BAB 18 . KEPANIKAN

Setiap manusia pasti akan mengalami rasa panik saat di hadap kan pada situasi yang mencekam seperti yang sedang di hadapi oleh Risma, Daniel, Pak Susena dan Pak Suta, Di depan mata mereka menyaksikan Beli Runda terlempar ke kolam renang dan memecahkan kaca jendela pembatas antara ruang makan dan kolam renang yang berada di samping villa.

Seketika suasana menjadi tegang saat menyaksikan tubuh Beli Runda yang mengambang di kolam renang serta di sekujur tubuh nya di penuhi kaca yang menancap seketika air kolam renang berubah warna menjadi merah pekat tercampur oleh darah Beli Runda yang mengalir dari tubuh nya.

Saat itu Pak Susena sungguh ketakutan dengan tatapan panik Pak Susena berlari tunggang langgang keluar dari villa sambil berteriak meminta tolong agar ada orang menyelamatkan nya dari amukan I Gusti Ketut saat itu, Sedangkan Daniel segera menarik lengan Risma dan Pak Suta membawa keluar dari villa tua itu.

" Kita harus segera meninggalkan villa ini!"

Ucap Daniel dengan nada panik.

" Kita akan pergi kemana sayang, Ini masih malam mana mungkin ada kapal untuk menyeberang?"

Tanya Risma yang juga panik menyaksikan kejadian itu.

" Tuan, Nyonya kita lebih baik menunggu di dermaga saja hingga matahari terbit,"

Jawab Pak Suta dengan wajah ketakutan.

" Benar yang di katakan Pak Suta, Yang terpenting kita jangan pernah kembali ke villa itu lagi,"

Ucap Daniel dengan tatapan panik dan ketakutan.

Saat itu Risma hanya mampu diam sambil memperhatikan villa tua dari dalam mobil yang berjalan semakin menjauh dan akhir nya hilang dari pandangan Risma, Sedangkan jasad I Gusti Ketut belum sempat di makam kan dengan layak sesuai adat istiadat daerah setempat sesuai janji Risma.

Hal itu menjadi penyesalan tersendiri bagi Risma sebab belum melunasi janji nya kepada sang Kakek sedangkan Daniel dan Pak Suta sudah ketakutan dan membawa nya ia pergi dari villa tersebut, Harapan Risma semoga Pak Susena bisa melaksanakan pemakaman I Gusti Ketut dengan layak dan tidak ada lagi segala macam rumor yang beredar di masyarakat.

Maafkan aku Kek tidak bisa menepati janji ku kepada Kakek sebab cucu mu sudah ketakutan dan aku berharap Kakek tidak membuat ulah agar tidak menimbulkan rumor di masyarakat seperti yang selama ini menjadi buah bibir masyarakat umum nya.

Bergumam lah dalam hati Risma sambil pandangan nya menatap pepohonan pinus yang berjalan rapi di sisi sepanjang jalan menuju dermaga penyeberangan menuju ibukota, Sedangkan Pak Susena berlari menuju rumah Beli Runda dan menemui Nilu Nilam untuk memberi tahu kejadian malam itu.

" Nilu Nilam ... buka pintu Nilu ini saya Beli Susena!"

Ucap Pak Susena sambil menggedor pintu sekuat tenaga karena ketakutan.

" Ada apa Beli Susena malam - malam datang kemari, Bukan nya suami ku bersama nya saat ini?"

Jawab Nilu Nilam sambil bangkit dari duduk nya berjalan menuju pintu rumah nya.

Tidak lama kemudian pintu rumah Nilu Nilam pun di buka dan terlihat Pak Susena dengan wajah pucat pasi serta wajah yang penuh luka lebam serta darah yang mengucur di kening nya membuat Nilu Nilam bertanya - tanya apa yang sudah terjadi dan di mana suami nya.

" Beli Susena apa yang terjadi lalu kemana suami ku?"

Tanya Nilu Nilam dengan nada gugup dan tatapan panik.

" Nilu ... I Gusti Ketut marah dan melempar kan tubuh Beli Runda ke kolam renang samping villa!"

Jawab Pak Susena dengan panik dan tatapan ketakutan.

" Lalu bagaimana kondisi suami ku saat ini?"

Tanya Nilu Nilam dengan tatapan panik.

" Mari kita ke villa itu dan meminta bantuan warga Nilu sebab di takutkan I Gusti Ketut masih marah,"

Jawab Pak Susena dengan nada gugup.

Kemudian Pak Susena dan Nilu Nilam pun berjalan ke beberapa rumah warga untuk meminta bantuan untuk mengambil Beli Runda yang belum di ketahui bagaimana kondisi nya saat ini yang mengambang di kolam renang di penuhi dengan luka karena pecahan kaca yang menancap di sekujur tubuh nya.

Tidak lama kemudian sudah berkumpul beberapa masyarakat di depan pendopo agung dan hendak berjalan menuju villa dengan membawa obor sebagai penerangan dan pasti nya saat itu Nilu Nilam dan Pak Susena sangat mencemaskan kondisi Beli Runda dan berharap Beli Runda masih hidup saat ini, Sedangkan di sisi lain di dalam villa itu ada I Gusti Ketut yang saat ini sudah terlepas rantai nya.

Dengan berdiri tegap di balik jendela ruang tamu memandang ke arah teras villa yang sudah di penuhi beberapa warga dengan membawa obor dan hal itu membuat I Gusti Ketut merasa terusik dan ingatan nya kembali ke beberapa puluh tahun yang lalu saat kelima anak dan istri nya dihakimi masa sedangkan ia di ikat dan di rantai di sebatang kayu untuk di bakar.

" Beli Susena apakah Beli yakin kita tidak akan di makan dengan iblis itu?"

Tanya salah satu warga dengan tatapan serius.

" Iya benar Beli, Lebih baik kita menunggu di luar villa saja dari pada nyawa kita jadi taruhan nya,"

Jawab beberapa warga lain nya yang sesungguhnya merasa ketakutan.

Saat itu Pak Susena diam sejenak dan saling pandang memikirkan bagaimana cara mengambil tubuh bedande Runda yang berada di kolam renang, Di sisi lain I Gusti Ketut semakin marah saat mendengar diri nya di sebut iblis oleh masyarakat maka tanpa menunggu waktu lama tubuh bedande Runda yang mengambang di kolam renang di lemparkan ke arah masyarakat yang sedang berkumpul di teras villa.

Maka seketika mereka semua terkejut melihat tubuh bedande Runda yang penuh kaca yang menancap di sekujur tubuh nya dan sudah tidak bernyawa lagi dan pasti nya Nilu Nilam berteriak dan menangis histeris menyaksikan kondisi jasad bedande Runda yang terbujur kaku di hadapan nya lalu para warga pun membawa bedande Runda pulang menuju rumah nya.

Begitulah dahulu Bapak mu menghabisi istri ku maka kali ini karma itu yang harus membayar nya diri mu Runda Darma dan tunggu giliran istri dan keempat anak mu pun akan merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan kelima putra ku, TUNGGU PEMBALASAN KU!

Bergumam lah dalam hati I Gusti Ketut dengan sorot mata penuh dendam melihat warga dan Nilu Nilam yang menangis histeris di hadapan jasad suami nya yang terbujur kaku tepat di hadapan nya dengan mata terbelalak ketakutan, Sedangkan di sisi lain ada Daniel, Risma dan Pak Suta yang sudah tiba di dermaga.

" Sayang apakah kamu lapar?"

Tanya Daniel kepada Risma sambil melepas jaket nya.

" Tidak sayang, Hilang selera makan ku,"

Jawab Risma sambil memijat kening nya.

" Tapi saya lapar Tuan, Tadi terakhir makan waktu istirahat siang,"

Ucap Pak Suta sambil memegang kemudi mobil.

" Ya sudah Pak Suta beli makanan sekalian tolong belikan saya kopi hitam ya Pak,"

Jawab Daniel sambil merogoh saku celana nya mengambil uang dan memberikan kepada Pak Suta.

" Baik Tuan, Nyonya mau beli apa biar sekalian saya jalan,"

Ucap Pak Suta diiringi dengan senyum simpul.

" Beli air mineral saja Pak,"

Jawab Risma dengan lesu.

" Baik Nyonya."

Jawab Pak Suta lalu turun dari mobil menuju toko yang berada di sisi dermaga penyeberangan.

Kemudian Daniel memberikan jaket nya kepada Risma dan saat itu Risma memejamkan mata sejenak sebab merasakan penat di kepala nya mengingat semua kejadian yang baru saja di alami nya sedangkan Daniel duduk di samping istri nya sambil mengelus rambut istri nya yang berada di pangkuan nya sambil berfikir.

Siapa sebenarnya sosok itu mengapa berada di villa itu dan sejak kapan berada di ruangan itu, Mengapa Mama dan Pak Susena tidak pernah menceritakan hal itu kepada ku ataukah memang mereka berdua sengaja menyembunyikan hal itu dari ku dan mengapa mereka menyembunyikan dari ku, Semua ini harus aku tanyakan kepada Mama yang lebih mengetahui masalah villa tua peninggalan Kakek itu.

Bergumam lah dalam hati Daniel yang masih merasa ketakutan setelah melihat kejadian itu dan seperti nya tidak akan semudah itu Daniel melupakan kejadian yang di alami di villa tua tersebut dan bagaimana dengan Risma yang saat ini sedang mengandung 7 bulan apakah hal itu akan berpengaruh kepada janin dan keselamatan Risma saat melahirkan.

Lalu apakah Mama nya Daniel akan menceritakan semua kejadian di masa lalu nya dan apakah Mama nya Daniel juga mengetahui bahwa jasad I Gusti Ketut masih berada di villa tua itu belum di makam kan secara layak sesuai adat setempat ataukah Mama nya Daniel akan menyangkal semua cerita yang akan di berikan oleh Daniel dan Risma?

Jangan pernah beranjak dari kisah perjalanan mereka dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat update nya.

Terpopuler

Comments

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

mantap ceritanya, misteri nya blm terungkap semuanya,

2022-08-13

1

🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ​᭄

🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ​᭄

Astaga sadis kali😌

2022-08-02

2

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

speechless

2022-07-19

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . JERITAN JIWA LEAK
3 BAB 3 . PENJELASAN
4 BAB 4 . AKAR MIMANG
5 BAB 5 . BERITA DUKA
6 BAB 6 . DENDAM SANG LEAK
7 BAB 7 . AMARAH MEMBAWA PETAKA
8 BAB 8 . HUTAN PINUS
9 BAB 9 . MALAM YANG ANEH
10 BAB 10 . PENELUSURAN
11 BAB 11 . SUASANA SETELAH HUJAN
12 BAB 12 . MENCARI INFORMASI
13 BAB 13 . TERTUTUP OR DI TUTUPI
14 BAB 14 . TAK ADA YANG MUSTAHIL
15 BAB 15 . BANGKIT NYA I GUSTI KETUT
16 BAB 16 . TAK AKAN MENYERAH
17 BAB 17 . KENYATAAN PAHIT
18 BAB 18 . KEPANIKAN
19 BAB 19 . JANGAN TERULANG
20 BAB 20 . KLARIFIKASI MASALAH
21 BAB 21 . JERITAN ATAU TANGISAN
22 BAB 22 . HARAPAN
23 BAB 23 . AKU BUKAN DIRI MU
24 BAB 24 . BALAS DENDAM TERBAIK
25 BAB 25 . SULIT DI MAAF KAN
26 BAB 26 . KEJUJURAN YANG DI BUTUHKAN
27 BAB 27 . JANGAN BERSUMPAH
28 BAB 28 . KEJAHILAN WIYASA
29 BAB 29 . DRAMA
30 BAB 30 . PERAMPOKAN
31 BAB 31 . BURUNG HANTU
32 BAB 32 . KEBENARAN YANG SALAH
33 BAB 33 . SIAPA YANG SALAH
34 BAB 34 . KEJADIAN GANJIL
35 BAB 35 . KASUS YANG DI TUTUP
36 BAB 36 . PEMAKAMAN DAN FAKTA
37 BAB 37 . IRI SUMBER BENCANA
38 BAB 38 . KENYATAAN YANG MEMILUKAN
39 BAB 39 . MENGEJAR SUMBER MASALAH
40 BAB 40 . MISI TERSELUBUNG
41 BAB 41 . PERSIAPAN
42 BAB 42 . STRATEGI PERANG
43 BAB 43 . RESPONSE
44 BAB 44 . PERBUATAN DAN HASIL
45 BAB 45 . TIDAK ADA YANG KEBETULAN
46 BAB 46 . KEMARAHAN DEWI DURGA
47 BAB 47 . KUTUKAN DEWI DURGA
Episodes

Updated 47 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . JERITAN JIWA LEAK
3
BAB 3 . PENJELASAN
4
BAB 4 . AKAR MIMANG
5
BAB 5 . BERITA DUKA
6
BAB 6 . DENDAM SANG LEAK
7
BAB 7 . AMARAH MEMBAWA PETAKA
8
BAB 8 . HUTAN PINUS
9
BAB 9 . MALAM YANG ANEH
10
BAB 10 . PENELUSURAN
11
BAB 11 . SUASANA SETELAH HUJAN
12
BAB 12 . MENCARI INFORMASI
13
BAB 13 . TERTUTUP OR DI TUTUPI
14
BAB 14 . TAK ADA YANG MUSTAHIL
15
BAB 15 . BANGKIT NYA I GUSTI KETUT
16
BAB 16 . TAK AKAN MENYERAH
17
BAB 17 . KENYATAAN PAHIT
18
BAB 18 . KEPANIKAN
19
BAB 19 . JANGAN TERULANG
20
BAB 20 . KLARIFIKASI MASALAH
21
BAB 21 . JERITAN ATAU TANGISAN
22
BAB 22 . HARAPAN
23
BAB 23 . AKU BUKAN DIRI MU
24
BAB 24 . BALAS DENDAM TERBAIK
25
BAB 25 . SULIT DI MAAF KAN
26
BAB 26 . KEJUJURAN YANG DI BUTUHKAN
27
BAB 27 . JANGAN BERSUMPAH
28
BAB 28 . KEJAHILAN WIYASA
29
BAB 29 . DRAMA
30
BAB 30 . PERAMPOKAN
31
BAB 31 . BURUNG HANTU
32
BAB 32 . KEBENARAN YANG SALAH
33
BAB 33 . SIAPA YANG SALAH
34
BAB 34 . KEJADIAN GANJIL
35
BAB 35 . KASUS YANG DI TUTUP
36
BAB 36 . PEMAKAMAN DAN FAKTA
37
BAB 37 . IRI SUMBER BENCANA
38
BAB 38 . KENYATAAN YANG MEMILUKAN
39
BAB 39 . MENGEJAR SUMBER MASALAH
40
BAB 40 . MISI TERSELUBUNG
41
BAB 41 . PERSIAPAN
42
BAB 42 . STRATEGI PERANG
43
BAB 43 . RESPONSE
44
BAB 44 . PERBUATAN DAN HASIL
45
BAB 45 . TIDAK ADA YANG KEBETULAN
46
BAB 46 . KEMARAHAN DEWI DURGA
47
BAB 47 . KUTUKAN DEWI DURGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!