Saat kita pertama kali tiba di suatu tempat pasti nya kita perlu beradaptasi dengan lingkungan dan suhu udara di tempat tersebut, Begitu juga dengan Daniel dan Risma yang harus bisa beradaptasi dengan lingkungan baru yang penuh dengan aura mistis dan yang menyimpan cerita kelam dan belum terungkap hingga kini, Lalu bisa kah mereka berdua mengungkap semua cerita kelam yang sudah terkubur puluhan tahun?
Mari kita ikuti bersama apa yang terjadi di malam pertama mereka berdua tinggal di villa yang misterius tersebut, Apakah mereka akan mengalami kejadian aneh dan tidak wajar ataukah mereka tidak menyadari bahwa setiap gerak gerik nya di perhatikan oleh dua sosok leak yang berada di villa tersebut.
Waktu terus berjalan dan suasana malam pun mulai menyelimuti wilayah villa tersebut, Di luar Villa mulai terlihat kabut yang terhampar bagaikan menyelimuti setengah bangunan villa, Suasana sepi yang hanya terdengar suara hewan malam saling bersahutan membuat bulu kuduk berdiri dan imajinasi pun mulai berjalan bagi siapa pun yang merasakan nya.
" Sayang kamu merasa ada yang aneh tidak dengan villa ini atau ini hanya perasaan ku saja?"
Tanya Risma sambil menuangkan air kedalam gelas.
" Apa yang aneh sayang, Bukan kah semua villa seperti ini suasana nya sepi, hening, tenang dan tanpa ada suara bising,"
Jawab Daniel sambil memasak air untuk membuat spaghetti.
" Iya aku tahu kalau hal itu tapi maksud ku ... BRAKK!"
Jawab Risma yang belum selesai berkata - kata namun terdengar suara pintu yang di banting dari arah lantai dua.
" Apa itu tadi keras sekali?"
Tanya Daniel sambil terbelalak menatap istri nya lalu melihat ke arah tangga lantai dua.
Saat itu mereka berdua diam terpaku saling menatap sambil mendengarkan langkah kaki yang berat dan terseret sambil seperti menarik sebuah rantai yang lumayan berat, Pasti nya hal tersebut membuat mereka berdua bermain dengan pikiran masing - masing dan menduga - duga apa yang sebenarnya terjadi di lantai dua, Hal itu membuat mereka berdua ada rasa takut.
" Sayang apakah ada orang lain di villa ini selain kita berdua?"
Tanya Risma dengan tatapan panik.
" Tidak ada, Hanya kita berdua dan Pak Susena berada di belakang villa ini,"
Jawab Daniel sambil sesekali melihat ke arah tangga.
" Lalu itu siapa yang berjalan di lantai dua?"
Tanya Risma dengan tatapan semakin panik sebab terdengar langkah kaki itu menuruni anak tangga.
Saat itu Daniel hanya mampu mengangkat kedua bahu nya sebagai isyarat tidak mengetahui siapa yang sedang menuruni tangga sambil membawa rantai dengan langkah kaki sedikit di seret pasti nya dengan tatapan panik dan waspada, Tiba - tiba muncullah sosok yang membuat mereka berdua terkejut.
" Tuan, Nyonya ternyata belum tidur?"
Tanya Pak Susena dengan senyum misterius sambil memegang sebuah rantai besi di tangan nya.
" Ya Tuhan Yesus ternyata Pak Susena, Bapak sedang apa dan itu rantai untuk apa?"
Tanya Risma sambil menghela nafas lega.
" Maaf sudah membuat Tuan dan Nyonya takut, Ini rantai untuk menutup pagar sebab gembok pagar rusak Nyonya,"
Jawab Pak Susena dengan tatapan bingung melihat ekspresi Daniel dan Risma yang panik.
" Baik lah bila begitu Pak Susena jangan lupa kunci juga pintu ruang tamu nya,"
Ucap Daniel yang mencoba berusaha tenang meski sesungguhnya detak jantung nya berdetak kencang.
" Baik Tuan, Selamat malam dan selamat beristirahat."
Jawab Pak Susena sambil melangkah pergi dari hadapan Daniel dan Risma.
Kemudian Daniel dan Risma menikmati spaghetti di hadapan nya sambil membicarakan mengenai momongan sebab mereka baru saja menikah jadi hal itu sangat lah wajar meski sesungguhnya di dalam benak dan hati masing - masing masih mengingat jelas kejadian yang baru saja terjadi namun mereka berdua mencoba mengalihkan fokus pembicaraan.
Di sisi lain ada Pak Susena yang sedang berjalan keliling villa setelah mengunci pagar dengan rantai dan hal itu di lakukan demi keamanan bersama, Sedangkan Pak Suta sedang duduk di sebuah gajebo sisi kolam renang sambil menggunakan sarung sebab merasakan udara dingin dan perasaan takut yang mulai menjalar di benak Pak Suta.
" Sedang apa di sini malam - malam, Bukan nya beristirahat kamu Suta?"
Tanya Pak Susena sambil memegang senter di tangan nya.
" KAKEK GAYUNG ... KAKEK TIKER ... KAKEK EMBER AMPUN JANGAN MAKAN AKU ... PAIT ... PAIT ... PAIT ... HUSSS ... HUSSS ... PERGI SANA!"
Teriak Pak Suta sambil bersembunyi di balik sarung nya sambil telungkup.
" Hai Suta kamu kenapa ini aku Susena buka mata mu, Mana ada kakek - kakek disini?"
Tegur Pak Susena dengan tatapan bingung melihat ulah Pak Suta yang aneh di mata nya sambil menepuk paha Pak Suta.
" Ya Allah, Beli Susena buat aku takut saja kalau muncul itu dari depan jangan dari belakang kaget tahu aku,"
Jawab Pak Suta sambil duduk membuka sarung nya.
" Wajah mu saja lebih menakutkan dari pada hantu bahkan hantu nya saja ketakutan melihat kamu Suta,"
Ucap Pak Susena sambil tersenyum simpul duduk di samping Pak Suta.
Kemudian mereka berdua pun saling berbincang mengenai rumor yang beredar selama ini mengenai villa tersebut dan Pak Susena mencoba mengklarifikasi bahwa semua itu tidak benar sebab sudah puluhan tahun diri nya menjaga villa itu tidak pernah mendapati hal mistis atau pun gangguan dari mahkluk tak kasat mata, Namun di sela mereka berbincang Pak Suta mendengar seorang wanita yang menangis lirih namun jelas di telinga nya.
" Beli Susena mendengar tidak?"
Tanya Pak Suta dengan terbelalak.
" Dengar perut mu yang sedang lapar aku, Sudah sana pergi makan aku mau pulang dan beristirahat malam makin larut,"
Jawab Pak Susena sambil bangkit dari duduk nya dan meninggalkan Pak Suta.
" Hhiii ... serem malam - malam ada yang menangis, Masuk saja lah dari pada di cium sama leak bahenol."
Ucap Pak Suta sambil bergidik bangkit dari duduk nya dan berlari masuk kedalam villa.
Suasana malam itu begitu mencekam bagi Daniel, Risma dan Pak Suta yang baru saja tiba di villa itu, Untuk mengurangi rasa takut yang di rasakan oleh Daniel dan Risma di dalam kamar mereka pun membuat permainan sebelum tidur dan hal itu wajar bagi pasangan suami istri yang sedang menikmati honeymoon di pulau dewata.
" Sayang apakah kamu sudah mengantuk?"
Tanya Daniel yang merebahkan tubuh di samping Risma.
" Belum sayang, Aku sedang berfikir,"
Jawab Risma dengan tatapan lurus ke atap kamar.
" Kamu sedang berfikir apa yang akan aku lakukan malam ini pada mu ya sayang?"
Tanya Daniel sambil menghadapkan tubuh nya ke istri nya.
" Itu paham kamu sayang,"
Jawab Risma yang mencoba mengalihkan fokus nya.
" Sayang ayo kita suit yang kalah tidak boleh melawan apa pun yang di lakukan oleh yang menang,"
Ucap Daniel sambil duduk dengan diiringi senyuman manis.
" Ok siapa takut dan ingat tidak boleh curang."
Jawab Risma yang ikut duduk di hadapan Daniel.
Lalu mereka berdua pun mulai memainkan permainan nya dan ternyata Daniel yang kalah saat itu dan konsekuensi nya Daniel harus diam menerima perlakuan Risma malam itu, Di situ Risma mulai mendorong tubuh suami nya ke atas ranjang dan jari jemari Risma bermain di atas tubuh suami nya.
Rasa geli yang mampu membangkitkan hasrat pun di rasakan oleh Daniel saat itu dengan mata terpejam namun semua itu berakhir dengan sangat cepat sebab Daniel mendengar suara air dari dalam kamar mandi yang lumayan mengejutkan nya dan berfikir siapa yang berada di dalam kamar mandi saat itu.
Segeralah Daniel membuka mata nya lebar - lebar dan tatapan nya tertuju ke arah pintu kamar mandi yang berada di ujung kamar nya dan saat itu pintu kamar mandi terbuka dan keluar lah Risma sambil memegang perut nya dengan ekspresi yang bingung melihat Daniel yang berpose tidak wajar bagi nya.
" Sayang kamu sedang apa lalu mengapa kamu tidak menggunakan baju seperti itu?"
Tanya Risma dengan ekspresi wajah bingung.
" Bukan kah kamu tadi ...."
Jawab Daniel yang dengan cepat menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
" Iya aku sedang ke kamar mandi sebab perut ku sakit dan aku melihat mu tertidur sangat lelap jadi aku berfikir kamu kelelahan,"
Ucap Risma sambil melangkah menuju ranjang nya.
" Lalu itu tadi yang di atas ku siapa kalau kamu di kamar mandi?"
Tanya Daniel dengan wajah bingung.
" Itu tokek yang di atas mu, Maka nya kalau mau tidur berdoa agar tidak mimpi aneh atau sebenarnya kamu menginginkan hal itu sayang?"
Jawab Risma yang berbalik bertanya sambil menyentuh hal vital Daniel.
Kemudian hal itu terjadi juga dengan posisi Risma yang menguasai arena permainan dan saat itu sebenar nya Daniel masih berfikir apa yang sebenarnya terjadi malam itu dan masih bertanya - tanya apakah yang berada di atas tubuh nya itu benar istri nya ataukah sosok lain yang sedang ramai di bicarakan banyak orang di luar sana.
Malam itu berlalu dengan suasana mendebarkan namun dapat di lalui oleh mereka berdua namun seperti nya tidak dengan Pak Suta yang masih saja mendengar suara - suara aneh di luar kamar nya bahkan hingga pagi tiba Pak Suta tidak bisa tidur dengan lelap sebab menahan rasa ketakutan.
Seperti biasa pagi hari sebelum matahari terbit Nilu Wulan berniat untuk mbanten di pura depan rumah nya namun pagi itu ada suatu keanehan pada tubuh Nilu Wulan efek terkena cambuk cemeti milik suami nya waktu itu dan hal itu membuat Nilu Wulan terkejut mendapati tubuh nya tidak bisa di gerakkan.
" Ada apa dengan tubuh ku, Mengapa tidak bisa aku gerakkan?"
Ucap Nilu Wulan sambil mencoba bangkit dari tidur nya.
Sedangkan saat itu Pak Susena sedang sembahyang di pura tidak mengetahui apa yang terjadi kepada Nilu Wulan hingga selesai Pak Susena sembahyang Nilu Wulan belum juga terlihat keluar dari rumah nya untuk sembahyang di pura pasti nya hal itu membuat Pak Susena bertanya - tanya ada apa dengan istri nya mengapa belum keluar dari rumah seperti biasa nya.
" Ada apa ini kenapa Nilu belum keluar untuk sembahyang, Apakah dia sedang sakit?"
Celoteh Pak Susena sambil memandang kearah pintu rumah nya yang masih tertutup rapat.
Kemudian dengan perasaan yang gelisah berjalan menuju rumah nya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi kepada Nilu Wulan pagi ini, Sedangkan Nilu Wulan di dalam kamar nya sudah jatuh dari ranjang nya sebab berusaha bangun namun setengah tubuh nya sudah kaku tidak dapat di gerakkan sama sekali bila dalam ilmu medis sering di sebut struk ringan.
Tidak lama kemudian tiba lah Pak Susena di dalam rumah nya dan segera menuju kamar nya untuk melihat apa yang terjadi dengan Nilu Wulan dan alangkah terkejut nya saat Pak Susena melihat Nilu Wulan sudah berada di lantai dengan setengah tubuh yang tidak dapat di gerakkan sama sekali.
" Beli tolong aku, Aku tidak bisa bangun berdiri,"
Ucap Nilu Wulan sambil menangis dan meminta bantuan suami nya.
" Ya Dewa ku, Nilu apa yang terjadi kepada mu!"
Jawab Pak Susena yang segera menghampiri Nilu Wulan dengan pandangan panik.
" Ini reaksi cemeti yang mengenai lengan ku waktu itu mulai bekerja Beli, Jadi aku mohon maafkan aku bila tidak bisa menjalan kan kewajiban ku,"
Ucap Nilu Wulan sambil menangis memeluk tubuh suami nya dengan lengan yang masih bisa di gerakkan.
" Aku yang seharusnya meminta maaf kepada mu Nilu, Karena amarah ku kamu yang harus menanggung akibat nya."
Jawab Pak Susena sambil menangis memeluk erat tubuh istri nya.
Kemudian Pak Susena menggendong tubuh Nilu Wulan dan meletakkan di atas ranjang kembali dengan penuh rasa menyesal Pak Susena membasuh tubuh Nilu Wulan dengan air hangat di atas ranjang nya lalu mengganti baju dan menyisir rambut nya setelah itu Pak Susena membuka jendela kamar nya agar udara dan sinar matahari masuk kedalam kamar.
Sedangkan pagi itu Daniel berencana mengajak Risma untuk ke rumah Pak Susena dan beberapa orang yang di kenal oleh Daniel agar warga setempat juga mengenal istri nya dan lagi Daniel berfikir bahwa istri nya butuh teman di daerah tersebut.
" Sayang sedang apa diri mu apakah masih sakit perut mu?"
Tanya Daniel dari balik pintu kamar mandi.
" Tidak sayang, Sebentar ini sudah selesai aku mandi nya,"
Jawab Risma dari kamar mandi.
" Baik lah, Aku tunggu di bawah ya sayang,"
Ucap Daniel sambil melangkah menuju pintu kamar.
Kemudian Daniel pun melangkahkan kaki nya menuruni anak tangga untuk menuju meja makan sambil menunggu Risma selesai memakai baju pikir nya namun lagi - lagi Daniel di kejut kan oleh sosok yang sedang sibuk menata sarapan pagi di atas meja makan dan di yakini itu adalah Risma, Otomatis Daniel terbelalak melihat hal itu.
" Selamat pagi sayang, Ayo lekas sarapan mumpung masih hangat roti bakar nya,"
Ucap Risma tanpa melihat ke arah Daniel.
Saat itu Daniel hanya mematung di ujung tangga dengan jantung yang berdetak kencang melihat kejadian di luar nalar logika nya, Lalu siapa kah sebenarnya sosok yang berada di kamar mandi dan apakah sosok yang di lihat Daniel di ruang makan itu benar Risma atau kah hanya sosok yang menyerupai Risma saja, Lalu di mana Risma sesungguhnya berada pagi ini?
Jangan pernah beranjak dari kisah ini dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
serem jg, banyak kejadian campur pasangan tapi pasangan nya makhluk halus,,,, nauzubillah himindzalik. semoga kita di jauh kan dlm hal seperti itu
2022-08-02
1
Elisabeth Ratna Susanti
aku ikut berdebar-debar
2022-07-19
1
Mutia Callysta
Kshn Nilu Wulan badan ny tdk bisa di gerakin lg kyk kena struk, semoga aja Nilu Wulan bisa sembuh seperti semula
2022-06-25
7