Semua yang masih belum terbayar dengan lunas pasti akan menuntut balasan nya kepada siapa pun dan hal itu biasa di sebut dengan karma yang harus terbayar, Begitu juga kali ini dengan yang terjadi kepada I Gusti Ketut Kuma Fima yang masih mengejar dan menuntut balas atas kematian kelima putra dan istri nya malam itu secara tragis dihakimi oleh masyarakat karena fitnah yang menyebar luas kala itu.
Dan kini setelah berpuluh - puluh tahun lama nya bangkit kembali saat kedatangan Daniel dan Risma ke villa tua tersebut yang berniat untuk honeymoon namun harus berhadapan dengan sosok leak perwujudan dari I Gusti Ketut Kuma Fima yang masih belum di sempurnakan jasad nya.
Sedangkan selama ini Daniel tidak mengetahui sama sekali siapa sebenarnya I Gusti Ketut Kuma Fima yang ia kenal hanyalah Kakek angkat nya seorang nelayan yang waktu itu telah menyelamatkan Teresa Ibu nya Daniel dan hal itu terjadi karena permintaan dari Nilu Wulan yang memohon kepada seorang lelaki nelayan agar membawa Teresa pergi sejauh mungkin dari desa tersebut dan jangan pernah kembali lagi.
Sejak itu lah Teresa hidup di Ibukota bersama Ayah angkat nya dan menghapus semua kejadian kelam yang menimpa diri nya, Bahkan Teresa tidak mengetahui dimana jasad Ayah, Ibu dan kelima saudara lelaki nya setelah kejadian malam itu dan Teresa tidak pernah menginjakkan kaki nya ke villa itu lagi sejak hari itu.
Sore itu ternyata Daniel mengajak Risma ke pesisir pantai untuk melihat acara perayaan di daerah tersebut, Suasana begitu ramai sekali dan di lautan pun terlihat begitu banyak lilin yang mengambang dan juga mereka mengadakan pesta kembang api yang begitu meriah, Lalu Daniel mengajak Risma masuk ke sebuah resto untuk makan malam serta memberi surprise kepada Risma.
" Sayang apakah kamu bahagia hidup dengan ku yang penuh kekurangan ini?"
Tanya Daniel sambil memeluk istri nya dari belakang sambil melihat pesta kembang api.
" Kebahagiaan itu bukan di ukur seberapa sempurna diri mu sayang tapi bahagia itu di saat aku bisa menerima semua kekurangan dan kelemahan mu,"
Jawab Risma sambil menyandarkan tubuh nya ke tubuh Daniel.
" Terimakasih ya sayang dengan semua pengertian dan perhatian mu pada ku selama ini, Sayang aku punya sesuatu untuk mu,"
Ucap Daniel sambil sesekali mencium pipi Risma lalu merogoh kantong jaket nya.
" Apa yang sedang kamu ambil sayang?"
Tanya Risma dengan sedikit bingung melihat ekspresi suami nya.
" Ini sayang untuk mu agar kamu terlihat semakin cantik dan anggun,"
Ucap Daniel sambil membuka kotak merah berbentuk love berisi kalung berlian.
" Wah ... indah sekali sayang, Pasti harga nya sangat mahal itu sayang,"
Jawab Risma dengan tatapan bahagia.
" Ini tidak sebanding dengan cinta, kasih sayang dan perhatian yang kamu berikan kepada ku sayang,"
Ucap Daniel sambil memasangkan kalung berlian itu ke leher Risma.
" Terimakasih sayang, Aku juga punya surprise untuk mu sayang, sebentar aku ambil ya,"
Ucap Risma sambil sedikit berlari menuju kursi di mana tas nya di letakkan.
Saat itu Daniel berfikir apa yang akan di berikan istri nya kepada nya dan surprise seperti apa yang ia maksud dan Daniel berharap tidak timbul sifat iseng Risma yang membungkus hamster seperti saat di hari ulang tahun Daniel beberapa tahun yang lalu sebab Daniel sangat takut dengan hamster dan bisa di pastikan di hari ulang tahun nya Daniel di buat pingsan oleh Risma karena memberi kado hamster.
" Sayang ini, Kamu lihat,"
Ucap Risma diiringi dengan senyum bahagia.
" Testpack ... sayang jadi kamu sedang hamil,"
Jawab Daniel yang seketika memeluk erat tubuh istri nya dengan bahagia.
" Iya sayang tapi tetap saja harus ke dokter untuk lebih memastikan dengan hasil laboratorium,"
Ucap Risma sambil mengelus punggung Daniel.
" Besok kita ke rumah sakit ok, Sekarang kita pulang agar kamu bisa beristirahat,"
Jawab Daniel dengan tatapan mata berbinar bahagia.
Kemudian Daniel, Risma dan Pak Suta pun kembali menuju villa dan selama di perjalanan Risma mencoba menanyakan siapa pemilik villa tua tersebut dan tiba - tiba hujan pun turun disertai kilat petir dan guntur bersahut sahutan sepanjang perjalanan menuju villa.
" Pak Suta hati - hati membawa mobil nya dan seperti nya kabut sudah turun, Gunakan lampu tembak saja Pak,"
Ucap Daniel sambil memegang telapak tangan istri nya.
" Baik Tuan,"
Jawab Pak Suta dengan fokus tatapan nya kedepan.
" Sayang boleh tidak aku bertanya sesuatu mengenai villa itu?"
Tanya Risma sambil menyandarkan kepala nya ke pundak Daniel.
" Villa, Memang ada apa dengan villa itu sayang, Apakah kamu sedang berimajinasi yang terkadang membuat ku bingung?"
Jawab Daniel yang berbalik bertanya diiringi dengan senyum simpul melirik ke arah Risma.
" Tidak, Aku hanya ingin tahu saja siapa pemilik pertama villa itu apakah kamu mengenal nya sayang?"
Tanya Risma dengan nada penasaran.
" Aku tidak mengenal nya hanya aku pernah mendengar cerita dari Mama kalau pemilik villa tua itu Kakek ku yang seorang nelayan itu,"
Jawab Daniel dengan tatapan fokus kedepan.
" Seorang nelayan memiliki villa hebat juga Kakek mu, Lalu kemana sekarang Kakek mu sayang mengapa aku tidak pernah melihat nya,"
Ucap Risma yang semakin penasaran.
" Kakek ku telah meninggal setelah Mama ku menikah dengan Papa dan di makam kan di pemakaman di Ibukota sayang,"
Jawab Daniel dengan nada tenang.
" Berarti jasad Kakek mu tidak berada di bawah villa itu kan sayang?"
Tanya Risma dengan nada serius.
" Bagaimana mungkin jasad Kakek ku di bawah villa itu sedangkan sejak Mama ku masih kecil mereka sudah tinggal di Ibukota dan villa itu yang mengurus Pak Susena dan Nilu Wulan,"
Jawab Daniel dengan tatapan serius kepada istri nya.
" Bila begitu lalu siapa wujud leak itu?"
Ucap Risma dengan lirih takut suami nya mendengarnya.
Saat Risma mengatakan hal itu bersamaan dengan suara guntur yang menggelegar di angkasa luas dan tiba - tiba ada pohon pinus yang lumayan besar jatuh menghalangi jalan sehingga mobil yang di tumpangi mereka bertiga tidak bisa lewat sebelum pohon pinus itu di singkhir kan terlebih dahulu.
" Tuan ada pohon tumbang bagaimana?"
Tanya Pak Suta setelah menghentikan mobil nya.
" Mari kita turun dan menyingkirkan pohon pinus yang tumbang itu Pak, Sayang tunggu sebentar ya,"
Jawab Daniel sambil keluar dari mobil bersama Pak Suta.
Saat itu Risma hanya diam melihat mereka berdua keluar dari mobil lalu tidak lama kemudian Risma bangkit dari duduk nya mendekatkan badan nya ke bangku depan untuk bertanya kepada Ayu yang duduk di bangku depan yang sedari tadi Risma sudah melihat kehadiran Ayu di dalam mobil itu.
" Ayu ada apa kamu kemari, Apakah itu ulah Wisesa dan Wiyasa yang meletakan pohon pinus di tengah jalan?"
Tanya Risma dengan nada serius.
" Iya benar dan aku yang memerintahkan mereka berdua meletakkan pohon pinus itu sebab ada sesuatu yang terjadi di villa itu Ris,"
Jawab Ayu dengan nada serius sambil sesekali melihat kearah Risma dan Daniel yang berusaha menyingkirkan pohon pinus yang tumbang di tengah jalan.
" Apa yang terjadi di villa itu, Apakah sosok yang membawa rantai itu lagi yang berkeliaran di dalam villa itu ataukah ada maling yang masuk untuk merampok?"
Tanya Risma dengan nada khawatir.
" Bukan Ris, Tetapi baru saja tadi Ayah ku dan Beli Runda serta Nilu Nilam masuk kedalam villa itu sambil membawa sesaji dan membawa nya masuk kedalam ruangan yang terkunci di depan ruang makan,"
Jawab Ayu dengan sedikit terburu - buru sebab Daniel dan Pak Suta sudah selesai memindahkan pohon pinus yang menghalangi jalan.
" Sesaji dan masuk ruangan yang terkunci itu, Tapi untuk apa dan siapa yang berada di dalam ruangan itu sampai harus di beri sesaji?"
Tanya Risma dengan tatapan semakin bingung.
" Kamu harus menanyakan hal itu kepada Ayah ku dan Beli Runda, Ris,"
Jawab Ayu lalu menghilang dari hadapan Risma sebelum Risma sempat bertanya lagi.
Saat itu Daniel dan Pak Suta sudah masuk kedalam mobil lagi untuk melanjutkan perjalanan menuju villa sedangkan Risma membetulkan duduk nya dengan wajah yang sedikit bingung dan khawatir, Sedangkan di villa ada Beli Runda, Pak Susena dan Nilu Nilam yang sedang pingsan pasti nya mereka berdua bingung membawa Nilu Nilam yang pingsan kemana sebab kondisi sedang hujan saat itu.
" Beli Susena bagaimana ini istri ku belum sadar juga dan di luar juga sedang hujan?"
Tanya Beli Runda dengan nada dan tatapan gugup.
" Ini bisa gawat bila sampai istri mu sadar dan menceritakan kepada orang lain tentang apa yang kita lakukan,"
Jawab Pak Susena dengan tatapan serius.
" Kalau masalah itu tidak mungkin tapi yang aku takutkan pemilik villa ini segera kembali dan melihat kita bertiga di sini dengan kondisi istri ku pingsan,"
Ucap Beli Runda dengan nada dan tatapan gugup.
" Benar juga apa yang kamu katakan, Kalau begitu ayo kita bawa istri mu ke rumah ku saja,"
Jawab Pak Susena yang bangkit dari jongkok.
Dan ternyata benar saat mereka berdua sedang berusaha membawa Nilu Nilam menuju rumah Pak Susena saat itu mobil Daniel sudah tiba di pelataran depan villa maka dengan tergesa - gesa mereka berdua berjalan menuju rumah Pak Susena sambil membawa Nilu Nilam yang sedang pingsan hingga lupa tidak menutup pintu belakang.
Saat Daniel dan Risma membuka pintu depan tiba - tiba pintu ruangan di depan ruang makan tertutup dengan sangat keras dan hal itu membuat Daniel dan Risma terkejut dan berfikir suara apa itu tadi seperti suara pintu yang tertutup dengan sangat keras seperti seseorang yang sedang membanting daun pintu sangat keras.
" Suara apa itu tadi dan dari mana asal nya?"
Tanya Daniel sambil menoleh ke arah istri nya yang berdiri di samping nya.
" Entah, Mungkin suara jendela terkena angin?"
Jawab Risma sambil berbalik bertanya untuk mengalihkan fokus Daniel.
Kemudian mereka berdua pun melangkah masuk kedalam villa tersebut lalu Daniel segera menuju kamar nya untuk ganti baju sebab sudah basah kuyup terkena air hujan sedangkan Risma sengaja menuju ke dapur dengan berpura - pura akan membuat kan teh hangat untuk suami nya, Namun sesungguhnya nya Risma penasaran dengan yang di katakan Ayu di mobil.
Kamar di ruang makan yang di kunci, Memang ada apa dengan ruangan itu dan untuk apa di beri sesaji oleh Pak Susena, Beli Runda dan Nilu Nilam apakah sosok leak jahat yang sudah membuat suami ku ketakutan itu berada di ruangan itu, Bila benar siapa leak jahat itu sebenarnya sebab suami ku berkata jasad Kakek nya di semayam kan di ibukota bukan di villa ini.
Bergumam lah dalam hati Risma sambil memperhatikan pintu kamar yang berada di ruang makan tersebut sudah terkunci kembali dan tidak terlihat ada yang membuka nya, Saat Risma terdiam di depan pintu kamar yang terkunci itu tiba - tiba di kejut kan oleh Pak Suta yang menegur nya.
" Nyonya mengapa pintu belakang terbuka, Apakah Nyonya sengaja membuka nya?"
Tanya Pak Suta sambil menahan dingin.
" Ya Tuhan Pak Suta membuat kaget saja, Lagi pula Bapak untuk apa memakai sarung seperti itu bikin ilfil saja deh, Saya belum ke belakang Pak Suta jadi mana mungkin saya membuka pintu belakang,"
Jawab Risma dengan nada sebal sebab sudah di kejut kan Pak Suta.
" Maaf Nyonya kan saya kedinginan ini tadi niat saya mau membuat kopi tapi melihat pintu belakang terbuka dan saya lihat Nyonya berdiri di sini,"
Ucap Pak Suta menjelaskan apa niat nya menghampiri Risma.
Kemudian Risma pun berjalan menuju ke dapur sedangkan Pak Suta duduk di meja makan dan sesekali pandangan nya tertuju kepada pintu yang terkunci di hadapan nya itu dan saat itu Pak Suta melihat pintu ruangan itu terbuka perlahan dan muncullah sosok leak yang tinggi besar berwajah merah seram, mata yang terbelalak, taring yang tajam dan kuku yang panjang sambil membawa rantai.
Seketika Pak Suta tidak mampu berteriak dan jatuh pingsan telungkup di meja makan, Saat itu Risma baru saja selesai membuat kopi untuk Pak Suta dan teh hangat untuk nya dan suami nya sambil berjalan membawa nampan yang berisi kopi dan teh hangat Risma lumayan bingung melihat Pak Suta yang di pikir Risma ia sudah tertidur di meja makan.
" Baru di tinggal sebentar saja sudah tertidur dia, Padahal tadi minta kopi untuk menghangatkan tubuh nya, Dasar orang aneh ya sudah aku letakkan di sini saja kopi nya."
Ucap Risma sambil meletakkan secangkir kopi di meja makan tepat di depan Pak Suta yang sedang pingsan.
Kemudian Risma pun melangkahkan kaki nya menuju kamar nya sambil menaiki anak tangga dan setiba nya di lorong menuju kamar nya tiba - tiba lampu yang berada di sana berkedip seakan - akan voltase listrik sedang turun saat itu sebenar nya bulu kuduk Risma sudah berdiri namun Risma tidak menghiraukan.
Lalu apakah yang akan terjadi malam ini apakah wujud leak I Gusti Ketut akan mendatangi Daniel lagi seperti malam sebelumnya ataukah malam ini Risma yang akan di datangi dan meminta tolong untuk membuka rantai nya lalu untuk apa leak tersebut meminta bantuan untuk melepas rantai di kaki dan tangan nya?
Jangan pernah beranjak dari kisah ini dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
awal part manis, romantis, sampai iri lihat pasangan pengantin baru, setelah kenapa adegan seram, hii kan takut 🥲
2022-08-13
1
🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ᭄
Astaga.. kasian 😂😂
2022-08-02
1
Elisabeth Ratna Susanti
waduh
2022-07-19
1