Setiap hal yang menjadi sebuah misteri pasti perlu di lakukan penelusuran agar menemukan titik terang di mana letak permasalahan nya, Begitu juga saat ini yang di lakukan oleh Risma yang merasa aneh dengan sikap suami nya kepada diri nya sebab selama mereka menikah Risma paham betul dengan pola pikir Daniel yang super logika dan tidak mempercayai ada nya mahkluk tak kasat mata.
Namun seperti nya pagi ini pendirian Daniel mulai goyah dengan semua kejadian yang sudah di alami dari malam hingga pagi ini yang melihat sosok istri nya berada di dua tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, Pasti nya hal itu membuat Daniel berfikir keras untuk menghubungkan dengan logika pikiran nya.
" Sayang ada apa dengan mu, Mengapa ekspresi wajah mu aneh begitu, Apakah ada yang salah dengan baju ku?"
Tanya Risma sambil meletakkan kain di atas mesin cuci.
" Kamu sejak kapan di dapur ini sayang, Lalu itu tadi yang di kamar mandi siapa yang aku ajak berbicara?"
Tanya Daniel tanpa menjawab pertanyaan Risma.
" Aku di dapur sejak kamu masih doa pagi sayang dan aku belum masuk kamar mandi sama sekali dari tadi,"
Jawab Risma sambil melangkah mendekati Daniel yang masih mematung di sisi tangga.
" Lalu yang tadi siapa?"
Tanya Daniel dengan tatapan bingung dan sesekali melirik ke arah atas.
" Sudah nanti saja kita cari siapa yang di kamar mandi atas sekarang kita sarapan dulu sebelum dingin roti bakar nya."
Jawab Risma sambil tersenyum simpul menggandeng lengan Daniel berjalan menuju meja makan.
Saat itu sebenarnya Risma melihat sosok Ayu yang baru saja keluar dari kamar nya dan saat itu Risma berfikir bahwa Ayu lah yang di dalam kamar mandi dan hal itu membuat Daniel berfikir bahwa Risma lah yang berada di dalam kamar mandi sebab semalam Daniel melihat Risma sedang sakit perut saat akan tidur.
Di sisi lain pagi itu Pak Susena setelah merawat Nilu Wulan maka diri nya segera menuju villa untuk menemui Daniel dan Risma untuk menanyakan apakah ada yang di butuhkan oleh mereka berdua serta menyampaikan kepada mereka berdua bahwa Nilu Wulan sedang sakit jadi tidak bisa menyapa mereka berdua pagi ini.
" Selamat pagi Tuan, Nyonya ... Maaf saya baru menyapa pagi ini,"
Sapa Pak Susena sambil berdiri di dekat pintu pintu menuju kolam renang.
" Pak Susena, Mari sarapan ... Tidak apa - apa Pak tidak perlu sungkan, Kemana Nilu Wulan apakah sedang di pura?"
Ucap Daniel sambil tersenyum ramah kepada Pak Susena.
" Nilu Wulan sedang sakit Tuan, Jadi tidak bisa kemari untuk membantu dan menemani Nyonya,"
Jawab Pak Susena dengan wajah tertunduk sedih.
" Sakit apa istri Bapak, Apakah sudah di bawa ke dokter?"
Tanya Risma dengan tatapan serius kepada Pak Susena.
" Belum Nyonya, Pasti nya tubuh nya tidak bisa di gerakkan sejak bangun tidur tadi pagi,"
Jawab Pak Susena sambil sesekali melihat ke arah Risma.
" Apakah terkena struk ringan atau kah ada sesuatu yang lain di luar hal medis?"
Tanya Daniel dengan tatapan bergantian memandang ke arah Pak Susena dan Risma.
" Lebih baik panggil dokter untuk lebih jelas nya dari pada kita menduga - duga apa yang terjadi kepada Nilu Wulan,"
Jawab Risma sambil memegang lengan Daniel.
" Tidak perlu repot - repot Tuan, Nyonya ... nanti juga akan membaik mungkin hanya kelelahan saja istri saya,"
Ucap Pak Susena dengan tatapan malu sudah merepotkan mereka berdua.
" Jangan seperti itu Pak Susena, Kita sesama manusia harus saling menolong apa lagi Pak Susena sudah mengurus villa ini sejak lama jadi apa salah nya bila saya dan istri membantu,"
Jawab Daniel sambil memegang telapak tangan istri nya yang memegang lengan nya diiringi dengan senyum ramah.
" Ya sudah bawa Nilu Wulan ke dokter atau dokter nya yang di bawah kemari sebelum semakin siang sayang,"
Ucap Risma sambil tersenyum kepada Daniel dan Pak Susena.
" Terimakasih banyak atas perhatian Tuan dan Nyonya kepada istri saya,"
Jawab Pak Susena sambil menunduk.
Kemudian Daniel dan Pak Susena keluar dari villa nya berjalan menuju rumah Pak Susena yang berada di belakang villa serta Pak Suta yang di ajak oleh Daniel untuk mengantar ke rumah sakit yang letak nya di Ibukota pulau dewata dan pasti nya hal itu memakan waktu cukup lama namun Risma memilih tinggal di villa tidak ikut dengan mereka.
Sebab Risma masih penasaran dengan rumor yang beredar dan juga kejadian semalam yang di alami oleh suami nya, Sedangkan sejak Risma sampai di villa itu belum sempat berbincang dengan Ayu sama sekali dan Risma sangat yakin kalau Ayu mengetahui banyak hal mengenai villa tersebut.
Setelah mereka berempat pergi Risma pun segera memanggil Ayu untuk bertanya mengenai apa yang sudah terjadi sebenar nya kepada suami nya dan mengenai kebenaran rumor tersebut meski sebenarnya dalam hati kecil nya ada rasa takut namun semua rasa takut tersebut di kalahkan oleh rasa penasaran.
" Ayu mengapa wajah mu sedih begitu?"
Tanya Risma sambil duduk di gajebo dekat kolam renang.
" Aku sedih sebab Ibu ku sedang sakit dan aku tidak bisa menemani nya,"
Jawab Ayu sambil tertunduk duduk di samping Risma.
" Memang siapa Ibu mu dan di mana rumah nya, Apakah kamu bisa mengantar ku menemui Ibu mu?"
Tanya Risma dengan tatapan bingung melihat ke arah Ayu.
" Ibu ku adalah Nilu Wulan dan Ayah ku Pak Susena, Maka itu aku melarang mu untuk mengatakan kepada mereka bahwa kita berteman sebab aku tidak mau membuat mereka berdua sedih,"
Jawab Ayu sambil sesekali melirik ke arah Risma.
" Oh jadi mereka kedua orang tua mu, Lalu apakah benar dengan rumor yang aku dengar bahwa di villa ini ada sosok leak yang menakutkan?"
Tanya Risma dengan tatapan serius.
" Benar dan leak itu sudah seperti anak bagi kedua orang tua ku tapi mereka tidak jahat seperti yang orang bicarakan selama ini,"
Jawab Ayu sambil menatap ke arah Risma.
" Apakah aku boleh berkenalan dengan kedua sosok itu?"
Tanya Risma dengan nada sedikit ragu.
" Boleh dan mereka ada di belakang mu sedari tadi,"
Jawab Ayu sambil tersenyum simpul.
" Benarkah?"
Tanya Risma sambil menoleh ke arah belakang.
Saat Risma menoleh ke belakang ternyata benar kedua sosok Wiyasa dan Wisesa sudah berdiri tegap di belakang Risma pasti nya Risma sangat terkejut dan sempat berteriak histeris dan mengucapkan doa sesuai keyakinan nya sebisa mungkin dengan mata terpejam, Saat itu Ayu tersenyum melihat apa yang di lakukan Risma kepada kedua sosok leak yang berdiri di hadapannya.
" BAPA DI SURGA DI KUDUS KAN NAMA MU, DENGAN DARAH MU YANG KUDUS SEMUA ROH JAHAT AKU USIR SEKARANG JUGA DENGAN NAMA MU YANG KUDUS!"
Teriak Risma dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah dua sosok leak di hadapan nya.
" Tadi ingin tahu wujud nya giliran sudah tahu malah di usir sambil teriak pula,"
Ucap Ayu sambil mengambil nafas panjang menggelengkan kepala melihat ulah Risma yang aneh.
Karena Risma masih terkejut dan ketakutan akhir nya Risma berdoa sebisa mungkin dan melantunkan puji - pujian dengan nada tinggi saat itu Ayu, Wisesa dan Wiyasa pergi meninggalkan Risma di sisi kolam renang sendiri sambil melihat ulah Risma yang semakin aneh bagi mahkluk tak kasat mata dari atas atap villa.
" Apa yang sedang dia lakukan di sana?"
Tanya Wiyasa dengan tatapan bingung.
" Pasti nya hal itu yang di yakini dia untuk mengusir hantu,"
Jawab Wisesa dengan tatapan bingung kepada Risma.
" Dia bukan akan mengusir kita tapi dia sedang terkejut saja melihat sosok kalian,"
Timpal Ayu sambil tersenyum simpul melihat Risma yang semakin histeris berteriak melantunkan puji - pujian.
" Ya sudah kita biarkan saja nanti bila sudah lelah juga diam sendiri dia, Ayo kita bermain ke hutan."
Ucap Wisesa sambil membalikkan tubuh nya.
Kemudian Wiyasa pun mengikuti Wisesa menuju ke hutan pinus yang letak nya tidak begitu jauh dari villa tersebut sedangkan Ayu kembali duduk di gajebo sebab terlihat Risma yang mulai tenang dan tidak berteriak histeris karena kaget melihat wujud Wiyasa dan Wisesa yang berwujud leak besar dengan lidah yang menjulur panjang, kuku yang panjang dan taring yang runcing.
" Ayu kemana pergi nya dua mahkluk tadi apakah sudah tidak ada di depan ku pagi?"
Tanya Risma sambil membuka satu mata nya.
" Mereka sudah pergi ke hutan pinus untuk bermain jadi buka lah kedua mata mu,"
Jawab Ayu sambil diiringi senyum geli melihat ulah Risma.
" Untung lah mereka sudah pergi, Jadi selama ini yang menjadi rumor itu mereka berdua ya?"
Tanya Risma sambil bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati Ayu.
Saat itu Ayu mulai menceritakan bagaimana diri nya sampai meninggal dan siapa pelaku nya, Saat itu Risma mencoba memahami semua yang di katakan Ayu kepada nya namun saat Risma menanyakan hal yang di dengar semalam tiba - tiba Ayu terdiam dan dari sorot mata nya seperti diri nya sedang menyembunyikan sesuatu.
Namun di saat Ayu akan menjelaskan sesuatu tiba - tiba ponsel Risma berbunyi dan ternyata Ibu mertua nya yang menelpon untuk menanyakan kabar Daniel dan Risma serta untuk memastikan mereka berdua baik - baik saja di villa saat ini.
" Hallo Mama tumben telepon pagi - pagi apa Mama sedang libur kerja hari ini?"
Tanya Risma sambil berdiri sedikit menjauh dari Ayu.
" Ini Mama sedang di kantor tapi hati Mama merasa tidak tenang takut kalian berdua ada sesuatu yang terjadi maka Mama telepon,"
Jawab Teresa Mama mertua Risma dengan nada khawatir.
" Oh begitu, Mama tenang saja aku dan Daniel baik - baik saja kok Ma ... Ya Tuhan Yesus!"
Ucap Risma yang hampir masuk kedalam kolam renang kaki nya sebab tidak melihat saat melangkah.
" Risma ada apa Nak, Apakah kamu melihat sesuatu di situ bila benar lekas keluar dari villa itu!"
Jawab Teresa dengan nada panik.
" Tidak kok Ma aku tidak melihat apa - apa sampai aku hampir terjatuh ke kolam renang,"
Ucap Risma diiringi dengan senyum sebab kecerobohan nya.
" Kamu itu buat Mama khawatir saja, Lalu kemana Daniel apakah masih tidur dia?"
Tanya Teresa dengan nada lega sebab tidak terjadi sesuatu kepada Risma menantu nya.
" Daniel sedang ke rumah sakit Ma mengantar Nilu Wulan yang sedang sakit,"
Jawab Risma sambil memainkan air kolam renang dengan kaki nya.
" Sakit apa Nilu Wulan, Lalu Pak Susena apakah ikut juga mengantar ke rumah sakit?"
Tanya Teresa dengan nada bingung.
" Iya Ma baru saja mereka pergi dan mungkin nanti malam baru kembali sebab jarak nya kan jauh,"
Jawab Risma mencoba menenangkan mertua nya.
" Baik lah bila begitu nanti kalau terjadi sesuatu segera kamu keluar dari villa itu dan berlari lah ke arah perkampungan untuk meminta bantuan ya Nak,"
Ucap Teresa kepada Risma dengan nada khawatir.
" Iya Mama sayang aku tahu kok apa yang harus aku lakukan, Mama jaga kesehatan ya dan sampaikan salam ku kepada Papa,"
Jawab Risma mencoba menenangkan mertua nya.
Kemudian usai sudah Risma menerima telepon dan saat melihat ke arah gajebo, Risma tidak melihat Ayu pasti nya Risma bingung kemana pergi nya Ayu saat ini apakah ke rumah sakit untuk melihat kondisi Ibu nya atau kah bermain ke hutan pinus yang berada tidak jauh dari villa itu, Kemudian Risma pun melangkahkan kaki nya untuk masuk kedalam villa.
Saat Risma tiba di ruang makan lagi - lagi Risma mendengar langkah kaki yang berat dan juga suara rantai yang di seret dari arah lantai dua dan diri nya sangat sadar bahwa sedang sendirian di villa itu tidak ada Pak Susena atau siapa pun dan pasti nya hal itu membuat bulu kuduk Risma berdiri dengan langkah seribu Risma berlari keluar dari villa dengan wajah ketakutan sebab mendengar hal itu.
Karena begitu ketakutan Risma berlari keluar villa tanpa melihat saat itu ada Beli Runda yang sedang berdiri di teras villa dengan tujuan mencari Pak Susena yang biasa nya bila siang hari berada di dalam villa melaksanakan tugas nya membersihkan villa.
" AAAOOO ... Maaf anda siapa dan mencari siapa?"
Tanya Risma sambil mengelus kening nya yang menabrak tubuh Beli Runda.
" Selamat siang, Saya Runda bedande di wilayah sini lalu anda siapa mengapa ada di villa ini?"
Jawab Beli Runda sambil mengelus hidung nya yang sakit terkena kening Risma.
" Oh bedande, Perkenalkan saya Risma istri dari Daniel pemilik villa ini apakah Bapak mencari suami saya?"
Jawab Risma sambil berbalik bertanya dan mencoba tersenyum.
Kemudian Beli Runda pun mengatakan niat dan tujuan nya mendatangi villa tersebut dan menitipkan sebuah surat undangan acara ruat yang akan di adakan nanti malam di lapangan pembatas desa, Setelah itu Beli Runda pun mohon pamit kepada Risma sambil kedua nya masih merasa kan sakit di hidung dan kening masing - masing.
Lalu siapakah sosok yang berada di lantai dua tersebut yang langkah nya berat dan seperti sedang menarik sebuah rantai menuruni sebuah tangga, Apakah itu ulah dari wiyasa dan Wisesa yang sebenarnya ingin menunjukkan eksistensi nya di rumah tersebut ataukah ada sosok lain lagi seperti yang menjadi rumor di masyarakat daerah tersebut?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
bang boleh GK Ummah minta sedikit permintaan sedikit, follow ummah bang
2022-08-04
1
🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ᭄
allhadullilah gk pernah ngalamin dan amit" deh
2022-08-02
1
Elisabeth Ratna Susanti
aku pernah ngalamin yang dialami Daniel
2022-07-19
1