Setelah insiden di kantin sekolah tadi. Sepertinya Bumi sudah melupakannya, dan sore ini pun ia akan bersiap menjemput sang kaka yang telah menyelesaikan study nya itu.
"Mah aku berangkat. Jemput kaka dulu ke bandara. Assalamualaikum." Bumi pun pamit kepada mamahnya, tak lupa Bumi salim kepada mamahnya itu.
Bandara internasional Soekarno Hatta.
"Kaka mana sih lama banget," gumam Bumi sambil melirik jam tangannya.
"Ini juga yang lain kemana coba, dari tadi di tungguin gak datang-datang, ahhh katanya barengan malah ngaret ngeselin!!" teriaknya kesal, Bumi pun hanya bisa menggerutu meretuki dirinya.
"Sepertinya gue masih kesal karena masalah tadi siang," gumamnya.
Setelah sekian lama ia menunggu, akhirnya munculah Surya, Kaka Bumi dari belakang sambil memegang ponselnya.
"Eh, Bumi udah datang ya? maaf nunggu lama, soalnya tadi ada telepon dari pacar kaka. katanya gak bisa jemput karena ibunya sakit dan maaf seperti nya kaka ga bisa langsung pulang. Soalnya kaka mau ketemu pacar kaka dulu. Tolong sampaikan ke mama ya, dan kamu bawain kopernya." Surya pun menyerahkan kopernya dan pergi begitu saja. Namun, tak lama kemudian Surya berbalik kembali.
"Oh iya Kaka lupa, mana kunci mobil kamu? Kaka mau pergi, masa naik taksi sih. Sebaiknya kamu pulang sama teman-teman kamu sepertinya mereka sudah datang," tunjuknya ke arah, dimana temannya berada. lalu mengambil kunci dari Bumi. Kemudian pergi begitu saja tanpa melihat tampang Bumi yang seperti buah kelewat matang.
"Ahh!! ka lo nyebelin banget sih harusnya lo itu berterima kasih sama gue dan menghargai gue, yang udah jauh jauh menjemput lo, dan apa yang lo lakuin itu membuat gue marah. Ahhh kesel-kesel!!!" Bumi hanya merutuki kakanya yang menyebalkan itu, dan dia hanya bisa melampiaskannya dengan mengacak acak rambutnya, yang malah terlihat lebih keren. dan tak sedikit orang memperhatikannya. Apalagi perempuan disana yang melihat Bumi begitu menggemaskan.
"Bumi, Kaka lo mana?" tanya kiki, saat mereka telah sampai dan hanya melihat Bumi seorang dengan sebuah koper.
"Dari mana kalian hah! dari tadi gue nungguin lo pada kemana aja!" Kesal Bumi.
"Sorry, tadi kita habis makan dulu di cafenya si Ardan."
"Udah gue pengen pulang hari ini mood gue bener bener ancur. Dan kiki lo bawain koper kaka gue!" Dan mereka pun mengikuti kemaun Bumi. Karena mereka tau kalau sudah seperti ini, artinya Bumi tidak ingin di ganggu.
****
Di lain tempat, Ariestya sedang berada di rumah. Membantu sang ibu berjualan karena sang ibu sedang sakit." Bu apa ga sebaiknya kita ke rumah sakit aja," sambil merapihkan selimut ibu Ariestya yang sedikit merosot.
"Gak usah ibu pasti sembuh kok. Oh ya, kata kamu Dewa mau datang ke rumah, sebaiknya kamu siap-siap aja gih. Biar nanti, kalau Dewa datang ga berantakan," titah ibu Kumala.
"Iya Bu, kalau gitu ibu istirahat ya."
Ariestya pun keluar dari kamar ibunya dan merapihkan dagangannya.
Tak lama setelah merapihkan dagangan ibunya, Dewa pun datang.
"Assalamualaikum."
"Walikumsalalam. kakak udah datang duduk dulu kak, pasti Kaka cape," jawab Ariestya, kemudian Airestya pun mempersilahkan duduk terlebih dahulu kepada Dewa.
"Kamu gimana kabarnya sama ibu, baik-baik aja kan. tadi aku kahawatir banget loh denger ibu sakit," ujar Dewa dengan raut wajah khawatir.
"Aku baik ka kalau ibu ya gitu. tapi sekarang udah lebih baik kok."
"Oh ya Kaka mau di buatin apa? teh atau kopi?" tanya Ariestya kepada Dewa.
"Ga usah kaka ga mau ngerepotin kamu, kaka disini ga lama kok cuman mau jengukin ibu. Sekarang Kaka mau lihat kondisinya dulu, bolehkan Kaka masuk?" Ijin Dewa kepada Ariestya.
"Boleh. Tapi jangan lama-lama ya, soalnya ibu baru saja istirahat."
"Iya ayo kamu temenin kaka masuk ."
Ariestya dan Dewa pun masuk kedalam kamar yang di tepati ibunya Ariestya. Dewa yang melihat itu sangat sedih. "Apa ga sebaiknya ibu dibawa kerumah sakit aja. Aku hawatir loh sama kondisinya ibu."
"Aku tadi udah ngajakin, tapi ibunya ga mau, mau gimana lagi ka."
"Ya udah sebaiknya kita keluar aja, biarkan ibu istirahat. Dan aku juga mau pulang, dari tadi kan aku belum pulang. Takutnya mama marah." Ariestya dan Dewa pun keluar dari kamar ibunya.
"Ya udahlah aku antar kedepan ya ka. Hati-hati di jalan, sampai rumah langsung istirahat ya dan jangan lupa makan yang banyak," tuturnya perhatian.
"Iya, calon istriku ini perhatian banget sih," balas Dewa dengan gemas, Dewa pun mencubit pipi Ariestya pelan, bukan terlihat mencubit namun seprti mengelus, Sehingga pipi Ariestya bersemu merah karena malu di perlakukan seperti itu oleh Dewa.
"Ih Kaka sakit tau sudah sana cepat pulang." Melepaskan tangan dewa dari pipinya kemudian mendorong Dewa keluar rumahnya.
"Iya-iya kamu juga juga hati hati ya di rumah. Bye love you." Sambil melambaikan tangannya juga ciuman jauhnya, Ariestya hanya tersenyum dengan senang apa yang di lakukan Dewa menurut nya itu sangat lebay namun itu juga membuatnya senang sekaligus.
****
Ke esokan paginya di kediaman keluarga Bramantyo sedang terlihat sarapan bersama, sarapan yang biasanya sepi. Kini terliaht ramai, karena kehadiran sang putra sulung yang baru saja menyelesaikan studinya.
Keluarga Bumi bisa di sebut keluarga yang terpandang dan terhormat di kota ini bahkan bisa masuk jajaran 10 orang terkaya di Indonesia.
"Surya kemarin kemana dulu? Bumi jemput malah kamu tinggalin," ujar mamah Bumi, kepada putranya itu.
"Ka surya pulang ke rumah pacarnya dulu mah." Yang menjawab bukalah Surya melainkan Bumi. Yang pagi ini masih kesal akibat kejadian kemarin di sekolah dan di bandara.
Surya yang mendengar itupun hanya bisa tersenyum bodoh dengan apa yang kemarin ia lakukan.
"Maaf abis aku kemarin khawatir banget sama pacar aku, yang ga bisa jemput kiraiin kenapa ternyata ibunya sakit ya udah aku mampir dulu deh."
"Kamu udah punya pacar? sejak kapan? siapa namanya kok ga di kenalin sama mama?" tanya sang mama dengan beruntun.
Surya hanya tersenyum melihat tingkah ibunya yang begitu antusias tentang pacar barunya itu. Ia yakin, bahwa ibunya akan merestui hubunganya kali ini. karena kekasih barunya ini sangat baik dan sederhana.
"Nanti aku kenalin ke mama ko, sabar aja. karena kalau waktu dekat ini aku mengenalkannya sama mama. malah takunya ga mau dia mah," balas surya yang masih menyebunyikan hubungannya bersama sang kekasih.
'Ting'
suara pesan berbunyi milik surya yang ternyata dari sang kekasih.
Love
Kamu mau nganterin aku ga hari ini ?
Surya
Aku sekarang lagi di jalan kamu tunggu aja ya bye.
Ketika mendapat pesan dari sang kekasih
Surya pun dengan cepat menyelesaikan Sarapanya, dan bergegas menjemput sang kekasih.
"Mah aku pergi dulu," pamit Surya.
"Kamu mau kemana? sarapan kamu belum selesai kok udah mau pergi aja!!!" Teriak sang mamah
"Paling juga mau ketemu sama pacarnya Mah," balas Bumi.
"Tapi tidak sepagi ini juga kan."
"Yah Mama kaya yang ga tau aja kemarin juga aku di tinggalin gitu aja," teringat kemarin membuat Bumi kesal pagi ini.
"Ya udah Mah, Pah aku berangkat dulu ya." Bumi pun ikut pamit untuk pergi ke sekolah. Setelah menyelesaikan sarapannya.
Tbc
Makasih yang udh mampir juga udah yang mau baca dan vote dan komentarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Ilan Irliana
acciieee....pcr'y surya toh...hihi...
2021-09-05
0
heters62305
bukan
2021-05-14
0
Ayuk Adek
dewa sama Surya apakah orang yang sama?
2021-05-11
0