" Kamu jangan bercanda, tidak mungkin kan kamu tidak mengingat nya" Fariz menatap Yuichi dengan wajah yang cemas.
" Aku juga tidak tahu, kenapa aku bisa melupakan nya" Yuichi kini terlihat memijit kepala nya yang tiba - tiba terasa sakit.
" Apa kamu baik - baik saja?" Fariz yang melihat Yuichi seperti kesakitan pun merasa cemas dengan keadaan pria itu.
" Aku baik - baik saja, hanya saja kepala ku tiba - tiba terasa sakit" jawab Yuichi meringis kesakitan seraya tangan nya masih memijit pelan kepala nya.
" Kalau seperti itu, kamu jangan memikir kan nya lagi. Mungkin kepala mu sakit karena memikir kan nya" terdengar nada khawatir dari ucapan Fariz saat ini.
" Mungkin kamu benar, aku akan mencoba berhenti memikir kan nya. Tapi aku juga heran kenapa aku bisa melupakan alamat rumah mommy dan daddy ku" Yuichi masih memijit kepala nya.
" Tidak apa - apa, mungkin nanti kamu akan kembali mengingat nya" ucap Fariz menenang kan, Yuichi pun mengangguk kan kepala nya setuju. " Apa ini salah satu efek dari kecelakaan itu ya? Dokter bilang Yui mengalami amnesia sebagian dan akan kehilangan sebagian memori nya, mungkin ini salah satu nya" batin Fariz menatap nanar pada pria di hadapan nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara itu di Jakarta, mommy Yemi terlihat panik sambil menatap ponsel nya yang sejak dari kemarin tidak ada notif pesan atau panggilan pada ponsel nya dari nomer yang sudah dia tunggu.
" Kamu kenapa mom, apa ponsel mu rusak?" Daddy Kenzi yang melihat istri nya mondar - mandir dengan ponsel di tangan nya terlihat mengerut kan kening nya.
Saat ini mommy Yemi dan daddy Kenzi sedang berada di kamar mereka, mereka baru saja bangun dari tidur mereka pagi ini. Bahkan daddy Kenzi masih berbaring di atas tempat tidur nya.
" Ponsel ku tidak rusak, tapi kenapa dari kemarin tidak ada panggilan atau pesan dari nomor putra kita" Yemi menggerutu kesal seraya memperlihat kan layar ponsel nya pada daddy Kenzi.
" Paling Yui sedang sibuk, dia kan ke sana untuk bekerja sayang" daddy Kenzi menenang kan istri nya itu.
" Ish, daddy ini bicara apa? Bukan kah pekerjaan Yui harus nya sudah selesai saat hari pertama dia ke Bandung? Yui seharus nya sedang liburan sekarang, masa dia tidak ada waktu untuk menelpon kita?" Mommy Yemi masih saja terlihat kesal.
" Kalau begitu, coba kamu saja yang memanggil Yui. Dia pasti akan mengangkat nya" Kenzi memberi kan ide nya.
" Sudah, aku sudah melakukan nya. Tapi nomor nya tidak aktif, makan nya aku sangat khawatir pada nya" mommy Yemi mendengus kesal.
" Mungkin dia ingin liburan dengan tenang, dia tahu kalau mommy nya pasti akan menelpon nya untuk mengganggu liburan nya. Jadi dia mematikan ponsel nya" jawab Kenzi dengan enteng nya dan mendapat kan cubitan di pinggang nya. " Aw, sakit sayang" daddy Kenzi mengusap pinggang nya yang terasa panas.
" Daddy ini semakin tua semakin menyebal kan saja" mommy Yemi mendengus kesal seraya melangkah kan kaki nya menuju ke kamar mandi untuk membersih kan diri nya, sedang kan daddy Kenzi tampak tertawa saat melihat istri nya yang merajuk seperti itu. Daddy Kenzi memang selalu suka menggoda istri nya itu karena bagi daddy Kenzi, mommy Yemi selalu terlihat lucu di mata nya.
Siang hari nya masih di Jakarta namun tempat yang berbeda, terlihat gadis cantik yang melangkah dengan penuh percaya diri memasuki sebuah area perkantoran. Gadis itu tampak menenteng sebuah kantong makanan dengan senyum yang tak berhenti mengebang di bibir nya.
" Semoga kak Devlin suka dengan makan siang yang aku bawa untuk nya" gumam gadis itu yang tak lain adalah Almy.
Kini Almy sedang berjalan di koridor perkantoran , lebih tepat nya di perusahaan milik Devlin untuk memberikan makan siang hasil buatan nya. Hari ini Almy memang belum bekerja karena dia ingin beristirahat dulu selama beberapa hari sebelum dia memulai aktifitas nya sebagai karyawan di sebuah perusahaan. Jadi Almy memutus kan untuk bermain ke perusahaan Devlin saja, dia pikir ini adalah salah satu usaha nya untuk mendapat kan hati dari pria yang dia cintai itu.
Tok
Tok
Tok
Almy mengetuk pintu ruangan Devlin saat dia berada tepat di depan nya, Almy langsung mengetuk nya karena tidak melihat siapa pun di meja kerja sekertaris di depan ruangan itu. Mungkin dia sedang ada urusan atau sedang berada di dalam, pikir Almy.
" Masuk!" Tak lama terdengar suara dari dalam, dan Almy tahu betul suara siapa itu.
Ceklek
Almy pun membuka pintu dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
" Selamat siang!" Almy tersenyum manis pada Devlin yang sedang sibuk dengan layar laptop di hadapan nya.
" Siang, Almy?" Devlin mengerut kan kening nya menatap gadis yang ada di hadapan nya itu. " Sedang apa kamu di sini?"
" Aku membawakan mu ini" Almy mengangkat kantong makanan yang ada di tangan nya dengan senyum di bibir nya. " Kak Devlin pasti belum makan siang kan?" Almy berjalan mendekati meja kerja Devlin dan menduduk kan diri nya di kursi yang ada di hadapan Devlin seraya menyimpan makanan yang dia bawa di atas meja.
" Ya, aku memang belum makan siang dan aku juga sudah lapar" Devlin mengangguk kan kepala nya. " Tapi kenapa kamu repot - repot membawakan ku makan siang, apa kamu tidak ada pekerjaan" Devlin langsung membuka makanan yang di bawa oleh Almy dengan mata yang berbinar. Devlin memang menyukai masakan Almy karena Almy sangat pandai memasak dan masakan nya sangat enak, ini memang bukan pertama kali nya Devlin memakan masakan yang di buat Almy karena Almy sering memberikan makanan pada nya dan pada Yuichi sebelum nya.
" Ish, kakak tahu sendiri kan kalau aku saat ini masih pengangguran. Aku belum memutus kan untuk bekerja di perusahaan mana" Almy melipat ke dua tangan nya di atas meja dengan mata yang menatap Devlin dengan tatapan mengagumi.
" Kenapa kamu tidak bekerja di Alfano Corp saja sama seperti uncle Alfaro dulu, lagi pula kalau kamu bekerja di sana Yuichi pasti akan sangat senang" ucap Devlin dengan santai nya seraya tangan nya sibuk membuka kotak makanan yang di bawa oleh Almy.
" Ish, kenapa kak Devlin berkata seperti itu? Aku tidak mau mengikuti jejak daddy ku, aku ingin hidup dengan cara ku sendiri" Almy mengerucut kan bibir nya. " Lagi pula kenapa kak Devlin terus saja mendorong ku untuk dekat dengan kak Yuichi, aku kan sudah bilang kalau ada pria lain yang aku suka" tambah Almy lagi dengan wajah yang sangat kesal.
" Memang siapa sih yang kamu sukai itu? Apa lebih tampan dan hebat dari Yuichi?" Devlin mengerut kan kening nya dengan wajah yang penasaran.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Gak peka banget Devlin..
2023-06-12
1
Qaisaa Nazarudin
Mommy dan Daddy nya bisa melacak kan keberadaannya Yui..
2023-06-12
1
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
yang almy cintai itu kamu Devlin,,,😅😅😅masa kamu gak peka sih
2022-06-24
1