BAB 6 . DENDAM SANG LEAK

Meski waktu berjalan namun rasa sakit hati dan dendam masih saja tersimpan rapi di dalam hati dan benak Nilu Wulan dan Nilu Komang yang saling berfikir bahwa kematian putra dan putri nya karena ilmu leak yang di miliki Nilu Wulan, Di sisi lain masyarakat desa sejak kejadian itu lebih memilih diam dan berpura - pura tidak tahu.

Meski sesungguhnya mereka semua mengetahui kisah sebenar nya apa yang terjadi, Mereka memilih diam sebab tidak mau berurusan dengan pihak berwajib yang sudah mengancam mereka semua bila sampai terjadi hal yang sama kepada keluarga Pak Susena dan Nilu Wulan sebab pihak yang berwajib tidak ingin ada nya main hakim sendiri hingga menimbulkan korban jiwa kembali seperti hal sebelum nya.

Tanpa terasa waktu terus berjalan kini sudah satu bulan berlalu namun Wiyasa tidak pernah terlihat di rumah Nilu Wulan dan pasti nya hal tersebut menimbulkan pertanyaan, Sedangkan setiap hari yang terlihat di dalam villa bersama Pak Susena adalah Wisesa mahkluk yang berwujud leak yang berwarna putih selalu menemani kemana pun Pak Susena pergi.

Sudah satu bulan Wiyasa tidak pulang kemana ia pergi nya, Apakah Wiyasa sedang berlari mengejar pembunuh Ayu selain Adit, Wayan dan Made, Namun bila benar siapa lagi pelaku nya sedangkan saat itu Ketut hanya menyebutkan nama mereka bertiga, Wiyasa kembali lah pulang jangan membuat ku khawatir seperti ini.

Bergumam lah dalam hati Nilu Wulan sambil berdiri di pelataran rumah nya sesekali melihat ke arah hutan yang letak nya tidak begitu jauh dari rumah Nilu Wulan dan Pak Susena, Tidak lama kemudian datang lah Nilu Nilam menghampiri Nilu Wulan mencari Pak Susena.

" Om swasti astu ... Nilu apakah Beli Susena di rumah?"

Tanya Nilu Nilam dengan tatapan gugup.

" Sedang membersihkan villa sebab cucu pemilik villa kata nya akan datang, Memang ada apa Nilu kenapa gugup begitu?"

Jawab Nilu Wulan dengan tatapan bingung melihat sikap Nilu Nilam.

" Tolong anak saya Nilu, Tiba - tiba demam tinggi dan kejang - kejang sedangkan Beli Runda sedang ada acara di desa sebelah belum pulang,"

Ucap Nilu Nilam sambil memegang tangan Nilu Wulan yang memegang sapu ijuk.

" Tapi aku ...."

Jawab Nilu Wulan sambil terdiam mengingat pesan suami nya satu bulan yang lalu.

" Tolong anak saya Nilu,"

Ucap Nilu Nilam dengan air mata yang jatuh membasahi pipi nya.

Kemudian Nilu Wulan pun mengangguk kan kepala dan berjalan menuju rumah Nilu Nilam yang jarak nya tidak begitu jauh, Selama perjalanan Nilu Wulan dalam hati merasa cemas sebab sudah melanggar perkataan suami nya yang melarang diri nya untuk menunjukkan ilmu leak untuk hal apa pun begitu juga dengan Pak Susena lebih menutup diri.

Sedangkan Pak Susena sedang membersihkan villa sebab mendapat informasi bahwa cucu pemilik villa serta istri nya akan datang ke villa tersebut untuk bulan madu dan ada beberapa proyek yang harus di kerjakan di kota, Pasti nya hal itu membuat Pak Susena senang sebab sudah cukup lama villa itu kosong.

" Wisesa sebentar lagi villa ini tidak sepi lagi dan ingat jangan sekali - sekali menampakkan wujud mu kepada cucu dan istri pemilik villa ini,"

Pesan Pak Susena sambil membersihkan kolam renang di samping villa.

" Aku tidak pernah melanggar kata - kata mu, Yang suka menampak kan wujud nya Wiyasa,"

Jawab Wisesa sosok leak sambil berdiri di ujung kolam renang.

" Oh ya kemana pergi nya Wiyasa sudah lama aku tidak melihat nya,"

Ucap Pak Susena sambil sesekali melirik ke arah Wisesa.

" Dia takut kepada mu bila pulang ke rumah sebab sudah membuat kesalahan, Pasti dia takut di rantai,"

Jawab Wisesa sambil memalingkan wajah nya.

" Apa yang sudah ia perbuat dan mengapa takut aku rantai?"

Tanya Pak Susena sambil bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati Wisesa.

Kemudian Wasesa pun menceritakan kejadian satu bulan yang lalu bahwa ia lah yang memerintahkan penghuni hutan pinus untuk menghabisi Wayan, Made dan Adit seperti saat Ayu meninggal, Saat mendengar hal itu Pak Susena berubah raut wajah nya menjadi geram kepada Wiyasa yang bertindak ceroboh dan tidak pernah mau mendengar apa perkataan nya.

Namun Wasesa mencoba menjelaskan mengapa Wiyasa melakukan hal itu semata - mata ia tidak rela melihat Ayu harus meregang nyawa dengan cara tragis seperti itu meski cara yang ia tempuh salah dan membuat Pak Susena marah, Sedangkan di Ibukota ada Samuel Daniel Fima dan Elisabeth Risma Surya istri nya sedang mempersiapkan untuk bulan madu.

" Sayang aku senang sekali akhir nya aku bisa juga ke pulau dewata,"

Ucap Risma sambil menata baju kedalam koper.

" Memang selama ini kamu belum pernah kesana sayang?"

Tanya Daniel sambil memberikan beberapa jas kepada istri nya.

" Belum, Dulu pernah ada studi tour kesana tapi dilarang dengan Ayah jadi batal deh, Oh iya sayang tolong belikan obat - obatan untuk persediaan di sana,"

Jawab Risma sambil menyerahkan kertas berisi catatan beberapa obat yang harus di beli.

" Ok sayang, Ada yang mau di beli lagi kah sayang selain ini?"

Tanya Daniel sambil berdiri melihat catatan dari istri nya.

" Tidak aku rasa sudah cukup itu sayang,"

Jawab Risma sambil senyum simpul.

Kemudian Daniel pun melangkahkan kaki nya untuk pergi membeli beberapa obat dan Risma berniat menutup pintu rumah nya setelah suami nya pergi namun saat itu Risma melihat sosok cantik yang mengenakan baju kebaya warna putih dan kain panjang dengan rambut terurai sebahu serta di telinga kiri nya terselip bunga kamboja putih sedang berdiri di bawah pohon sirsak yang tumbuh di teras rumah nya.

" Gadis itu bukan nya yang datang di pesta pernikahan ku ya?"

Ucap Risma sambil berfikir mencoba mengingat.

Setelah berfikir sejenak Risma pun keluar dari rumah dan menghampiri sosok gadis cantik itu yang masih berdiri memandang sambil tersenyum simpul, Risma adalah seorang indigo memiliki kemampuan melihat mahkluk astral namun diri nya tidak pernah memiliki rasa takut sebab tidak menakut kan bagi nya dan sudah terbiasa melihat mahkluk tak kasat mata.

" Hai kamu datang lagi, Mari masuk kedalam rumah dan jangan takut suami ku sedang tidak di rumah kok,"

Ucap Risma sambil menggandeng gadis itu.

" Terimakasih ya kamu tidak mengusir ku dan mau berteman dengan ku meski kamu tahu kalau aku bukan manusia,"

Ucap gadis itu sambil mengikuti Risma di samping nya.

" Sudah tenang saja bagaimana pun juga kamu kan ciptaan Tuhan jadi aku tetap menghargai mu, Oh iya siapa nama mu maaf aku lupa?"

Jawab Risma sambil tersenyum simpul lalu menutup pintu rumah nya.

" Nama ku Ayu, Apakah kamu akan pergi dari sini untuk selama nya?"

Tanya Ayu sambil berdiri di hadapan Risma.

" Tidak selama nya hanya saja suami ku ada pekerjaan di pulau dewata dan kami berdua akan tinggal di villa nanti, Kamu sering - sering kesana ya agar aku ada teman nya saat suami ku tidak di rumah,"

Jawab Risma sambil memasukkan beberapa potong baju tidur nya.

" Villa, Apakah suami mu pemilik villa itu?"

Tanya Ayu dengan tatapan serius.

" Suami ku cucu dari pemilik villa itu, Apakah kamu mengenal nya?"

Jawab Risma sambil menutup koper berbalik bertanya.

" Tidak, Aku pergi dulu sepertinya suami mu sudah datang."

Jawab Ayu yang menghilang begitu saja dari hadapan Risma saat itu.

" Ada apa dia tiba - tiba pergi, Sedangkan suami ku baru saja pergi tidak mungkin secepat itu kembali lalu siapa itu yang datang?"

Celoteh Risma sambil merapikan ikat rambut nya berjalan ke ruang tamu melihat siapa yang datang.

Ternyata yang datang kedua orang tua Daniel yang mendengar bahwa mereka akan pergi ke pulau dewata untuk bulan madu dan juga ada pekerjaan di kota namun seperti nya Ibu mertua Risma merasa keberatan bila Risma harus pergi kesana dan mimik wajah nya ada sesuatu yang di sembunyikan dari Risma.

" Hallo Mama, Tumben Mama kemari tidak memberi kabar biasa nya telepon,"

Ucap Risma sambil memeluk dan mencium pipi mertua nya diiringi senyum bahagia.

" Iya tadi kebetulan Mama lewat jadi sekalian mampir, Kemana Daniel apakah dia sibuk dengan proyek?"

Tanya Teresa Mama dari Daniel dengan tatapan lurus ke ujung pojok ruang tamu.

" Dia sedang membeli obat untuk persiapan nanti Ma, Ayo masuk Ma kok malah berdiri di sini saja,"

Jawab Risma sambil memeluk lengan mertua nya mengajak masuk kedalam rumah.

Saat itu pandangan Teresa mertua Risma tidak lepas dari pojok ruang tamu yang di lihat jelas sosok leak yang cukup besar berwarna merah dengan kuku dan taring lumayan panjang, Sebenarnya Teresa memiliki ilmu pengleakan juga yang diwarisi dari Ayah nya namun sejak kejadian tragis yang menimpa kedua orang tua serta saudara nya ilmu itu tidak pernah di gunakan.

Bahkan sejak menikah dan beralih keyakinan menjadi Kristen diri nya menutup bahkan mengubur dalam - dalam kisah masa lalu yang kelam itu untuk selama nya, Maka ia tidak pernah menceritakan ilmu pangleakan kepada Daniel putra semata wayang yang saat ini sudah menikah dengan Risma.

Sedangkan Teresa tidak mengetahui bahwa menantu nya tersebut ternyata indigo memiliki kemampuan melihat mahkluk tak kasat mata sejak kecil, Jadi saat Teresa melihat sosok leak berada di ruang tamu yang di lakukan hanya diam tidak mengatakan kepada Risma sebab Teresa berfikir pasti Risma akan ketakutan bila di beri tahu, Sedangkan sesungguhnya Risma melihat dan sudah di jadi kan teman bagi Risma.

Siapa leak itu mengapa bisa berada di rumah ini, Apakah Risma memiliki ilmu pangleakan juga selama ini tapi mengapa wujud leak itu seperti penuh dendam dan amarah seperti itu, Siapa yang di kejar sebenar nya apakah Daniel memiliki musuh orang yang memiliki ilmu leak hingga mendatangi rumah ini, Bila benar demikian aku harus melindungi anak dan menantu ku.

Bergumam lah dalam hati Teresa sambil duduk di sofa dengan tatapan sinis kepada leak yang sedang berdiri di pojok ruang tamu, Sedangkan Risma merasa ada yang aneh dengan sikap mertua nya saat itu namun Risma tidak berani menanyakan apa yang membuat mertua nya bersikap demikian saat ini.

Mengapa Mama terus melihat ke pojok ruang tamu apakah Mama mertua ku sebenarnya juga indigo seperti ku jadi bisa melihat sosok Ayu yang berwujud leak sedang berdiri di sana atau kah Mama mertua ku melihat yang lain tapi hanya diam saja karena di takutkan aku akan ketakutan bila diberi tahu?

Bergumam lah dalam hati Risma sambil memasak air untuk membuat teh hangat dan lamunan nya di pecah kan dengan suara teko air yang berbunyi menandakan air sudah mendidih kemudian Risma pun segera menuangkan air kedalam gelas yang sudah di siap kan oleh Ayu dan hal itu tidak membuat Risma takut.

Kemudian Risma membawa secangkir teh menuju ruang tamu dan pasti nya ada Ayu mengikuti berjalan di belakang Risma, Saat itu juga Teresa memandang ke arah belakang Risma dengan pandangan sinis kepada Ayu sebab Teresa berfikir bahwa Ayu berniat untuk mencelakakan Daniel dan Risma.

" Ris lebih baik kamu jangan pergi bersama Daniel ke villa itu sebab Mama merasa khawatir dengan mu,"

Ucap Teresa sambil bergeser duduk nya.

" Memang ada apa Ma, Sampai - sampai Mama berkata begitu sedangkan bukan nya waktu itu Mama dan Papa yang menyarankan untuk kita pergi ke villa itu?"

Jawab Risma dengan berbalik bertanya dengan tatapan bingung.

" Ada sesuatu yang Mama tidak bisa bicarakan saat ini sayang, Mama hanya khawatir dengan kalian berdua saja bila pergi ke villa itu,"

Ucap Teresa dengan tatapan khawatir kepada Risma.

" Ma percayalah Tuhan pasti melindungi aku dan suami ku dan Tuhan tidak akan meninggal kan kita sendiri dalam keadaan apa pun,"

Jawab Risma yang mencoba menenangkan Mama mertua nya yang khawatir.

Tidak lama kemudian datang lah Daniel setelah membeli obat dan beberapa kebutuhan lain nya selama di villa nanti, Lalu mereka pun berbincang ringan sambil bercanda sedangkan Teresa masih berfikir siapa sosok yang mengikuti menantu nya saat itu dan apa tujuan leak yang berwarna merah berada di dalam rumah Daniel, Pasti nya hal itu membuat Teresa merasa khawatir dengan keselamatan putra dan menantu nya.

Lalu apakah yang terjadi setiba nya Daniel dan Risma di villa tersebut dan akan kah semua terungkap siapa pemilik ilmu leak yang selama ini membuat resah masyarakat hingga banyak jatuh korban jiwa dan benarkah sumber malapetaka itu bersumber dari Kakek nya Daniel yang saat ini di rantai di ruang bawah villa itu atau kah hanya kesalah pahaman saja?

Jangan beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di PEMBURU LEAK dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya agar terungkap semua misteri yang selama ini terkubur di ruang bawah tanah di Villa.

Terpopuler

Comments

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

tambah seru ceritanya,,,,
karena TDK pernah tau latar belakang kehidupan orang Bali, aqu masih bingung. jalan ceritanya seperti misterius bagi qu

2022-08-02

1

☣️✨️私 ジーチャン✨️

☣️✨️私 ジーチャン✨️

nyimak, jan sampe nih cerita menyimpang ya thor🙏aq sebagai putri daerah sangat menghargai semua apresiase author👍👍👍

2022-07-18

3

🏚️🆒ᴵᶜᵉʷᵒˡᶠ👏 ⍣⃝కꫝ🎸

🏚️🆒ᴵᶜᵉʷᵒˡᶠ👏 ⍣⃝కꫝ🎸

ternyata pelakunya Wiyasa yg memerintahkan penunggu hutan untuk membunuh ketiganya🤔

2022-07-18

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 . PROLOG
2 BAB 2 . JERITAN JIWA LEAK
3 BAB 3 . PENJELASAN
4 BAB 4 . AKAR MIMANG
5 BAB 5 . BERITA DUKA
6 BAB 6 . DENDAM SANG LEAK
7 BAB 7 . AMARAH MEMBAWA PETAKA
8 BAB 8 . HUTAN PINUS
9 BAB 9 . MALAM YANG ANEH
10 BAB 10 . PENELUSURAN
11 BAB 11 . SUASANA SETELAH HUJAN
12 BAB 12 . MENCARI INFORMASI
13 BAB 13 . TERTUTUP OR DI TUTUPI
14 BAB 14 . TAK ADA YANG MUSTAHIL
15 BAB 15 . BANGKIT NYA I GUSTI KETUT
16 BAB 16 . TAK AKAN MENYERAH
17 BAB 17 . KENYATAAN PAHIT
18 BAB 18 . KEPANIKAN
19 BAB 19 . JANGAN TERULANG
20 BAB 20 . KLARIFIKASI MASALAH
21 BAB 21 . JERITAN ATAU TANGISAN
22 BAB 22 . HARAPAN
23 BAB 23 . AKU BUKAN DIRI MU
24 BAB 24 . BALAS DENDAM TERBAIK
25 BAB 25 . SULIT DI MAAF KAN
26 BAB 26 . KEJUJURAN YANG DI BUTUHKAN
27 BAB 27 . JANGAN BERSUMPAH
28 BAB 28 . KEJAHILAN WIYASA
29 BAB 29 . DRAMA
30 BAB 30 . PERAMPOKAN
31 BAB 31 . BURUNG HANTU
32 BAB 32 . KEBENARAN YANG SALAH
33 BAB 33 . SIAPA YANG SALAH
34 BAB 34 . KEJADIAN GANJIL
35 BAB 35 . KASUS YANG DI TUTUP
36 BAB 36 . PEMAKAMAN DAN FAKTA
37 BAB 37 . IRI SUMBER BENCANA
38 BAB 38 . KENYATAAN YANG MEMILUKAN
39 BAB 39 . MENGEJAR SUMBER MASALAH
40 BAB 40 . MISI TERSELUBUNG
41 BAB 41 . PERSIAPAN
42 BAB 42 . STRATEGI PERANG
43 BAB 43 . RESPONSE
44 BAB 44 . PERBUATAN DAN HASIL
45 BAB 45 . TIDAK ADA YANG KEBETULAN
46 BAB 46 . KEMARAHAN DEWI DURGA
47 BAB 47 . KUTUKAN DEWI DURGA
Episodes

Updated 47 Episodes

1
BAB 1 . PROLOG
2
BAB 2 . JERITAN JIWA LEAK
3
BAB 3 . PENJELASAN
4
BAB 4 . AKAR MIMANG
5
BAB 5 . BERITA DUKA
6
BAB 6 . DENDAM SANG LEAK
7
BAB 7 . AMARAH MEMBAWA PETAKA
8
BAB 8 . HUTAN PINUS
9
BAB 9 . MALAM YANG ANEH
10
BAB 10 . PENELUSURAN
11
BAB 11 . SUASANA SETELAH HUJAN
12
BAB 12 . MENCARI INFORMASI
13
BAB 13 . TERTUTUP OR DI TUTUPI
14
BAB 14 . TAK ADA YANG MUSTAHIL
15
BAB 15 . BANGKIT NYA I GUSTI KETUT
16
BAB 16 . TAK AKAN MENYERAH
17
BAB 17 . KENYATAAN PAHIT
18
BAB 18 . KEPANIKAN
19
BAB 19 . JANGAN TERULANG
20
BAB 20 . KLARIFIKASI MASALAH
21
BAB 21 . JERITAN ATAU TANGISAN
22
BAB 22 . HARAPAN
23
BAB 23 . AKU BUKAN DIRI MU
24
BAB 24 . BALAS DENDAM TERBAIK
25
BAB 25 . SULIT DI MAAF KAN
26
BAB 26 . KEJUJURAN YANG DI BUTUHKAN
27
BAB 27 . JANGAN BERSUMPAH
28
BAB 28 . KEJAHILAN WIYASA
29
BAB 29 . DRAMA
30
BAB 30 . PERAMPOKAN
31
BAB 31 . BURUNG HANTU
32
BAB 32 . KEBENARAN YANG SALAH
33
BAB 33 . SIAPA YANG SALAH
34
BAB 34 . KEJADIAN GANJIL
35
BAB 35 . KASUS YANG DI TUTUP
36
BAB 36 . PEMAKAMAN DAN FAKTA
37
BAB 37 . IRI SUMBER BENCANA
38
BAB 38 . KENYATAAN YANG MEMILUKAN
39
BAB 39 . MENGEJAR SUMBER MASALAH
40
BAB 40 . MISI TERSELUBUNG
41
BAB 41 . PERSIAPAN
42
BAB 42 . STRATEGI PERANG
43
BAB 43 . RESPONSE
44
BAB 44 . PERBUATAN DAN HASIL
45
BAB 45 . TIDAK ADA YANG KEBETULAN
46
BAB 46 . KEMARAHAN DEWI DURGA
47
BAB 47 . KUTUKAN DEWI DURGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!