masa bodo

"Hai selamat pagi Sayang," sapa seorang gadis kepada Bumi, yang tak lain adalah pacar barunya sejak seminggu yang lalu.

"Pagi," balas Bumi, masih sibuk dengan ponsel  yang  berada di genggamannya.

"Kamu lagi apa Sayang?" tanya Septi, nama pacar baru Bumi seminggu ini. Septi pun duduk di bangku depan, yang sedang Bumi dan teman-temannya duduki.

Lain dengan Bumi yang hanya diam, dan terus saja memainkan ponselnya. Tanpa menjawab pertanyaan yang menurutnya tidak penting itu. Bumi malah asyik dengan game di ponselnya.

Septi yang merasa diabaikan pun langsung mengambil ponsel Bumi.

"Kamu lagi ngapain sih! sibuk main handphone sedangkan aku  di sini. Aku nanya kamu malah diam aja!" marah Septi

Bumi hanya mendengus kesal dengan kelakuan pacar barunya, sedangkan teman-temannya hanya memperhatikan apa yang di lakukan Septi kepada Bumi.

"Lo yang apa-apaan, main ngambil handphone gue hah!" balas Bumi dengan sama.

"Aku cuman gak mau kamu mengabaikan aku, ketika aku sama kamu gitu aja kok. dan apa masalahnya, aku ngambil handphone kamu, aku kan pacar kamu," jawab Septi dengan manjanya sambil memegang tangan Bumi.

Bumi yang merasa risih dengan kelakuan pacar barunya itupun, dengan sedikit paksa melepaskan tangan Septi dari lengannya." Sebaiknya lo kembali ke kelas, bentar lagi bel masuk bunyi,"  ujar Bumi yang sudah tak tahan dengan tingkah Septi. Kemudian mengambil handphonenya kembali.

"Kamu ngusir aku!?" Dengan menunjuk dirinya sendiri. Dengan suara naik satu oktaf.

"Bukan. Tapi, gue  mau lo  cepat masuk kelas. Takutnya nanti ada guru yang masuk," kilah Bumi.

"Tapi aku kan____"Belum selesai Septi mengatakan sesuatu, Bumi sudah menarik tangan Septi keluar dari kelasnya dan menutup pintunya.

"Huh punya pacar kok ribet banget ya." Celetukan khas seorang Kiki, pria yang bisa di sebut tukang gosip itu.

"Alah ngomong aja lo sirik sama Bumi. Karena udah punya pacar baru lagi," balas Bintang kepada kiki.

Mendengar apa yang dikatakan Bintang,  kiki pun mengakhiri game di ponsel-nya

"Apa lo bilang. Sirik? gak laya, gue lebih baik ga punya pacar dari pada  punya modelan kaya si Septi. Ihhhh," jawab kiki sambil bergidik ngeri.

"Bumi, kok lo bisa sih. Punya pacar kaya si septi itu. Udah dandannya menor, manja, genit lagi." Ucap kiki menjelek-jelekan pacar baru Bumi.

Sedangkan Bumi yang mendengar kiki menjelekkan-jelekan Septi hanya diam masa bodo karena ia memang tak peduli.

"Kok lo diem aja sih, Kiki bilang gitu sama pacar lo. Emang lo gak marah?  dasar gak punya perasaan lo." timpal Raka

"Lo kan tau Gue hanya main-main aja tuh sama cewek, ga ada yang lain. kalau masalah pacaran  kalian tau, gue ga pernah bawa yang namanya perasaan. Dan kiki mau bilang apa ya terserah. Gue gak peduli," balas Bumi.

"Lagian lo ini ngapain nanya? yang tentu sudah tau jawabannya. Malah pake nanya segala." Sahut kiki kepada Raka

Kringg

Bel masuk pun berbunyi, tanda pelajaran akan di mulai. Tak lama kemudian, guru pun masuk untuk mengajar. Seketika, kelas yang tadinya ramai kini menjadi sunyi. Dan Yang terdengar hanya lah guru yang sedang menjelaskan materi.

"Selamat pagi anak-anak. Hari ini, kita akan memulai pelajaran tentang bisnis, dan bapak minta kalian membuat tugas masing-masing. yaitu rencana kalian ke depan nya dalam berbisnis, dan kalian bebas menentukan tema bisinis apa yang kalian jalani di masa depan nanti."

Dan bla bla bla seterusnya semua siswa menyimak apa yang di sampaikan oleh guru.

Tak terkecuali Bumi yang sedang memainkan handphonenya sambil cekikikan sendiri.

Kringggg

Setelah jam pelajaran yang ke dua selesai. kini, semua murid pun keluar kelas untuk jajan atau lainya. Seperti biasa, Bumi dan teman-temannya beriringan berjalan ke kantin hal itu menjadi sudah biasa. ketika mereka lewat para wanita akan berteriak heboh memanggil nama mereka masing masing.

"Aaaaa!!! ka Bumi ganteng!!" jerit siswi yang melihat Bumi lewat

"Ka Ardan! kiki!!! " teriak mereka

"Ya ampun, kamu lihat ga itu ka Raka ganteng banget, dan lihat betapa gagahnya cara dia berjalan, hati ini meleleh bang." Dan pujian-pujian lainya. Tapi, tentu tidak hanya wanita saja yang memuji mereka, banyak dari kaum adam pun ikut memuji ketampanan dan kesolidaritas pertemanan mereka yang begitu lengket.

Sesampainya di kantin...

"Eh Bumi kita mau dimana nih kursinya udah penuh kayanya ga muat kalau buat kita berlima deh?" ujar Bintang yang melihat bahwa semua meja di kantin yang penuh. Tapi,  Raka melihat ada meja yang masih kosong hanya ada satu wanita saja yang sedang makan sambil membaca buku dengan tenang. Tanpa terganggu suara teriakan dari para fans mereka.

"Eh ka, mejanya penuh ya. di sini aja bareng kami," tawar salah satu siswi kepada mereka.

"Maaf kami ga suka kalau ada orang asing di meja kami," balas Ardan dengan cuek. Dan seperti yang Raka bilang bahwa ada bangku kosong dan mereka akan duduk di sana. dengan mengusir siswi tersebut. Yang tak lain adalah  Ariestya Kumala, siswi paling cuek dan masa bodo itu.

"Bisa lo pergi dari meja ini kita mau makan di sini," usir salah satu teman Bumi, kiki.

"Bisa tidak, untuk tidak menggangu orang, saya sedang ingin di sini, Sebaiknya kalian cari tempat yang lain dengan sukarela meninggalkan tempatnya untuk kalian." Masih dengan membaca buku yang di tangannya itu. Tanpa melihat siapa lawan bicaranya.

sedangkan Bumi yang melihat dan mendengar apa yang di katakan Ariestya dibuat kesal sehingga.

braaakkk

Bumi memukul meja yang sedang di tempati Ariestya. Dan membuat semua siswa terkejut melihat hal itu, dan menghentikan sejenak acara makan mereka dan lebih memilih melihat apa yang akan terjadi.

"Lo ga tau siapa gue hah!" Bentak Bumi pada  Ariestya.

"Hmmmm." Jawab Ariestya Sambil mengedikan bahunya ke atas. Tidak peduli.

"Heh cewek budeg! pergi ga lo dari meja ini!" Saking kesalnya Bumi samapi sampai Bumi harus menahan emosinya agar tidak meledak.

"Udah deh lebih baik kita cari meja yang lain aja, sepertinya ada yang sudah selesai makan dan kita bisa pergi dari sini. dari pada harus berdebat disini." Lerai Raka bijak.

"Gue ga mau, gue pengen duduk di meja ini bagai manapun titik," tolak Bumi Dengan nada penuh tekanan.

"Ayolah Bumi jangan kekanakan sebaiknya kita mengalah saja,'' ujar Ardan.

Dan tiba-tiba saja Ariestya berdiri dan pergi meninggalkan kantin sekolah begitu saja. Setalah menghabiskan makanannya yang telah ia bayar itu.

Tanpa perduli apa yang mereka katakan tentang dirinya. Dan hal itu membuat amarah Bumi tak terbendung lagi.

"Heh cewek bego!! ga punya sopan santun, malah pergi begitu aja dasar sialan lo, liat aja nanti apa yang bakal gue lakuin." Maki Bumi

"Udah deh Bum, ayo kita duduk," ajak Rangga.

"Lo aja deh gue ga nafsu lagi." Bumi pergi begitu saja meninggalkan temannya.

"Eh, Bumi lo mau kemana!!" Panggil Kiki.

Melihat Bumi meninggalkan kantin.

Kringggg

Jam pulang akhirnya berbunyi semua murid berhamburan keluar kecuali mereka yang ikut ekskul. Seperti bola basket, pramuka dan lainnya.

"Eh Bumi lo kok ga masuk kelas tadi kenapa?" tanya Kiki.

"Ki lo tau siap cewek tadi?" Bumi malah balik bertanya. Dan mengabaikan pertanyaan Kiki.

"Tau emang kenapa?" jawab Kiki.

"Nanti lo ke rumah gue, kasih tau informasi cewek tadi sedetail mungkin." Bumi pun melemparkan bola basket begitu saja. Ia masih terlihat kesal dengan kejadian di kantin.

"Yoi kita cabut. kita mau nongkrong dimana nih hari ini?" tanya Raka, mengikuti langkah Bumi yang berjalan di depan.

"Hari ini gue ga ikut. Gue mau jemput kaka gue yang baru datang dari Australia. kalau kalian mau ikut boleh aja sih," tawar  dan menolak ajakan untuk nongkrong.

"Kalau gitu kita ikut aja, lagian kita juga udah lama ga ketemu kaka lo, ya ga?" Ujar Bintang meminta persetujuan.

"Yoi bro," timpal Kiki.

Setelah sampai di parkiran sekolah merekapun menaiki motornya masing masing.

****

Sesampainya di rumah Ariestya hanya bisa mendesah nafasnya lelah dalam benaknya ia berkata, menyebalkan sekali hari ini. apa yang terjadi di kantin tadi siang, aku tidak menanggapinya dengan serius. Lagipula kalau aku membalasnya pasti akan lebih panjang. Lebih baik aku pergi bukan? Masa bodo apa yang di pikiran mereka tentang diriku ini, yang begitu cuek pada pria sombong itu.

"Sebaiknya aku segera membersihkan diri sepertinya sebentar lagi ibu pasti pulang," gumamnya.

Terpopuler

Comments

As Ia🦄

As Ia🦄

aku jadi membawa bunga😁

2021-07-11

0

Septi Ramawati

Septi Ramawati

q hadir..

2021-01-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!