Segala sesuatu yang tertutup hingga tidak terlihat oleh pandangan sering kali membuat kita bertanya - tanya ada apakah di balik selubung tersebut maka dengan rasa penasaran yang kuat mencoba menyibak penutup agar mengetahui apa kah yang berada di balik semua itu dan apa penyebab nya hingga di tutupi.
Begitu pun dengan yang di alami oleh Risma yang penasaran dengan misteri dan kejadian di villa tua warisan dari Kakek suami nya yang begitu banyak menyimpan misteri dan belum terungkap hingga kini, Siang itu Risma melihat sosok yang masuk kedalam kamar nya dan dengan sigap ia mendatangi kamar nya sambil membawa sapu untuk memukul siapa pun yang mendekati Daniel yang tertidur lelap.
Dengan langkah yang mengendap - endap Risma menuju kamar yang pintu nya terbuka sedikit lalu dengan memberanikan diri Risma membuka pintu kamar nya serta bersiap memukul sosok yang tadi terlihat memasuki kamar nya.
" Sedang apa kalian di sini?"
Tanya Risma dengan merendahkan nada suara nya.
" Aku hanya mengantar Wisesa untuk menjenguk suami mu,"
Jawab Wiyasa sambil menoleh ke arah Risma.
" Sudah ayo keluar jangan ganggu dia sedang tidur,"
Ajak Risma kepada Wiyasa dan Wisesa dengan tatapan panik.
" Aku hanya ingin membantu nya agar segera sembuh saja dan kamu agar tidak bersedih,"
Ucap Wisesa yang duduk di ranjang samping Daniel.
" Dia sudah minum obat tadi, Jadi ayo keluar jangan ganggu istirahat dia,"
Jawab Risma dengan nada pelan penuh penekanan.
" Baik lah, Ayo Wisesa kita main saja ke hutan menangkap burung."
Ucap Wiyasa sambil menepuk pundak Wisesa.
Kemudian mereka berdua pun berjalan beriringan keluar dari kamar Risma dengan langkah lesu sebab merasa Risma telah memarahi mereka berdua namun sesungguhnya Risma memiliki misi sendiri dan bila suami nya terbangun maka misi nya akan tertunda lagi.
Sebab Risma paham betul watak suami nya yang selalu berkata hal mistis atau hantu atau apa pun itu hanya ada di film bila di dunia nyata itu hanyalah halusinasi kita sendiri, Jadi saat Daniel tertidur atau sedang pergi baru lah Risma bisa leluasa menyelidiki villa tua yang misterius itu bagi nya.
Di sisi lain tepat nya di rumah belakang villa yang di tempati oleh Pak Susena dan Nilu Wulan, Saat ini sedang ada Nilu Nilam dan Nilu Lastri yang sedang menjenguk Nilu Wulan sambil mereka membuat canang untuk mbanten sore hari.
" Nilu bagaimana kondisi nya saat ini apakah sudah ada perubahan setelah minum ramuan dari Beli Runda kemaren?"
Tanya Nilu Nilam sambil senyum simpul.
" Ya lebih baik sekarang aku sudah bisa duduk dan menemui kalian,"
Jawab Nilu Wulan membalas senyuman Nilu Nilam.
" Nilu siapa itu wanita yang berada di villa?"
Tanya Nilu Lastri sambil mengarahkan pandangan nya ke Risma.
" Oh itu Nyonya Risma istri dari Tuan Daniel pemilik villa itu baru beberapa hari tinggal di villa,"
Jawab Nilu Wulan sambil melihat bergantian ke arah Nilu Lastri dan Nilu Nilam.
" Berani juga mereka hanya berdua tinggal di villa tua itu,"
Ucap Nilu Lastri dengan tatapan serius.
" Memang ada apa di villa, Aku sudah puluhan tahun di sini tidak menemukan sesuatu yang ganjil,"
Jawab Nilu Wulan dengan tatapan kurang senang kepada Nilu Lastri.
" Tapi kan Nilu di villa tua itu ...."
Ucap Nilu Lastri yang mencoba menjelaskan kepada Nilu Wulan namun belum sampai selesai berkata - kata datang lah Risma menghampiri mereka bertiga.
" Salam, Maaf Bu boleh saya bergabung di sini?"
Ucap Risma sambil menyatukan kedua telapak tangan nya serta diiringi senyum ramah.
" Mari duduk sini Nyonya, Maaf Nyonya saya tidak bisa menjamu saat ini sebab kondisi saya seperti ini,"
Jawab Nilu Wulan sambil mencoba membetulkan duduk nya.
" Tidak apa - apa Nilu saya paham kok, Maaf boleh saya bertanya sesuatu?"
Tanya Risma sambil duduk di sebatang kayu di hadapan Nilu Wulan, Nilu Lastri dan Nilu Nilam.
Saat Risma akan bertanya tiba - tiba terdengar suara petir dan gemuruh guntur yang lumayan keras sehingga membuat mereka berempat terkejut, Sedangkan saat itu cuaca sedang cerah tidak mendung sama sekali seperti nya alam memberi isyarat kepada mereka semua bahwa misteri villa tua akan segera terungkap.
" Maaf semua nya saya pamit dahulu seperti nya akan turun hujan,"
Ucap Nilu Lastri yang bangkit dari duduk nya dan segera berjalan meninggal kan mereka bertiga.
" Hujan dari mana, Mendung juga tidak tapi itu tadi kok bisa ada petir padahal cuaca sedang cerah,"
Ucap Risma dengan nada lirih.
Kemudian Risma bangkit dari duduk nya dan berpindah duduk di bangku tempat Nilu Lastri tadi duduk sambil sesekali melihat ke arah Nilu Wulan dan Nilu Nilam, Risma mulai menanyakan sebenarnya siapa pemilik villa tersebut dan villa itu apakah didirikan di tanah pemakaman hingga begitu banyak hal aneh.
" Sebenarnya saya ingin menanyakan tentang villa tua milik suami saya, Siapa pemilik villa itu sebenarnya dan apakah villa didirikan di tanah pemakaman sehingga setiap malam saya dan suami mengalami kejadian aneh?
Tanya Risma dengan tatapan serius bergantian kepada Nilu Wulan dan Nilu Nilam.
Sesaat mereka terdiam utama nya Nilu Wulan dan Nilu Nilam saling melempar pandang sebab mereka berdua takut di salah kan bila mengatakan sejujurnya kepada Risma sebab Pak Susena sudah berpesan kepada siapa pun yang mengetahui masalah keluarga I Gusti Ketut Kuma Fima jangan pernah mengatakan kepada siapa pun sebab di takut kan akan terjadi pembalasan dendam.
" Tolong beri tahu saya sebenarnya, Agar saya dan suami bisa mengambil sikap,"
Ucap Risma lagi dengan tatapan memohon.
" Nyonya maaf seperti nya Tuan tadi mencari anda,"
Ucap Pak Susena yang tiba - tiba sudah berdiri di belakang Risma.
" Oh benarkah Pak Susena, Kapan datang nya Pak kok saya tidak melihat Bapak berjalan ke mari itu tadi?"
Tanya Risma sambil bangkit berdiri dengan tatapan bingung melihat ke arah Pak Susena.
" Bagaimana Nyonya melihat nya kan saya dari arah belakang Nyonya,"
Jawab Pak Susena dengan senyum misterius.
" Nyonya ... Nyonya ... Tuan mencari anda!"
Teriak Pak Suta dari arah villa berlari menghampiri Risma.
" Baik lah saya mohon pamit dahulu, Salam."
Jawab Risma sambil tersenyum kepada mereka semua.
Kemudian Risma pun berjalan dengan mempercepat langkah nya menghampiri Pak Suta yang terlihat panik seperti ada sesuatu yang terjadi kepada Daniel suami nya dan Risma berharap suami nya baik - baik saja, Saat itu Risma makin penasaran dengan sikap Nilu Wulan dan Nilu Nilam yang seperti nya menyembunyikan sesuatu dari nya dan mengapa Pak Susena begitu misterius sikap nya bagi Risma.
Aku yakin mereka bertiga mengetahui sesuatu tapi mengapa mereka seperti nya menyembunyikan masalah sebenarnya dari ku apakah aku tidak pantas mengetahui nya hingga mereka bersikap demikian, Tapi masalah ini tidak bisa di biarkan sebab saat ini suami ku hingga jatuh sakit karena ketakutan.
Bergumam lah dalam hati Risma sambil melangkah masuk kedalam villa yang diikuti oleh Pak Suta di belakang nya, Saat itu Risma lumayan terkejut saat melihat suami nya yang sudah mandi dan memakai baju rapi juga mengenakan jas sedang menerima telepon sambil menghadap ke arah kolam renang.
Apakah mata ku tidak salah lihat, Bukan kah itu Daniel suami ku yang tadi sedang sakit dan demam nya sangat tinggi mengapa sekarang sudah sehat bahkan sudah siap pergi ke kantor, Benarkah secepat itu dia bisa sembuh atau kah aku yang sedang berhalusinasi.
Bergumam lah Risma sambil sesekali mengusap mata nya dan berjalan mendekati suami nya yang sedang menerima telepon dan saat Risma sudah berdiri tepat di belakang Daniel, tidak lama kemudian Daniel membalikkan tubuh nya ke arah istri nya diiringi senyum khas nya dan seperti nya Daniel tidak pernah mengalami sakit apa pun.
" Sayang kamu dari mana itu tadi, Mengapa kamu pergi tidak berpamitan dahulu?"
Tanya Daniel sambil memegang pundak Risma.
" Kamu baik - baik saja kah sayang, Lalu kamu akan pergi kemana sayang?"
Tanya Risma tanpa menjawab pertanyaan Daniel.
" Aku baik - baik saja dan aku akan pergi ke kantor sebab aku ada meeting siang ini,"
Jawab Daniel dengan tatapan bingung melihat ekspresi wajah istri nya.
" Kok aneh, Pasti ini ada yang salah,"
Ucap Risma sambil memegang kening Daniel.
" Apa yang aneh sayang, Aku baik - baik saja dan tidak sakit mengapa kamu memegang kening ku?"
Tanya Daniel dengan tatapan serius.
" Kamu ingat kejadian semalam tidak sayang?"
Tanya Risma dengan tatapan serius..
Saat itu Daniel hanya menjawab dengan menggelengkan kepala tanda diri nya tidak ingat apa yang terjadi kepada nya malam itu dan hal itu semakin membuat Risma bingung apa yang sebenarnya terjadi saat ini, Kemudian Daniel pun segera berpamitan kepada Risma untuk pergi ke kantor nya bersama Pak Suta dan setelah Daniel pergi Risma masuk kedalam kamar nya duduk di sebuah sofa.
Sesaat Risma terdiam sambil memegang muk di tangan nya yang berisi teh hangat sambil terus memutar otak nya mengingat semua kejadian dari semalam hingga pagi hari sebab bagi nya ini semua yang terjadi di luar nalar manusia pada umum nya, Tidak mungkin secara nalar Daniel yang demam tinggi hanya dalam waktu dua jam demam nya hilang dan semua seperti tidak terjadi apa - apa di tambah lagi Daniel sejak kapan bisa melupakan sebuah kejadian yang menyeramkan dalam waktu singkat.
Saat terdiam Risma mendengar ada suara yang lumayan berisik di lantai bawah kamar nya dan saat itu Risma berfikir Pak Susena sedang membenahi pipa air yang mampet dan Risma bergegas bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju anak tangga menuju asal suara namun sesampai nya di lantai bawah Risma tidak mendapatkan siapa pun juga di sana.
Itu tadi suara apa mengapa di sini tidak ada Pak Susena lalu yang berisik seperti sedang berbenah siapa kalau bukan Pak Susena, Apakah Wiyasa dan Wisesa yang sedang bermain tapi bila mereka bermain kan ke hutan pinus bukan di dalam villa.
Bergumam lah dalam hati Risma sambil masih serius bergantian memperhatikan sebuah kamar yang di gembok rapat dan ke arah kamar nya bergantian, Saat itu Risma di kejut kan oleh suara pintu ada yang mengetuk kemudian Risma pun berjalan menuju ruang tamu melihat siapa yang datang.
" Oh Bu silahkan masuk, Saya pikir siapa itu tadi,"
Ucap Risma sambil tersenyum mempersilahkan Nilu Nilam masuk.
" Apakah kita bisa berbicara sebentar Nyonya?"
Tanya Nilu Nilam dengan tatapan gugup.
" Jangan panggil Nyonya, Panggil saja Risma ya Bu, Bisa ada apa ya Bu?"
Ucap Risma yang berbalik bertanya dengan tatapan bingung.
Kemudian Nilu Nilam pun memegang tangan Risma dan membawa nya menuju pura yang letak nya tidak jauh dari villa tersebut dan saat itu Pak Susena melihat dari kejauhan dengan pandangan sinis kepada Nilu Nilam yang berjalan menuju pura bersama Risma.
" Ada apa Bu, Mengapa kita harus pergi kemari dan apa yang akan Ibu bicarakan kepada saya?"
Tanya Risma dengan tatapan bingung dan khawatir.
" Ris sebelum nya saya minta maaf bukan ingin ikut campur dengan masalah rumah tangga mu tapi semua ini demi keselamatan mu dan suami mu, Segera tinggalkan villa tua itu dan jangan pernah kembali lagi kesana!"
Jawab Nilu Nilam dengan nada serius dan penuh penekanan.
" Tapi ada apa sebenarnya di villa itu dan mengapa Ibu berkata demikian?"
Tanya Risma yang semakin bingung dengan sikap Nilu Nilam yang terlihat sangat gugup.
" Sebab di villa itu ada roh yang penasaran dan sangat berbahaya bisa saja nyawa mu dan suami yang akan menjadi taruhan nya, Maka menurut lah segera tinggal kan villa tua itu,"
Jawab Nilu Nilam dengan tatapan mata penuh kekhawatiran.
" Roh siapa yang penasaran dan mengapa penasaran lalu di mana jasad nya mengapa bisa berada di dalam villa milik suami ku, Apakah itu roh penasaran masih kerabat suami ku?"
Tanya Risma dengan tatapan curiga kepada Nilu Nilam.
" Cerita nya sangat panjang dan kejadian nya sudah puluhan tahun yang lalu dan hal itu sudah terkubur rapat - rapat jadi tolong jangan di ungkap lagi agar tidak ada korban jiwa lagi,"
Jawab Nilu Nilam sambil sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri takut ada yang mendengar percakapan nya dengan Risma.
" Tapi Bu semua harus di ungkap dengan jelas agar tidak terus menjadi misteri,"
Ucap Risma dengan serius.
" Pertimbangkan kata - kata ku dan yang pasti saya sudah mengingatkan mu jadi bila terjadi sesuatu jangan menyesal,"
Jawab Nilu Nilam sambil memegang tangan Risma dengan tatapan serius kemudian pergi meninggal kan Risma sendiri di pura itu.
Lalu apakah Risma akan menuruti perkataan Nilu Nilam yang memerintahkan diri nya dan suami nya segera pergi meninggalkan villa tersebut ataukah Risma akan bertahan di villa tua itu hingga semua misteri terpecahkan dan mampukah Risma menemukan titik terang dari semua masalah yang di hadapi nya kali ini?
Jangan pernah beranjak dari kisah yang penuh misteri ini dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
semakin penasaran, rupanya ada yg di rahasiakan di villa itu, lanjut ah
2022-08-12
1
Elisabeth Ratna Susanti
karya ini pantas jadi pemenang 😍❤️
2022-07-19
1
Stephen Wirakarna
Daniel sdh sembuh aja pdhl td pgi demam tinggi apa mungkin wisesa yg mengobati Daniel waktu Wisesa msuk kmar tidur ny Risma
2022-06-26
7