Terkuak 5

"Tok tok tok..."

"Juragan putri,sarapan sudah Mbok Rum siapkan di meja,Den Seno minta juragan putri buat makan bersama."ucap seorang abdi dalem di depan pintu kamar warsinah.

"Iya,saya kebelakang sebentar lagi."jawab Warsinah masih dari dalam kamarnya.

Warsinah yang sudah terlihat ayu mengenakan baju terusan warna hijau dengan hiasan pita di bagian dada kini berjalan menuju meja makan yang letaknya tak jauh dari dapur.

Disana sudah tampak Seno Suaminya tengah menyendok nasi dari bakul.

"Makan Dek,"ucap Seno.

Warsinah hanya mengangguk dan segera duduk di kursi kayu menghadap suaminya.

Di samping meja Seno tampak sebuah piring kotor beserta sendok dan garpu yang terlihat sudah kosong,dan itu menandakan baru saja ada orang selesai makan sebelum Warsinah datang.

"Oh...itu tadi Kang Karsin makan duluan,soalnya buru-buru mau ke kebun."

Ucap Seno menjelaskan karna melihat pandangan mata Warsinah yang mengarah pada piring kotor tersebut.

Sekali lagi Warsinah hanya mengangguk.

Ia tak mungkin bertanya lagi,meskipun sejujurnya tak percaya pada penuturan Suaminya itu.

Mana mungkin seorang supir makan mendahului majikanya,dalam meja yang sama pula.

Selesai makan Warsinah membereskan piring kotor miliknya dan suaminya.

Warsinah kemudian masuk ke kamar kembali.

Hatinya kini berkecamuk begitu banyak tanda tanya.

Tanpa berani mencari kebenaran karna hari-hari yang ia lewati tetap begitu-begitu saja.

Waktu yang terus bergulir membuat warsinah kini mulai bisa membaur dengan para pekerja,terutama Amin dan Mbok Rum.

Ibu dan Anak yang sudah sekian belas tahun mengabdi pada keluarga Seno.

Di satu waktu,terlihat Karsin dan Seno terlibat pembicaraan serius.

Esok harinya tampaklah Karsin keluar dari kamarnya dengan membawa rangsel yang cukup besar.

Warsinah yang baru saja keluar dari kamarnya yang letaknya berada di bagian paling depan berpapasan dengan Karsin.

Karsin hanya menatap sebentar lalu tersenyum dan memngangguk.

Dari kejauhan tampaklah mobil yang dikendarai Karsin melaju nenjauh.

Di saat jam makan,Warsinah memberanikan diri bertanya pada Seno suaminya.

"Mas,tadi Kang Karsin kok bawa rangsel?"

"Oh iya Dek,dia mau ke kota,mengurus kerjasama pembangunan penginapan dekat area wisata di daerah sini."

"Maksutnya,Mas nyuruh Kang Karsin ke kota gitu?"tanya Warsinah dan hanya di jawab senyuman keki oleh Seno.

Hari telah beranjak meninggalkan siang,pukul tiga tampaklah Mbok Rum tengah membereskan sebuah lemari di gudang belakang.

Warsinah yang tadinya hanya iseng ingin memetik daun so akhirnya memilih menghampiri Mbok Rum.

Warsinah tengah melihat aktifitas Mbok Rum tanpa mengucap sepatah katapun.

Sampai saat Mbok Rum membersihkan sebuah figura yang membingkai selembar foto keluarga.

Suami istri dan Anak laki-lakinya yang sudah beranjak dewasa.

Sang Ayah jelas sekali Warsinah kenal,karna beliau adalah Ayah mertuanya.

Dan Sang Istri jelas juga jika itu adalah Ibu mertuanya.

Namun sebuah hal yang membuat Warsinah kaget,yaitu foto Karsin

muda yang berada di tengah.

Menggambarkan seolah-olah dia adalah Seno Suaminya.

"Mbok..."ucap Warsinah pelan.

Mbok Rum tampak kaget karna tak melihat kedatangan Warsinah.

Seketika Mbik Rum bangkit dari duduknya,ia tampak kebingungan dan segera menyembunyikan figura yang barusan ia bersihkan dan sesekali di elusnya.

Entah apa yang sebenarnya terjadi,karna tak pernah ada jawaban pasti tiap kali Warsinah bertanya.

Ia hanya akan dapat sekilas senyum yang tak jelas artinya ketika ia ingin memperjelas sesuatu yang di rasanya aneh.

Tak terasa sebulan lebih Warsinah berada di rumah itu.

Menyandang status juragan putri tapi itu hanya sebagai gelar saja.

Selama sebulan lamanya tak sekalipun Seno suaminya mau menyentuhnya.

Bahkan Seno selalu tidur di ruang kerjanya dengan beraneka ragam alasan.

Warsinah semakin hari semakin curiga hingga munculah ide,ia inggin manggil Seno dengan menyebut nama Karsin.

Kesempatan untuk melancarkan aksi nekatnya pun datang.

Setelah setengah bulan Karsin menghilang kini tiba-tiba ia kembali dengan mebawa beberapa Perempuan usia tiga puluh lima tahunan.

Warsinah awalnya hanya diam mendengarkan Karsin memberi titah pada empat Perempuan yang di bawanya bak seorang juragan.

Jadi,tugas kalian disini,melayani dan menemani Istri Den Seno terlebih ketika Beliau tak ada di rumah.

Sementara Mbok sama Amin akan ikut saya buat tinggal di tempat baru.

Satu lagi,setelah ini saya akan sangat jarang ke sini,jadi kalau ada perlu apa-apa kalian bilanglah pada dua orang penjaga yang ada di depan.

Warsinah yang awalnya tak taupun akhirnya menengok kedepan dan benar,ada dua orang Lelaki tengah duduk di teras,seorang kurus berambut kribo dan satu orang lagi botak dengan tubuh sekal tapi agak pendek.

Karsin yang sudah selesai memberi instruksi kini tampak menikmati menu makan malam karna jam sudah menunjukkan pukul 19:05.

"Mbok habis ini langsung kemas barang,sekalian Amin juga."ucap Karsin pelan tapi masih bisa di dengar oleh Warsinah.

"Iya Den..."jawab Mbok Rum.

"Kog Mbok Rum manggil Den...."pikir Warsinah dalam hati.

Warsinah melihat Seno tengah duduk masih di tempat makan sambil menekan-nekan tombol hape.

"Udah makanya Mas Seno?"ucap Warsinah,sambil berlalu keluar.

"Udah."jawab Karsin,tanpa menoleh.

Sekian detik kemudian barulah ia melihat ke arah Warsinah.

"Eumm....maaf juragan putri tadi manggil saya..."

Ucap Karsin menghampiri Warsinah yang tengah menata bunga lily putih yang baru saja ia petik di teras rumah mbale.

"E...maksutnya...apa ya Kang Karsin,saya nggak manggil tuu..."

Karsin hanya terbengong melihat gaya bicara Warsinah yang terlihat seperti menyimpan makna.

"Kang Karsin masih ada yang mau dibicarakan nggak ya,kalau nggak saya mau pamit ke kamar,takutnya jadi fitnah kalau sampai dilihat Mas Seno."

Ucapan Warsinah berhasil membangunkan Karsin dari dunia argumentasi dalam pikirannya.

"Oh....udah nggak ada kok,maaf."ucap Karsin.

Warsinah berlalu masuk ke kamarnya,ia menagis kembali,meratapi nasibnya.

Setelah Ayahnya meninggal dan hidup bersama Ibu tiri yang selalu menyudutkanya,kini ia harus hidup dengan Suami yang tak menginginkannya.

Warsinah benar-benar sakit hati,ia yakin jika Karsinlah Seno yang sesungguhnya.

Hati kecilnya mengatakan untuk segera membongkar kebenaran itu,iapun bertekat untuk mengorek informasi dari Mbok Rum esok hari.

Tapi lagi-lagi,Warsinah harus menelan pil pahit,karna di luar sana ternyata sosok Mbok Rum dan Amin Anaknya tengah memasukkan barang-barang mereka ke mobil,keduanya pun turut serta masuk ke mobil yang dikemudikan oleh Karsin.

Warsinah yang mendengar suara mobil di starterpun akahirnya keluar dari kamar,di lihatnya mobil itu telah beranjak.

"Dia telah pergi....."lirih Warsinah,di tengah airmata yang mulai berjatuhan.

Betapa ia merasa menjadi manusia yang sangat tidak di inginkan oleh siapapun di dunia ini....

Terpopuler

Comments

Yuli Fitria

Yuli Fitria

Nanti di tumis sama tahu ya Warsinah, enak loh 🤤

2022-09-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!