Keesokan pagi nya Almy dan Devlin tiba di hotel tempat mommy Yemi dan daddy Kenzi menginap, dan setelah kedatangan mereka Devan dan Mia pun kembali ke Jakarta.
" Bagai mana ini bisa terjadi Tan?" Almy berkata dengan wajah yang terlihat cemas.
" Tante juga tidak tahu Al, tapi kata polisi kemungkinan kalau Yui hanyut di sungai dan belum di ketahui keberadaan nya" jawab mommy Yemi dengan Isak tangis yang kembali keluar dari bibir nya.
Mommy Yemi semalam sudah mulai tenang dan tertidur lelap dalam dekapan suami nya, tapi pagi ini mommy Yemi kembali menangis saat Almy dan Devlin tiba.
" Tante tenang saja, kita tahu bagai mana Yui. Dia sangat kuat dan aku yakin saat ini dia baik - baik saja" Devlin kini memeluk tubuh Tante nya yang sudah dia anggap sebagai mommy ke dua nya.
" Ya, kak Devlin benar. Kak Yuichi akan baik - baik saja" Almy ikut menghibur mommy Yemi dengan mengusap punggung wanita paruh baya itu dengan lembut.
" Devlin, ikut om untuk melihat ke lokasi! Pagi ini mereka akan memulai pencarian di sekitar sungai" ucap daddy Kenzi. " Almy, om titip tante mu ya" tambah daddy Kenzi lagi pada Almyra. Daddy Kenzi tidak mau membawa istri nya itu yang pasti nya tidak akan berhenti menangis di sana, jadi Kenzi pikir lebih baik kalau istri nya itu diam di hotel bersama dengan Almyra.
" Baik om, om tenang saja aku akan menjaga tante dengan baik" Almy mengangguk mantap.
Daddy Kenzi pun akhir nya pergi bersama dengan Devlin pagi itu untuk mengawasi dan membantu para petugas yang sedang melakukan pencarian putra nya Yuichi di sekitar tempat kejadian.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di apartemen Fariz
" Apa lagi yang kamu lakukan?" Fariz tampak membulat kan ke dua bola mata nya dengan wajah yang terlihat sangat kesal saat melihat dapur nya lagi - lagi dalam keadaan seperti kapal pecah.
" Aku hanya ingin membuat sarapan untuk istri ku" Yuichi memasang wajah yang terlihat menyesal sambil mata nya menyapu kesekeliling nya di mana semua terlihat sangat berantakan akibat ulah nya.
" Aku kan sudah bilang untuk tidak melakukan nya lagi" Fariz berusaha menahan kekesalan nya.
" Tapi aku tidak mau hanya menjadi beban di sini, kamu kan sudah sangat lelah bekerja. Setidak nya aku harus bisa berguna untuk mu" jawab Yuichi dengan wajah yang terlihat menggemas kan di mata Fariz saat ini.
" Haish, kenapa dia selalu menampil kan wajah yang seperti itu" batin Fariz menahan rasa kekaguman nya pada sosok pria yang sudah beberapa hari ini tinggal bersama nya. " Sudah lah, kamu beres kan tempat ini! Aku sudah terlambat untuk bekerja" Fariz pun dengan terburu - buru menuju ke dekat pintu dan mengenakan jaket dan sepatu nya di sana.
" Baik lah, tapi bagai mana dengan sarapan mu?" Yuichi mengangkat piring berisi makanan yang dia buat tadi.
" Aku akan sarapan di tempat kerja ku saja, dan jangan masak untuk makan malam karena aku akan membawa makanan dari sana!" Ucap Fariz sebelum dia benar - benar pergi dari apartemen nya untuk bekerja. " Lagi pula siapa yang bisa memakan itu, dia bilang itu makanan. Tapi aku melihat nya seperti racun yang mematikan" gumam Fariz pelan seraya melangkah kan kaki nya.
" Seperti nya pada akhir nya aku hanya menjadi beban lagi untuk istri ku" Yuichi menghela nafas nya kasar seraya tangan nya sudah mulai mengambil satu persatu sampah dan perabotan yang berserakan di sana.
Yuichi pun langsung menggerak kan tubuh nya untuk memberes kan semua kekacauan yang di buat oleh nya.
Beberapa jam berlalu dan akhir nya Yuichi berhasil memberes kan semua kekacauan yang ada di apartemen itu.
" Huuufth, akhir nya selesai juga" Yuichi melempar kan tubuh nya yang merasa lelah ke atas sofa yang ada di ruang tamu untuk mengistirahat kan tubuh nya. " Ternyata cukup melelah kan juga memberes kan apartemen seperti ini, bagaimana istri ku melakukan nya di sela pekerjaan nya juga" tambah Yuichi lagi seraya berpikir.
" Aku tidak bisa hanya diam seperti ini saja, bukan kah tugas seorang suami harus nya bekerja?" Yuichi langsung mengubah posisi nya. " Tapi kenapa aku sama sekali tidak mengingat kehidupan ku yang sebelum nya, bukan kah seharus nya aku mempunyai pekerjaan dan bukan hanya menjadi pengangguran seperti ini" Yuichi memegangi kepala nya yang tiba - tiba berdenyut saat dia mencoba memikir kan masa lalu nya.
Sekolebat bayangan di mana Yuichi sedang memakai setelan jas dan duduk di sebuah meja kerja yang cukup besar tampak melintas di kepala nya, namun sayang nya Yuichi tidak bisa melihat dengan jelas apa yang sedang dia lakukan di sana. Bayangan itu terus berputar di kepala nya seperti adegan dalam film yang terus berputar - putar, dan itu membuat kepala Yuichi semakin berdenyut saja dan membuat diri nya tidak tahan menahan rasa sakit yang luar biasa pada kepala nya itu sehingga
Brruuk
Tubuh Yuichi terjatuh dari atas sofa dan tergeletak di bawah sana dengan keadaan tak sadar kan diri.
Sementara di tempat lain, tepat nya di Wijaya Corp. Fariz terlihat memasuki gedung tinggi itu dengan percaya diri sambil membawa beberapa kantong pesanan untuk para pelanggan setia nya di sana. Sudah menjadi aktifitas rutin setiap menjelang jam makan siang untuk Fariz datang ke sana.
" Tunggu - tunggu!" Fariz yang baru saja akan masuk ke dalam lift untuk naik ke lantai lima di mana di sana tempat orang yang sedang menunggu pesanan nya harus menghenti kan langkah nya saat suara seseorang menghenti kan nya.
" Ada apa?" Tanya Fariz dengan santai nya.
" Lift hanya untuk karyawan, dan kurir seperti mu tidak di izinkan untuk memakai lift ini" seorang perempuan yang seperti nya berusia beberapa tahun di atas Fariz tampak berkata dengan nada sombong nya.
" Apa, sejak kapan ada aturan seperti itu? Asal ibu tahu ya, saya sudah setiap hari bolak - balik ke sini dan tidak ada aturan seperti itu sebelum nya" Fariz mengerut kan kening nya.
" Tentu saja sejak sekarang, asal kamu tahu saya menager baru di sini dan saya baru di pindah tugas kan dari perusahaan cabang yang ada di Bogor. Ish, lagi pula kenapa aku mengatakan semua ini pada mu yang jelas tidak ada sangkut paut nya dengan perusahaan ini" perempuan itu masih berkata dengan nada sombong nya.
" Ternyata karyawan baru, bagai mana bisa om Andra merekrut orang seperti ini? Dia sama sekali tidak menghargai orang lain" batin Fariz seraya menatap perempuan yang ada di hadapan nya dengan tatapan menyelidik.
" Apa kamu lihat - lihat? Cepat naik tangga sana, atau pelanggan mu akan memberikan ulasan buruk karena kamu datang terlambat" perempuan itu masih berbicara dengan sombong nya.
Tanpa mengatakan apa pun Fariz langsung menuju ke tangga darurat untuk naik lewat sana dengan perasaan yang sangat kesal dan dongkol yang dia rasakan.
" Ish, menyebal kan sekali dia. Aku harus bicara pada om Andra mengenai ini, kasihan kan para kurir yang harus mengantar kan pesanan ke perusahaan ini kalau harus menaiki tangga seperti ini" Fariz menggerutu di sela langkah nya menaiki anak tangga yang seakan tidak ada habis nya itu.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
aduin aja sama om Andra biar diasingkan lagi dia🤭🤭
2022-07-28
1
Uun Yulyana
sombong ngak tau tuh pewaris perusahaan dan keponakan bos lo.. thor ko sedikit. semangat thor lajut
2022-07-16
1
Nuralifa Surda
lanjutkan doooooong thoooor serunih dobel ya semangat terus nulisnya makasih banyak ya
2022-07-15
1