Malam semakin larut rintik hujan pun semakin menambah kegelisahan hati kedua orang tua Ayu yang hingga detik ini belum menemukan putri semata wayang nya menghilang tanpa jejak, Sedangkan keempat lelaki yang tadi sore melihat kejadian tersebut merasa ketakutan dipersalahkan oleh kedua orang tua Ayu yang sudah terkenal memiliki ilmu leak.
Seperti nya aku harus segera pergi dari kampung ini sebelum ada yang mengetahui masalah tadi sore, Bisa mati konyol aku di makan dengan leak sialan itu yang telah memakan Kakek ku juga, Aku harus segera memberi tahu yang lain agar ikut pergi bersama ku.
Bergumam lah Aditya dalam hati lalu segera bangkit dari ranjang nya dan melangkah keluar dari kamar nya untuk menuju ke rumah Wayan, Made dan Ketut untuk memberi tahu mereka agar mereka keluar dari kampung itu dan pergi sejauh mungkin sampai kondisi kembali tenang.
Tidak butuh lama Adit menemukan mereka bertiga di sebuah warung kopi sedang duduk dan bercanda di sana tanpa ada rasa khawatir sedikit pun mengenai kejadian yang menimpa Ayu sore tadi, Lalu Adit pun segera menghampiri mereka bertiga untuk menyampaikan niat nya saat itu.
" Enak sekali kalian semua malah tertawa lepas tanpa berpikir bahaya apa yang sedang mengintai kita semua,"
Ucap Adit dengan tatapan sinis kepada ketiga sahabat nya.
" Hai, Ada apa dengan mu Dit mengapa tiba - tiba kamu seperti itu?"
Tanya Wayan sambil tertawa renyah ke arah Adit.
Dan pasti nya kedua teman nya pun bukan lain Made dan Ketut pun ikut merasa heran dengan sikap Adit yang tiba - tiba berubah malam itu dan tatapan mata Adit pun sangat terlihat panik namun mereka tidak mengetahui apa sebenarnya yang membuat Adit panik.
" Kalian apa sudah melupakan kejadian tadi sore sehingga saat ini kalian bisa tertawa lepas tanpa merasa takut kehilangan nyawa kalian!"
Jawab Adit dengan nada geram namun suara yang lebih pelan.
" Jangan bahas hal itu di sini, Ayo kita ke pos,"
Ucap Made sambil menarik lengan Adit.
Kemudian mereka berempat pun berjalan menuju pos ronda yang sedang sepi tidak ada orang atau pemangku adat di sana yang biasa nya sudah ada mereka di sana untuk berkeliling desa memastikan tidak terjadi masalah di desa mereka, Mungkin karena sedang hujan jadi mereka semua belum berada di pos tersebut.
" Adit apa maksud mu dengan nyawa kita sedang terancam?"
Tanya Ketut yang duduk berseberangan dengan Adit di pos ronda.
" Benar Dit memang nya kita sudah berbuat apa sehingga nyawa kita yang menjadi taruhan nya?"
Timpal Wayan dengan tatapan bingung.
" Kejadian nya baru saja tadi sore saat ini kalian sudah lupa, Yang aku maksud masalah Ayu putri dari Susena,"
Jawab Adit dengan tatapan serius kepada ke tiga teman nya.
" Kenapa dengan Ayu, Kan dia sendiri yang menjatuhkan diri nya ke dalam jurang bukan kita yang mendorong nya lalu di mana salah kita?"
Tanya Ketut dengan wajah tidak berdosa.
" Tut kamu pakai lah pikiran mu sedikit saja, Kejadian tadi itu sumbernya dari kita, Andaikan tadi kita tidak mengejar dan menggoda nya tidak mungkin dia terjun ke jurang itu,"
Jawab Adit dengan nada panik.
" Begini saja lebih baik memastikan bahwa Ayu baik - baik saja, Mari ke jurang itu dan bila Ayu masih di jurang itu maka berpura - pura saja menolong nya agar kedua orang tua Ayu tidak menghabisi kita,"
Ucap Made dengan nada serius.
" Kalian saja, Aku lebih baik pergi dari desa ini sejauh mungkin dan ingat jangan bawa nama ku dalam masalah tadi, Aku tidak mau mengambil resiko berhadapan dengan keluarga Susena."
Ucap Adit sambil bangkit dari duduk nya dan pergi meninggalkan pos ronda.
Saat itu ketiga teman nya bukan lain Wayan, Made dan Ketut saling pandang dengan tatapan bingung melihat ulah Adit yang sangat pengecut bagi mereka lari dari tanggung jawab, Sedangkan saat itu Ayah dan Ibu nya Ayu terus berjalan menyusuri kebun kelapa sambil sesekali berteriak memanggil nama Ayu siapa tahu ada sahutan dari Ayu yang mungkin terjatuh pikir nya.
Tidak lama kemudian kedua orang tua Ayu bertemu dengan seorang lelaki yang baru saja pulang berlayar mencari ikan melewati kebun kelapa tersebut untuk menuju kampung sebelah, Pasti nya lelaki itu merasa bingung melihat kedua orang tua Ayu yang sedang berada di kebun kelapa malam - malam sambil memanggil nama putri nya berulang kali.
" Sedang apa Pak Susena malam - malam disini apakah ada masalah?"
Tanya Agung seorang nelayan yang baru pulang.
" Aku sedang mencari putri ku Ayu, Apakah kamu melihat nya Gung?"
Jawab Pak Susena dengan tatapan sedih.
" Ayu, Apakah dia kabur dari rumah atau bagaimana Pak dan sejak kapan Ayu tidak berada di rumah?"
Tanya Agung dengan tatapan bingung.
" Sejak tadi sore Gung dan kami berdua sudah menanyakan kepada teman - teman nya bahkan ke putri mu juga tapi mereka tidak mengetahui keberadaan Ayu saat ini,"
Jawab Wulan Ibu nya Ayu sambil menangis.
" Nilu Wulan, Pak Susena mari ke arah sana seperti nya tadi waktu saya lewat terlihat ada sebuah tas mari kita pasti kan,"
Ucap Agung dengan tatapan serius.
" Mari segera kesana kita lihat dan semoga saja itu bukan Ayu."
Jawab Pak Susena dengan nada panik.
Kemudian mereka bertiga pun bergegas menuju tempat yang di katakan Agung saat itu sedangkan di sisi lain ada Wayan, Made dan Ketut yang berjalan menuju jurang itu untuk memastikan apakah Ayu sudah tidak ada di sana atau masih berada di jurang tersebut.
" Kita bertiga harus memastikan bagaimana kondisi Ayu dan bila Ayu tidak ada di jurang maka kita harus ke rumah nya,"
Ucap Made sambil melangkah menuju kebun kelapa.
" Benar untuk apa kita harus pergi dari kampung ini kalau Ayu baik - baik saja,"
Timpal Wayan dengan nada tenang.
" Tapi menurut ku kita bertiga harus meminta maaf kepada kedua orang tua Ayu agar mereka tidak menghabisi nyawa kita,"
Imbuh Ketut dengan nada serius.
" Itu sama saja kita menyerahkan nyawa kita kepada mereka, Bila seperti itu untuk apa kita ke kebun kelapa lebih baik langsung saja kita ke rumah Pak Susena dan Nilu Wulan."
Ucap Made dengan nada sedikit geram.
Di sisi lain Agung, Pak Susena dan Nilu Wulan sudah tiba di tempat yang di maksud kan Agung, Pasti nya Pak Susena sangat terkejut melihat tas sekolah milik putri nya tergeletak di atas tanah namun tubuh Ayu belum terlihat lalu saat Agung berniat untuk mengambil tas milik Ayu ternyata yang terjadi Agung tersandung oleh kaki Ayu yang melintang di balik semak - semak.
Maka dengan cepat Agung menarik kedua kaki tersebut dari balik semak - semak dan benar saja saat itu di suguhkan pemandangan yang sangat mengerikan sekaligus menyedihkan yaitu tubuh Ayu terbujur kaku di hadapan kedua orang tua nya dengan kondisi kepala nya tertancap sepotong bambu dan tepat di jantung nya juga menancap sepotong kayu.
Seketika Nilu Wulan pingsan menyaksikan hal tersebut dan seketika lemas sekujur tubuh Pak Susena dan Agung menyaksikan hal tersebut, Saat itu mereka diam sejenak untuk menenangkan hati mereka sedangkan Wayan, Made dan Ketut baru saja tiba di ujung jurang tersebut dan mereka melihat dari ke jauh.
" Yan itu kedua orang tua Ayu dan juga ada Beli Agung juga di sana,"
Ucap Made dengan sedikit berbisik.
" Ayo kita kesana untuk melihat apa yang terjadi,"
Ucap Ketut sambil membalikkan badan nya.
" Hei, Jangan bodoh kamu ayo lekas pergi dari kampung ini posisi kita sudah tidak aman,"
Jawab Wayan sambil menarik kaos Ketut agar tidak melanjutkan langkah nya.
" Silahkan kalian pergi bersama Adit tapi maaf aku bukan pengecut seperti kalian, Lepaskan tangan mu dari baju ku!"
Bentak Ketut dengan nada geram.
" Ingat jangan bawa nama kami!"
Ancam Wayan sambil melepaskan genggaman nya dari kaos Ketut.
" Dasar pengecut!"
Ucap Ketut lalu berlari menuju dasar jurang menghampiri kedua orang tua Ayu dan juga Beli Agung.
Saat itu Wayan dan Made pun segera berlari menuju rumah nya dan memberi tahu bagaimana kondisi Ayu saat ini kepada Adit dan bisa di pastikan mereka bertiga berniat pergi dari kampung malam ini juga sebab mereka merasa ketakutan dengan kesalahan yang sudah mereka buat kepada Ayu sampai nyawa Ayu melayang malam hari ini.
Berbeda dengan Ketut yang menghampiri mereka bertiga di dasar jurang dan membantu kedua orang tua Ayu untuk membawa jasad Ayu kerumah nya, Sepanjang perjalan menuju ke rumah nya Ayu yang berada tepat di belakang Villa kedua orang tua Ayu menangis tidak henti - henti melihat kematian putri semata wayang nya yang begitu tragis.
Aku harus mengatakan kejadian sebenarnya sebab hal ini harus jelas siapa penyebab nya dari pada kedua orang tua Ayu murka dan menghabisi seluruh keluarga kita semua, Iya benar aku harus berbicara terserah mereka bertiga akan memusuhi ku tapi yang pasti aku bukan lah pengecut seperti mereka bertiga.
Bergumam lah dalam hati Ketut sambil membawa jasad Ayu yang sudah terbujur kaku, Rintik hujan pun semakin deras mengguyur mereka semua dan gemuruh petir pun silih berganti bersahutan menambah kesedihan kedua orang tua Ayu saat ini, Setiba nya mereka semua di rumah Ayu lalu Agung pun memohon ijin untuk pulang dan mengganti baju nya.
Serta Agung akan memberi tahu pemangku adat dan bedande ketua agama hindu di desa tersebut agar prosesi ngaben jasad Ayu bisa di laksanakan esok pagi, Saat itu yang berada di dalam rumah itu hanya Pak Susena, Nilu Wulan dan Ketut, Sebenarnya Ketut ingin berbicara saat ini namun serasa lidah nya keluh dan lagi melihat kondisi kedua orang tua Ayu yang sedang berduka jadi Ketut manahan nya dahulu.
Hujan pun semakin deras seakan turut berduka hari itu dan saat itu Nilu Wulan berteriak sangat keras tepat di hadapan jasad putri nya yang terbujur kaku di hadapan nya bersamaan dengan suara petir yang menggelegar dan tiba - tiba muncullah leak di depan jasad Ayu pasti nya Ketut dan Pak Susena terkejut melihat leak peliharaan Nilu Wulan.
Sesosok leak yang wujud nya rambut yang panjang, mata bulat besar terbelalak, kuku yang panjang serta lidah yang menjulur hingga menyentuh lantai, Karena terkejut saat itu juga Ketut jatuh pingsan di samping jasad Ayu yang terbujur kaku, Sedangkan Pak Susena mencoba menenangkan Nilu Wulan agar tidak bertindak gegabah dan lepas kendali.
" Nilu kendalikan emosi mu jangan sampai jatuh korban seperti dahulu,"
Ucap Pak Susena dengan wajah panik.
" Mereka sudah mengambil putri ku maka nyawa mereka pun harus aku ambil!"
Jawab Nilu Wulan dengan nada marah dan mata terbelalak.
" Tapi kita belum tahu siapa pelaku semua ini Nilu,"
Ucap Pak Susena dengan nada rendah.
" Kamu tidak tahu tapi Wiyasa tahu siapa pelaku nya dan malam ini juga jangan harap mereka bisa kabur, WIYASA KEJAR DAN AMBIL NYAWA NYA SEKARANG JUGA!"
Teriak Nilu Wulan memerintah kepada sosok leak di hadapan nya.
Wiyasa adalah sosok leak yang sudah mengikuti Nilu Wulan sejak kecil dan mereka lumayan akrab namun semua itu bisa di hentikan oleh pemangku adat dan bedande pemuka agama hindu di wilayah tersebut dan mereka semua serta para warga masyarakat mencoba menenangkan Nilu Wulan yang terbakar amarah nya malam itu.
" Nilu tenang lah dahulu jangan terbawa emosi kasihan Ayu melihat semua ini,"
Ucap Nilu Lastri sambil memegang lengan Nilu Wulan.
" Bila hal ini terjadi kepada putri mu aku yakin diri mu pun juga melakukan hal yang sama seperti ku,"
Jawab Nilu Wulan dengan air mata yang sudah terjatuh membasahi pipi.
" Kami semua paham dengan kesedihan yang sedang di rasakan Nilu Wulan tapi untuk saat ini tolong Nilu tahan amarah Nilu dahulu sampai prosesi ngaben Ayu usai di laksanakan,"
Ucap Nilu Nilam istri bedande pemuka agama di desa itu.
Saat itu semua warga masyarakat juga merasakan kesedihan yang di alami keluarga Pak Susena dengan pergi nya Ayu untuk selama - lama nya dengan cara yang sangat tragis dan pasti nya tidak ada satu orang tua bisa dengan mudah memaafkan pelaku kejahatan yang sampai merenggut nyawa putri atau putra mereka dengan cara tragis seperti itu.
Lalu bagaimanakah nasib Wayan, Made, Adit dan Ketut sebagai pelaku semua ke jadian ini bisakah dengan cara melarikan diri dari desa tersebut bisa menyelamatkan nyawa mereka dari kejaran Wiyasa yang wujud nya sangat menyeramkan dan pasti nya akan mengetahui kemana pun mereka pergi nya dan bagaimana dengan Nilu Wulan dan Pak Susena bisakah benar - benar ikhlas melepas kepergian Ayu untuk selama nya?
Ikuti terus kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
KITTY☠ᵏᵋᶜᶟ🏅ᶝᶡఛᏚིᥰ⃝֟.𝄠༅ᵛⁿᵇ
jempol buat ketut
2022-08-02
1
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
kenapa harus kabur, tetap saja kalian bakal di incer sama leak
2022-08-02
1
San
Keren sih ceritanya, berasa horror nya apalagi kalo dibaca pas malam²
2022-08-02
1