutkan aksinya memakaikan Freya kaus kaki lalu membantunya memasukan sepatu ke kaki Freya dan sekaligus mengikat talinya.

"Adikmu belum datang ?" Ansel mengulangi perkataannya "Apa telingamu tertutup udara hingga aku harus mengulangi ucapan ku ?"

Freya syok mendengar perkataan Ansel memarahi Jarvis.

Ansel memang sangat tidak punya rasa ramah tamah ... tidak perlu membentak Jarvis ... bisa tidak sehari saja tidak marah.

"Sorry aku tidak fokus bos ... aku terpana melihat sikap bos yang super romance pada Freya naluri jomblo ku meraung-raung," Jarvis terkekeh "Adikku sepertinya akan telat karena pacarnya baru pulang kerja."

Menyesal aku mengkhawatirkan Jarvis, ternyata dia sama errornya seperti Ansel ...

"Bilang dari tadi kalau mereka akan telat. Lebih baik kita ke tenda lebih dulu, Freya sudah kedinginan."

Sampai didepan tenda Freya menganga melihat tenda berbentuk dome berukuran besar dan mampu menampung hingga enam orang.

Freya tersadar menutup mulutnya takut ada serangga masuk. Freya berjalan masuk kedalam alangkah makin terkejutnya di dalam tenda ada kasur, bantal, selimut, dan lemari serta yang terakhir ada colokan listrik.

Ini tenda atau kamar hotel, memang berbeda bila berkemah dengan orang-orang berkantong tebal.

Ansel menarik tangan Freya hingga tubuhnya terhuyung mendarat duduk dipangkuan Ansel.

Melihat adegan itu Jarvis langsung mencari alasan untuk meninggalkan Bos dan Nyonya Bos di tenda berduaan.

"Kalian pasti laparkan, tunggu sebentar aku akan mengambilkan jagung bakar," Jarvis berlari keluar dari tenda meninggalkan Ansel dan Freya.

Freya merasa canggung duduk dipangkuan Ansel apalagi Freya merasakan sesuatu yang berdenyut dari anunya Ansel.

"Itu ... anu Ansel—," Freya terbata seperti napasnya tinggal tersisa di kerongkongan.

"Itu anu apa ?" tanya Ansel.

Freya menelan salivanya lalu melanjutkan perkataan "Bolehkah aku menyusul Jarvis?"

"Tidak boleh ?" jawab Ansel singkat.

Freya menghela napas dan tertunduk lesu "Aku tidak nyaman duduk dipangkuan mu." Freya berbicara pelan.

"Freya berbicara sesuatu ? aku tidak dengar berbicara lebih keras," Ansel mendekatkan wajahnya ke telinga Freya "ucapkan lagi !"

Freya hendak mengulangi lagi ucapannya menengokan wajah ke arah suara Ansel. Freya malah terbata bibirnya tak mampu berucap apapun. Wajah Ansel sangat dekat hanya tersisa jarak 3 cm dengan wajah Freya.

Semburat kemerahan muncul di pipi Freya menjalar sampai ke telinga.

Kyra dan Liam masuk ke tenda, mereka melihat adegan yang seharusnya tidak mereka lihat.

"Eh sepertinya kita masuk di saat yang salah,"

ujar Kyra hendak berbalik sambil menarik Liam untuk keluar dari tenda. Namun Liam hanya diam mematung tidak bergerak sesentipun dari tempatnya berdiri.

Next \=>

🙏Terima Kasih sudah mampir baca.

🙏🙏 Jangan lupa like + Komentar + Vote

🙏🙏🙏 Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.

Terpopuler

Comments

Sariahbb Sataihh

Sariahbb Sataihh

lebayy Freya...udh disakitin Liam tp kurang bersyukur dpt berkah jodoh dikasih Ansel yg peduli,malah GK peduli dasar klemat klemot.leasin aja Ansel...biar lebih diinjak2 harga dirinya SM Liam

2024-09-26

0

Insyiroh Nafilah

Insyiroh Nafilah

wijhh gak ada lagiii,,,, hayooo thorr aku menunggu muu,,,😍😍😍

2020-04-13

0

Triisnaa Rahayyu

Triisnaa Rahayyu

jgn klmaan upnya thor

2020-04-13

0

lihat semua
Episodes
1 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2 Situs Perjodohan Online
3 Trik Kecil
4 Jarak diantara Kita
5 Tekanan Batin
6 Kesan Pertama
7 Sudah Ketahuan
8 Selingkuhan Freya
9 Ciuman Ansel
10 Keputusan Ansel
11 Curhat
12 Pesan Pertama
13 Netizens Kepo
14 Prasangka Buruk
15 Obrolan Pengantar Tidur
16 Masuk Daftar Blokir
17 Cemburu
18 Berkemah Dadakan
19 Percakapan bodoh
20 Awal Cerita
21 Cerita Liam
22 Tertukar Jodoh
23 Harapan
24 Debaran Pertama
25 Pilihan
26 Misi Penaklukan
27 Memancing Keributan
28 Kesombongan yang Hakiki
29 H-1 Mimpi Apa ?
30 Ritual Mandi Cantik
31 Hari H Persiapan
32 Hari H Takdir
33 Hari H Selesai
34 Kondisi Ansel
35 Elusan Penyembuh
36 Serpihan Ingatan
37 Kasih Sayang Tuan Muda
38 Desakan Deadline
39 Ansel yang Menggemaskan
40 Sisi Lemah Ansel
41 Lawan atau Kawan
42 Drama di Pagi Hari
43 Siluet Gadis Berdess Coklat
44 Pelita dalam Kegelapan
45 Perkelahian di Tempat Kerja
46 Kembalinya Sahabat Karib
47 Malam yang Mendebarkan
48 Kemesraan Dipenghujung Cuti
49 Cinta Dalam Diam
50 Kemesraan Dua Pasutri yang Tidak Natural
51 Acila Kecil
52 Emosi yang Meluap
53 Izin Lembur
54 Kunjungan
55 Pesona Lawan Pesona
56 Akhir Lembur
57 Enggan Berpisah
58 Kegelapan Ansel
59 Janji Freya
60 Gombalan
61 Mata dan Telinga
62 Shopping
63 Percikan
64 Bertemu Pakar Cinta
65 Berharap Positif
66 Debaran itu Muncul Kembali
67 Selangkah Demi Selangkah
68 Kata Suka yang Pertama
69 Rindu
70 Selingkuhan
71 Tidak Ada Rahasia Diantara Sahabat
72 Diluar Prediksi
73 Awal Pertemuan
74 Baku Hantam
75 Diskusi
76 Mengaku Kalah
77 Dilema
78 Tempat Tidur Siang
79 Pertanda
80 Menyusul Freya
81 Misi Penyelamatan
82 Serigala yang Sedang Sensitif
83 Pengumuman dan Permohonan Maaf dari Penulis
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2
Situs Perjodohan Online
3
Trik Kecil
4
Jarak diantara Kita
5
Tekanan Batin
6
Kesan Pertama
7
Sudah Ketahuan
8
Selingkuhan Freya
9
Ciuman Ansel
10
Keputusan Ansel
11
Curhat
12
Pesan Pertama
13
Netizens Kepo
14
Prasangka Buruk
15
Obrolan Pengantar Tidur
16
Masuk Daftar Blokir
17
Cemburu
18
Berkemah Dadakan
19
Percakapan bodoh
20
Awal Cerita
21
Cerita Liam
22
Tertukar Jodoh
23
Harapan
24
Debaran Pertama
25
Pilihan
26
Misi Penaklukan
27
Memancing Keributan
28
Kesombongan yang Hakiki
29
H-1 Mimpi Apa ?
30
Ritual Mandi Cantik
31
Hari H Persiapan
32
Hari H Takdir
33
Hari H Selesai
34
Kondisi Ansel
35
Elusan Penyembuh
36
Serpihan Ingatan
37
Kasih Sayang Tuan Muda
38
Desakan Deadline
39
Ansel yang Menggemaskan
40
Sisi Lemah Ansel
41
Lawan atau Kawan
42
Drama di Pagi Hari
43
Siluet Gadis Berdess Coklat
44
Pelita dalam Kegelapan
45
Perkelahian di Tempat Kerja
46
Kembalinya Sahabat Karib
47
Malam yang Mendebarkan
48
Kemesraan Dipenghujung Cuti
49
Cinta Dalam Diam
50
Kemesraan Dua Pasutri yang Tidak Natural
51
Acila Kecil
52
Emosi yang Meluap
53
Izin Lembur
54
Kunjungan
55
Pesona Lawan Pesona
56
Akhir Lembur
57
Enggan Berpisah
58
Kegelapan Ansel
59
Janji Freya
60
Gombalan
61
Mata dan Telinga
62
Shopping
63
Percikan
64
Bertemu Pakar Cinta
65
Berharap Positif
66
Debaran itu Muncul Kembali
67
Selangkah Demi Selangkah
68
Kata Suka yang Pertama
69
Rindu
70
Selingkuhan
71
Tidak Ada Rahasia Diantara Sahabat
72
Diluar Prediksi
73
Awal Pertemuan
74
Baku Hantam
75
Diskusi
76
Mengaku Kalah
77
Dilema
78
Tempat Tidur Siang
79
Pertanda
80
Menyusul Freya
81
Misi Penyelamatan
82
Serigala yang Sedang Sensitif
83
Pengumuman dan Permohonan Maaf dari Penulis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!