Informasi sangat lah di butuhkan untuk mengungkap sebuah misteri yang sudah terkubur selama puluhan tahun dan pasti nya tidak mudah mendapatkan informasi sebab pasti begitu banyak informasi yang simpang siur sebab sudah lama nya kejadian tersebut, Mungkin bisa jadi memang kejadian sesungguhnya di sembunyikan oleh saksi mata dengan berbagai alasan.
Pagi ini Risma benar - benar panik sebab diri nya adalah orang baru di daerah itu dan tidak mengenal banyak warga setempat namun harus mengalami sebuah kejadian yang di luar akal sehat, Belum lagi masalah satu terpecahkan sekarang suami nya mengalami demam tinggi dan ada tulisan yang cukup besar di kaca dengan warna merah darah mengatakan minta tolong dan hal itu membuat Risma benar - benar stres harus menghadapi nya sendiri.
Sebab bila ia mengatakan semua hal yang di alami kepada mertua dan orang tua kandung nya pasti jawaban nya di minta untuk segera kembali ke ibukota dengan alasan demi keselamatan mereka berdua dan misteri di villa itu tidak akan pernah terungkap sampai kapan pun juga.
Maka dari itu Risma lebih memilih diam dan mencari informasi kepada Pak Susena yang pertama menjadi targetnya sebab Pak Susena penunggu villa ini sejak dulu bahkan sejak Daniel belum lahir, Pak Susena sudah tinggal di belakang villa ini maka Risma dengan yakin bahwa Pak Susena mengetahui sejarah villa ini.
Setelah mengurus Daniel aku harus segera menuju rumah Pak Susena sebab aku sangat yakin ia pasti mengetahui seluk beluk berdiri nya villa ini, Apakah villa ini berdiri di tanah pemakaman kah ataukah pemilik pertama villa ini yang memiliki masalah hingga di rantai seperti itu tapi bila benar seperti itu di mana letak mahkluk itu di rantai, Jangan sampai suami ku menjadi korban mahkluk biadab itu.
Bergumam lah dalam hati Risma sambil membuatkan bubur untuk Daniel dan saat itu Ayu, Wiyasa dan Wisesa sedang duduk di gajebo dekat kolam renang sedang membahas kejadian di pagi itu dan saat itu Ayu sempat berfikir bahwa semua itu ulah Wiyasa yang super iseng kepada siapa pun.
" Wiyasa katakan itu semua ulah mu kan, Hingga membuat Risma kawan ku kebingungan?"
Tanya Ayu dengan nada menuduh Wiyasa yang sedang main air di sisi kolam renang.
" Tidak, Aku sudah berjanji kepada Ayah mu kalau aku tidak akan nakal lagi setelah melihat Ibu mu terkena cambuk cemeti Ayah mu,"
Jawab Wiyasa sambil memainkan air dengan kaki nya tanpa melihat ke arah Ayu.
" Ayu aku yakin semua ini bukan lah ulah Wiyasa sebab aku hapal betul ulah iseng nya dan lagi kita berdua tidak bisa menulis,"
Ucap Wisesa mencoba menjelaskan kepada Ayu yang terlihat marah kepada Wiyasa.
" Bukan hanya masalah tulisan itu saja tapi masalah sosok yang berjalan di lantai dua villa itu sambil membawa rantai itu siapa, Apakah itu ulah kalian berdua selama ini?"
Tanya Ayu dengan tatapan serius kepada Wisesa.
" Yang suka membawa rantai malam - malam kan Ayah mu, Bisa jadi itu ulah Ayah mu yang menakuti mereka berdua agar mereka segera pergi dari villa itu,"
Ucap Wiyasa dengan sesekali melirik ke arah Ayu.
" Untuk apa Ayah ku menakuti mereka dan lagi Ayah ku membawa rantai untuk menggembok pagar bukan untuk menakuti mereka,"
Jawab Ayu yang semakin tersulut emosi nya mendengar Ayah nya di tuduh Wiyasa.
" Sudah jangan saling menuduh lagi, Lebih baik kita menemui Risma kawan Ayu dan menanyakan apa rencana dia."
Ucap Wisesa sambil bangkit dari duduk nya.
Kemudian mereka bertiga pun berjalan menemui Risma yang sedang sibuk di dapur membuatkan bubur untuk Daniel yang sedang sakit, Dengan wajah yang panik Risma dengan terburu - buru membersihkan semua yang berada di dapur hingga menimbulkan suara bising bagi mereka bertiga bukan lain Ayu, Wiyasa dan Wisesa yang sudah berdiri di belakang Risma sambil memperhatikan setiap gerak - gerik Risma.
" Ris tinggal kan pekerjaan mu biar aku dan mereka berdua yang mengerjakan, Kamu urus saja suami mu yang sedang sakit,"
Ucap Ayu dengan tatapan sedih.
" Tidak apa - apa sudah mau selesai kok, Lagi pula ini sudah pekerjaan ku sehari - hari,"
Jawab Risma sambil membasuh keringat di kening nya lalu melanjutkan mencuci panci setelah di gunakan membuat bubur.
Sesaat kemudian Risma dikejutkan oleh suara Pak Susena yang menyapa nya dari balik jendela dapur sambil membawa gunting rumput sebab akan merapikan rumput yang berada di dekat dapur itu dan hal itu membuat Risma terkejut melihat kehadiran Pak Susena yang tiba - tiba muncul di hadapan nya.
" Selamat pagi Nyonya,"
Sapa Pak Susena dengan senyum misterius kepada Risma.
" Ya Tuhan Yesus kaget saya Pak, Pagi juga Pak Susena, Untuk apa Bapak membawa gunting besar itu lalu kenapa tangan Pak Susena di bungkus perban seperti itu apakah terluka?"
Tanya Risma dengan tatapan curiga melihat tangan Pak Susena di bungkus perban putih.
" Maaf Nyonya sudah membuat terkejut, Saya akan memotong rumput di ujung sana Nyonya dan masalah tangan saya tadi luka saat mengasah gunting rumput,"
Jawab Pak Susena dengan gugup dan menunduk.
" Lalu sudah di beri obat apa belum luka nya Pak?"
Tanya Risma dengan nada khawatir.
" Sudah tadi Nyonya, Mari Nyonya saya memotong rumput dahulu sebelum semakin terik,"
Jawab Pak Susena dengan nada terburu - buru dan meninggalkan Risma.
Mengapa dia terburu - buru seperti itu apakah ada yang di sembunyikan dari ku, Lalu tangan nya terluka karena terkena pisau gunting rumput saat mengasah nya, Apakah yang menulis kata tolong itu Pak Susena dan sosok hantu yang di katakan suami ku ternyata Pak Susena sebab waktu malam itu pun yang turun dari tangga dan memegang rantai adalah Pak Susena, Lalu bila benar dia yang menulis kata itu untuk apa juga, Mengapa tidak mengatakan langsung bila benar dia membutuhkan bantuan?
Bergumam lah dalam hati Risma sambil melihat ke arah Pak Susena yang berjalan dengan terburu - buru menuju sisi bangunan villa, Sedangkan saat itu Pak Susena lumayan terkejut melihat sosok I Gusti Ketut Kuma Fima yang berdiri tepat di belakang Risma pasti nya dengan postur tubuh leak yang tinggi besar dengan mata yang terbelalak serta tangan dan kaki yang masih di rantai seperti saat diri nya meregang nyawa.
Gusti nu agung maafkan saya yang tidak bisa menolong Tuan saat itu bahkan hingga saat ini saya belum bisa melepaskan belenggu itu agar Tuan bisa terbebas dari belenggu itu, Namun saya tetap memegang janji saya tidak akan mengatakan hal ini kepada siapa pun termasuk Nona Teresa putri kandung Tuan yang masih bisa saya dan Nilu Wulan selamat kan.
Bergumam lah dalam hati Pak Susena sambil meneteskan air mata nya di pipi mengenang kejadian puluhan tahun lalu yang mengakibatkan meninggalnya seluruh keluarga I Gusti Ketut Kuma Fima kecuali Teresa Ibu kandung dari Daniel yang juga memiliki ilmu pangleakan hanya saja tidak pernah di pelajari dan Teresa menganggap itu hanya lah indigo semata tidak lebih saat diri nya mampu melihat mahkluk tak kasat mata.
Dan sesungguhnya Daniel pun mewarisi ilmu pangleakan itu dari Ibu nya sebab Daniel sudah meminum air susu Ibu nya semasa bayi jadi tanpa di sadari Daniel pun memiliki ilmu tersebut hanya saja Daniel lebih menggunakan logika seperti Ayah nya yang asli warga luar negri yang tidak mempercayai hal mistis seperti itu.
Kemudian setelah selesai pekerjaan Risma di dapur segera lah ia membawa mangkok berisi bubur dan kuah sayur sup agar suami nya sarapan dan setelah itu barulah Risma memberikan obat penurun demam kepada suami nya, Dengan langkah yang pasti Risma menaiki anak tangga menuju kamar nya namun saat di pertengahan tangga ia menyadari bahwa tulisan yang tadi berada di kaca sudah menghilang.
Dan kaca itu kembali bersih seperti semula tanpa meninggalkan bercak noda atau pun air bekas untuk membersihkan kaca tersebut, Karena rasa penasaran Risma pun kembali menuruni tangga dan mendekati kaca dengan meneliti dari atas sampai bawah, Bahkan di sisi luar kaca tidak ada sama sekali bekas air atau apa pun untuk membersihkan kaca itu.
Saat itu dengan tatapan bingung Risma kembali berjalan menaiki anak tangga sambil masih berfikir apa yang sebenar nya sedang terjadi apakah semua ini hanya halusinasi nya saja atau benar terjadi dan pasti nya hal itu membuat nya bingung, Setelah sampai di kamar segeralah Risma menyuapi Daniel yang sedang sakit dan pasti nya terlihat sangat pucat dan lemas.
Di sisi lain ada Pak Susena, Beli Runda dan Pak Suta yang sedang duduk di bawah pohon kelapa yang tumbuh di ujung pagar villa, Saat itu Beli Runda mendatangi Pak Susena apakah undangan acara ngeruat di desa sebelah sudah di terima.
" Beli Susena kemaren saya mencari Beli tapi ternyata Beli sedang tidak ada di villa jadi saya menitipkan undangan tersebut kepada istri pemilik villa yang saya temui,"
Ucap Beli Runda sambil tersenyum ramah kepada Pak Susena dan Pak Suta.
" Beli Runda apakah acara nya nanti dan apakah banyak makanan di sana?"
Tanya Pak Suta dengan senyum renyah.
" Suta jangan buat malu, Seperti tidak di beri makan dengan Tuan saja kamu itu,"
Jawab Pak Susena dengan nada sinis.
" Kan saya hanya tanya Beli, Kalau ada kan lumayan bisa makan gratis nanti malam,"
Ucap Pak Suta dengan raut wajah sedih.
" Beli Susena dan Beli Suta nanti malam mari bersama saya pergi di desa sebelah untuk meramaikan acara ngeruwat dan pasti Beli Suta bebas makan apa pun,"
Jawab Beli Runda diiringi tertawa lepas melihat ulah Beli Suta yang lumayan lucu.
" Seperti nya aku tidak bisa datang Beli Runda, Biar Suta saja yang mewakili ku pergi ke acara itu,"
Ucap Pak Susena sambil mengelus kaki nya dengan wajah sedih.
" Ada apa sebenarnya Beli Susena, Apakah ada masalah hingga tidak bisa menghadiri undangan?"
Tanya Beli Runda denga serius.
" Beli Runda tahu sendi lah bagaimana kondisi istri ku saat ini dan pasti nya aku tidak bisa meninggalkan terlalu lama, Di takutkan ia menginginkan sesuatu saat aku tidak ada bagaimana?"
Jawab Pak Susena sambil sesekali melirik ke arah Beli Runda.
" Benar juga apa yang di katakan Beli Susena, Baik lah bila begitu biar di wakil kan kepada Beli Suta saja nanti malam yang menghadiri undangan nya."
Ucap Beli Runda sambil sesekali mengangguk sambil melihat ke arah Pak Susena.
Namun sesungguhnya bukan masalah Nilu Wulan hingga Pak Susena membatalkan menghadiri undangan acara pangruatan di desa sebelah namun hal itu di lakukan sebab Pak Susena akan mengajak berbicara I Gusti Ketut Kuma Fima agar tidak menampak kan diri kepada Daniel dan Risma cucu menantu nya sebab pikir Pak Susena pasti mereka berdua akan ketakutan bila melihat wujud nya.
Sedangkan saat itu Risma setelah memberi obat kepada Daniel dan melihat Suami nya sudah tertidur dengan lelap perlahan Risma turun dari ranjang sambil meletakkan guling di samping suami nya agar suami nya tidak berteriak mencari diri nya saat terbangun dan melihat Risma tidak berada di samping Daniel.
Perlahan Risma berjalan keluar dari kamar sambil membawa mangkok yang berisi bubur berjalan menuruni tangga dengan tatapan panik dan setelah Risma tiba di ruang makan terdengar lagi langkah yang berat itu sedang menarik rantai berjalan menuju kamar dimana Daniel sedang tertidur lelap.
Dengan rasa penasaran ingin mengetahui siapa sebenarnya sosok yang berjalan di lantai dua itu dengan cepat Risma meletakkan mangkok nya di atas meja lalu berlari sekuat tenaga menaiki anak tangga yang menuju lantai dua dengan harapan bisa melihat sosok tersebut dan lagi Risma tidak ingin terjadi sesuatu dengan suami nya saat mengingat Daniel sedang sakit.
Namun sesampai nya di lantai dua Risma hanya melihat sekilas sosok yang memasuki kamar nya dan tidak begitu jelas bentuk sosok nya seperti apa, Sambil membawa sapu Risma pun melangkah perlahan menuju kamar nya yang sudah terbuka pintu nya sedangkan tadi saat Risma meninggal kan kamar nya saat itu ia tidak lupa menutup pintu kamar nya.
Namun kini bersamaan dengan masuk nya sosok tersebut pintu kamar Risma sudah terbuka dengan langkah pasti Risma perlahan melangkah menuju kamar nya sambil mengangkat sapu ijuk di samping kepala nya dengan harapan saat melihat sosok mahkluk itu sampai mendekati suami nya yang sedang sakit maka dengan cepat Risma akan memukul dan menghajar sosok tersebut.
Lalu apakah benar sosok tersebut yang telah masuk ke dalam kamar Daniel dan apa sebenarnya yang di inginkan dari sosok tersebut kepada Daniel, Apakah Risma akan mengetahui kisah sesungguhnya sedangkan Pak Susena telah berjanji tidak akan menceritakan hal tersebut kepada siapa pun, Lalu berhasil kah usaha Risma menggali informasi tentang villa tersebut dari Pak Suesena atau kah Risma akan mendapat informasi dari orang lain?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
kalau orang sdh teguh tak akan menceritakan masa yg lalu repot jg, tambah susah memecahkan misteri terungkap
2022-08-04
1
Stephen Wirakarna
I Gusti Ketut kuma fima ada di belakang ny Risma dn pak Susena terkejut melihat hal itu
2022-06-26
7
Stephen Wirakarna
I Gusti Ketut kuma fima sdh menampak kn wujud ny sm Daniel tanpa pak Susena ketahui
2022-06-26
7