Bab 8

"Maaf tuan, apa anda akan turun di lantai ini?" Fariz yang melihat pria yang ada di hadapan nya hanya diam, langsung menjentik kan jari nya di hadapan pria itu yang hanya diam terbengong saja sejak pintu lift terbuka.

" Ah ya, saya memang akan turun di sini. Terima kasih" Yuichi pun langsung melangkah keluar dari dalam lift sambil merutuki kebodohan nya karena bisa - bisa nya dia seakan melupakan semua nya saat melihat wajah cantik gadis itu. " Ish, Yui, apa yang sedang kau pikir kan?" batin Yuichi merutuki kebodohan nya.

Sementara Fariz masuk ke dalam lift untuk turun dari lantai itu. Fariz baru saja menemui paman nya Andra untuk makan makanan yang tadi dia antar kan bersama dengan Amaira. Namun Amaira masih ada pekerjaan yang harus di selesai kan terlebih dahulu, jadi Fariz pulang lebih dulu ke apartemen milik nya karena pekerjaan nya sudah selesai untuk hari ini.

Pintu lift pun tertutup dengan pelan, Yuichi pun masih berdiri di depan lift sambil melihat ke arah gadis cantik yang mencuri perhatian nya.

Setelah pintu lift tertutup rapat, baru lah Yuichi melangkah kan kaki nya untuk masuk ke dalam ruangan pak Andra yang akan dia temui untuk kerja sama mereka.

Pertemuan Yuichi dengan pak Andra hari itu berjalan dengan lancar, sehingga Yuichi bisa bernafas lega karena satu pekerjaan nya sudah ter selesai kan dengan baik dan kini Yuichi tinggal pergi ke hotel yang sudah di siap kan untuk tempat tinggal nya selama di kota itu.

Keesokan harinya, Yuichi yang merasa bosan berdiam diri di hotel saja. Memutus kan untuk pergi berjalan-jalan di sore hari nya dengan menggunakan mobil nya.

Yuichi begitu terpesona dan kagum dengan beberapa pemandangan di kota itu, di pinggir jalan masih terlihat asri dengan beberapa pepohonan. Yuichi mendatangi beberapa tempat yang lumayan asyik untuk sekedar jalan - jalan atau rekreasi dengan keluarga kecil seperti alun - alun Bandung dan lapangan Tegalega. Yuichi juga mencicipi beberapa jajanan yang di jajak kan di sekitar tempat itu, dan Yuichi lumayan menyukai nya.

Namun di tengah jalanan yang cukup ramai, Yuichi tak sengaja melihat seorang pria tua yang sedang di ganggu oleh dua orang preman yang terlihat seperti sedang meminta uang pada pria tua itu.

Yuichi yang paling tidak bisa melihat orang di jahati, apa lagi itu orang tua. Yuichi pun langsung menghampiri mereka untuk menolong pria tua itu.

" Apa yang kalian lakukan?" Yuichi berkata dengan nada tinggi nya.

" Bukan urusan mu, cepat pergi!" Salah satu preman juga berkata dengan nada tinggi nya.

" Jelas ini urusan ku, jika kalian mengganggu bapak itu" Yuichi berkata dengan santai nya.

" Kalau begitu, berikan kami uang! Seperti nya kamu orang kaya" preman yang lain nya terlihat menatap Yuichi dengan tatapan menyelidik nya dan memindai penampilan Yuichi dari ujung kaki sampai ujung kepala. Sedang kan pria tua yang sedang Yuichi tolong, tampak diam dengan wajah yang ketakutan dan tubuh yang gemetar.

" Kalau pun aku kaya, aku tidak mau memberikan uang sepeser pun pada orang - orang seperti kalian" jawab Yuichi

" Kalau kamu tidak mau memberikan nya, bersiap lah untuk mati" para preman itu langsung melayang kan pukulan nya, namun Yuichi yang juga pandai berkelahi langsung menghindar dan membalas pukulan preman tadi

Bugh

Satu pukulan mendarat tepat pada wajah salah satu preman itu.

Bugh

Satu pukulan pagi tepat mengenai wajah preman yang satu nya, Yuichi dengan mudah nya menangkis dan menghindari serangan dua orang preman itu. Bahkan Yuichi juga berhasil melayang kan beberapa pukulan pada dia preman itu sehingga mereka tersungkur dan lari ketakutan.

" Terima kasih Aden, terima kasih sudah menolong bapak" bapak tua yang sedari tadi hanya diam, kini menghampiri Yuichi untuk mengucap kan rasa terima kasih nya.

" Sama - sama pak, lain kali bapak harus hati - hati" setelah mengatakan itu Yuichi pun pergi menuju ke mobil nya karena hari sudah mulai gelap dan hujan sudah mulai turun.

Yuichi pun langsung menancap gas mobil nya dan mulai melaju membelah jalanan kota Bandung dengan guyuran air hujan yang semakin membesar.

Duag

Di tengah perjalanan Yuichi menuju ke hotel nya, tiba - tiba ada sebuah mobil yang menubruk nya dari arah belakang.

" ****, apa yang mereka lakukan?" Yuichi melihat ke arah belakang nya dengan wajah yang terlihat marah. " Siapa mereka?" Yuichi kembali fokus pada apa yang ada di depan nya. Yuichi bisa melihat sebuah mobil berwarna hitam dengan jenis mobil keluaran tahun dua ribuan sedang melaju kencang ke arah mobil milik nya.

Duag

Lagi - lagi mobil yang ada di belakang mobil Yuichi menubruk mobil yang di kendarai Yuichi dengan lebih keras dan kali ini mereka melakukan nya dari arah samping.

" Sial, sebenar nya apa yang mereka lakukan?" Yuichi mendengus kesal seraya dengan susah payah berusaha mengendali kan mobil yang di kendarai nya.

Duag

Mereka melakukan nya lagi dan lagi, sampai akhir nya Yuichi kesulitan dalam mengendali kan mobil nya sehingga mobil milik nya turun dari jalan raya sehingga kini mobil itu melaju di atas trotoar jalanan. Dan tak lama setelah itu.

Brrakk

Mobil itu menabrak sebuah pohon besar yang ada di depan nya sehingga mobil milik Yuichi kini bagian depan nya menjadi agak hancur.

Kepala Yuichi yang terbentur pada stir mobil di hadapan nya pun kini tak sadar kan diri dengan sedikit darah keluar dari kening nya. Sedang kan mobil yang tadi menabrak mobil Yuichi langsung pergi begitu saja setelah melihat mobil Yuichi yang menabrak seperti itu. Ternyata yang melakukan itu adalah dia preman yang tadi di lawan oleh Yuichi, seperti nya mereka menaruh dendam pada Yuichi sehingga melakukan hal seperti itu.

Jalanan itu cukup sepi dan jarang sekali orang yang melewati nya, apa lagi tempat itu bukan merupakan pemukiman warga sehingga beberapa menit berlalu tidak ada yang menolong Yuichi yang masih tak sadar kan diri. Apa lagi kini sedang hujan deras sehingga membuat warga enggan untuk keluar dari rumah mereka masing - masing hanya untuk sekedar jalan - jalan di jalanan itu.

Setengah jam berlalu, hujan masih mengalir dengan deras nya. Waktu kini sudah menunjuk kan pukul tujuh malam hari, Yuichi yang kepala nya terluka karena benturan yang di akibat kan oleh kecelakaan yang menimpa nya terlihat bergerak. Seperti nya dia baru saja sadar.

" Aku ada di mana sekarang?" Yuichi melihat ke sekitar dan hanya kegelapan dan hujan yang mengalir deras yang dia lihat. " Sial, siapa yang sudah berani melakukan ini pada ku? Aku harus pergi dari sini dan meminta bantuan" Yuichi berkata pada diri nya sendiri seraya berusaha menghidup kan mesin mobil nya agar dia bisa pergi dan mengobati luka nya.

" Sial!" Yuichi memukul stir mobil di hadapan nya dengan kesal saat mesin mobil nya tidak bisa di hidup kan, mungkin karena kerusakan yang terjadi akibat kecelakaan itu sehingga mesin mobil itu mati dan tak bisa di hidup kan.

Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

Terpopuler

Comments

💫R𝓮𝓪lme🦋💞

💫R𝓮𝓪lme🦋💞

aku berharap Fariz yang nolongin Yui😁

2022-06-18

1

.NURALIfA SURDA

.NURALIfA SURDA

dan mukin disitulah mukin ditolong Fariza lanjuuuuuut doooooong thoooor serunih dobel ya

2022-06-18

1

Kaffa Rizal

Kaffa Rizal

lanjutttt

2022-06-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!