Murid Baru

"Tyaaa!" Panggil vina daru jauh, yang baru saja datang di gerbang sekolah ketika melihat Ariestya di koridor. Ariestya yang merasa namanya di panggil pun membalikkan badannya ketika mendengar suara Vina. yang kini tengah berlari ke arahnya. Ariestya pun berhenti untuk melanjutkan langkahnya, untuk menunggu Vina.

Hosh hosh hosh

Suara deru nafas Vina.

"Tya kemarin  pergi kemana sama Bumi kok kita cariin di Mall kok gak ketemu?" tanya Vina ketika nafasnya sudah setabil.

Ariestya yang mendengar pertanyaan dari Vina pun menaikan alisnya sebelah bingung. Ia berpikir bukankah Bumi bilang teman-temannya sudah pulang terlebih dahulu, dikarenakan disuruh oleh orang tuanya. Kemudia ia sadar mana mungkin mereka di suruh pulang secara bersamaan. Orang tua mereka kan berbeda-beda, lalu teringat lagi Vina, apa mungkin? Menyadari hal itu Ariestya menjadi sangat sangat kesal dan marah pada Bumi Karena telah membohonginya. Ariestya mencoba mengendalikan emosinya karena ini terlalu pagi. Ia akan menanyakan beberapa pertanyaan kepada Vina.

"Ehm ehm." Ariestya mencoba menormalkan nada suaranya agar terdengar biasa saja tanpa nada lain.

"Vina memang kalian pergi ke mall yang mana?" tanyanya.

"Kita ke Mall yang biasa kok, Mall yang dekat dengan hotel Berliana itu yang paling tinggi?"

mendengar penjelasan dari Vina,  Ariestya berpikir. Pantas saja perjalanan mereka membutuhkan waktu yang lama dan ketika sampai di parkiran ia tak melihat motor teman-teman Bumi.

"Terus kamu kemana sama Bumi kemarin kok gak liat. Diandra juga terus bertanya kemana Bumi dan kamu."

Ariestya yang mendengar hal itu ia menjadi bingung apa yang harus ia katakan. Namun ia berpikir untuk apa ia harus bingung menjawab bukankah ia pergi ke Mall maka ia akan menjawabnya dengan jujur walaupun tak sepenuhnya.

"Kita pergi ke Mall kok," jawab Ariestya dengan jujur.

"Tapi kita gak liat, emang Kalian pergi kemana?"

"Kita pergi ke toko sepatu, beli sepatu buat pacarnya Bumi."

"Apa? Bukannya Bumi udah putus ya sama Septi." Tiba-tiba saja Diandra datang dari arah belakang Ariestya dan langsung saja menyambar. Sebenarnya Diandra penasaran kemana Bumi dan Ariestya. Karena tak melihat mereka di Mall padahal mereka berangkat bersama. dan ketika ia akan menghampiri Ariestya ia mendengar bahwa Bumi membeli sepatu untuk pacarnya. Setau Diandra, Bumi sudah putus dengan Septi lalu siapa pacar baru Bumi?

"Mungkin pacar baru kali aku gak tau bisa jadi calon pacar mungkin."

Ariestya enggan berpikir jauh.

"Tya apa kamu tau siapa pacar baru Bumi?" tanya Diandra dengan raut muka sedih. "kamu kan kemarin ke Mall seharian dengan Bumi sudah pasti dia mengatakan sesuatukan."

"Diandra, tadi kan Tya bilang gak tau." Vina menjawab pertanyaan Diandra untuk Ariestya, Dengan jengkelnya.

"Tapii ...," Vina langsung saja memotong perkataan Diandra.

"Udah-udah lebih baik kamu tanya saja  sama orangnya langsung."

"Tapi kan Bumi belum datang."

"Ya kamu tunggulah. Karena kita mau masuk kelas."

"Tya plis ..., pasti kamu tau sesuatu kan?" Dengan tatapan memohon nya.

"Apa yang dikatakan Vina itu benar sebaiknya kamu tanya aja langsung keorangnya mungkin sebentar lagi juga datang," lalu meninggalkan Diandra begitu saja.

Sedangkan Diandra yang mendapatkan jawaban itu menunduk kecewa karena tak mendapatkan jawaban yang sesuai dengan keinginannya.

Namun, tak lama kemudian Kiki dan yang lainnya pun datang. Dalam sekejap raut muka Diandra berubah menjadi ceria kembali. Ia bisa menanyakan kepada teman-teman Bumi pasti mereka tau pikirannya.

"Kiki!"panggil Diandra sambil melambaikan tangannya.

Kiki yang mendengar hal itu langsung saja menghampiri diandara bersama yang lain.

"Selamat pagi cewek cantik."

"Pagi juga."

"Ki kamu tau gak pacar baru Bumi itu siapa? bukannya seminggu yang lalu Bumi baru saja putus ya sama Septi." Diandra langsung saja menanyakan apa yang ia tanyakan tanpa basi basi terlebih dahulu. karena rasa penasarannya yang tinggi.

"Hah," cengo kiki kemudian melanjutkan perkataannya "Bumi punya pacar baru kok gue gak tau ya? lo semua tau gak siapa pacar Bumi. Raka, Bintang, Ardan, Rangga tau ga? "Kiki menyebutkan nama mereka satu persatu.

Rangga Ardan Bintang dan Raka Hanya menggeleng kan kepalanya tanda tidak tau.

"Emang kata siapa Bumi punya pacar baru?"

Tanya kiki sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Lah kalian gak tau? Terus Bumi kemana? tumben gak sama kalian." Bukannya menjawab pertanyaan kiki Diandra malah balik bertanya.

"Gak tau telat kali. Ya udah kami duluan ya bye."

"Eh tunggu! Kok pada ninggalin aku sih."kesal Diandra sambil menghentakkan kakinya lalu menyusul Ariestya yang sudah di kelasnya.

Di lain tempat .

Bumi masih asik dengan dunia barunya, yaitu sedang asik-asiknya berduaan dengan wanita cantik di sekelilingnya. Melayani Bumi bagaikan raja apapun perintah nya selalu di turuti namun tak lama kemudian hujan turun membasahi wajahnya.

"Ya ampun di rumah kok bisa hujan apa mungkin bocor, pelayan...pelayan istanaku bocor ...,"

"Bumi! Bangun dasar anak kurang baik ya  kamu! Mamah sendiri  di bilang pelayan bangun sekarang! udah siang kamu mau berangkat jam berapa?" masih terus membangunkan Bumi dari tidurnya dengan cara menyipratkan air ke wajah Bumi.

"Ahrgh Mamah, masih ngantuk Bumi bolos  sekolah ya hari ini." Bumi pun menarik selimutnya sampai ke atas kepala agar terlindung dari air yang di siramkan kepadanya.

"Bumi!!! Kalau kami gak bangun juga mamah panggilkan papah ya biar kamu di guyur air se ember," ancam sang mamah.

"Mamah Bumi masih ngantuk pliss ...," rengek Bumi manja.

"Bumi mamah hitung ya samapi tiga 3 .... 2 ...," Mamah Bumi pun mulai berhitung.

Bumi yang mendengar hal itu langsung saja membuka selimutnya dan beranjak menyambar handuknya.

"Bumi udah di kamar madi mah jadi mamah bisa pergi dan gak perlu panggilkan papahh!!" teriak Bumi dari kamar mandi. Sedangkan Mamah Bumi hannya bisa terkekeh geli melihat kelakuan anak bungsunya itu.

"Ya udah mamah siapin baju kamu, kalau udah selesai kamu langsung turun ya ke bawah." Perintah sang Mamah.

Tuk tuk tuk

Suara ketukan sepatu yang beradu dengan lantai terdengar cepat seperti sedang terburu buru.

"Mah Bumi pamit dulu ya, udah terlambat nih"

"Kamu gak sarapan dulu?".

"Engga mah."

"Ya udah, kamu minum susu dulu," Sambil menyodorkan susu ke hadapan Bumi. Bumi pun menerimanya lalu meminumnya dengan cepat. Setelah mengambil kunci motornya ia pun segera mengendarainya dengan kecepatan yang tinggi.

Setelah sampai disana gerbang sekolah telah di tutup, tak lama kemudian salah satu siswa pun menyusul yang tak lain Ardana rival baru Bumi juga rupanya datang terlambat.

"Terlambat hmm," sambil membuka helemnya.

"Bagi gue sih udah biasa, tapi bukan untuk lo murid baru dihari pertama terlambat datang ke sekolah," sambil menyunggingkan senyuman sinis nya.

"Tapi biasanya murid baru datang terlambat itu di maklumi tidak dengan murid yang lama," lalu meninggalkan Bumi.

"Sial!" gumam Bumi sambil mengepalkan kedua tangannya.

Tbc.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!