Kemarahan.

Mbah Joyo lantas mendatangi kamar Waras.

Dia memegang dahi Waras,dan terlihat bibirnya komat kamit.

Setelah sekian menit menutup mata kini Mbah Joyo membuka matanya.

Dan ia pun menyeringai,seperti tengah berdebat namun telah menemukan metode terjitu untuk menghalau lawan.

Mbah Joyo membuka sebuah tas kecil miliknya.

Ia mengeluarkan minyak japaron.

Dengan mengucap Bassmallah dan beberapa lagi kalimattullah, beliau lantas mebuka minyak tersebut lalu mengoleskn ke hidung Waras.

Waras yang masih juga belum tersadar itu tampak pucat pasi,namun seketika ia terbangun saat mencium aroma minyak japaron yang di oles oleh Mbah Joyo.

Mata Waras terbuka lebar,tapi tetap dengan posisi berbaring.

"Ngger....tangi,ngalio soko ragane bocah iki..."

"Ojo nganggu Anak Adam."

"Lek ono lupute si tole,Mbah njalok pangaura nek kowe."

"Papan panggenan mu dudu nek kene,"

"Wes cup menengo ngger cah ayu,lemah abang podo nyimpang"

"Lemah puteh podo nyiseh"

"Lemah ireng podo meneng"

"Lerem ayem,tentrem lantaran Gusti,saking kersaning Alloh"

Mbah Joyo kemudian menebar garam ke semua sudut kamar.

Ia juga meminta Ayahnya Waras yang bernama Wandi itu untuk menabur garam mengelilingi seluruh area luar rumah.

Kini Waras tertidur lagi,Mbah Joyo meminta segelas air,ia membaca sesuatu.

Setelahnaya air tersebut ia berikan pada Rasemi Ibunya Waras.

"Yu Ras...ini diminumkan ke anak mu."

"Sisanya buat cuci muka."

"Sebagian di tuang ke gentongmu yang di dapur."

"Sekalian Warasnya dibangunin dulu sana,dia udah baikan sekarang."

Ibunya Waras menurut,ia membangunkan Waras,

"Le...Ras...bangun.."

"Ayo diminum dulu ini airnya."

"Buk..Buk e Waras takut Buk..."

"Ada Wewe mau nyulik Waras tadi Buk..."rancau Waras saat terbangun.

"Iya wes gak papa...itu kan tadi,sekarang wes nggak ada wewenya,udah di usir sama Mbah Joyo."jawab sang Ibuk menenangkan.

Waraspun meminum air yang tadi sudah dirapali oleh Mbah Joyo.

Sedangkan Ayahnya Waras kini tengah menabur garam keliling rumah.

Selesai menabur garam,ia pun mencuci tangan dan kakinya di kendi samping rumah.

Kendi yang disediakan untuk berwudhu Ibunya Waras ketika mau ke mushola.

Wandi masuk dan duduk di samping Mbah Joyo.

Mbah Joyo sendiri kini tengah menghisap rokok kobotnya dengan santai.

"Yu...udah belum,nek udah sinio dulu Yu.."

Ucap Mbah Joyo Memanggil Rasemi Ibunya Waras.

Kini Wandi dan Rasemi orang tua Waras telah duduk di depan dan samping Mbah Joyo.

"Ini tadi ceritanya kalian kedatangan tamu dari kebun kopi sana."

"Dia itu sebenere baik,tapi saat ini tengah terbawa energi jahat."

"Sepertinya ada yang sengaja menguncinya di situ,entah dengan maksut apa."

"Lha tadi kebetulan Anakmu si Waras itu ndak permisi pas buang hajat di sungai."

"Nah untuk saat ini Kalian dan rumah ini aman karna wes tak pageri."

"Tapi ya itu tadi,ada hal yang nggak bisa langsung hilang."

"Ada sebagian dari energi Waras yang diserap olehnya,jadi sebaliknya,ada juga energi dia yang tertinggl pada diri Waras."

"Semua ndak serta merta bisa langsung hilang."

"Soalnya inikan dunia goib,dan yang bisa ngilangin ya tetap yang Maha Kuasa."

"Jadi saran ku,terutama buat kamu Kang Wandi,sholatnya dibenahi,yang bolong segera ditutup,biar dekat sama Alloh dan jauh dari gangguan setan,yang kayak tadi itu."

"Brikutnya Anakmu Waras itu dibilangin,suruh terbiasa permisi dimanapun tempatnya,terutama di tempat-tempat yang wingit,seperti kebon,sungai,biar yang kayak tadi itu nggak terulang lagi."

"Ya memang kelihatannya kita ini sendiri,tapi kan kita juga harus sadar diri,jika kita itu hidup berdampingan dengan mahluk lain."

"Biar gak di ganggu,ya jangan ganggu,iya nggak..."

"Nggih Mbah.."jawab kedua orang tua Waras.

"Dan ini yang terakhir,buat mbersihi aura rumahmu yang sintrung ini,besok buatlah pengajian,atau khataman atau ngundang yasih apa sholawatan sana,yang penting rumah ini dibuat ngaji,biar auranya agak terang."

"Rumah kalau auranya gelap itu biasanya menarik mereka untuk datang sekedar bermain atau bahkan ada yang nyaman dan ikut untuk tinggal."

"Wes gitu tok pesen ku,jok lupa lo Kang Wandi...Sholat."

Ucap Mbah Joyo tegas,kemudian ia pamit undur diri karna harus segera ke rumah tetangganya untuk ikut tahlillan.

Warsinah sendiri kini kembali ake pohon mauni.

Duduk di salah satu dahan,dengan terus menggoyang-goyangkan kakinya.

Tertawa crekikikan.

"Hihihii hiii hihiihihihiii...hihi..."

"Ih hihii...ihihii....hihiiihihiihihi..."

Warsinah terus tertawa.

Dendam dan kebencianya kini benar-benar telah menguasai hantu Warsinah.

Waktu terus berputar....

Adzan subuh berkumandang.

Kilau kemerahan menghiasi langit subuh yang menyambut datangnya sang surya.

Warga tengah terbangun dan disambut oleh segala aktifitas masing-masing.

Sebagian dari mereka ada yang langsung bersiap untuk bekerja mengejar dunia.

Namun sebagian lainya kini tengah ikut sholat subuh berjamaah,entah itu di masjid ataupun mushola.

Sang surya telah bersinar menampakkan kilau cahaya.

Para buruh berangkat bekerja bergerombol.

Para Bapak-bapakpun turut serta pergi kekebun dan sawah,ada yang mengerjakan milik sendiri ada pula yang bekerja pada orang lain.

Sebuah mobil pickup melewati area kebun kopi.

Sang sopir merinding tatkala melintasi sebuah pohon mauni.

Entah kenapa keringat dingin membasahi keningnya.

"Kang kenapa sih kok kayak ketakutan gitu."tanya sang Kernet yang baru ikut si Sopir sekitar satu mingguan itu.

"Oh nggak papa...tempate kaya kurang nyaman ae sih."jawab sang Sopir sambil memegang tengkuknya.

"Lha dulu emang nggak lewat sini apa Kang?"tanya si Kernet lagi.

"Ya lewat,tapikan belum..."batin sang Sopir.

"Wo...iya dulu lewat sana,tapi sekarang jembtane ambruk."jawab sang Sopir beralasan.

Si Kernet pun manggut-manggut tanda mengerti.

Perckapan terhenti disaat mobil berbelok ke salah satu kebun kopi yang cukup luas.

Kebun milik salah satu juragan tanah di kampung itu.

Sopir turun dari mobilnya lalu menghampiri sang mandor di kebun itu.

Sebuah kertas berisi catatan telah ia pegang.

kemudian diceknya semua karung demi karung yang berisikan kopi yang baru dipanen itu.

Selesai menaikkan kopi ke pickup si Sopir lantas pamit pergi mengambil kopi di kebun lain.

Saat sang Sopir naik ke mobil ia sekilas melihat perempuan berdiri di jalan dari kaca sepion.

Tak mau ambil pusing sang sopir pun lantas melajukan mobilnya.

Ia kini kembali melewati pohon mauni.

Pohon yang menjadi saksi kunci kejadian....

Sang Sopir bergidik,tak sanggup rasanya ia membayangkan.

Warsinah sendiri tengah duduk di atas tumpukan karung kopi diatas bak mobil.

Ia mengoyang-goyangkan kakinya.

Ia mengikuti sang Sopir dan mobil yang dirasanya memiliki energi yang sama dengannya.

Mobil melaju melewati persawahan.

Kini Tukiyo,Tumiran,dan Tukiman tengah mencangkul di salah satu galengan sawah yang ditanami jagung dan akan di leb,untuk itu mereka harus membendung air sungai untuk di alirkan ke sawah.

Karna posisi sawah yang mepet dengan jalan maka mereka meletakkan bekal mereka di pinggir jalan,di sisi sungai irigas.

Ketiganya duduk sebentar,untuk nglinting mbako,dan juga sekedarnya minum air yang mereka bawa dari rumah.

Tak sengaja ketiganya menoleh ke arah mobil pickup warna hitam yang menuju ke arahnya.

Mereka tampak tersenyum ketika sang Sopir menekan klakson sebagai tanda permisi.

Tapi senyum itu seketika pudar saat mobil sudah berlalu dan membelakangi mereka.

Tampak seorang perempuan dengan baju putih lusuh dan rambut tergerai yang sangat kumel,tengah duduk di atas tumpukan karung.

Perempuan yang tak menampakkan wajahnya karna menunduk dan tertutup rambut itu terus mengerak-gerakkan kakinya.

Ketiga lelaki itu langsung terlonjak kaget.

Hampir saja mereka tercebur ke sungai jika tidak langsung berpegangan pada pohon jarak yang sengaja di jadikan pagar disitu.

Mobil kini telah sampai di depan gapura.

Dan......

Terpopuler

Comments

Dehan

Dehan

aku kasih vote thor

jangan lupa feed back nya yahh

2022-11-21

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!