" I istri, siapa yang kau sebut istri?" Fariz jelas kaget karena pria yang ada di hadapan nya menyebut diri nya sebagai istri dari pria itu.
" Tentu saja kamu, siapa lagi" jawab Yuichi dengan wajah polos nya.
" Aku?" Fariz menunjuk diri nya sendiri dan Yuichi mengangguk dengan senyum yang mengembang di bibir nya. " Hey tuan, bagai mana aku bisa menjadi istri mu? Sedang kan nama kamu saja aku tidak tahu" Fariz mendengus kesal.
" Mommy ku bilang, seorang istri akan selalu menjaga ku di saat apa pun dan dalam kondisi apa pun. Sekarang, bukan kah kamu sedang menjaga ku yang sedang sakit? Jadi berarti kamu adalah istri ku" jawab Yuichi dengan enteng nya.
" Apa dia bilang?" Gumam Fariz dengan wajah yang kesal. " Hey tuan, aku katakan sekali lagi" Fariz mendekat kan wajah nya pada Yuichi, namun dengan jarak yang masih cukup jauh. " Aku ini bukan is___" belum sempat Fariz menyelesai kan ucapan nya, seseorang yang berjalan dengan tergesa - gesa di belakang Fariz menyenggol tubuh Fariz sehingga tubuh Fariz terdorong ke arah depan dan
Cup
Bibir Fariz menempel sempurna pada bibir Yuichi yang berada di depan nya. Seketika mata Fariz membulat dengan detak jantung nya yang berdetak dengan sangat kencang,begitu pun Yuichi yang juga merasakan hal yang sama.
" Apa - apa an ini" Fariz mendorong tubuh Yuichi dan menjauh kan tubuh nya sendiri seraya mengusap bibir nya kasar. " Aaah, ciuman pertama ku. Hey, kalau jalan lihat - lihat! " Fariz merengek frustasi dengan tangan yang masih mengusap kasar bibir nya sambil memaki orang yang tadi menabrak nya, namun orang itu tidak menghirau kan Fariz sama sekali.
" Kamu masih mau menyangkal? Kamu sudah mencium ku, itu berarti kamu memang istri ku" Yuichi tersenyum penuh kemenangan.
" Apa kamu bilang? Tadi itu tidak bisa di bilang sebagai ciuman ya, dasar" Fariz semakin kesal saja. " Itu hanya kecelakaan" tambah Fariz lagi mendengus kesal.
" Lalu itu apa, mommy ku juga suka mencium Daddy ku. Karena mereka suami istri. Berarti kamu juga istri ku karena kamu juga mencium ku, iya kan?" Yuichi masih keukeh dengan pendirian nya.
" Haish, bagai mana cara aku menjelas kan nya pada mu. Aku ini bukan istri mu" Fariz kembali berkata dengan wajah yang terlihat kesal dan gemas pada pria yang ada di hadapan nya.
" Ish, kamu jahat sekali! Kenapa kamu tidak mau mengakui ku sebagai suami mu, apa karena sekarang aku terlihat jelek dengan perban di kepala ku ini?" Yuichi mengerucut kan bibir nya lucu seraya merajuk seperti seorang anak kecil.
" Haish, kenapa dia malah menunjuk kan wajah yang seperti itu? kamu tetap terlihat sangat tampak walau dengan perban itu sekali pun" batin Fariz tak habis pikir dengan pria yang ada di hadapan nya. Tidak bisa di pungkiri kalau pria yang ada di hadapan nya ini sangat tampan dan ter lihat menggemas kan . " Sudah lah, biar aku panggil dokter untuk menanyakan keadaan mu ini" Fariz pun akhir nya pergi menjauh dari Yuichi untuk memanggil dokter yang menangani Yuichi tadi.
Tak lama Fariz pun kembali dengan dokter yang ikut bersama nya.
" Dokter, tolong periksa dia! Sebenar nya apa yang sudah terjadi pada nya, kenapa dia bersikap sangat aneh dan terus mengatakan kalau aku adalah istri nya?" Ucap Faris dengan nada frustasi nya.
" Benar kah, tapi apa benar kamu bukan istri nya?" Dokter itu malah balik bertanya.
" Ya Tuhan, dokter aku ini adalah orang yang sudah menabrak nya. Nama nya saja aku tidak tahu, bagai mana bisa aku menjadi istri nya?" Fariz benar - benar merasa kesal saat ini karena bahkan dokter itu mengatakan kalau diri nya adalah istri dari pria asing di hadapan nya.
" Oh ya, baik lah akan aku periksa" ucap dokter itu mengangguk kan kepala nya. " Jadi siapa nama mu tuan?" Dokter itu bertanya seraya memeriksa tubuh Yuichi dengan detail.
" Yuichi dok, mommy ku biasa memanggil ku Yui" ucap Yuichi dengan wajah polos nya.
" Yuichi, nama yang unik" dokter itu mengangguk mengerti. " Lalu, apa kamu mengingat semua keluarga mu dan di mana kamu tinggal?" Tambah dokter lagi untuk meyakin kan diri nya.
" Tentu saja aku ingat, aku adalah anak tunggal dari mommy Yemi dan daddy Kenzi. Dan aku tinggal di Jakarta selama ini, hanya saja sejak aku menikah aku tinggal dengan istri ku di kota ini. Benar kan istri ku?" Yuichi tersenyum manis pada Fariz yang kini sedang membulat kan bola mata nya saat mendengar ucapan Yuichi barusan.
" Sudah ku bilang aku bukan istri mu, sejak kapan aku menikah dengan mu" sungguh Fariz tidak tahu lagi bagai mana cara nya dia berbicara pada pria ini.
" Maaf nona, setelah saya periksa lagi. Seperti nya pasien ini mengalami amnesia sebagian, di mana pasien hanya mengingat sebagian ingatan nya. Dan seperti nya dia pikir kalau kamu adalah istri nya, tapi kalau aku lihat seperti nya dia belum menikah sama sekali' ucap dokter itu menjelas kan.
" Bagai mana anda tahu kalau pria ini belum menikah?" Fariz mengangkat sebelah alis nya.
" Lihat lah, dia tidak memakai cincin kawin atau semacam nya" dokter itu menunjuk tangan Yuichi yang memang terlihat polos. " Dan kalau dia sudah punya istri, apa mungkin dia akan sendirian saat ini. Bukan kah pasangan muda seperti kalian tidak bisa jauh sedikit pun, apa lagi di tinggal kan ke luar kota" tambah dokter itu lagi.
" Semoga saja ucapan dokter benar" batin Fariz dengan senyum di bibir nya. " Jadi apa yang harus kita lakukan?" Tanya Fariz dengan wajah yang penasaran.
" Tidak ada, ingatan nya akan kembali seiring berjalan nya waktu. Lebih baik kamu rawat dia dan ikuti permainan ini untuk sementara waktu, karena kalau kamu membiar kan nya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada nya, atau kamu bisa antar kan dia ke Jakarta. Pada keluarga nya kalau kamu tahu alamat nya" ucap dokter itu lagi dengan begitu enteng nya.
" Apa? Aku bahkan tidak tahu di mana alamat rumah nya, dan bila aku mengantar kan nya dalam keadaan seperti ini. Bisa - bisa aku di anggap sebagai istri yang kejam oleh diri nya" Fariz melihat Yuichi yang tidak berhenti tersenyum kepada nya.
Fariz tidak tahu harus berbuat apa saat ini, tadi saja saat Fariz berusaha menyangkal kalau diri nya bukan istri dari pria itu. Pria itu malah merajuk dan menyebut nya kejam karena tidak mengakui nya, apa lagi jika dia mengantar kan nya ke keluarga nya. Apa lagi, tidak ada tanda pengenal atau pun ponsel yang di bawa oleh pria itu sehingga Fariz pasti akan sulit untuk menemukan keluarga pria itu sekarang. Mungkin Fariz akan berusaha mencari tahu alamat rumah pria itu dengan cara bertanya pada pria itu, semoga saja pria itu mau mengatakan nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
🤦🏻♀️🤦🏻♀️🤣🤣
2023-06-12
0
Qaisaa Nazarudin
Aku percaya kalo Yui sebenarnya gak Amnesia..😃
2023-06-12
1
Uun Yulyana
yui nakal ngajar cinta fa, dengan cara seperti itu
2022-06-29
1