Kesan Pertama

Ansel masih terus memperhatikan Freya. memperhatikan Freya yang berhenti makan. Tanpa sengaja tatapan mata mereka saling bertautan.

Ohok ... ohok

Freya tersendak, salah tingkah karena Ansel. Freya meminum habis air putih untuk membasuh tenggorokannya yang kering.

Freya merasa takut dengan laki-laki yang sedang duduk dihadapannya, aura gelap yang terpancar dari mata Ansel membuat Freya terus merasa gusar dan tidak tenang.

Freya merasa semua kelakuannya selalu salah dimata Ansel. Freya yakin pasti Ansel tidak menyukai Freya karena Ansel terus memarahinya. Freya mulai frustasi karena Ansel.

Tahan sebentar lagi Freya ... semua ini akan segera berakhir.

Freya menyemangati dirinya di dalam hati.

"Ini enak saya suka," ujar Freya singkat seperti ingin cepat-cepat mengakhiri kencan ini. laki-laki yang sedang duduk di depannya sangat tidak bersahabat.

"Habiskan," Perintah Ansel ketus.

Freya tidak membantah ucapan Ansel langsung terus memasukan suapan demi suapan beefsteak nya dengan cepat hingga memenuhi mulutnya. Beefsteak sudah tak tersisa di piring Freya namun masalah baru saja muncul. Beefsteak terlalu penuh di mulut Freya, membuat Freya kesulitan untuk mengunyah.

Ansel tidak bisa berkonsentrasi memakan makanan yang ada di piring nya. Ansel tidak bisa menikmati makan malamnya kali ini. Bagi Ansel ada yang lebih enak dibandingkan dengan beefsteak.

Wajah Freya yang putih, bibirnya yang tipis dan merah serta matanya yang berlebihan, tidak terlalu sipit maupun tidak terlalu bulat sangat pas dengan rambut Freya yang hitam lurus tergerai sebahu.

Hanya satu kata yang ada di dalam pikiran Ansel yaitu Freya cantik, sangat sesuai dengan selera Ansel. Saat ini Ansel juga lebih tertarik mengamati tingkah Freya.

Tingkah Freya yang terus merasa gugup saat pandangan mereka saling bertautan terlihat sangat imut di mata Ansel.

"Pelan-pelan saja makannya ... aku tidak akan mengambil makananmu," ujar Ansel khawatir pada Freya takut Freya tersendak lagi.

Bukan mendengarkan ucapan Ansel, Freya lebih memilih langsung menelan paksa makanan yang memenuhi mulutnya tanpa mengunyah sampai halus makanannya.

Freya hendak minum tapi gelasnya sudah kosong. Ansel dengan cepat memberikan gelas air putihnya. Freya dengan gugup menerima gelas dari Ansel.

Namun Freya tidak langsung meminum airnya malah melihat terlebih dahulu sekeliling pinggiran gelas. Freya meniliti di mana tadi Ansel mendekatkan bibitnya saat minum. Freya takut minum di tempat yang sama dengan Ansel dan terjadi ciuman secara tidak langsung.

"Minum saja, aku tidak punya penyakit menular atau kamu jijik meminum bekasku," ujar Ansel menggoda Freya.

Ansel melihat tingkah Freya yang konyol.

Freya langsung meminum air putih dari gelas yang diberikan Ansel. Freya sampai tidak sadar dirinya menghabiskan air di gelas dengan sekali tegukan.

"Masih haus ? tanya Ansel.

perkataan Ansel membuat Freya tersadar kalau airnya sudah tandas tapi dirinya masih meneguk gelasnya padahal sudah kosong. Freya menaruh gelas dan menggeleng.

"Saya sudah selesai. Maaf berapa yang harus saya bayar ? apa kita akan membayarnya dengan membagi menjadi setengah-setengah ? atau aku membayar bagian ku dan Ansel membayar bagian Ansel sendiri ?" tanya Freya langsung menanyakan secara langsung kepada Ansel.

Freya sudah tidak nyaman berkencan dengan Ansel. Freya harus segera pergi, bisa mati mendadak bila dirinya terus berhadapan dengan Ansel.

"Apa aku terlihat tidak mampu bayar ?" tanya Ansel.

Ansel mencoba bercanda dengan Freya tapi dengan ekspresi wajah yang tetap datar membuat Freya merasa takut bukan terhibur dengan candaan Ansel.

"Saya tidak bermaksud merendahkan. Saya hanya takut Ansel merasa terbebani karena saya," ujar Freya sudah tidak tahan rasanya dirinya sudah ingin menangis.

"Semua ini sudah ditanggung oleh love shot, aku tidak merasa terbebani sedikitpun dan kamu tidak perlu sungkan. Freya bisa memesan menu sebanyak mungkin dan semua free alias tidak perlu membayar," ujar Ansel mengelap mulutnya menandakan dirinya sudah selesai makan.

(Freya hanya mengangguk lega)

"Setelah ini kita kemana lagi ?" tanya Ansel

Freya merasa tegang kembali mendengar pertanyaan Ansel.

Bukankah hanya makan saja dan selesai ... memang ada acara lain lagi ?? Gawat aku ingin segera pulang. Aku sudah tidak sanggup rasanya aku sudah ingin melambaikan tangan ke kamera, aku menyerah.

"Bukankah setelah ini selesai. love shot tidak menconfirmasi apapun selain makan bersama," ujar Freya terbata menjawab pertanyaan Ansel.

"Memang love shot hanya menyediakan fasilitas makan saja, untuk langkah berikutnya mau belanja, nonton atau ke hotel terserah pasangannya," Jelas Ansel ingin mengajak Freya lagi ke tempat selanjutnya, Ansel sangat ingin mengenal lebih jauh Freya.

"Tidak perlu Ansel. Makan berdua juga sudah cukup bagi saya. Saya harus cepat pulang ada urusan lagi setelah ini. Maaf Ansel saya permisi, terima kasih untuk hari ini," ujar Freya berdiri dan berlari tunggang langgang meninggalkan Ansel.

apa-apa gadis ini ... kenapa berlari meninggalkanku, seperti melihat hantu saja. Padahal aku ini tampan dan mempesona. Atau apa ada yang salah dengan ucapanku yang membuatnya takut. .. si*l, aku tadi mengatakan tentang hotel. Pasti dia menggap aku pria hidung belang karena baru beberapa jam bertemu sudah mengajak ke hotel. Bodohnya kamu ini Ansel, Freya aku tidak bermaksud begitu ... itu hanya contoh saja, Ahhhh..

Ansel meneguk anggurnya dengan sekali tegukan merasa kesal baru kali ini dia ditinggal pergi oleh seorang gadis. Biasanya dirinyalah yang mencampakkan lawan jenisnya.

***

Freya sampai dirumah Flora.

"Bagaimana kencannya beibh ?" Flora penasaran.

"King Ansel Cullen itu benar-benar— "

Freya berteriak melampiaskan rasa frustasinya pada Ansel.

"Ssssshhhht pelankan suaramu Freya, Jonathanku sedang tidur dikamar," pinta Flora. "Ada apa memangnya ?"

"Ansel itu sangat tidak bersahabat dia terus-terusan marah-marah ucapan yang keluar dari mulutnya hanya tekanan dan membuatku gugup dan takut. Dia benar-benar tidak menyukai ku. Cepat ambil laptopnya tolak dia," ujar Freya berguling-guling dikarpet sambil menggigit kuping boneka teddy, Freya melampiaskan kekesalannya.

"Iya siap ... tapi aduh jauhkan gigimu dari teddy, nanti teddy rusak jangan digigit begitu. Itu hadiah dari Jonathan." Flora beranjak mengambil Laptopnya.

Flora membuka web love shot. lalu menekan tombol tolak dimenu kencan pertama muncul menu konfirmasi alasan menolak kencan pertama.

"Diisi apa alasan penolakannya ? harus diisi, aku sudah coba dikosongin tapi tombol konfirnya jadi mati," jelas Flora

"Tulis saja kriteria terlalu sempurna saya hanya butuh pria sederhana," ujar Freya menuturkan alasan dirinya menolak Ansel.

"Ok sudah dikonfir. Sana pulang aku mau nyusul Jonathan ke alam mimpi". Usir Flora.

"Iya oke aku pulang ... Jangan lupa pake pengaman ya say, aku belum siap dapat dua ponakan langsung," Freya terkekeh keluar dari rumah.

Next \=>

🙏Terima Kasih sudah mampir baca.

🙏🙏 Jangan lupa like + Komentar + Vote

🙏🙏🙏 Dukungan reader sangat berpengaruh bagi Author untuk bisa terus semangat Up.

Terpopuler

Comments

martina melati

martina melati

astagaaaa

2024-09-25

0

martina melati

martina melati

hahaha yg pasti nempel deh bekas liur yg ada

2024-09-25

0

martina melati

martina melati

hahaha... hotel... ngamar?

2024-09-25

0

lihat semua
Episodes
1 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2 Situs Perjodohan Online
3 Trik Kecil
4 Jarak diantara Kita
5 Tekanan Batin
6 Kesan Pertama
7 Sudah Ketahuan
8 Selingkuhan Freya
9 Ciuman Ansel
10 Keputusan Ansel
11 Curhat
12 Pesan Pertama
13 Netizens Kepo
14 Prasangka Buruk
15 Obrolan Pengantar Tidur
16 Masuk Daftar Blokir
17 Cemburu
18 Berkemah Dadakan
19 Percakapan bodoh
20 Awal Cerita
21 Cerita Liam
22 Tertukar Jodoh
23 Harapan
24 Debaran Pertama
25 Pilihan
26 Misi Penaklukan
27 Memancing Keributan
28 Kesombongan yang Hakiki
29 H-1 Mimpi Apa ?
30 Ritual Mandi Cantik
31 Hari H Persiapan
32 Hari H Takdir
33 Hari H Selesai
34 Kondisi Ansel
35 Elusan Penyembuh
36 Serpihan Ingatan
37 Kasih Sayang Tuan Muda
38 Desakan Deadline
39 Ansel yang Menggemaskan
40 Sisi Lemah Ansel
41 Lawan atau Kawan
42 Drama di Pagi Hari
43 Siluet Gadis Berdess Coklat
44 Pelita dalam Kegelapan
45 Perkelahian di Tempat Kerja
46 Kembalinya Sahabat Karib
47 Malam yang Mendebarkan
48 Kemesraan Dipenghujung Cuti
49 Cinta Dalam Diam
50 Kemesraan Dua Pasutri yang Tidak Natural
51 Acila Kecil
52 Emosi yang Meluap
53 Izin Lembur
54 Kunjungan
55 Pesona Lawan Pesona
56 Akhir Lembur
57 Enggan Berpisah
58 Kegelapan Ansel
59 Janji Freya
60 Gombalan
61 Mata dan Telinga
62 Shopping
63 Percikan
64 Bertemu Pakar Cinta
65 Berharap Positif
66 Debaran itu Muncul Kembali
67 Selangkah Demi Selangkah
68 Kata Suka yang Pertama
69 Rindu
70 Selingkuhan
71 Tidak Ada Rahasia Diantara Sahabat
72 Diluar Prediksi
73 Awal Pertemuan
74 Baku Hantam
75 Diskusi
76 Mengaku Kalah
77 Dilema
78 Tempat Tidur Siang
79 Pertanda
80 Menyusul Freya
81 Misi Penyelamatan
82 Serigala yang Sedang Sensitif
83 Pengumuman dan Permohonan Maaf dari Penulis
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
2
Situs Perjodohan Online
3
Trik Kecil
4
Jarak diantara Kita
5
Tekanan Batin
6
Kesan Pertama
7
Sudah Ketahuan
8
Selingkuhan Freya
9
Ciuman Ansel
10
Keputusan Ansel
11
Curhat
12
Pesan Pertama
13
Netizens Kepo
14
Prasangka Buruk
15
Obrolan Pengantar Tidur
16
Masuk Daftar Blokir
17
Cemburu
18
Berkemah Dadakan
19
Percakapan bodoh
20
Awal Cerita
21
Cerita Liam
22
Tertukar Jodoh
23
Harapan
24
Debaran Pertama
25
Pilihan
26
Misi Penaklukan
27
Memancing Keributan
28
Kesombongan yang Hakiki
29
H-1 Mimpi Apa ?
30
Ritual Mandi Cantik
31
Hari H Persiapan
32
Hari H Takdir
33
Hari H Selesai
34
Kondisi Ansel
35
Elusan Penyembuh
36
Serpihan Ingatan
37
Kasih Sayang Tuan Muda
38
Desakan Deadline
39
Ansel yang Menggemaskan
40
Sisi Lemah Ansel
41
Lawan atau Kawan
42
Drama di Pagi Hari
43
Siluet Gadis Berdess Coklat
44
Pelita dalam Kegelapan
45
Perkelahian di Tempat Kerja
46
Kembalinya Sahabat Karib
47
Malam yang Mendebarkan
48
Kemesraan Dipenghujung Cuti
49
Cinta Dalam Diam
50
Kemesraan Dua Pasutri yang Tidak Natural
51
Acila Kecil
52
Emosi yang Meluap
53
Izin Lembur
54
Kunjungan
55
Pesona Lawan Pesona
56
Akhir Lembur
57
Enggan Berpisah
58
Kegelapan Ansel
59
Janji Freya
60
Gombalan
61
Mata dan Telinga
62
Shopping
63
Percikan
64
Bertemu Pakar Cinta
65
Berharap Positif
66
Debaran itu Muncul Kembali
67
Selangkah Demi Selangkah
68
Kata Suka yang Pertama
69
Rindu
70
Selingkuhan
71
Tidak Ada Rahasia Diantara Sahabat
72
Diluar Prediksi
73
Awal Pertemuan
74
Baku Hantam
75
Diskusi
76
Mengaku Kalah
77
Dilema
78
Tempat Tidur Siang
79
Pertanda
80
Menyusul Freya
81
Misi Penyelamatan
82
Serigala yang Sedang Sensitif
83
Pengumuman dan Permohonan Maaf dari Penulis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!