BAB 11 . SUASANA SETELAH HUJAN

Udara dingin yang serasa menusuk hingga ke tulang mulai terasa malam ini sedangkan tepat pukul 19.30 Daniel, Pak Susena, Pak Suta dan Nilu Wulan baru saja tiba di villa, Saat itu Risma baru saja usai mandi sebab tubuh nya merasa gerah meski sebenar nya baru saja turun hujan di wilayah villa itu.

Tanah yang basah, air hujan yang masih meninggalkan jejak nya di dedaunan serta kondisi yang sunyi menambah suasana mencekam bila berada di villa itu sendirian namun Risma tidak pernah merasa sendiri sebab ada sosok Ayu, Wiyasa dan Wisesa yang menemani nya meski hanya Risma yang bisa melihat mereka bertiga.

Seperti biasa setelah mandi Risma menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam sebab Daniel sudah memberi tahu bahwa dia akan segera sampai di villa, Selama menyiapkan makan malam Risma ditemani oleh Ayu di dapur mereka berdua bercerita hal yang lucu dan tertawa bersama, Kemudian Risma mencoba bertanya kepada Ayu siapakah yang sering berjalan di lantai dua dengan langkah terseret.

" Ayu apakah kamu tahu siapa sebenarnya yang berjalan di lantai dua itu?"

Tanya Risma sambil memotong wortel.

" Wiyasa mungkin sebab dari kami bertiga hanya dia yang suka iseng,"

Jawab Ayu diiringi dengan senyuman.

" Benarkah itu dia, Lalu untuk apa dia seperti itu?"

Tanya Risma sambil mencuci sayuran yang sudah di potong.

" Mungkin ingin berkenalan dengan mu jadi dia membuat ulah seperti itu,"

Jawab Ayu dengan nada enteng.

Kemudian Risma diam sejenak sambil masih berfikir benarkah seperti itu, Sesaat kemudian terdengar suara Daniel dan Pak Suta sedang berbincang menuju ruang makan sedang membicarakan penyakit yang di derita oleh Nilu Wulan yang bagi mereka berdua ada keanehan sebab mengapa penyakit nya bisa tidak terdeteksi oleh dokter.

" Pak Suta menurut saya ada yang tidak betul dengan sakit yang di derita oleh Nilu Wulan,"

Ucap Daniel sambil menarik kursi.

" Saya malah bingung Tuan tadi waktu dokter mengatakan bahwa Nilu Wulan tidak menderita penyakit apa pun,"

Jawab Pak Suta sambil berdiri di samping meja makan.

" Sayang kamu sudah pulang, Bagaimana hasil pemeriksaan dokter dan Nilu sakit apa?"

Tanya Risma sambil membawa ayam goreng berjalan menuju meja makan.

" Iya sayang, Menurut pemeriksaan di laboratorium menyatakan bahwa Nilu Wulan tidak mengidap penyakit apa pun bahkan tekanan darah nya pun normal,"

Jawab Daniel sambil melirik ke arah ayam goreng yang di bawa Risma.

" Kok bisa, Sedangkan jelas - jelas Nilu tidak bisa menggerakkan tubuh nya."

Ucap Risma sambil bergantian memandang ke Daniel dan Pak Suta.

Seperti nya mereka berdua sedang kelaparan sehingga tatapan mata nya fokus kepada ayam goreng di atas meja, Kemudian setelah menyiapkan semua nya Risma mengajak Daniel dan Pak Suta untuk makan malam bersama sambil masih membahas tentang pernyataan dokter yang bagi mereka tidak masuk akal.

Sedangkan di rumah Pak Susena dan Nilu Wulan sedang berbincang mengenai apa yang di katakan oleh dokter tadi kepada Daniel, Pasti nya sebelum hal itu di katakan oleh dokter mereka berdua sudah mengetahui jawaban nya sebab mereka berdua tahu apa penyebab nya hal tersebut yang tidak mungkin bisa di deteksi secara ilmu kedokteran.

" Beli mengapa tadi mau saja di ajak mereka ke dokter,"

Ucap Nilu Wulan sambil berbaring di ranjang nya.

" Aku sudah menolak nya Nilu tapi Tuan Daniel dan istri nya memaksa jadi aku tidak bisa menolak nya,"

Jawab Pak Susena sambil mengenakan jaket nya.

" Aku merasa kasihan saja melihat mereka sudah membuang waktu dan uang sia - sia untuk ku itu tadi,"

Ucap Nilu Wulan dengan pandangan lurus kedepan.

" Sudah lah Nilu yang penting kan bukan kita yang meminta untuk seperti itu dan lagi tidak mungkin aku mengatakan hal sesungguhnya nya, Mana mungkin percaya orang kota dengan hal seperti itu,"

Jawab Pak Susena sambil menunduk mengambil rantai dan senter di dalam lemari kayu.

" Iya benar kata mu Beli, Mereka tidak akan pernah percaya yang ada mereka akan menganggap mu gila,"

Ucap Nilu Wulan sambil tersenyum simpul.

" Ya sudah aku tinggal mengunci pagar depan dulu Nilu."

Jawab Pak Susena sambil melangkah pergi keluar dari kamar nya.

Seperti biasa Pak Susena setelah mengunci pagar depan villa lalu melanjutkan untuk melihat villa apakah ada lampu yang belum di matikan dan pintu yang belum di kunci oleh Daniel juga mengecek semua jendela yang ada di villa tersebut, Sedangkan Daniel, Risma dan Pak Suta setelah makan malam mereka bertiga menuju kamar masing - masing untuk beristirahat.

Dan entah mengapa malam ini Risma merasa sangat berat mata nya dan ingin segera tidur sedangkan Daniel masih sibuk membuka laptop dan membalas email yang masuk sambil duduk di ranjang samping Risma yang sudah tertidur lelap sekali tidak seperti biasa nya.

" Ya sudah tidur padahal kan aku mau minta di antar pipis, Kalau aku bangunkan marah tidak ya dia?"

Bergumam lah Daniel sambil melihat wajah istri nya.

Kemudian Daniel mematikan laptop nya dan meletakkan di samping ranjang nya di dekat lampu tidur dan tidak lama kemudian Daniel pun memejamkan mata nya mencoba tidur sambil menahan ingin ke kamar mandi, Meski pun kamar mandi berada di dalam kamar nya namun Daniel sangat takut bila malam hari harus masuk kedalam kamar mandi sendirian pasti ia membangunkan istri nya.

Sekitar 45 menit kemudian seperti nya Daniel dan Risma sudah tertidur lelap dan tiba - tiba pintu kamar mereka berdua terbuka dengan perlahan dan terdengar samar suara yang berat memanggil nama Daniel beberapa kali dengan spontan mata Daniel terbuka lebar sambil berfikir siapa yang memanggil nya.

" Daniel ... Daniel ... Daniel ..."

Suara itu sangat jelas terdengar oleh Daniel lalu diri nya pun bangkit dari tidur nya dan menuruni ranjang nya sambil berfikir siapa yang iseng memanggil nya malam - malam dan seperti nya Daniel masih antara sadar dan tidak sadar melangkah menuju luar sambil membawa stik golf dengan berjalan menuju lorong.

" SIAPA ITU, JANGAN BERCANDA MALAM - MALAM!"

Teriak Daniel sambil berdiri di depan pintu kamar nya.

Di karena kan Daniel lupa tidak menggunakan kaca mata nya saat keluar dari kamar itu maka pandangan nya sedikit kabur sebab sesungguhnya ia mengalami rabun jauh dan saat itu diri nya mencoba bisa melihat siapa yang memanggil nya saat itu dengan rasa penasaran ia melangkah perlahan menyusuri lorong menuju anak tangga menuju lantai satu.

Sambil sesekali ia berteriak menanyakan apakah ada orang yang memanggil nya dengan tangan yang terus menggenggam stik golf ia terus melangkah perlahan dan saat diri nya berdiri tepat di depan sebuah kamar tiba - tiba terdengar kembali suara yang memanggil nama nya dengan nada suara yang berat juga diiringi langkah kaki yang diseret sambil membawa rantai.

" SIAPA KAMU, JANGAN MENAKUTI KU, AKU TIDAK TAKUT DENGAN KAMU, TUNJUKKAN WUJUD MU!"

Teriak Daniel yang merasa semakin ketakutan dan tubuh nya pun terasa berat.

Saat itu tiba - tiba lampu di lantai dua berkedip seperti akan putus dan suasana semakin mencekam saat Daniel melihat sosok yang tinggi, besar, mata yang terbelalak, lidah yang menjulur hingga ke lantai, taring yang tajam dan kuku yang panjang berdiri tepat di hadapan nya sambil membawa sebuah rantai yang panjang pengikat kaki dan tangan nya.

" SIAPA KAMU DAN MAU APA KAMU, PERGI SANA JANGAN GANGGU AKU!"

Teriak Daniel sambil mengacungkan stik golf ke arah sosok yang berdiri di hadapan nya.

" Daniel ... Tolong aku ... Daniel ... Tolong aku ...."

Ucap sosok itu sambil melangkah mendekati Daniel yang semakin ketakutan.

" JANGAN MENDEKAT PERGI SANA!"

Teriak Daniel sambil melemparkan stik golf sekuat tenaga ke arah sosok itu.

Dan pasti hal itu membuat Risma terbangun dan terkejut sebab mendengar ada suara benda yang jatuh dan sangat keras, Saat itu Risma berfikir bahwa ada maling masuk kedalam villa itu namun saat ia melihat ke samping nya Daniel tidak ada di sisi nya dan hal itu membuat Risma berfikir kemana pergi nya Daniel.

" Suara apa itu tadi keras sekali apakah ada maling masuk kedalam villa lalu kemana pergi nya Daniel?"

Bergumam lah Risma sambil mengikat rambut nya lalu turun dari ranjang nya.

Sedangkan saat itu posisi Daniel sedang menangis ketakutan sambil memeluk pegangan tangga sambil duduk di anak tangga dan memejamkan mata nya sambil berkata tolong dengan lirih, Karena mendengar suara tangisan di tangga maka segera Risma berjalan lebih cepat menuju anak tangga sambil menyalakan lampu agar bisa lebih jelas melihat siapa yang menangis saat itu dan mengapa menangis.

Setelah lampu di nyalakan baru lah terlihat oleh Risma bahwa Daniel lah yang sedang menangis ketakutan sambil duduk di anak tangga dan hal itu membuat Risma terkejut melihat nya dan apa yang terjadi sebenarnya hingga suami nya seperti itu.

" Sayang sedang apa kamu di sini?"

Tanya Risma sambil mempercepat langkah nya menuruni anak tangga.

" Ada hantu sayang,"

Jawab Daniel sambil menangis.

" Hantu, Mana hantu nya lari kemana dia sayang biar aku tangkap, Sudah kamu tenang ya,"

Ucap Risma sambil memeluk kepala Daniel yang sedang menangis ketakutan.

" Hantu nya seram sekali sayang dia minta tolong ke aku agar melepas rantai nya, Aku takut sayang,"

Jawab Daniel sambil menagis dan memeluk erat lengan Risma.

" Ok nanti aku cari hantu nya ya sekarang kita kembali ke kamar dan ganti celana mu yang basah itu ya sayang,"

Ucap Risma sambil membantu Daniel bangkit berdiri dan menuntun berjalan menuju kamar nya.

Siapa yang di maksud suami ku dengan hantu itu, meminta tolong membuka rantai, Bila itu Ayu dia tidak memakai rantai dan kedua leak yang aku lihat tadi siang juga tidak memakai rantai lalu siapa itu apakah ada hubungan nya dengan villa tua ini?

Bergumam lah dalam hati Risma sambil sesekali mengelus kepala suami nya agar lebih tenang kemudian Risma membawa suami nya masuk kedalam kamar mandi untuk memandikan nya sebab tubuh Daniel sudah basah kuyup terkena air kecil itu tadi.

Sambil memandikan dan membersihkan tubuh suami nya Risma terus berfikir siapa sebenarnya yang di maksud suami nya dan kepada siapakah Risma bisa bertanya agar bisa mendapat kan informasi yang tepat dan Risma mulai teringat dengan perkataan Kakek yang menemui nya di hutan pinus saat akan menuju villa.

Dan saat itu Risma berfikir apakah yang di katakan Kakek itu adalah sosok yang di lihat oleh suami nya itu tadi dan bukan lah Wiyasa dan Wasesa sebab di mata Risma memang wujud mereka berdua menyeramkan bagi yang pertama melihat nya namun tidak menggunakan rantai seperti yang di katakan suami nya.

Malam itu Risma tidak bisa memejamkan mata kembali dalam benak nya beribu - ribu pertanyaan yang bermunculan dan yang membuat Risma semakin penasaran adalah mengapa sosok itu meminta tolong kepada Daniel apakah Daniel adalah salah satu keluarga dari sosok itu atau kah sosok itu memiliki dendam kepada keluarga Daniel.

Tanpa terasa malam pun berganti pagi hari dan matahari pun mulai menyinari bumi dengan masih menyisakan kabut dan saat tangan Risma tanpa sengaja menyentuh tubuh Daniel yang tidur di samping Risma lumayan membuat Risma terkejut dengan suhu tubuh Daniel yang demam tinggi hingga tubuh Daniel berwarna merah dengan nafas yang tidak teratur.

" Ya Tuhan sayang tinggi sekali demam mu,"

Ucap Risma sambil memegang kening Daniel.

" Hemmm kepala ku sakit sayang,"

Jawab Daniel dengan mata terpejam.

" Aku ambil kompres dulu ya sayang setelah itu aku buatkan sarapan lalu cepat minum obat,"

Ucap Risma dengan nada panik lalu turun dari ranjang nya.

" Iya sayang."

Jawab Daniel dengan nada lemas.

Lalu segeralah Risma keluar dari kamar nya dan berniat menuju dapur untuk mengambil mangkok stainles untuk tempat air dan kain handuk untuk mengompres Daniel namun sesampai nya di ruang makan Risma dikejutkan oleh sebuah tulisan di kaca dengan kata meminta tolong dengan cat atau darah kurang pasti yang terlihat hanyalah berwarna merah darah.

Seketika kedua bola mata Risma terbelalak melihat tulisan yang lumayan besar terpampang di kaca pembatas antara ruang makan dan kolam renang sedangkan saat Risma masih terbelalak melihat hal itu tiba - tiba di kejut kan oleh suara Ayu, Wiyasa dan Wisesa yang sudah berdiri di belakang nya.

" Siapa yang menulis itu?"

Tanya Risma dengan nada bingung dan tatapan penasaran.

" Bukan aku, Lagi pula untuk apa aku meminta tolong kepada mu sampai menulis di kaca,"

Jawab Ayu dengan nada datar.

" Apalagi kita berdua tidak bisa menulis dan membaca kan kami berdua tidak pernah sekolah jadi mana mungkin bisa menulis seperti itu,"

Imbuh Wisesa sambil sesekali memandang kearah Ayu dan Risma.

Dalam diam Risma semakin memutar otak ada apa sebenarnya di villa ini lalu siapa yang menulis kata tolong di kaca apakah sosok hantu yang di maksud Daniel itu yang menulis nya tapi minta tolong untuk apa sebenarnya, Lalu apakah Risma mampu membongkar semua misteri di villa itu?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

kan pak susena kan tau nilu Nilam penyakit dia yg buat, kenapa di bawa ke rumah sakit...
aqu ketawa ngakak adegan Daniel ketakutan, Ummah walaupun GK penakut kalau lihat langsung sawan jg x ya 😂

2022-08-04

1

🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ​᭄

🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ​᭄

Kasian daniel yalah cba kalian di posisi dia auto demam

2022-08-02

1

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

merinding disko aku

2022-07-19

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . JERITAN JIWA LEAK
3 BAB 3 . PENJELASAN
4 BAB 4 . AKAR MIMANG
5 BAB 5 . BERITA DUKA
6 BAB 6 . DENDAM SANG LEAK
7 BAB 7 . AMARAH MEMBAWA PETAKA
8 BAB 8 . HUTAN PINUS
9 BAB 9 . MALAM YANG ANEH
10 BAB 10 . PENELUSURAN
11 BAB 11 . SUASANA SETELAH HUJAN
12 BAB 12 . MENCARI INFORMASI
13 BAB 13 . TERTUTUP OR DI TUTUPI
14 BAB 14 . TAK ADA YANG MUSTAHIL
15 BAB 15 . BANGKIT NYA I GUSTI KETUT
16 BAB 16 . TAK AKAN MENYERAH
17 BAB 17 . KENYATAAN PAHIT
18 BAB 18 . KEPANIKAN
19 BAB 19 . JANGAN TERULANG
20 BAB 20 . KLARIFIKASI MASALAH
21 BAB 21 . JERITAN ATAU TANGISAN
22 BAB 22 . HARAPAN
23 BAB 23 . AKU BUKAN DIRI MU
24 BAB 24 . BALAS DENDAM TERBAIK
25 BAB 25 . SULIT DI MAAF KAN
26 BAB 26 . KEJUJURAN YANG DI BUTUHKAN
27 BAB 27 . JANGAN BERSUMPAH
28 BAB 28 . KEJAHILAN WIYASA
29 BAB 29 . DRAMA
30 BAB 30 . PERAMPOKAN
31 BAB 31 . BURUNG HANTU
32 BAB 32 . KEBENARAN YANG SALAH
33 BAB 33 . SIAPA YANG SALAH
34 BAB 34 . KEJADIAN GANJIL
35 BAB 35 . KASUS YANG DI TUTUP
36 BAB 36 . PEMAKAMAN DAN FAKTA
37 BAB 37 . IRI SUMBER BENCANA
38 BAB 38 . KENYATAAN YANG MEMILUKAN
39 BAB 39 . MENGEJAR SUMBER MASALAH
40 BAB 40 . MISI TERSELUBUNG
41 BAB 41 . PERSIAPAN
42 BAB 42 . STRATEGI PERANG
43 BAB 43 . RESPONSE
44 BAB 44 . PERBUATAN DAN HASIL
45 BAB 45 . TIDAK ADA YANG KEBETULAN
46 BAB 46 . KEMARAHAN DEWI DURGA
47 BAB 47 . KUTUKAN DEWI DURGA
Episodes

Updated 47 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . JERITAN JIWA LEAK
3
BAB 3 . PENJELASAN
4
BAB 4 . AKAR MIMANG
5
BAB 5 . BERITA DUKA
6
BAB 6 . DENDAM SANG LEAK
7
BAB 7 . AMARAH MEMBAWA PETAKA
8
BAB 8 . HUTAN PINUS
9
BAB 9 . MALAM YANG ANEH
10
BAB 10 . PENELUSURAN
11
BAB 11 . SUASANA SETELAH HUJAN
12
BAB 12 . MENCARI INFORMASI
13
BAB 13 . TERTUTUP OR DI TUTUPI
14
BAB 14 . TAK ADA YANG MUSTAHIL
15
BAB 15 . BANGKIT NYA I GUSTI KETUT
16
BAB 16 . TAK AKAN MENYERAH
17
BAB 17 . KENYATAAN PAHIT
18
BAB 18 . KEPANIKAN
19
BAB 19 . JANGAN TERULANG
20
BAB 20 . KLARIFIKASI MASALAH
21
BAB 21 . JERITAN ATAU TANGISAN
22
BAB 22 . HARAPAN
23
BAB 23 . AKU BUKAN DIRI MU
24
BAB 24 . BALAS DENDAM TERBAIK
25
BAB 25 . SULIT DI MAAF KAN
26
BAB 26 . KEJUJURAN YANG DI BUTUHKAN
27
BAB 27 . JANGAN BERSUMPAH
28
BAB 28 . KEJAHILAN WIYASA
29
BAB 29 . DRAMA
30
BAB 30 . PERAMPOKAN
31
BAB 31 . BURUNG HANTU
32
BAB 32 . KEBENARAN YANG SALAH
33
BAB 33 . SIAPA YANG SALAH
34
BAB 34 . KEJADIAN GANJIL
35
BAB 35 . KASUS YANG DI TUTUP
36
BAB 36 . PEMAKAMAN DAN FAKTA
37
BAB 37 . IRI SUMBER BENCANA
38
BAB 38 . KENYATAAN YANG MEMILUKAN
39
BAB 39 . MENGEJAR SUMBER MASALAH
40
BAB 40 . MISI TERSELUBUNG
41
BAB 41 . PERSIAPAN
42
BAB 42 . STRATEGI PERANG
43
BAB 43 . RESPONSE
44
BAB 44 . PERBUATAN DAN HASIL
45
BAB 45 . TIDAK ADA YANG KEBETULAN
46
BAB 46 . KEMARAHAN DEWI DURGA
47
BAB 47 . KUTUKAN DEWI DURGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!