Bab 14

Fariz pun berlari keluar dari kamar nya menuju dapur setelah dia mendengar suara barang berjatuhan dari arah dapur nya itu.

" Seharus nya aku tidak membiar kan dia sendirian di sana, apa yang sudah dia lakukan lagi sebenar nya?" Wajah Fariz kini terlihat sangat kesal. " Apa yang sebenar nya terjadi?" Fariz kembali membulat kan ke dua bola mata nya saat melihat apa yang terjadi saat ini.

Kini Yuichi terlihat sangat kacau dengan pakaian dan tubuh yang basah sambil memegang sebuah wajan di tangan nya dan busa pencuci piring di tangan yang satu nya. Bahkan air dari washtafel tampak menggenang juga di atas lantai.

" Maaf, aku ingin membersih kan kekacauan yang telah aku buat tadi. Tapi seperti nya aku malah semakin mengacau kan nya" Yuichi terlihat sangat menyesali perbuatan nya membuat Fariz kembali tidak tega pada pria itu, semua amarah dan makian yang sudah dia siap kan untuk pria itu seolah menghilang saat melihat wajah Yuichi yang seperti itu. Fariz hanya bisa menghela nafas nya saja.

" Sudah lah, lebih baik kamu ganti baju mu! Biar aku yang membereskan ini semua" jawab Fariz dengan wajah lesu nya sambil melangkah kan kaki nya untuk mencari pakaian besar milik nya untuk di kenakan oleh Yuichi nanti.

Setelah itu Fariz membereskan dapur milik nya sementara Yuichi mengganti pakaian nya, setelah dia selesai berganti pakaian Yuichi hanya di perboleh kan untuk melihat dari kejauhan oleh Fariz dan tidak di izin kan memasuki wilayah dapur walau selangkah pun.

" Istri ku pasti sangat marah pada ku, haish kenapa semua menjadi kacau seperti ini" batin Yuichi dengan wajah yang terlihat lesu.

Yuichi tadi nya berpikir akan membuat Fariz senang dengan kejutan yang dia buat yaitu menyiap kan sarapan spesial untuk wanita yang dia anggap istri nya itu, namun ternyata dugaan nya salah total karena ketidak tahuan nya dalam memasak membuat nya malah menghancur kan dapur dan membuat Fariz semakin marah kepada nya.

Setelah empat puluh lima menit, Fariz baru selesai membereskan kekacauan yang terjadi di dapur nya akibat ulah Yuichi tadi.

" Akhir nya selesai juga" Fariz meregang kan otot - otot nya yang kaku seraya duduk di atas kursi meja makan tepat di samping Yuichi duduk. " Sekarang mana makanan yang kamu buat? Aku sudah sangat lapar saat ini" Fariz meminta makanan yang tadi Yuichi bilang telah dia buat karena perut nya kini sudah lapar setelah memberes kan dapur barusan.

" Kamu tidak melihat nya, itu di depan mu" Yuichi menunjuk piring yang ada di hadapan mereka dengan ragu.

Fariz pun melihat ke arah yang di tunjuk oleh Yuichi tadi, dan lagi - lagi Fariz di buat terkejut oleh pria itu saat melihat bagai mana bentuk makanan yang ada di hadapan nya. " Jadi ini makanan yang kamu maksud?" Fariz menatap tak percaya pada piring yang ada di hadapan nya.

Sebuah piring berisi entah apa itu, yang pasti warna nya coklat kehitaman dengan telur yang terlihat masih mentah di atas nya.

" Ya, itu nasi goreng spesial buatan ku. Maaf jika ini terlihat buruk, karena ini pertama kali nya aku memasak" Yuichi tersenyum manis pada Fariz membuat Fariz kembali menepuk kening nya sendiri.

" Jadi ini yang kamu sebut makanan, aku pikir itu tadi apa?" Fariz meringis ngeri melihat makanan yang seperti arang itu.

Sebenar nya sejak Fariz memberes kan dapur, Fariz merasa heran dengan apa yang ada di meja makan itu dan berniat membuang nya karena itu sama sekali tidak terlihat seperti makanan. Namun dengan sudut ruangan lain nya yang lebih berantakan membuat Fariz lupa dengan hal itu dan malah melewat kan nya..

" Seperti nya kita tidak bisa memakan nya ya?" Yuichi ikut meringis melihat makanan hasil buatan nya yang tidak terlihat seperti makanan.

" Tentu saja tidak, apa kamu ingin mati hah?" Fariz mendengus kesal.

" Tentu saja tidak" Yuichi menggeleng cepat.

" Kalau begitu tunggu di sini! Aku akan membeli bubur ayam di depan untuk sarapan kita" Fariz pun langsung keluar dari apartemen untuk membeli bubur ayam untuk sarapan mereka, Fariz rasa nya sudah tidak tahan menahan rasa lapar pada perut nya setelah tadi dia bekerja keras memberes kan kekacauan yang terjadi di apartemen kecil milik nya.

Tak lama Fariz pun datang membawa dua porsi bubur ayam untuk mereka makan, tak menunggu lama mereka pun langsung menyantap nya karena perut mereka sudah sangat lapar saat ini. Hanya membutuh kan waktu yang sebentar pula untuk mereka menghabis kan bubur ayam itu sampai tak bersisa.

" Oh ya, ada yang ingin aku tanyakan pada mu. Apa boleh?" Fariz berkata setelah dia membereskan bekas makanan mereka dan kini mereka sedang duduk bersantai di sofa ruang tamu sambil menonton tv di sana. Karena hari ini Fariz libur bekerja, jadi Fariz ingin menghabis kan waktu libur nya dengan bersantai di rumah saja.

" Tentu saja boleh, apa pun untuk istri ku tersayang" Yuichi tersenyum manis membuat wajah Fariz merona mendapat kan perlakuan seperti itu dari pria di hadapan nya.

" Di mana alamat rumah mu?" Tanpa basa - basi, Fariz bertanya langsung apa yang ingin dia tanyakan sejak tadi.

" Di sini, ini adalah alamat rumah ku" jawab Yuichi dengan santai nya.

" Bukan itu!" Fariz megerang frustasi. " Bagai mana aku mengatakan nya ya" Fariz jadi bingung sendiri dalam menghadapi pria dihadapan nya ini.

" Maksud ku, rumah mommy dan daddy mu. Ya itu maksud ku" Akhir nya kata itu yang di dapat Fariz setelah dia memikir kan nya.

" Kamu tahu sendiri kan kalau mommy dan daddy tinggal di Jakarta, kamu aneh sekali" Yuichi terkekeh saat mengatakan nya.

" Ah ya" Fariz tersenyum kikuk dengan wajah yang bingung. " Haish, kenapa aku malah semakin bingung?" Fariz menggaruk kepala nya yang tidak gatal. " Yui, seperti nya aku lupa alamat lengkap rumah mommy dan Daddy, apa kamu bisa mengatakan nya pada ku!" Setelah berpikir agak lama akhir nya Fariz menggunakan cara itu saja, kini Fariz bersikap manja pada Yuichi. Seperti bukan diri nya saja.

" Tentu saja aku akan memberi tahu mu, alamat mommy dan daddy adalah___" entah kenapa Yuichi tidak melanjut kan perkataan nya, Yuichi saat ini malah tampak seperti orang yang sedang berpikir.

" Di mana? Kenapa kamu tidak melanjut kan nya?" Fariz seakan tidak sabar ingin segera mendengar alamat tempat tinggal pria ini agar dia bisa segera mengantar kan nya dan terbebas dari pria asing tampan tapi aneh menurut Fariz.

" Aneh sekali, kenapa aku bisa melupakan nya ya? Padahal aku hafal betul di mana alamat nya" Yuichi masih terlihat berpikir.

Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣😜

2023-06-12

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Hadeehh Fariz,Udah deh pesen aja grab food, jangan seperti hidup susah deh kamu..kasihan Yui.. Ngakak aku 🤣🤣🤣

2023-06-12

1

.NURALIfA SURDA

.NURALIfA SURDA

lanjutkan doooooong thoooor serunih dobel ya

2022-06-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!