Rival baru

Drttt drttt drttt

Suara ponsel Bumi bergetar menandakan ada panggilan masuk. Seketika Bumi berhenti untuk melanjutkan langkahnya, lalu mengangkat telepon yang ternyata dari Bagas teman tongkrongannya.

"Halo ada apa bro?"

"...,"

"Ok, gue kesana sekarang."

Bib.

Panggilan pun terputus Bumi pun menaiki motornya lalu membawanya dengan kecepatan yang tinggi. Tak butuh waktu yang lama akhirnya Bumi pun sampai di tempat yang di tuju yaitu tempat ia biasa nongkrong bersama teman teman anak jalanan di sana.

"Akhirnya lo datang juga Bumi." Bagas menghampiri bumi. "gimana? lo terima atau tidak tawaran dari Galih untuk balapan malam ini," sambil berpelukan ala pria.

"Emang si Galih gak bosen apa nangtangin gue yang ujung-ujungnya dia kalah," ejek Bumi.

"Terus gimana nih. katanya sih bukan si Galih yang balapan sama lo tapi anak baru dari geng si Galih, katanya sih dia anak pindahan, anak sekolah Nusa 12 dan yang gue denger dia jago balap motor."

"Apa taruhannya sekarang. Motor, mobil, apa cewek. Dan bagi gue itu udah bosen kali, lagian kan lo tau walaupun gue menang tak pernah tuh gue ambil hadiahnya dan selalu gue  kasih sama lo dan anak anak yang lain."

"Bukan itu semua, Karena itu dah biasa, dia  pengen kasih tangtangan buat lo Pokonya kita ketemu di sana dan mendengar apa yang dia katakan. Katanya sih lo gak bakalan nolak."

"Ok kita berangkat Ke tempat biasa kan,"

sambil bersiap siap memakai helmnya.

"Iya. langsung semuanya kita berangkat, ingat jangan sampai orang tua kita tau," peringat Bagas.

Dan semua pun pergi dari tempat tersebut dan satu persatu mulai menjalankan motornya masing-masing dengan Bumi berada di paling depan.

kini semua anak-anak tongkrongan pun datang, satu persatu dan Bumi yang memimpin dari depan. Dengan gayanya yang khas Bumi membuka helmnya lalu beranjak dari motornya dan diikuti oleh teman yang lain.

"Akhirnya lo datang juga," ejek Galih kepada Bumi.

Dengan sinisnya Bumi menjawab perkataan Galih."Ngapain lo ngajak gue tantangan balap motor kali ini, apa lo gak malu kalah mulu? Lalu apa yang lo pertaruhkan dari ini cewek, mobil atau motor, gue udah bosen kali lebih baik lo pulang aja deh."

hahahaha

Teman teman Bumi pun tertawa mendengar perkataan Bumi.

"Lo semua jangan ketawa dulu gue jamin hari ini geng gue bakal Menang. Sebenarnya sih bukan gue yang ngajak taruhan tapi teman baru gue yang akan menjadi penantangnya," sambil menepuk bahu pria disampingnya.

"Oke lo bisa perkenalan dulu." Dengan angkuhnya Bumi mengatakan hal itu sambil berpangku tangan.

"Nama gue Ardana Muklis. lo bisa panggil gue Ardana." Ardana Menatap remeh ke arah Bumi dengan senyum devilnya.

"Apa maksud lo ngajak gue balapan?" tanya Bumi masih dengan nada angkuhnya.

"Engga, ini hanya sebagai bentuk perkenalan doang sih. Lalu untuk taruhan sendiri lo mau apa selain dari ketiga itu?" Ardan pun menyenderkan badannya ke mobil yang ia  bawa sambil mengeluarkan rokok di saku celananya, lalu mematikan korek dan  menghisapnya.

"Sebaiknya lo jangan kebanyakan basa basi deh, lo mau apa? Galih bilang lo punya sesuatu yang gak bakalan gue tolak?" Bumi mencoba mengikuti alur yang di buat oleh Ardana.

"Sebenarnya sih gak terlalu menarik, tapi kata galih biar lo setuju maka galih mengatakan hal itu, karena gue gak punya apa apa yang akan menjadi taruhan. Tapi sebagai perkenalan pertama kita akan adu kekuatan terlebih dahulu. Jika gue udah punya apa yang menarik kita bisa balap lagi," tawar Ardana lalu mematikan rokok yang sedang di hisapnya dengan cara di injak.

"Baiklah hanya untuk sebagai perkenalan saja gue terima."

"Serius lo mau terima." kini Bagas ikut menyahut.

"Iya gue serius, lagian gue lagi bete."

"Ok kita mulai sekarang."

Bumi dan Ardana pun bersiap-siap untuk memasuki arena Masing-masing.

"Dari hitungan mundur 3 .... 2 .... 1 .... mulai."

Bumi dan Ardana pun langsung menggas motor mereka dengan kecepatan yang tinggi. Posisi mereka masih seimbang namun tak lama kemudian Bumi memimpin 3 meter dari Ardana.

Bumi ....

Bumi ....

Bumi ....

Teman-teman bumi saling bersorak menyemangati Bumi begitu juga dengan teman teman Galih yang kini juga menjadi teman Ardana.

Dana ....

Dana ....

Dana ....

Ketika hampir saja Bumi akan sampai di garis finis Ardana langsung saja meggas kembali motornya hingga Bumi dan Ardana sampai di garis finish secara bersaman.

Kittt

Sura rem motor keduanya berbunyi. Dan mereka pun melepaskan helem masing-masing sambil tersenyum sinis di bibir masing-masing.

"Ternyata lo jago juga, tapi ini masih permulaan sihh akan lebih menarik jika ada sesuatu yang di pertaruhkan." Ardana melangkah maju kedepan begitu juga dengan Bumi. "oh ya denger-denger lo pernah kalah sama Galih bermain basket yang biasanya menang apa yang terjadi?"

"Gak usah lo ikut campur itu bukan urusan lo."

"Tapi akan menjadi urusan gue Karena yang akan menjadi rival lo itu Sekarang adalah gue ."

Bumi hanya terkekeh sinis mendengar hal itu.

"Apa Galih udah bosen jadi ketua geng hingga lo yang menjadi rival gue. Emang lo punya apa?" Dengan sinis Bumi mengatakan hal itu, kemudian meninggalkan Ardana. Menuju motor nya.

"Gue denger lo lagi deketin cewek gue harap lo beruntung bisa bertarung untuk untuk mendapatkannya." Ardana mencoba memancing emosi Bumi dengan mengatakan hal itu. "Dan gue pikir bagaimana jika taruhannya adalah dia." Ketika Bumi mendengar hal itu seketika emosinya langsung naik dan hampir saja ia akan melakukan sesuatu yang fatal kalau tidak di cegah oleh Bagas.

"Lo jangan pernah berurusan dengan dia kalau lo gak mau menyesal." Bumi mengetatkan rahangnya, mencoba menahan emosi yang menguasai dirinya.

"Memang kenapa? Bukanya Bumi sudah biasa menjadikan wanita sebagai taruhan balap motor. Lagian wanita itu juga tidak cantik tapi sedikit manis bukankah seperti itu." Dengan senyum miring yang terpatri di bibir Ardana."Gue mau dia menjadi taruhannya. tapi jika lo menolak artinya lo bisa menjadi anggota gue dan menjadi bawahan dari gue."

Hahaha

Seketika tawa Bumi pecah mendengar hal itu dari Ardana. Lalu kembali Dengan wajah sinis nya Bumi mengatakan bahwa Ariestya bukanlah gadis biasa. Dan Ardana menginginkannya, belum tau saja Ariestya seperti apa.

"Silahkan saja asal lo tau dia bukan gadis biasa. Galih saja akan takut jika melihat tatapannya apalagi lo,  belum melihat sama sekali jadi pikirkan baik-baik sebelum berencana."

Sambil menunjuk kepala Ardana. Lalu meninggalkan tempat tersebut diikuti dengan yang lain. Malam ini tak ada acara baku hantam seperti biasanya karena mereka sama sama seimbang atau seri. dan tak ada yang melakukan kecurangan, semuanya murni.

"Bukankah itu lebih menarik, dari pada yang lain kita lihat saja nanti." Gumam Ardana sambil menatap langit dengan pandangan yang kosong. orang yang melihatnya pasti tau bahwa orang tersebut sedang ada masalah.

"Ardana," panggil Galih, berlari dari arah belakang menghampiri Ardana."bagaimana sekarang apa udah lebih baik?" tanyanya.

"Ya sedikit." Sambil terus menatap langit tanpa mengalihkan pandangannya.

"Lo tau, gue gak akan pernah ngebiarin lo rusak lebih dari ini," sambil menepuk bahu Ardana. "Ini sudah cukupkan,  siapa tau di sana lo punya obat yang bisa menyembuhkan luka lo sepenuhnya. Sebaiknya kita pergi sekarang udah pukul dua dini hari, besok adalah hari pertama lo masuk sekolah baru. Jadi jangan terlambat untuk kesan pertama."

Ardana pun melihat jam tangannya dan benar waktu sudah menunjukkan  dua dini hari sebaiknya ia segera pulang.

"Sampai ketemu besok."

Ardana pun bertos ria ala pria sebelum pergi, dan menaiki motor masing masing berbeda dengan Ardana yang menaiki mobil. Jangan salah paham dulu tadi waktu balapan dengan Bumi sebenarnya ia memakai motor Galih karena tak mungkin kan jika ia menggunakan mobil, intinya seperti itu.

Tbc.

Jangan lupa vote and komentarnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!