undangan pesta

Jangan lupa vote dan komentar nya guys.

Beberapa Minggu setelah insiden itu, Bumi kini sudah melupakannya. Walaupun tak sepenuhnya dalam hatinya ia berjanji akan membalas semua perbuatan Ariestya kepadanya. Tapi tidak sekarang ia hanya menunggu waktu yang tepat saja.

Pagi ini sekolah terlihat biasa dan berjalan normal begitu juga dengan Bumi dan yang lainnya semuanya seperti semula kiki yang cerewet seperti perempuan dan Raka yang sok bijak .

"Diandra gadis cantik pujaan nya kiki ada apa gerangan datang kemari." Mendengar apa yang baru saja di katakan kiki membuat Rangga Raka dan Bumi bergidik jijik

"Ouhh kiki, lo lebay amat sih." Rangga dengan muka jijiknya.

Sedangkan Diandra yang mendengar hal itu hanya terkekeh geli melihat kelakuan kiki dan teman temannya itu.

"Jangan sok deh, ngeledek gue ya," tunjuknya kepada temannya temannya.

"Ehmmm" Diandra pun mencoba mengendalikan dirinya agar bisa fokus akan apa yang akan ia sampaikan kepada teman-temannya.

"Hm jadi begini, aku kesini berniat untuk mengundang kalian ke pesta ulang tahun ku nanti yang ke tujuh belas dan semua siswa di sini di undang kok. dan aku berharap kalian datang terutama kamu Bumi, aku sangat mengharapkannya." Diandra mengatakan hal itu dengan lancar dan ketika ia mengatakan bahwa ia berharap Bumi datang, ia menunjukkan dengan tatapan harap nya. kemudian mengalihkan pandangannya kembali kepada mereka semua.

Bumi yang mendengar hal itu pun hanya tersenyum untuk menanggapi itu.

"Iya aku akan datang kok dan aku akan memastikan hal itu."

"Terimakasih Bumi aku tunggu kedatangannya jangan sampai lupa," ingatkan Diandra dengan senyum merekah bahagia.

"Iya aku janji dan teman yang lainnya pun akan datang," janji Bumi

"Janji ya." Diandra memastikan.

"Iya kamu bisa pegang omongan aku."

"Ok aku pegang."

"Oh ya Diandra kapan acaranya berlangsung dan dimana? Tanya Raka

"Iya nanti acaranya di adakan di rumah ku dan acara nanti minggu depan. ku harap kalian semua datang." Dengan senyum manisnya ia berikan kepada semua.

"Duh Diandra jangan senyum gitu dong akukan jadi meleleh." Dengan wajah yang soknya Raka mengatakan hal itu dan sontak saja semua teman Bumi tertawa melihat tingkah baru Raka yang baru saja di perlihatkan.

"Apa Apa?" tanyanya sambil menaikkan dagunya itu.

"Ngetawain gue, apa ada yang  lucu," ujar Raka sambil berdecak mengatakan hal itu.

"Lo sejak kapan jadi bucin kaya gitu? haha," masih dengan sisa tawanya Binatang bertanya.

"Sejak ada Diandra iya ga Dian," sambil mengedipkan sebelah matanya Raka melakukanya dan itu semua tidak luput dari perhatian semua siswa yang ada di kelas Bumi.

"Hahahaha"

Dan pecah lah semua tawa anak anak di kelas Bumi yang melihat kelakuan Raka yang baru saja di perlihatkan. Semua itu tak menyangka akan hal itu Raka yang di kenal cuek kini tengah menggoda anak baru dan parahnya lagi itu tidak sesuai dengan nada yang begitu datar.

"Kalau begitu, aku pergi dulu ya dan jangan lupa minggu depan datang ya." Diandra pun keluar dari kelas bumi setelah mengatakan hal itu.

Pltakk

"Oyy  ngapain mainn kotak jitak-jitak kepala gue, sakit tau," cap Bintang.

kiki sebagi pelaku kekerasan tersebut hanya bisa nyengir gak jelas.

"Lagian lo ngapain dari tadi sibuk main hp mulu."

"Ya suka suka gue lah mau Main ke mau apa itu terserah gue. Ganggu aja lo kan gue jadi kalah," sebal Bintang, karena ia kalah bermain game online nya. Ia pun mematikan handphone.

Skip

"Tya, apakah nanti kamu akan menghadiri pesta ulang tahun Diandra?" Tanya vina yang kini tengah menghadap meja Ariestya.

Sedangkan Ariestya yang mendengar pertanyaan hal itu diam terlebih dahulu sebelum menjawabnya. Ariestya bukanlah anak jaman sekarang yang akan ikut hal yang seperti itu karena baginya itu tidak penting dan untuk apa ia  datang sedangkan ia saja tidak tau siapa yang akan berulang tahun.

"Memangnya siapa yang akan berulang tahun?" tanyanya.

"Kok kamu lupa sih itu yang anak baru loh kok ga kenal padahal dia satu kelas sama kita." Vina tak heran dengan pernyataan Ariestya Karena ia tahu bahwa Ariestya bukanlah orang yang suka kepo dengan orang orang yang menurutnya ga penting." Kamu masih belum berkenalan dengannya?" tanyanya lagi.

"Aku tidak tau mungkin aku melupakan kejadian saat aku berkenalan dengannya."

Jawab Ariestya yang kini beralih membaca buku bukunya.

"Tapi kamu akan datang kan. kalau begitu kita pergi bersama, kamu mau ga?"

"Aku ga tau, lagian untuk apa aku datang ke sana?" Dengan cueknya Aristya mengatakan hal itu.

Vina yang mendengar hal itu pun menghela napasnya jengkel dengan tingkah Ariestya yang enggan bergaul dengan siapapun. Ia bahkan mencoba hal itu dan rasanya sangat sulit. Apa salahnya sih berteman, apa ada yang salah. Tapi ia tak akan menyerah untuk menjadi teman Ariestya gadis cuek yang tak tersentuh itu.

"Bukan masalah penting ga penting nya tapi kamu bisa berbaur di sana dan mencoba pengalaman baru dan melihat bagaimana kehidupan mereka yang berada itu," jelasnya dengan senyum manisnya vina mencoba untuk mengajak Ariestya.

"Mungkin lain kali saja."

"Tidak tidak, Ariestya tidak ada yang namanya lain kali lagipula ini jarang banget loh kamu yakin ga mau ikut atau setidaknya melihat lihat di sana."

"Maaf vina aku tak akan melakukan hal yang menurut ku itu tidak penting. dari pada aku datang ke pesta ulang tahun Diandra yang tidak aku kenalnya dengan baik. Lagipula aku tidak sedekat itu harus menghadirinya." Ariestya mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca kemudian ia menatap Vina sejenak." Lagi pula aku ada urusan Minggu depan," lanjutanya, kemudian kembali dengan aktivitas semula.

kecewa itulah yang dirasakan Vina dengan jawaban Ariestya. padahal ia berharap Ariestya akan ikut lalu pergi bersamanya. Namun, harapan itu harus pupus ketika Ariestya menolak datang ke sana.

"Kalau begitu aku juga tidak akan datang. lagipula untuk apa aku datang. benarkan."

"Loh kenapa begitu bukannya kamu ingin datang lalu kenapa sekarang ga jadi." Kemudian ia menutupi bukanya dan menatap Vina, ia mencoba fokus dengan obrolannya kali ini.

"Lagian sih kamu tidak mau ikut, aku kan tak punya temen untuk pergi ke sana."

"Lah bukanya semua siswa di sini di undang, otomatis kamu punya temankan."

"Iya tapi aku tak mau pergi dengan mereka kamu tau kan kita itu sama dan ini pertama kalinya aku di undang ke sebuah pesta," Jelas Vina.

"Aku hanya ingin melihat dan merasakan seperti apa pesta orang kaya, rasanya bagaimana lalu suasananya juga dekorasi makanan dan semuanya." Dengan riang Vina menjelaskan hal itu.

Ariestya yang melihat itu merasa kasian dan tak enak. Namun, bagaimana lagi dia tak bisa. Minggu depan ia akan mulai bekerja paruh waktu di sebuah ketering makanan untuk sebuah pesta ulang tahun. dan mana mungkin ia pergi ke pesta. Ariestya pun menghela nafasnya dan mencoba untuk meminta maaf karena tak bisa menemani Vina.

"Iya ga papa kok aku mengerti." Dengan senyum dipaksakan Vina mencoba mengerti memahami posisi Ariestya.

Namun, tetap saja perasaan Ariestya tak tenang.

Tak lama kemudian bel pun berbunyi, semua murid pun  berhamburan masuk ke dalam kelasnya masing-masing.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!