Freya sangat malas berangkat kerja hari ini pasti dia akan menjadi tranding topic ditempat kerja. Selain itu Freya juga tidak mau bertemu Liam. Ingin rasanya bolos kerja untuk seminggu. Namun Itu hanya mimpi bagi Freya sehari saja sangat sulit baginya untuk libur apalagi seminggu.
Perlu banyak keajaiban supaya hal itu bisa terjadi karena pagi-pagi ibunya sudah menggedor-gedor pintu kamar Freya. Bila Freya tidak bangun bisa saja ibunya mendobrak pintu masuk dengan paksa.
Selama sarapan ibu Freya terus menanyakan tentang Liam, terus mendesak dirinya kapan mengajak Liam kerumah. Freya belum bercerita apapun tentang kejadian dipesta ulang tahun Liam. Freya tidak mau menambah beban pikiran ibunya.
Biarlah hanya Freya yang menanggung semua beban ini. Memang ini juga akibat dari keras kepala Freya tidak mendengar nasihat ibunya. Jika dulu dirinya mendengarkan nasihat ibunya untuk meninggalkan Liam karena Liam seperti hanya main-main dengan Freya.
Mungkin jika lebih awal berpisah dengan Liam, rasa sakitnya akan lebih ringan tidak sedalam sekarang. Tapi tidak ada gunanya menyesali hal yang sudah terjadi. Langit tidak akan runtuh meski Freya berpisah dengan Liam. Roda kehidupan masih berputar Freya harus tetap menjalani hidupnya.
Rasa sedih mulai berkecamuk lagi dihatinya. Freya sekuat tenanga menahan air mata yang seperti akan mengalir membuat Freya sampai tidak bisa merasakan masakan ibunya yang masuk ke mulut Freya.
Setelah selesai sarapan, dengan enggan Freya melangkahkan kakinya pergi bekerja. Sesampainya dikantor Freya masih tertunduk lusuh seperti tumpukan pakaian yang belum disetrika.
Baru juga masuk ke lobi telinganya sudah dapat mendengar selentingan-selentingan dari teman kerja yang sedang membicarakan dirinya. Ada yang mendukung dengan sikap Freya yang tangguh karena masih masuk kerja meski sudah jelas-jelas dicampakan Liam. Tapi kebanyakan karyawan yang lain mencemooh Freya menurut mereka Freya tidak punya rasa malu karena masih berani masuk kerja setelah dicampakkan Liam.
memang mudah hanya mengomentari kehidupan orang lain ... tapi sulit bila harus menjalaninya. Kalian tidak tahu ... aku bukan tidak punya rasa malu karena masih menginjakan kaki disini setelah di campakan Liam. Aku hanya tidak bisa meninggalkan Dream Star. Dream Star sangat berarti bagiku. Dream Star adalah mimpiku, Flora dan Liam. Kami membangun ini dari titik nol dengan susah payah dan cucuran keringat serta air mata. Aku tidak boleh egois, tidak perlu merusak mimpi kami hanya karena perasaanku seorang. Aku pasti bisa melewati ini, meskipun butuh waktu berbulan-bulan bahkan bila perlu waktu bertahun-tahun untuk melupakan Liam.
Sepanjang perjalanan Freya terus bergelut dengan pikirannya sampai tidak sadar kakinya sudah menuntun Freya kemeja kerja. Tanpa diduga sudah ada Liam sedang duduk manis dikursi kerja Freya. Sepertinya sudah lama Liam menunggu Freya disana.
Freya menghentikan langkahnya. Liam melihat Freya yang tidak juga sampai ke meja kerja akhirnya berdiri dan berjalan menghampiri Freya yang sedang membatu.
Deg..
Deg..
Deg..
Jantung Freya memompa darah lebih cepat melihat Liam tersenyum simpul berjalan perlahan menyambut kedatangan Freya. Ingin rasanya Freya langsung melayangkan ribuan tamparan ke wajah Liam yang tampan.
Namun Freya menahan hasratnya, Liam direktur Dream Star tidak pantas bila imagenya turun hanya karena Freya bertingkah salah. Freya juga menimbang-nimbang mengingat Sudah ribuan moment manis yang mereka jalani bersama dan ratusan moment pahit yang mereka lalui bersama.
Tentu saja mereka sudah berpacaran selama 6 tahun. Freya sudah melewatkan masa mudanya bersama Liam. Tidak bisa dipungkiri Freya sangat mencintai Liam sebagai kekasih juga menghormati Liam sebagai atasan Freya.
"Hay Aileen," sapa Liam sudah berdiri dihadapan Freya. "Apa tidurmu nyenyak ? kita harus bicara," ajak liam menarik tangan Freya.
Freya menepis tangan Liam masih termenung bergelut dengan pikirirannya dirinya harus terlebih dahulu menenangkan debaran jantungnya.
Apa kamu amnesia Liam ? Bagaimana tidurku bisa nyenyak setelah kau mencampakkan aku di hari spesialmu ... Aileen ... kau tidak pantas memanggil nama belakangku .. senyummu terasa menjijikan bagiku sekarang.
Freya menguatkan hatinya, dia tidak boleh terlihat menyedihkan dan harus kuat menghadapi pria breng**k yang sekarang ada dihapannya. Freya tersenyum simpul menutupi luka dihatinya.
"Nyenyak, hanya kadang terbangun karena bermimpi buruk saja. kita berbicara disini saja," ujar Freya ketus.
"Aku ingin menjelaskan tentang kejadian yang kemarin. Kita tidak bisa berbicara disini, disini ada teman-temanmu." pinta Liam.
"Disini saja, biarkan mereka tahu apa yang terjadi kemarin. Hubungan kita sudah menjadi buah bibir sekarang. Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi lagi," ujar Freya menolak dengan tegas permintaan Liam.
"Aku sudah lelah, sebenarnya ibuku terus menyuruhku menikah dengan Kyra. Ibuku masih tidak setuju aku menjalin hubungan denganmu," Jelas Liam.
Liam menggunakan restu untuk mengakhiri hubungannya denganku sangat tidak gentel.
"Aku mengerti. Sudah tidak apa-apa. Kita tetap teman meski bukan teman dekat lagi. aku harap kita bisa menjaga jarak. Karena kamu akan segera bertunangan dan akupun tidak akan menutup diri untuk menyambut pria yang mendekatiku dan bisa saja kelak akan menjadi kekasih baruku. Tidak perlu menghindar bila bertemu denganku, karena kita juga rekan kerja. Bolehkah aku memelukmu sebagai tanda perpisahan ?" ujar Freya.
Liam hanya mengangguk, Freya hanya memeluk Liam dengan singkat bahkan Freya tidak membiarkan Liam membalas pelukannya. Freya melihat ekspresi Liam seperti kaget dengan ketegaran hati Freya. Ada gurat kesedihan disana tapi Freya tidak peduli bahkan kesedihan yang diterima Freya lebih dalam dari itu.
Liam hanya bisa berbalik dan melangkah dengan gontai. Liam tadinya punya maksud masih ingin dekat dengan Freya. Liam sangat mengagumi Freya. Bagi Liam Freya adalah wanita yang benar-benar pengertian dan sangat mengerti dirinya.
Liam sudah terbiasa dengan perhatian dan kasih sayang yang Freya berikan padanya. Sesungguhnya Liam masih sangat mencintai Freya. Namun Liam tidak bisa menentang keinginan ibunya.
Liam belum bisa merelakan Freya dekat dengan laki-laki lain. Liam tadinya ingin meminta Freya untuk bersedia menunggunya. Ibunya berjanji bila Liam sudah menikah dengan Kyra bila nanti Liam akan bercerai dan menikah dengan Freya dikemudian hari ibunya akan merestui mereka.
Aku masih mencintaimu Freya ... kamu satu-satunya wanita yang ada dihatiku ... t**api aku kecewa Freya, kamu menginginkan ada jarak diantara hubungan kita. Baiklah bila itu maumu, aku akan turuti. Mungkin aku hanya bisa melindungi mu dari jarak jauh.
Biarlah Freya, aku membiarkan dirimu membenci diriku kali ini.
Liam meninggalkan ruang kerja Freya. Freya mulai fokus kembali pada pekerjaannya. Freya seorang programmer. Tiga rekan kerja game maker yang semuanya laki-laki mengacukan jempol mereka kompak ke arah Freya. Mereka bangga akan ketegasan Freya pada Liam.
TBC ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
martina melati
jangan ada dusta, buat apa perhatian dari jauh... kondisikn hati dan jangan mrugikan kaum wanita...
2024-09-25
0
martina melati
gampang bingit perkawinan dan perceraian spt tdk mengalami proses dan waktu... menyepelekn deh kesanny
2024-09-25
0
martina melati
gk usah peluk, cukup /Pray/ aja jabat tangan tanda berpisah baik2 tanpa nyesal ato tangisan...
2024-09-25
0