Jatuh Korban

Warsinah menghadang sepeda motor itu tepat di tengah perkebunan tebu.

Entah karena apa yang membuat keduanya memilih melewati perkebunan itu.

Bisa dibilang jarak ke Desa Karang Anyar dari Desa Karang Rejo sama saja entah itu lewat dalam alias lewat perkebunan atau pun lewat luar yakni jalan besar.

Mungkin inilah yang dinamakan nasib,mereka memilih melintasi area kebun tebu tersebut,dimana di situlah nasip naas mereka akan alami.

Warsinah yang sudah berada pada puncak kemarahan itu kini sudah siap di hadapan keduanya hanya saja ia belum menampakkan diri.

Kedua orang yang tengah dihadang nasib naas itu masih saja tertawa dengan bahagia.

Sampai pada akhirnya sang sopir berhenti mendadak karena merasa menabrak sesuatu.

"Chiit..."

"Hadduh,apa itu tadi?"

Ucap Warso sang yang tadi menyetir.

"Kenapa toh So?"

"Kalau mau ngerem itu yang kira-kira napa?"

"Ini bibirku sampe kejedot gundulmu jadi monyong ini lihat..."ucap Salim teman Warso yang rambutnya botak.

"Lah ora salah apa,bukanya kamu yang gundul Lim.."ejek Warso pada Salim.

"Weslah mboh,sekarang ayo pulang."putus Salim.

"Sek Lim...ini tadi aku berhenti karena nabrak sesuatu."

"Tapi kok nggak ada ya?"ucap Warso sambil turun dari motor dan di ikuti oleh Salim.

"Jangan-jangan..."tambah Warso dengan sedikit beringsut mundur mepet ke belakang Salim.

"Hus ngomong apa sih kamu itu?"

"Mana ada nabrak sih,orang aku aja nggak ngerasa nabrak apa -apa kok."

"Mosok minum dikit ae mabok kamu itu So?"

Ucap Salim sambil menyunggingkan senyum mengejek.

"Wes lah aku ae seng nyetir,koen ora waras iki kayak e !"putus Salim akhirnya.

Kedua preman kampung itu kini menaiki motornya.

Mereka memacu si kuda besi keluaran tahun delapan puluhan itu semaksimal mungkin bahkan hingga gasnya mentok.

Tapi sungguh sayang,kecepatan kendaraan roda dua itu tak sebanding dengan cepatnya Warsinah terbang yang seakan berhembus terbawa angin.

Warsinah berdiri mengambang di atas sebuah jembatan.

Jembatan yang cukup tua dan jarang di lewati karna lokasi yang berada di area kebun tebu itu terlihat seram saat malam hari.

Hanya sesekali ada kendaraan pengangkut tebu yang melintas itupun hanya akan berlangsung maksimalnya sampai jam tujuh malam saja.

Dan bisa dibilang hanya orang gila sajalah yang akan memilih melintasi jembatan tersebut di malam hari,terlebih menggunakan motor.

Selain area yang seram tempat seperti itu biasanya juga menjadi tempat yang pas bagi para penindak kriminal seperti rampok dan begal beroperasi,dan itulah yang menjadi alasan terbesar kenapa tempat seperti itu pasti sepi jika sudah malam hari.

Warsinah masih saja mengambang di tempatnya.

Kuntilanak merah itu terus menangis kesenggukkan,matanya yang merah menyala itu terus mengalirkan air mata darah dan di hidungnya pun mengalir nanah yang sangat berbau busuk.

Warsinah menatap penuh amarah kedua pria yang kini mulai terlihat menuju kearahnya.

Motor yang di kemudikan Salim pun sudah memasuki bagian jembatan.

Saat sampai di tengah,Warsinah menampakkan dirinya dengan wujud yang sangat menakutkan itu.

Salim yang kaget akhirnya membanting setir kesebelah kiri.

Motor bebek yang sudah cukup tua itu tak lagi bisa Salim kendalikan.

Kedua orang itu pun akhirnya meluncur masuk ke dalam sungai yang cukup dalam.

Warsinah melayang menjauh dari tempat itu dengan terus tertawa.

Sementara kedua preman yang masuk ke dalam curah itu sudah tak sadarkan diri.

Warso tergeletak di dasar curah,dan Salim tersangkut di pohon awar-Awar.

Motor bebek yang malang itupun ikut masuk ke dalam curah dan hanya menyisakan pecahan tebeng ban belakang yang tersangkut di pinggir jembatan.

Warsinah dengan sangat bahagia tertawa cekikikan.

Ia kembali ke perbatasan desa Karang Rejo.

Warsinah kembali mencoba menjebol pagar gaib yang melindungi desa itu.

Entah itu kelakuan siapa dan dengan tujuan apa.

Tapi yang jelas pagar gaib itu benar-benar tidak bisa di tembus oleh mahluk seperti Warsinah.

Warsinah kembali ke pohon bambu,ia bermain pohon bambu dengan duduk di atasnya,ia terus menggerakkan kakinya sehingga bambu pun terlihat turun naik ke atas dan ke bawah jika di lihat oleh kasap mata.

Mata nyalang Warsinah kini tertuju pada pasangan yang tengah asik bermain uklik uklik tak jauh dari tempatnya berada.

Di sana juga terlihat sesosok hantu perempuan yang tangan,rambut dan buah d*d*nya panjang sampai ke lutut.

Hantu itu asyik ikut membisikkan sesuatu yang membuat kedua anak manusia itu semakin terbang melayang.

Warsinah di tempatnya cekikikan.

Suaranya bahkan bisa di dengar oleh dua insan yang masih terbang di luar angkasa itu.

Alhasil,keduanya yang kaget langsung berhenti dari aktifitasnya kemudian bebenah sebisanya,lalu kabur.

Warsinah masih saja bermain-main di pohon bambu hingga pagi pun tiba.

Pagi itu,tampaklah seorang supir truk dan keneknya lewat jembatan dimana Warso dan Salim terjatuh.

Mereka berlalu begitu saja tanpa sadar jika di bawah jembatan yang tengah mereka lewati terdapat dua manusia yang tengah sekarat.

Truk berhenti tak jauh dari jembatan,kini sang kenek truk ke lahan yang akan mereka tebang bibit tebunya.

Sang kenek merasa merinding karna samar-samar mendengar suara orang mengaduh.

"Aduhh...biyoong...."

"Tulungi anak mu Yong...Biyong"

Rintih lirih terbawa angin pagi.

"Tolong...aduh sakit banget ini...tulong..."

"So...Warso....koen sih urep apa ora So..."

Sang kenek yang memberanikan diri mendekat dengan menuruni bebatuan dan tangkis jembatan pun semakin bisa mendengar sebuah percakapan.

Mata sang kenek terbelalak saat melihat sebuah motor bebek yang sudah amburadul.

Sang kenek kemudian beralih melihat dasar curah yang menampakkan sesuatu yang tampaknya adalah manusia.

Entah itu manusia yang memakai jaket atau manusia yang terbungkus kresek hitam entahlah,sang kenek hanya yakin jika yang ada di dasar curah itu adalah orang.

Belum lagi sang kenek melihat jelas dasar curah yang masih cukup dalam itu,sang kenek kemudian di kagetkan oleh pohon awar-awar yang bergerak-gerak dan menampakkan sebuah tangan yang melambai.

Mata sang kenek terbelalak seketika.

"Tolong..."

"Pak...Mas...saya disini..."

"Tolong saya,kaki saya kejepit."

Salim memaksa untuk berteriak meski suaranya sudah parau.

"Woh iya-iya."

"Sabar-sabar,saya panggil PDAM dulu."ucap sang kenek kemudian naik kembali ke atas,menuju kebun yang bibit tebunya akan di tebang tadi.

Sesampainya sang kenek di atas,ia segera memberi tau Sopirnya.

"Pir...itu ada orang jatuh nek bawah."ucap si Kenek.

"Lah dari Mbahmu belum lahir juga jatuh itu kebawah Dul..."jawab sang sopir yang masih asyik menikmati rokoknya di belakang kemudi dengan kaki selonjoran diatas setir.

"Iya pir...tapi yang ini jatuhnya di bawah jembatan,nek curah sana lo,yang satu nyangkut pohon Awar-awar,yang satu nek dasar,gak tau utuh apa udah di potong-potong,lawong kliatan kaya kresek item gitu kog."

"Ya udah nek gitu tak telpon Polisi dulu,takute korban perampokan atau begal."ucap sang Sopir sambil mengeluarkan hape tululitnya dari saku celana.

"Loh kok polisi,bukane PDAM ya?"si kenek berbicara sendiri tapi masih bisa di dengar oleh sopirnya

"PDAM emange mau nangkep monyet liar apa?"tanya sang sopir pada keneknya.

"Lha emange ada monyet pir..?"

"Lha itu ada,lagi nyariin temene."

"Hahaha..."si sopir pun tertawa sambil menunggu panggilanya ke kantor polisi terhubung.

Warsinah yang masih bertengger di pohon bambu kini melayang duduk di atas tugu perbatasan.

Tugu yang jaraknya tak jauh dari gapura itu besar dan tingginya hanya sebatas orang dewasa dan letaknya cukup mepet dengan jalan.

Warsinah sesekali naik ke boncengan orang-orang yang lewat di dekatnya.

Bahkan kini ia ikut pulang kerumah salah satu orang lewat yang baru saja pulang dari pasar yang ada di karang anyar.

Warsinah masih asyik duduk di boncengan motor Vespa meskipun motor itu sudah parkir manis di dalam rumah pemiliknya.

Hayo para readerrr...cek motor masing-masing.

jangan jangan.......

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!