Terkuak 3

"Mohon maaf,Mas...saya benar benar nggak sengaja,saya gak dengar suara mobil jadi nggak minggir tadi?"

Ucap perempuan yang berdaster putih selutut tadi.

"Mas...Mas ini pada baik-baik saja to?"imbuhnya lagi sambil mendekat ke arah kedua orang yang masih terbengong.

Karsin yang reflek berlari ke belakang Seno saat merasa melihat Warsinah masih saja memegang tangan Seno.

"Oh iya Mbak,kami nggak apa-apa."

"Mbaknya ada yang lecet atau cidera apa nggak ya?"

Tanya Seno pada si Mbak berbaju putih.

"Oh saya gak apa-apa kok Mas."

"Masnya yang itu tadi ngeremnya pas banget,jadi ndak sempat nabrak saya."

Ucap si Mbak yang kemudian pamit permisi.

Si Mbak tersebut kemudian berjalan menuju sawah.

"Kang,"panggil Seno pada Karsin.

"Iya Gan...mirip banget ya?"jawab Karsin.

"Lah Kang Karsin juga liat to tadi?"Seno balik bertanya.

"Iya,sekilas tadi tak kira Juragan putri."

"Tapi kog jadi orang lain ya?"ucap Karsin bertanya pada diri sendiri.

"Yoweslah Kang,yuk kita jalan lagi."putus Seno.

Kendaraan roda empat itu telah beranjak menjauh.

Meninggalkan sosok berbaju putih yang tengah menangis kesenggukan dan sesekali mengelap ingusnya.

Warsinah yang baru saja nekat menampakkan wujudnya di depan sang juragan yang adalah suaminya itu kini menagis pilu.

Bagaimana tidak,Semenjak kedatangan Bapaknya Seno ke kediaman Warsinah kini hidup Warsinah menjadi berakhir berantakan.

Flasback on*

"Kulanuwon"

Seorang lelaki paruh baya berada di depan pintu bale rumah Warsinah.

"Monggo,maaf mau nyari siapa nggih?"Tanya Warsinah.

"Nduk Kang Subi ada nek rumah apa ndak ya?"tanya sang tamu.

"Silahkan duduk dulu Pak,itu Bapak ada kok,tasek teng griyo wingkeng."jawab Warsinah.

"Tek panggilken dulu nggih Pak"

Warsinah kemudian ke belakang untuk memanggil Ayahnya.

Sekian menit kedua orang lelaki yang sudah berumur itu terlibat perbincangan.

Warsinah datang ke ruang tamu sembari membawa sebuah nampan yang berisi dua cangkir kopi dan sepiring uli goreng serta setoples keripik sukun.

"Silahkan didahar Pak."

Ucap Warsinah sembari menyuguhkan apa yang ia bawa tadi,setelahnya Warsinah kembali ke belakang.

"Kang,iku Anakmu uayu tenan yo Kang,nek dijodohne karo Seno kayake cuocok lo."terang sang tamu yang adalah Ayah dari Seno.

"Yo aku itu iyo ae lah,Wong ndak o jadi mantu Seno itu wes kayak Anak mbarep kok buatku ."

"Lho Aku serius lo Kang,aku itu ndak yakin sama Anak-anak kota yang biasa ikut dia pulang itu,biasanya itu kalau lagi kkn wes pada berisik polahnya nggak karu-karuan,pakaiannya juga nggak tau unggah ungguh."

"Wes pokoke hari ini juga Anakmu itu tak lamar buat Seno."

Tiga hari berlalu dari hari itu.

Ayah Seno kembali dengan beberapa abdi ndalem.

Membawa sandangan sepengadek dan juga sekotak perhiasan serta sebuah kotak emas yang sudah cukup usang.

Ayah Seno juga membuat sebuah surat perjanjian yang menyatakan jika mereka melakukan perjodohan antara Seno dan Warsinah.

Di dalam surat tersebut juga Ayah Seno mencantumkan jika sebgian dari kekayaannya 50% ia wariskan pada Warsinah.

Setelahnya Ayah Warsinah dan juga Ayah Seno menitipkan surat tersebut Pada Pak Jogoboyo Katsuri.

Dirumah Para Abdi ndalem Ayah Seno sudah memakaikan kebaya merah dan tapih jarit sido mukti pada Warsinah.

Ketika kedua orang itu kembali kerumah,Ayah Seno segera menyerahkan cincin yang ia ambil dari kotak perhiasan berwarna merah tua dengan ukiran bunga mawar diatasnya.

Cincin milik mendiang Ibunya Seno,cincin dengan permata berwarna putih itu tampak cantik terpasang di jari manis Warsinah.

Acara akad nikah akan dilakukan setelah Seno lulus kuliah.

Setahun berlalu.

Ayah seno yang tengah mengemudi sendirian dari sebuah hajatan mengalami kecelakaan.

Ayah Seno yang memang memiliki riwayat sakit darah tinggi itupun mengalami struk.

Seno yang tengah berada di kota pun pulang.

Seminggu sudah Ayah Seno di rumah sakit.

Beliau pulang bersama Seno.

Keinginan sang Ayah untuk memilih Warsinah sebagai menantu harus tertunda karna kondisinya yang sulit untuk bicara.

Waktu terus berlalu,lambat laun Ayah Seno pun mulai bisa berbicara dan bahkan mulai bisa berjalan tanpa tongkat.

Ia bercerita pada Seno tentang perjodohan yang ia buat.

Dengan sangat emosi,Seno menolak perjodohan itu,dengan alasan ia tidak tertarik pada gadis kampung yang sudah pasti kurang pergaulan.

Struk yang diderita Ayah Senopun kambuh,bahkan kali ini membuat Pria yang sudah mulai renta itu meninggal dunia.

Seno merasa sangat bersalah atas kematian Ayahnya.

Seandainya ia tak menentang apa yang Ayahnya inginkan hingga sang Ayah sembuh total,mungkin kejadiannya tak akan seperti ini,begitulah kiranya yang ada dalam pukiran Seno kala itu.

Seno akhirnya meminta beberapa sopir yang sempat mengantar sang Ayah ke rumah Warsinah untuk menunjukkan tempat tinggal Warsinah,namun semua telah lupa.

Hingga seorang sopir yang masih ingat pun menemui Seno,meski ia tengah sakit dan tidak bisa mengemudi.

Akhirnya ia meminta anaknya yang bernama Karsin yang juga adalah salah satu sopir di kebun sayur untuk ikut.

Karsin sang sahabat masa kecil Seno mengantar Mereka kekediaman Warsinah dengan ditemani Ayah Karsin sebagai penunjuk jalan.

Sesampainya di sana,terlihat seorang gadis tengah menyapu menggunakan sapu lidi di halaman rumah.

"Permisi,Dek maaf mau nanya apa benar ini rumah Pak Subi?"

"Oh iya Mas,sebentar saya panggilkan Ibu."

Ucap sang gadis lalu masuk kedalam rumah.

Melihat Karsin hanya mematung tidak ikut masuk rumah membuat Senopun keluar dari mobilnya.

Seno ikut berdiri di samping Karsin saat Seorang perempuan dengan sanggul jawa dan riasan tebal serta lipstik merah menyala keluar dari rumah.

Perempuan yang mengaku Istri Pak Subi itu bertanya tentang siapa gerangan kedua orang yang tengah berkunjung kerumah untuk mencari suaminya tersebut.

Seno segera mengulurkan tangan saat Istri Pak Subi itu menanyakan namanya.

"Saya Karsin Bu,sopir Den Seno."ucap Seno.

Sementara Karsin yang tengah berada di sisi Seno hanya terbengong.

"Ealah ini Den Seno ya?"

"Kok baru datang sih Den,itu Bapak aja sekarang udah nggak ada lo...."

"Ayok masuk,kita bicara di dalam saja."

Ucap Istri Pak Subi secara bertubi.

Karsin yang tengah dianggap sebagai Seno hanya bisa tersenyum.

Ia bingung bagaimana harus bersikap.

Dia diteter begitu banyak cerita dan juga pertanyaan yang sama sekali tak di ketahui nya.

Setelah berbicara panjang lebar tentang perjodohannya dengan Gadis yang bernama Warsinah dan disepakati jika Seno akan melanjutkan perjodohan ini akhirnya mereka pamit pulang.

Warsinah yang baru tahu jika itulah calon Suaminya pun hanya bisa pasrah.

Berbeda dengan Seno yang terus saja memandang gadis desa yang dikiranya udik bodoh dan dekil itu tidak sedikitpun melekat pada sosok Warsinah.

Karsin yang menjelma menjadi Seno berpamitan mengingat sang Ayah yang tengah sakit masih menunggu di dalam mobil.

Mereka pulang dengan saling diam hanyut dalam pikiran masing-masing.

Flash back off.

Terpopuler

Comments

Yuli Fitria

Yuli Fitria

Yeyyy udah Update, lanjut lagi dong Thor ....

2022-08-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!