Bab 9

Yuichi pun dengan tubuh yang masih lemas dan menahan sakit, langsung keluar dari dalam mobil nya di tengah guyuran deras nya air hujan. Yuichi pun melangkah kan kaki nya satu langkah demi satu langkah menyusuri jalanan yang terlihat sangat sepi itu, bahkan setelah Yuichi berjalan cukup lama belum ada tanda - tanda ada nya kendaraan yang melewati daerah itu.

" Sebenar nya aku sedang berada di mana? Kenapa tidak ada kendaraan satu pun yang lewat" gumam Yuichi dengan tubuh yang semakin melemah. " Seandai nya mommy ada di sini" Yuichi tiba - tiba teringat akan mommy nya yang selalu bawel kepada nya. " Mommy, aku harap aku akan bisa segera memberikan mu menantu yang sangat cantik" gumam Yuichi di sela langkah nya sambil membayang kan wajah gadis cantik yang tak sengaja dia temui kemarin." Ish, kenapa aku jadi membayang kan nya? Bahkan aku tidak tahu siapa nama nya" Yuichi memukul pelan kepala nya seraya terkekeh saat mengingat kekonyolan nya yang bisa - bisa nya selalu membayang kan wajah gadis yang kemarin baru dia temui.

Bbreeem

Bbreeem

Tak lama terdengar suara sepeda motor menuju ke arah nya, Yuichi yang sangat senang pun langsung melangkah ke tengah jalan untuk mencegat motor itu agar berhenti. Yuichi pikir kalau diri nya berada di pinggir, orang itu tidak akan melihat nya karena keadaan di sana sangat gelap apa lagi dengan deras nya air hujan yang mengguyur daerah itu.

Tiiit tiiit

" Awaaas!" pengendara motor berteriak dengan keras saat melihat Yuichi yang berada di tengah jalan.

" Aaaaakh" suara teriakan dari dua orang terdengar nyaring di tengah suara deras nya air hujan saat sepeda motor itu tidak berhenti dan menabrak tubuh Yuichi yang berada di tengah jalan, dan kejadian naas pun tidak bisa di elak kan lagi.

Bugh

Brrakk

Sepeda motor itu menabrak tubuh Yuichi sampai tubuh itu terpental lumayan jauh, sedang kan sepeda motor itu juga terjatuh dan tergeletak di tengah jalan dengan si pengendara yang ikut terjatuh di sana.

" Aw" pengendara motor itu yang tak lain adalah Fariz tampak bangun dari posisi jatuh nya seraya meringis menahan sakit yang ada pada tubuh nya akibat terjatuh barusan. " Sebenar nya apa itu barusan, bukan hantu kan?" Gumam Fariz menggerutu kesal seraya melihat ke arah depan mencari sesuatu yang tadi dia tabrak.

Sebenar nya Fariz baru saja akan pulang ke rumah nya setelah mengantar kan pesanan makanan terakhir nya hari ini, sebenar nya Fariz sudah berangkat ke alamat tujuan nya sejak sore tadi. Namun karena hujan yang turun begitu deras nya, menahan Fariz untuk tidak melanjut kan perjalanan nya setelah dia berhasil mengantar makanan pada orang yang sudah memesan nya. Apa lagi alamat yang di tuju Fariz tadi cukup jauh sehingga membutuh kan waktu yang cukup lama di perjalanan nya.

Setelah berdiam cukup lama di sebuah warung yang tadi dia singgahi, akhir nya Fariz memutus kan untuk melanjutkan perjalanan pulang nya karena hari juga semakin gelap. Fariz tidak mau pulang sampai ke apartemen terlalu malam.

Namun Fariz tidak pernah menyangka bahwa diri nya akan melihat seseorang yang berdiri di tengah jalan sehingga diri nya tak sengaja menabrak orang itu, tadi Fariz menjalan kan sepeda motor nya dengan cukup kencang dan dengan jalanan yang licin karena air hujan membuat Fariz tidak bisa menghenti kan sepeda motor nya itu tepat waktu saat rem sepeda motor nya dia tekan, sehingga tejadi lah kejadian naas itu.

" Oh Tuhan, ternyata aku menabrak orang?" Fariz tampak membulat kan ke dua bola mata nya seraya menutup mulut nya sendiri dengan wajah yang sangat panik. Tak menunggu lama, Fariz pun langsung menghampiri orang yang tergeletak di tengah jalan yang cukup jauh dari tempat Fariz kini berada. Seperti nya tubuh orang itu terpental cukup jauh saat tertabrak tadi.

Tak menunggu lama, Fariz pun langsung berjalan cepat menghampiri tubuh orang yang tadi dia tabrak untuk melihat keadaan nya.

" Tuan, bangun lah " Fariz menepuk pipi dari pria yang sudah dia tabrak tadi. " Tunggu dulu, kenapa wajah nya rasa nya tidak asing bagi ku?" Gumam Fariz seraya menatap pria yang terbaring di hadapan nya dengan tatapan menyelidik. " Aish Fariz, ini bukan saat nya untuk itu! Kamu harus segera membawa nya ke rumah sakit" Fariz merutuki kebodohan nya sendiri yang bisa - bisa nya malah mengingat - ingat wajah pria yang dia tabrak dan bukan segera menolong nya.

Fariz pun segera menghubungi ambulan untuk membawa pria itu dengan ponsel yang selalu dia bawa, beruntung Fariz menggunakan tempat ponsel khusus anti air saat ini, sehingga dia bisa menggunakan ponsel nya walau di tengah hujan sekali pun.

Setelah menunggu cukup lama, akhir nya ambulan pun datang juga dan segera membawa tubuh Yuichi ke rumah sakit. Sedang kan Fariz sendiri mengikuti ambulan itu dengan menggunakan sepeda motor nya, karena tidak mungkin juga Fariz meninggal kan sepeda motor nya di tempat itu karena di sana sangat sepi dan tak ada rumah warga satu pun.

Ambulan pun tiba di rumah sakit yang lumayan besar di kota itu, Yuichi di bawa masuk ke ruang IGD untuk di tangani oleh dokter yang ada di sana sedang kan Fariz juga berada di samping nya.

" Bagai mana dok, apa dia baik - baik saja?" Fariz berkata dengan panik nya.

" Tunggu dia sadar dulu, baru kita akan tahu bagai mana kondisi nya" ucap dokter itu setelah dia mengobati beberapa luka di kepala dan tubuh Yuichi. " Mungkin sebentar lagi dia akan sadar, saya permisi dulu" setelah mengatakan itu, dokter itu pun pergi dari hadapan Fariz untuk memeriksa pasien lain nya yang juga ada di ruangan itu.

Ke adaan di sana kini cukup ramai, seperti nya sedang banyak pasien yang baru datang ke sana beserta dengan pengantar nya sehingga Fariz merasa tidak nyaman berada di tempat itu.

" Semoga saja dia tidak kenapa - napa" gumam Fariz menatap wajah tampan nan pucat yang ada di hadapan nya. " Tapi kalau di lihat - lihat, dia cukup tampan juga" batin Fariz dengan senyum di bibir nya.

Fariz pun duduk di samping Yuichi yang terbaring sambil menunggu pria asing di hadapan nya terbangun dari pingsan nya.

Tak terasa dua jam telah berlalu, dan akhir nya pria yang sedari tadi menutup mata nya tampak mengerjap kan mata nya bersiap untuk terbuka.

" Syukur lah kamu sudah sadar" Fariz bersorak girang saat melihat pria yang tadi dia tabrak sudah membuka mata nya.

" Aku berada di mana?" Yuichi melihat ke sekitar untuk melihat tempat apa yang sedang dia tempati saat ini.

" Kamu berada di rumah sakit" jawab Fariz dengan senyum di bibir nya.

" Rumah sakit?" Yuichi tampak mengerut kan kening nya seraya berusaha untuk bangun dari posisi nya saat ini. " Lalu kamu siapa, apa kamu istri ku?" Ucap Yuichi dengan wajah polos nya membuat Fariz membulat kan ke dua bola mata nya.

Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Noh tuhan mengabulkan doa Yui utk memberikan mommy nya menantu yg cantik 😃😃😃👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻

2023-06-12

0

Uun Yulyana

Uun Yulyana

yu sudah bucin jadi halu deh

2022-06-29

1

Rahmi Miraie

Rahmi Miraie

jangan bilang yui modus
wkwkk

2022-06-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!