BAB 17 . KENYATAAN PAHIT

Pahit seperti apa pun itu lah kenyataan dan harus kita terima dengan lapang dada untuk menyikapi sebuah kenyataan, Begitu juga dengan kenyataan bahwa sesungguhnya pemilik villa tua itu adalah I Gusti Ketut Kuma Fima putra saudagar kaya pemilik perkebunan kelapa terluas di wilayah tersebut namun bernasib naas karena harus meregang nyawa demi membela nama baik keluarga nya yang sudah di fitnah memiliki ilmu pengeleakan hingga menewaskan pemangku adat desa sebelah.

Karena fitnah itu lah I Gusti Ketut dan Nilu Putu Dwi Karna beserta kelima putra nya harus meregang nyawa di tangan penduduk yang terprovokasi pesaing bisnis nya dan yang bisa tertolong hanya Teresa Ibu dari Daniel yang sebenar nya nama asli nya I Wayan Ida Mahendra namun sejak di angkat anak oleh nelayan yang menyelamatkan maka di ganti lah nama nya menjadi Maria Teresa Suteja.

Namun seperti nya jasad dari I Gusti Ketut belum bisa di sempurnakan sebab sejak kejadian itu wujud I Gusti Ketut belum kembali ke wujud manusia melainkan masih berwujud leak yang bertubuh tinggi besar, mata bulat terbelalak, lidah yang menjulur panjang, taring yang runcing dan kuku yang panjang.

Karena itu lah jasad I Gusti Ketut di rantai dengan harapan agar tidak memakan korban jiwa lagi menurut bedande Yudah Darma Ayah dari bedande Runda Darma dan di rantai tersebut juga sudah terpasang mantra pengikat yang tidak sembarang orang bisa melepaskan rantai tersebut.

Meski sesungguhnya I Gusti Ketut telah wafat puluhan tahun yang lalu namun belum bisa di sempurnakan sebab jasad nya masih belum di ngaben sesuai keyakinan adat setempat dan hal itu lah yang membuat mayoritas masyarakat mengatakan bahwa villa tua itu ada hantu nya sebab di malam tertentu akan terlihat sosok yang sedang berjalan sambil membawa rantai di depan villa tua tersebut.

Saat itu mereka bertiga bukan lain Risma, Pak Susena dan Beli Runda lumayan panik sebab terdengar suara langkah kaki yang di seret dan diiringi suara rantai yang terseret melangkah keluar dari ruangan tersebut yang pintu nya sudah terbuka, Dengan melangkah mundur perlahan Risma, Pak Susena dan Beli Runda pandangan nya fokus kepada asal suara yang mengerikan itu.

" Beli Susena apa yang harus kita lakukan!"

Tanya Beli Runda dengan nada panik.

" Baca doa untuk melindungi Nyonya Risma,"

Jawab Pak Susena dengan nada panik.

" Apakah tidak ada cara lain yang bisa kalian lakukan selain hal itu?"

Tanya Risma dengan nada gugup dan khawatir.

" Untuk saat ini hanya itu yang bisa kami lakukan Nyonya menjaga keselamatan Nyonya Risma dari amukan I Gusti Ketut."

Jawab Pak Susena sambil duduk bersila di lantai di ikuti Beli Runda.

Sedangkan Risma masih berdiri di antara mereka berdua dengan tatapan panik bergantian melihat mereka berdua yang mulai membaca mantra yang tidak di mengerti oleh Risma dan saat itu Risma melihat ke arah Wisesa dan Wiyasa yang mencoba menghadang sosok leak I Gusti Ketut agar tidak mendekati mereka bertiga namun seperti nya hal itu sia - sia.

Sebab dengan mudah nya I Gusti Ketut melemparkan Wiyasa dan Wisesa hingga keluar dari ruangan itu lalu I Gusti Ketut pun melangkah mendekati Risma dengan sosok yang lumayan mengerikan, Saat itu sebenarnya Risma sangat ketakutan namun ia mencoba kuat dan terus berdoa dalam hati nya, Di saat tangan I Gusti Ketut akan memegang tangan Risma tiba - tiba terpental dan jatuh terseret masuk kedalam ruangan itu dan pintu pun tertutup dengan keras.

" Puji Tuhan mahkluk itu sudah masuk kedalam ruangan itu, Pak Susena, Beli Runda sudah hentikan baca mantra nya,"

Ucap Risma sambil menepuk pundak mereka berdua.

" Nyonya tidak apa - apa?"

Tanya Pak Susena yang baru membuka mata nya.

" Saya tidak apa - apa Pak, Tapi tolong jelaskan siapa sosok itu tadi dan mengapa dia di rantai?"

Jawab Risma yang berbalik bertanya dengan tatapan serius.

Kemudian mereka berdua pun bangkit berdiri sedangkan Risma duduk di sofa sambil mengelus perut nya sebab dirasa bayi di dalam perut nya bergerak membuat perut Risma merasa kurang nyaman, Saat itu Pak Susena mulai menceritakan bagaimana awal sejarah villa itu berdiri dan siapa pemilik villa itu pertama kali nya hingga kejadian yang sangat memilukan itu terjadi.

Di situlah Risma baru mengetahui kisah sejarah keluarga dari suami nya dan Risma menanyakan kepada mereka berdua bagaimana cara melepaskan rantai yang sudah membelenggu I Gusti Ketut puluhan tahun itu namun mereka berdua saling pandang dan menggelengkan kepala tanda mereka tidak mengetahui cara membuka nya.

" Bagaimana mungkin kalian berdua tidak mengetahui lalu apa saja yang kalian lakukan selama ini, Mengapa kalian begitu tega menyiksa nya seperti itu?"

Tanya Risma dengan nada yang sedikit tinggi saat itu.

" Maafkan kami Nyonya, Kami berdua sudah berusaha namun mantra yang menyegel rantai itu tidak bisa terlepas juga jadi yang bisa kami lakukan hanya memberi sesaji agar I Gusti Ketut tidak marah seperti hari ini,"

Jawab Beli Runda dengan kepala tertunduk.

" Apakah kalian tidak tahu mantra atau doa apa agar segel itu terbuka dan bisa di makam kan dengan layak Kakek dari suami ku?"

Tanya Risma dengan tatapan serius.

" Saya tahu Nyonya namun kami berdua tidak mampu menahan amukan I Gusti Ketut hingga kami berdua terpental keluar ruangan saat itu,"

Jawab Pak Susena dengan sedikit gugup melihat Risma yang seperti nya sedang marah.

" Hal itu tidak mungkin terjadi bila kalian berdua tidak menyakiti atau menyinggung nya, Mana doa atau mantra nya biar aku yang membaca nya!"

Ucap Risma dengan nada geram.

" Jangan Nyonya ini sangat berbahaya terlebih lagi Nyonya sedang hamil, Jadi biar kami saja yang berbicara dengan I Gusti agar tidak marah lagi,"

Jawab Pak Susena dengan nada khawatir.

" Lebih berbahaya lagi bila aku tidak menemui nya dan berbicara dengan Kakek dari suami ku, Ayo antar aku masuk ke ruangan itu,"

Ucap Risma sambil bangkit dari duduk nya.

Kemudian Risma pun berjalan menuju ruangan yang tertutup itu sesekali terdengar suara mengerang kesakitan dan tangisan yang sangat menyayat hati, Saat itu Risma merasa kasihan dan bertekad harus bisa melepas rantai itu agar bisa di makam kan dengan layak jasad Kakek dari suami nya dan juga agar villa tua itu tidak terus di katakan villa hantu.

" Nyonya yakin akan masuk kedalam dan berbicara dengan I Gusti Ketut?"

Tanya Pak Susena dengan nada ragu.

" Lebih baik Nyonya urung kan niatan Nyonya sebab saat ini I Gusti Ketut sedang marah,"

Timpal Beli Runda dengan nada khawatir.

" Kalian berdua punya Tuhan kan, Maka berdoa lah sesuai keyakinan masing - masing, Hari ini harus selesai masalah sosok yang selalu menghantui semua orang."

Ucap Risma sambil memegang gagang pintu yang mulai berkarat.

Perlahan namun pasti Risma membuka pintu itu dan melangkah masuk kedalam ruangan itu, Pandangan Risma mulai menyebar keseluruh ruangan yang gelap dan pengap, Di dalam ruangan itu terlihat begitu banyak peti terbuat dari kayu bertumpuk - tumpuk dan ada juga berbagai macam keramik yang harga nya lumayan mahal tersimpan di sana.

Saat itu Risma tidak bisa melihat di mana sosok itu berada hanya mendengar suara tangisan yang menyayat hati dari salah satu ujung ruangan dan tiba - tiba Risma di kejut kan oleh teriakan Pak Susena dan Beli Runda yang lumayan keras terpental keluar dari ruangan dan pintu pun tertutup dengan sendiri nya.

Lalu tiba - tiba di ruangan itu menjadi terang seperti ada nyala lampu dan Risma bisa melihat seisi ruangan itu dengan jelas bahkan saat itu Risma mampu melihat di mana sosok itu berada yang sedang duduk di sebuah kursi goyang tepat di dekat jendela sambil membelakangi Risma.

Dengan perlahan Risma berjalan mendekati kursi goyang yang bergerak dan terdengar tangisan lirih namun jelas di telinga Risma yang membuat ia semakin penasaran meski rasa takut juga di rasakan dalam kondisi yang lumayan mencekam malam itu.

" Kek ... jangan takut ya, Aku hanya ingin membantu Kakek,"

Ucap Risma sambil mengalihkan rasa takut di hati nya.

Sesaat sosok yang berada di hadapan Risma yang duduk di kursi goyang itu berbalik menghadap ke arah Risma dengan cepat hal itu membuat Risma sangat terkejut dan refleks Risma berteriak sekuat tenaga melihat wajah sosok di hadapan nya yang koyak dengan mata terbelalak dan tubuh yang penuh dengan luka.

Sedangkan di luar ruangan ada Pak Susena, Beli Runda, Daniel dan Pak Suta yang sudah tersadar dari pingsan nya benar - benar panik mendengar teriakan Risma dari dalam ruangan tersebut dan pasti nya mereka berempat berfikir Risma tidak akan selamat dari amukan I Gusti Ketut malam itu.

" MENGAPA KALIAN TIDAK MENCEGAH ISTRI KU MASUK KEDALAM SANA, BILA TERJADI SESUATU DENGAN ISTRI DAN ANAK KU MAKA KALIAN BERDUA TIDAK AKAN KU BERI AMPUN!"

Teriak Daniel dengan emosi yang memuncak sambil mencoba mendobrak pintu yang terkunci.

Mereka bertiga hanya mampu terdiam dan mencoba membantu Daniel membuka pintu tersebut dengan sekuat tenaga namun hal itu sia - sia sebab pintu tersebut tidak bergeming sedikit pun bahkan hingga bahu mereka sakit pun pintu itu masih terkunci dengan rapat tanpa terlihat ada perubahan.

Sedangkan di dalam ruangan Risma mencoba berinteraksi dengan sosok I Gusti Ketut yang lumayan menyeramkan tersebut dan Risma mencoba mendekati sosok yang duduk di kursi goyang itu lagi perlahan sambil dalam hati nya terus berdoa sebisa mungkin untuk meminta perlindungan Tuhan.

" Kakek aku cucu mu datang untuk membantu mu melepas rantai yang membelenggu mu selama ini jadi jangan takut, Aku tidak akan menyakiti mu Kek,"

Ucap Risma lagi sambil melangkah perlahan mendekati sosok yang menyeramkan itu.

Seperti nya sosok itu memahami apa yang di katakan oleh Risma sebab sosok itu menyodorkan kedua tangan nya yang di rantai ke hadapan Risma, Saat itu jantung Risma berdetak sangat kencang namun Risma sangat yakin dengan kuasa doa yang sangat besar maka Risma pun memegang rantai itu dengan tangan kiri dan tangan kanan nya di angkat ke atas.

Sambil memejamkan mata nya Risma mulai memanjatkan doa kepada Tuhan dengan hati yang tulus ia pun melantunkan puji - puji an kepada Tuhan dan saat itu bekerjalah kuasa Tuhan di ruangan itu ada seberkas cahaya yang sangat terang masuk menerobos ke dalam ruangan itu dan menyinari tubuh Risma dan I Gusti Ketut Kuma Fima yang wujud nya mengerikan.

Dalam hitungan menit semua rantai itu terbuka dan wujud I Gusti Kuma Fuma berubah menjadi manusia pada umum nya sambil tangan nya memegang tangan Risma yang masih memanjatkan doa sambil memejamkan mata nya, Lalu Risma mendengar ada suara manusia yang menyapa nya dengan nada lembut dan tenang agar membuka mata nya.

" Buka lah mata mu dan jangan takut sebab Aku berserta mu,"

Ucap suara itu dengan lembut dan mendamaikan hati.

" Terimakasih Bapa Engkau telah hadir melawat ku malam ini,"

Jawab Risma yang perlahan membuka mata nya.

Saat itu Risma sungguh terkejut sebab saat ini yang berada di hadapan nya dan yang sedang di pegang tangan nya bukan lah sosok yang mengerikan seperti tadi namun yang berdiri di hadapan nya saat ini adalah seorang lelaki yang tampan dan gagah serta wajah nya penuh kedamaian jauh sedang tersenyum kepada nya.

" Kemana Kakek ku pergi nya dan siapa kamu?"

Tanya Risma sambil menarik telapak tangan nya.

" Aku lah Kakek dari Daniel yang sudah kamu selamatkan tadi, Ternyata kamu hebat mampu melepaskan rantai yang membelenggu ku selama puluhan tahun,"

Jawab I Gusti Ketut sambil tersenyum ramah.

" Bukan aku yang hebat tapi Bapa ku yang luar bisa Kek, Aku berjanji akan makam kan Kakek secepat nya agar Kakek tenang di sana,"

Ucap Risma sambil membalas senyuman Kakek nya Daniel.

Kemudian Risma menggandeng lengan I Gusti Ketut dan melangkah menuju pintu untuk memberi tahu Pak Susena, Pak Suta, Beli Runda dan Daniel bahwa semua sudah berakhir dan tidak ada lagi mahkluk yang menyeramkan hantu atau apa pun di villa itu, Namun saat Risma membuka pintu sambil menggandeng lengan I Gusti Ketut saat itu Daniel dan Pak Suta jatuh pingsan lagi sebab mereka berfikir Risma telah meninggal dunia saat itu.

Dan tiba - tiba wujud I Gusti Ketut berubah wujud seperti semula menjadi leak yang menyeramkan saat melihat bedande Runda Darma berdiri di hadapan nya dan yang terjadi tubuh bedande Runda terlempar hingga masuk kedalam kolam renang dalam kondisi pingsan sebab menghantam kaca jendela pembatas.

Lalu apa sebenarnya yang membuat I Gusti Ketut hingga marah seperti itu saat melihat bedande Runda dan mampukah Risma menenangkan I Gusti Ketut yang marah saat itu, Lalu apa yang akan di lakukan Daniel bila mengetahui kisah sesungguhnya?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

tambah seru ceritanya 🤭, lanjut ahh

2022-08-13

1

🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ​᭄

🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ​᭄

Buat Ceritanya keren.. kena semuanya

2022-08-02

2

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

don't even give up

2022-07-19

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . JERITAN JIWA LEAK
3 BAB 3 . PENJELASAN
4 BAB 4 . AKAR MIMANG
5 BAB 5 . BERITA DUKA
6 BAB 6 . DENDAM SANG LEAK
7 BAB 7 . AMARAH MEMBAWA PETAKA
8 BAB 8 . HUTAN PINUS
9 BAB 9 . MALAM YANG ANEH
10 BAB 10 . PENELUSURAN
11 BAB 11 . SUASANA SETELAH HUJAN
12 BAB 12 . MENCARI INFORMASI
13 BAB 13 . TERTUTUP OR DI TUTUPI
14 BAB 14 . TAK ADA YANG MUSTAHIL
15 BAB 15 . BANGKIT NYA I GUSTI KETUT
16 BAB 16 . TAK AKAN MENYERAH
17 BAB 17 . KENYATAAN PAHIT
18 BAB 18 . KEPANIKAN
19 BAB 19 . JANGAN TERULANG
20 BAB 20 . KLARIFIKASI MASALAH
21 BAB 21 . JERITAN ATAU TANGISAN
22 BAB 22 . HARAPAN
23 BAB 23 . AKU BUKAN DIRI MU
24 BAB 24 . BALAS DENDAM TERBAIK
25 BAB 25 . SULIT DI MAAF KAN
26 BAB 26 . KEJUJURAN YANG DI BUTUHKAN
27 BAB 27 . JANGAN BERSUMPAH
28 BAB 28 . KEJAHILAN WIYASA
29 BAB 29 . DRAMA
30 BAB 30 . PERAMPOKAN
31 BAB 31 . BURUNG HANTU
32 BAB 32 . KEBENARAN YANG SALAH
33 BAB 33 . SIAPA YANG SALAH
34 BAB 34 . KEJADIAN GANJIL
35 BAB 35 . KASUS YANG DI TUTUP
36 BAB 36 . PEMAKAMAN DAN FAKTA
37 BAB 37 . IRI SUMBER BENCANA
38 BAB 38 . KENYATAAN YANG MEMILUKAN
39 BAB 39 . MENGEJAR SUMBER MASALAH
40 BAB 40 . MISI TERSELUBUNG
41 BAB 41 . PERSIAPAN
42 BAB 42 . STRATEGI PERANG
43 BAB 43 . RESPONSE
44 BAB 44 . PERBUATAN DAN HASIL
45 BAB 45 . TIDAK ADA YANG KEBETULAN
46 BAB 46 . KEMARAHAN DEWI DURGA
47 BAB 47 . KUTUKAN DEWI DURGA
Episodes

Updated 47 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . JERITAN JIWA LEAK
3
BAB 3 . PENJELASAN
4
BAB 4 . AKAR MIMANG
5
BAB 5 . BERITA DUKA
6
BAB 6 . DENDAM SANG LEAK
7
BAB 7 . AMARAH MEMBAWA PETAKA
8
BAB 8 . HUTAN PINUS
9
BAB 9 . MALAM YANG ANEH
10
BAB 10 . PENELUSURAN
11
BAB 11 . SUASANA SETELAH HUJAN
12
BAB 12 . MENCARI INFORMASI
13
BAB 13 . TERTUTUP OR DI TUTUPI
14
BAB 14 . TAK ADA YANG MUSTAHIL
15
BAB 15 . BANGKIT NYA I GUSTI KETUT
16
BAB 16 . TAK AKAN MENYERAH
17
BAB 17 . KENYATAAN PAHIT
18
BAB 18 . KEPANIKAN
19
BAB 19 . JANGAN TERULANG
20
BAB 20 . KLARIFIKASI MASALAH
21
BAB 21 . JERITAN ATAU TANGISAN
22
BAB 22 . HARAPAN
23
BAB 23 . AKU BUKAN DIRI MU
24
BAB 24 . BALAS DENDAM TERBAIK
25
BAB 25 . SULIT DI MAAF KAN
26
BAB 26 . KEJUJURAN YANG DI BUTUHKAN
27
BAB 27 . JANGAN BERSUMPAH
28
BAB 28 . KEJAHILAN WIYASA
29
BAB 29 . DRAMA
30
BAB 30 . PERAMPOKAN
31
BAB 31 . BURUNG HANTU
32
BAB 32 . KEBENARAN YANG SALAH
33
BAB 33 . SIAPA YANG SALAH
34
BAB 34 . KEJADIAN GANJIL
35
BAB 35 . KASUS YANG DI TUTUP
36
BAB 36 . PEMAKAMAN DAN FAKTA
37
BAB 37 . IRI SUMBER BENCANA
38
BAB 38 . KENYATAAN YANG MEMILUKAN
39
BAB 39 . MENGEJAR SUMBER MASALAH
40
BAB 40 . MISI TERSELUBUNG
41
BAB 41 . PERSIAPAN
42
BAB 42 . STRATEGI PERANG
43
BAB 43 . RESPONSE
44
BAB 44 . PERBUATAN DAN HASIL
45
BAB 45 . TIDAK ADA YANG KEBETULAN
46
BAB 46 . KEMARAHAN DEWI DURGA
47
BAB 47 . KUTUKAN DEWI DURGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!