Pagi ini, Ariestya datang terlambat ke sekolahnya. Dikarenakan harus mengurus sang ibu terlebih dahulu, sedangkan ia tak tau kalau hari ini ada apel pagi. sebagai konsekuensinya ia harus berdiri di depan dan itu sangat memalukan, di lihat oleh semua murid SMA Satu Nusa ini.
Namun, tak lama kemudian siswa lain pun ikut menyusul, yaitu Bumi dan teman temannya itu. Mereka pun berdiri di tengah lapangan dengan dia seorang wanitanya.
Setelah acara apel selesai semua murid di persilahkan untuk masuk ke kelas masing-masing tak terkecuali Ariestya, Bumi dan teman-temannya itu.
"Ariestya kenapa kamu datang terlambat hari ini?" tanya pak Agus kepala sekolah Satu Nusa yang tau tentang Ariestya adalah anak baik namun, kali ini Ariestya datang terlambat.
"Maaf pak tadi saya mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dahulu, sebab ibu saya lagi sakit pak." Jelas Ariestya memberi tahu alasannya mengapa ia terlambat datang ke sekolah, dengan kepala yang menunduk.
"Kalau begitu kamu sekarang masuk kelas," perintah pak Agus setelah mendengar alasan Ariestya, Dengan tegas pak kepala sekolah menyuruh Ariestya masuk ke dalam kelas.
Begitu dapat perintah Ariestya pun berjalan menuju kelasnya. Bumi yang mendengar itu pun ikut berjalan ke dalam kelas. Namun, baru beberapa langkah saja, Pak Agus mengintruksikan kepada mereka bahwa belum mendapatkan perintah untuk masuk ke dalam kelas.
"Eh kalin mau kemana hem?" tegasnya.
"Mau masuk kelas lah pak, apalagi." Kiki yang menjawab hal itu.
"Siapa suruh?"
"Lah tadi bapak bukannya bilang ya barusan," Rangga.
"Bapak menyuruh Ariestya bukan kalian, kembali ke tempat masing masing!" perintah kepala sekolah.
"Kalian semua, kenapa datang terlambat?" tanya pak Agus.
"Ah bapak kan tau sebelum masuk kelas kami nongkrong dulu abis gitu baru masuk kelas." Kini Bumi lah yang menjawab dengan santai seolah-olah tidak bersalah.
Mendengar apa yang di katakan bumi membuat pak Agus marah dengan ketidak sopan nan mereka." KALIAN! " Bentak pak Agus." Sekarang berdiri di sini sampai pelajaran kedua selesai." Dengan tegas, tanpa bantahan.
"Loh pak, kok ga Adil sih, kalau sama Ariestya di suruh langsung masuk. gak dihukum apapun. Lah, sama kita kok di suruh berdiri di lapangan samapi jam istirahat ini ga adil pak!" Protes Bumi tak terima dengan apa yang di lakukan oleh pak Agus kepadanya juga teman temannya.
Pak Agus yang merasa dirinya tak dihormati pun, langsung menambah hukuman yang akan di berikan kepada Bumi dan teman temannya itu.
"Sekarang kalian push up 50 kali jika kalian membantah maka akan bertambah!" Dengan nada yang tak dapat di bantah.
"MAWAR!" Panggil pak Agus.
"Iya pak." Mawar pun menghampiri pak Agus .
"Kamu awasi mereka jangan samapi mereka pergi sebelum menyelesaikan hukumannya, kamu yang akan menghitungnya, "perintah nya kepada Mawar,
"Dan kalin mulai jalani hukumannya." Pak agus pun pergi setelah membiarkan tugas kepda mawar untuk mengawasi mereka.
****
hosh hosh hosh
suara deru nafas mereka yang saling bersautan karena lelah.
"Gila pak agus ngasih hukum ga kira-kira."
Kiki sambil berbaring di lapangan setelah menyelesaikan hukumannya.
"Bener banget. Padahal kita cuma terlambat beberapa menit doang, dari cewek tadi tapi dia gak di kasih hukum ini ga adil banget," ujar Bumi tak terima.
"Ah gue benci banget tuh sama cewek sombong kaya dia," ujar kiki dengan raut sebal.
"Lo kenapa ki?" Bumi bertanya.
"Ga kenapa napa napa kok," balasnya.
"Oh ya katanya lo mau kerumah gue mau cerita tentang gadis tadi." Bumi ingat, kemarin kan mereka akan main kerumahnya dan kiki akan menceritakan perihal gadis sombong itu.
"Iya kan kemarin lo lagi ga mood waktu jemput Kaka lo. Karena lo yang malah di tinggal," ujar Angga.
"Iya ya, ya udah kalau gitu nanti siang lo semua ke rumah gue ok. Dan sebaiknya kita bolos aja hari ini, kita ke cafe nya si Ardan aja Nongkrong iya ga." Usul Kiki.
"Ehhh lo mah kalau kita bolos lagi nanti di kasih hukuman lagi, gue ogah ah capek," tolak Raka mendengar usulan Kiki.
"Ah lo mah ga asik Ka, mending kita aja kalau Raka ga mau ikut." kini Rangga yang mengatakan hal itu.
"Ya udah kita berangkat. Lo serius ga mau ikut?" Sekali lagi memastikan Raka apa akan berubah pikiran dan memilih ikut.
"Gak, dan juga ini masih terlalu pagi buat nongkrong. Kalau gitu, gue masuk kelas dulu." Sambil menepuk bahu Bumi. Raka pun berjalan menuju kelasnya.
Setelah Raka masuk kelas ,Bumi dan teman temannya beranjak berdiri dan pergi ke pintu gerbang sekolah yang berada di belakang.
sesampainya mereka di pintu belakang. ternyata, sudah ada bu heni selaku guru BK ada di sana, Bu Henny adalah guru yang tau siapa saja yang bolos lewat pintu belakang. Apalagi kebiasaan geng Bumi yang akan membolos ketika mendapatkan hukuman dan itu terus menerus dilakukan. Jadi ketika ia mendapatkan peringatan dari pak Agus untuk mengawasi geng nya Bumi itu.
"Hm hmm.," deheman Bu Heni.
"Eh bu Heni," jawab kiki dan Bumi barengan sedangkan Rangga dan Bintang hanya diam saja.
"Mau kemana kalian? sekarang bersihkan lapangan di belakang tanpa ada bantahan, jika kalian protes maka akan saya tambah." sambil berkaca pinggang Bu Heny melihat mereka dengan wajah angkuhnya.
Sedangkan Bumi dan temannya merutuki diri mereka sendiri kenapa tidak mendengar kan apa yang di katakan Raka, mungkin sekarang mereka bisa santai santai di dalam kelas padahal sekarang ada jam kosong pak Ibnu.
Dan disinilah mereka di lapangan belakang sekolah yang jarang di pakai, di sini sangatlah kotor karena jarang di pakai apalagi dedaunan yang memupuk hingga mereka yang membersihkan lapangan ini kewalahan.
Krrrrringgg
Bel pun berbunyi dan jam istirahat pun di mulai, banyak murid yang berhamburan untuk keluar beristirahat.
"Tya .... Tya." Panggil salah satu teman Ariestya.
"Ya ada apa?" Ariestya pun menghampiri teman yang memanggilnya tadi.
"Kamu tadi kenapa datang terlambat tidak biasanya?" tanya Vina teman sekelasnya.
"Aku harus ngerjain tugas rumah terlebih dahulu, ibuku sakit, awalnya aku mau izin hari ini tapi ibu ga izinin?" Dengan muka sedih Ariestya menceritakan tentang kondisi ibunya.
Vina yang mendengar itu merasa iba ,apa yang telah menimpa temanya itu. Tapi sayang sekali, ia pun tak bisa melakukan apa-apa.
Sedangkan Bumi dan teman-temannya sedang nongkrong di kantin. Setelah mendapat kan hukum mereka pun pergi ke kantin untuk mengisi perut kosong mereka.
"Eh kiki coba lo ceritain tentang cewek kemarin," ucap Bumi yang tak sabar.
"Ok! sebenarnya kita pernah sekelas tuh sama si Ariestya. Cuman dia itu tertutup sama semua orang, Ariestya di kenal satu sekolah ini dengan kepribadiannya yang jutek, cuek apalagi sama cowok," terangnya dengan jelas."Dan asal lo tau jika ada cowok yang nyentuh ujung rambutnya sekalipun langsung digampar tuh." Dengan sedikit emosi kiki menjelaskan perihal itu.
"Lo tau darimana? " tanya Bintang
"Karena cowok yang di gampar itu gue." Dengan cueknya sambil memakan batagor.
"Hahahaha." Bintang yang mendengar kiki di gampar oleh cewek pun seketika tertawa terbahak-bahak.
"Diam lo!" Kiki pun menoyor kepala Bintang karena sedari tadi mentertawakan diri nya.
"Hmm." Bumi yang mendengar nya pun seolah tertarik. untuk mencoba untuk menaklukan cewek sejenis itu dan ini akan menjadi tantangan tersendiri.
Vote and komentar nya ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments