Semua petualang atau pecinta alam pasti mengetahui tentang akar mimang atau biasa di sebut ayat mimang, Biasa orang yang melangkahi akar tersebut pasti akan kebingungan dan tidak akan menemukan jalan keluar di tempat tersebut kecuali ada seseorang yang melihat dan menegur baru akan melihat jalan keluar, Itu pun harus orang memiliki ilmu tinggi.
Begitu juga yang di alami oleh Wayan, Made dan Adit saat ini mereka sedang berputar - putar di hutan tersebut tanpa melihat jalan keluar dan mereka mulai kelelahan sebab sudah menjelang sore mereka masih saja di bawah pohon nangka yang lumayan besar dan rimbun, Saat itu karena kelelahan mereka bertiga duduk dan menyandarkan tubuh nya ke pohon nangka.
" Yan kamu merasa ada yang aneh tidak si, Dari semalam kita masih saja di bawah pohon nangka ini?"
Tanya Made sambil duduk di samping Wayan.
" Benar aku juga berfikir demikian, Sedangkan biasa nya saat kita akan menuju ke kota hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai di jalan raya,"
Jawab Made sambil menyandarkan kepala nya ke pohon nangka.
" Kita harus tenang dan jangan sampai berpisah, Kita harus tetap bersama sebab aku merasa ada yang tidak beres dengan hutan ini,"
Ucap Adit dengan tatapan tegang melihat sekitar.
" Sejak kapan kamu percaya dengan mitos Dit?"
Tanya Wayan diiringi dengan senyum sinis.
" He ... Kita bertiga sedang terjebak di hutan ini jadi aku yakin ini ada hal yang tidak wajar, Apakah ...."
Jawab Made sambil sedikit menggeser duduk nya merapat ke Adit.
" Maksud mu apa Made, Sudah lah jangan berfikir macam - macam fokus saja kita mencari jalan keluar dari sini,"
Ucap Wayan sambil membuka botol air mineral.
" Kalian dengar suara gamelan tidak?"
Tanya Adit dengan tatapan serius bergantian memandang ke Wayan dan Made.
Mereka bertiga mulai merasakan aura yang tidak sewajarnya dan bulu kuduk mereka bertiga mulai berdiri sebab samar - samar mereka mendengar suara gamelan jawa yang perlahan suara nya semakin mendekat ke arah mereka bertiga dan sesekali terdengar suara tawa seorang wanita serta suara - suara yang tidak lazim.
Suara itu serasa menggema di seluruh hutan itu dan pasti nya mereka bertiga semakin ketakutan dan berfikir bahwa itu adalah roh Ayu yang penasaran dan pasti akan menuntut balas kepada mereka bertiga, Karena mereka bertiga sudah tidak mampu menahan rasa takut nya maka mereka pun berlari tunggang langgang tidak tentu arah dan berpisah lah mereka bertiga satu dengan yang lain nya.
Namun di saat itu mereka bertiga mengalami hal yang berbeda - beda satu dengan yang lain nya, Sebab meski sesungguhnya mereka sudah berpisah namun mereka melihat mereka masih bersama namun sesungguhnya yang mereka lihat bukan lah teman nya tetapi sosok yang menyerupai wajah mereka masing - masing.
" Adit kenapa kamu diam saja di sana, Ayo kita lari sebelum kita di makan mahkluk itu!"
Ucap Wayan sambil menarik lengan sosok yang menyerupai Adit.
Wayan pun berlari menuju sebuah bilik bambu di tengah hutan sambil menarik lengan sosok yang menyerupai Adit dan sesampai nya di dalam bilik bambu Wayan mulai merasa ada yang aneh sebab tangan nya merasakan lengan Adit sangat dingin berbeda dengan biasa nya dan lagi Adit tidak berbicara sepatah kata pun saat itu.
" Mengapa lengan mu dingin sekali, Apakah karena ketakutan jadi seperti ini?"
Tanya Wayan tanpa menoleh ke belakang dengan tatapan panik.
" Apakah kamu tidak mengenali ku lagi, bukan kah saat itu juga kamu yang menarik lengan ku,"
Jawab sosok yang menyerupai Adit dengan suara wanita.
" SIAPA KAMU, BUKAN NYA KAMU SUDAH MATI DI DASAR JURANG ITU, PERGI KAMU BUKAN AKU PELAKU NYA!"
Teriak Wayan yang terkejut dan segera melepas pegangan lengan dari sosok itu.
" Kamu harus bertanggung jawab atas semua nya!"
Ucap sosok itu diiringi dengan tawa yang mengerikan dan tatapan geram kepada Wayan yang terjatuh ke tanah.
" JANGAN BUKAN AKU PELAKU NYA!"
Teriak Wayan sambil menutup wajah nya karena ketakutan.
Namun sosok itu seperti nya sudah marah dan akan menuntut balas kepada Wayan sehingga saat itu jatuh lah sepotong bambu dari atap bilik bambu itu dan menancap tepat di jantung Wayan dan seketika itu juga Wayan menghembuskan nafas terakhirnya di depan bilik bambu tengah hutan.
Sedangkan Adit sedang berlari hingga ke ujung jurang yang di bawah nya mengalir sungai yang cukup deras arus nya dan banyak bebatuan besar di sungai itu, Saat itu Adit melihat Made dengan wajah pucat pasi berdiri tepat di belakang nya hanya berjarak sepuluh langkah dari diri nya berdiri dan pasti nya saat itu Adit berfikir yang berdiri di belakang nya benar - benar Made.
Namun sesungguhnya yang saat ini berdiri di belakang nya adalah sosok yang menyerupai Made dan tidak berkata - kata sedikit pun, Sosok itu hanya melihat Adit yang panik dengan tatapan geram serasa ingin memakan nya hidup - hidup dan saat itu Adit merasa ada yang memperhatikan maka segera diri nya membalik kan tubuh nya ke arah sosok yang menyerupai Made.
" Ada apa dengan mu mengapa melihat ku seperti itu?"
Tanya Adit dengan tatapan bingung melihat Made yang berwajah pucat pasi.
" Bukan kah kamu dulu juga memandang ku seperti ini, Apakah kamu sudah melupakan nya?"
Tanya sosok yang menyerupai Made dengan suara wanita.
" Kamu ... Kamu apakah kamu Ayu, Bukan kah kamu sudah mati?"
Jawab Adit dengan tatapan panik berbalik bertanya.
" Bukan kah kamu ingin melihat wujud ku menjadi leak waktu di ujung jurang saat itu,"
Ucap sosok itu yang mulai merubah wujud nya menjadi leak yang cukup menyeramkan.
" TIDAK MUNGKIN INI PASTI HALUSINASI KU SAJA, KAMU SUDAH MATI JATUH DI DASAR JURANG, PERGI KAMU IBLIS!"
Teriak Adit sambil mengacungkan bambu ke arah sosok leak di hadapan nya.
Saat itu lidah yang menjulur panjang hingga ke tanah dan mengeluarkan api itu mulai berjalan semakin mendekati Adit yang semakin ketakutan dan berjalan mundur kebelakang sambil mencoba mengusir sosok leak di hadapan nya tapi Adit tidak memperhatikan kebelakang yang kaki nya sudah tepat di ujung jurang.
" IBLIS LAKNAT MATI SAJA KAMU ... AAA!"
Teriak Adit yang terpeleset jatuh ke jurang dan potongan bambu yang di pegang nya tepat menancap di kepala nya yang jatuh ke sungai dan kepala nya pecah terkena batu besar di sungai.
Melihat hal tersebut sosok itu dengan tatapan sinis melihat sosok Adit yang tergeletak di sungai dengan kondisi lumayan mengenaskan dengan kepala yang pecah dan tertancap kayu tepat di kening nya dan pasti nya darah mengalir di sungai itu, Sedangkan Made masih berlari menuju sebuah tanah lapang dan tidak jauh dari tanah lapang tersebut sudah jalan raya.
Saat itu Made berfikir diri nya terlepas dari semua nya hal yang menyeramkan dan mereka bertiga akhir nya bisa juga sampai di jalan raya untuk pergi dari desa itu dan pasti nya Made berfikir yang berada di samping nya adalah Wayan dan Adit namun sesungguhnya adalah sosok leak yang menyeramkan.
" Adit ... Wayan akhir nya kita menemukan jalan raya dan kita bisa lepas dari kejaran mahkluk astral itu,"
Ucap Made sambil sedikit membungkuk sambil mengatur nafas nya setelah berlari.
" Benar ini lah jalan terakhir di hidup mu,"
Jawab sosok yang berdiri di samping kiri Made dengan nada datar.
" Maksud mu apa?"
Tanya Made sambil masih membungkuk dan menoleh ke sisi kiri nya.
Saat itu Made sungguh terkejut melihat sosok yang lumayan besar, rambut yang terurai panjang, mata bulat terbelalak dan lidah menjulur hingga ke tanah, Seketika Made melangkah sedikit menjauh sambil mengusap mata nya memastikan apa benar yang di lihat nya saat ini sambil berfikir kemana kedua teman nya yang berlari bersama nya tadi.
" Kenapa kamu takut, Bukan kah kamu yang mengajak ku bermain semalam saja, Mari kita bermain malam ini,"
Ucap mahkluk itu yang berjalan mendekati Made.
" Tidak pergi sana jangan ganggu aku, Semua itu Adit dan Wayan yang merencanakan bukan aku!"
Jawab Made dengan memberi isyarat telapak tangan nya melarang mahkluk itu mendekat.
" Kedua teman mu sudah membayar perlakuan nya maka saat ini giliran mu lah yang harus melunasi perlakuan mu kepada Ayu!"
Ucap mahkluk itu dengan nada geram dan menjulur kan lidah nya ke arah Made.
Saat itu Made semakin ketakutan berlari tunggang langgang menuju jalan raya tanpa melihat ke arah sebelah kanan nya ada truk sampah yang sedang melaju lumayan kencang menabrak tubuh Made dan menggilas nya dan tubuh made pun terseret oleh truk sampah itu sekitar 6 meter dari tempat ia berdiri.
Alhasil kepala nya pecah dan seisi perut nya berceceran di atas aspal bekas hujan saat itu, Sontak sopir truk sampah tersebut menghentikan laju truk nya dan lumayan terkejut melihat korban yang di tabrak truk sampah bisa tragis seperti itu, Dan memang sudah tersohor hutan di wilayah tersebut lumayan angker.
Setiap kendaraan yang melewati hutan tersebut selalu membunyikan klakson 3 kali dan sangat jarang kendaraan berani melewati hutan tersebut saat matahari sudah tenggelam sebab pasti ada saja kejadian di luar nalar bagi siapa pun yang melanggar nya, Sedangkan truk sampah itu terpaksa melewati hutan tersebut sebab sebelum nya truk nya mengalami masalah jadi sampai di hutan tersebut matahari sudah tenggelam.
Sedangkan di sisi lain ada Pak Susena dan Bedande yang masih mengikuti Nilu Wulan yang berwujud leak menyeramkan mendatangi rumah kediaman Adit dan pasti nya kedua orang tua Adit merasa ketakutan dan juga bingung apa yang sebenarnya terjadi sebab seharian Adit tidak berada di rumah.
" HAI KELUAR KAMU ADIT, SEBELUM AKU HANGUS KAN RUMAH MU DAN SEISI NYA!"
Teriak Nilu Wulan dengan mata terbelalak.
" Ada apa ini Nilu tolong bicarakan baik - baik,"
Jawab Beli Nyoman dengan tatapan panik keluar dari rumah nya.
" ANAK MU TELAH MEMBUNUH PUTRI KU JADI AKU AKAN MEMBUNUH PUTRA MU, NYOMAN!"
Teriak Nilu Wulan dengan penuh amarah.
" Tidak mungkin putra ku membunuh putri mu tapi kamu lah yang membunuh Ayah ku, Nilu!"
Jawab Nilu Komang dengan nada geram menunjuk ke Nilu Wulan yang berdiri di hadapan nya.
Seketika itu amarah Nilu Wulan memuncak begitu juga dengan Nilu Komang yang juga merubah wujud nya menjadi leak bertarung mempertahankan pendapat nya masing - masing sedangkan Beli Komang, Pak Susena dan Bedande Runda diam sesaat memperhatikan pertarungan mereka berdua sebab saat Pak Susena dan Beli Komang hendak memisahkan mereka berdua di tahan oleh Bedande Runda.
" Jangan kalian ikut campur di saat wujud mereka berubah, Sebab nanti kalian berdua lah yang akan jadi korban nya,"
Ucap Bedande Runda sambil lengan nya menghalangi langkah mereka berdua.
" Tapi kami tidak mau ada korban lagi,"
Jawab Pak Susena dengan nada panik.
" Kalian berdua menjauh lah biar aku yang memisahkan mereka berdua."
Ucap Bedande Runda dengan nada tenang menatap Nilu Wulan dan Nilu Komang yang sama - sama berwujud leak.
Saat itu juga Bedande Runda duduk bersila di tanah dan memejamkan mata nya dengan badan tegap dan kedua tangan nya di atas sambil mengucap kan sebuah mantra dalam waktu singkat tubuh Bedande Runda berubah bercahaya yang sangat terang dan itu di sebut ilmu leak siwa klakah yang di kenal ilmu leak tingkat tertinggi yang di gunakan untuk hal kebaikan.
Jadi sesungguhnya ilmu leak atau ilmu pangeleakan itu terbagi beberapa tingkat dan di tingkat tertinggi yaitu ilmu leak siwa klakah dan ilmu leak itu sebenarnya di gunakan untuk menyembuhkan orang sakit, membantu orang yang sedang kesusahan namun yang sering dan umum di ketahui masyarakat pada umum nya sisi negatif nya bukan sisi positif nya.
Maka saat itu juga Bedande Runda sambil membaca mantra merentangkan kedua tangan nya masih dengan posisi mata terpejam, Dari jarak sekitar 20 langkah dari Nilu Wulan dan Nilu Komang alhasil mereka berdua terpental lumayan jauh dan kembali ke wujud manusia dengan darah keluar di ujung bibir masing - masing.
Seketika Pak Susena dan Beli Nyoman mendekat dan menolong mereka masing - masing yang terjatuh ke tanah lalu membawa nya ke sebuah pendopo agung yang letak nya tepat di teras rumah Beli Nyoman, Kemudian Bedande Runda pun mengobati Nilu Wulan dan Nilu Komang yang terluka terkena pukulan Bedande Runda.
Sambil menunggu mereka berdua benar - benar pulih Bedande Runda mulai menjelaskan duduk cerita nya mengapa Nilu Wulan sampai marah seperti itu kepada Adit dan mengapa sampai muncul fitnah yang menuduh Nilu Wulan lah yang membunuh Ayah dari Nilu Komang bahkan hingga menyebar fitnah itu, Sedangkan kenyataan nya Nilu Wulan tidak tahu menahu mengenai meninggal nya Ayah dari Nilu Komang saat itu.
Lalu bagaimana kah respon Nilu Komang dan Nilu Wulan setelah mendengar penjelasan dari Bedande Runda apakah mereka bisa berdamai, Lalu bagaimana bila semua orang tua Adit, Wayan dan Made telah meninggal dengan cara yang tragis apakah mereka bisa mengikhlas kan nya?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan ikuti perjalan nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
𖣤᭄ اندي وحي الد ين
Nah itu dah, biasanya paling garcep orang memandang sisi negatifnya! Tapi ya begitulah umumnya!
2022-08-04
2
Nona Muda Angel🦅👻 🅠🅛
Coba deh kasih visual Leak nya ckckkc
Leak itu serem loh setau aku
Lanjutkan
2022-08-02
1
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
bener bener di balas dgn kematian, kasihan jg. mudah mudahan misteri terungkap ya Thor
2022-08-02
1