Setelah beberapa menit, akhir nya Fariz sampai juga ke lantai yang dia tuju. Tak menunggu lama dia pun langsung memberikan pesanan para karyawan yang ada di lantai itu karena waktu nya hanya tersisa sedikit lagi sebelum jam makan siang di mulai.
Setelah dia selesai dengan pekerjaan nya, Fariz pun kembali menaiki anak tangga untuk pergi ke ruangan om Andra nya untuk membicarakan tentang perempuan yang tadi dia temui di lantai bawah.
Baru saja Fariz akan membuka pintu ruangan om nya itu, tiba - tiba suara seseorang kembali terdengar di telinga nya.
" Tunggu, apa yang kamu lakukan di sana?" Lagi - lagi suara perempuan tadi terdengar kembali di sana.
" Haish, kenapa dia selalu ada di mana - mana sih? Dia itu manager atau sekuriti yang berpatroli" batin Fariz seraya memutar bola mata nya malas.
" Kamu lagi, apa yang kamu lakukan di sana? Apa kamu tidak tahu ruangan siapa itu?" Perempuan tadi tampak menatap tajam dengan gaya sombong nya pada Fariz sambil menghampiri Fariz.
" Tentu saja aku tahu, ini ruangan om Andra" batin Fariz berusaha bersikap biasa dan meredam amarah nya. " Maaf Bu, saya hanya melakukan pekerjaan saya"
" Pekerjaan, kamu harus tahu kalau ini adalah ruangan CEO perusahaan ini dan tidak boleh sembarangan orang memasuki nya. Lagi pula pak Andra tidak mungkin memesan makanan pada mu bukan?" Perempuan tadi berbicara dengan nada sinis nya. " Lagi pula di mana makanan mu, kamu bahkan tidak membawa apa pun ke sini. Apa kamu akan mencuri hah?" Tambah perempuan itu menuduh Fariz.
" Apa, maaf ya Bu, saya ini memang kurir tapi saya tidak perlu mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup saya. Saya punya cukup uang untuk sekedar biaya hidup atau belanja apa pun yang saya inginkan" Fariz benar - benar merasa kesal pada perempuan yang ada di hadapan nya itu, sudah menyuruh nya untuk naik tangga dan sekarang perempuan itu malah menuduh Fariz dengan begitu kejam nya.
" Seorang kurir seperti kamu memang nya apa yang akan kamu lakukan di ruangan seorang CEO perusahaan besar seperti ini kalau bukan mencuri? Tadi aku lihat kamu ingin membuka pintu itu, tanpa mengetuk dan terlihat celinguk kan kesana kemari. Sungguh mencurigakan sekali " perempuan itu seakan tak mau kalah dari Fariz.
" Kalau anda ingin tahu, lebih baik anda ikut masuk saja ke ruangan itu dengan ku" Fariz rasa nya sudah lelah berdebat dengan perempuan itu, lagi pula Fariz pikir dia harus tahu siapa diri nya agar perempuan itu bisa belajar sedikit menghargai orang lain.
Lagi pula bukan hanya Fariz saja, kurir yang sering bolak - balik ke perusahaan itu untuk mengantar kan pesanan para karyawan itu. Fariz takut karena aturan yang di berikan oleh perempuan itu bisa mempersulit pekerjaan mereka, padahal Fariz tahu persis betapa sulit nya menjalani pekerjaan nya saat ini. Mending Fariz yang hanya menganggap pekerjaan itu sebagai permainan saja, tapi tidak bagi mereka yang benar - benar membutuh kan pekerjaan mereka.
" Baik lah, aku juga sudah tidak sabar ingin mengadu kan mu pada pak Andra" perempuan itu berkata dengan sombong nya.
Fariz pun langsung membuka pintu di hadapan nya dan langsung masuk ke dalam ruangan itu, di sana tampak om Andra nya sedang sibuk dengan beberapa berkas yang ada di hadapan nya.
" Fariz kamu datang?" Om Andra terlihat mengerut kan kening nya menatap Fariz yang tidak seperti biasa nya menemui diri nya tanpa dia minta.
" Selamat siang pak" belum juga pertanyaan Andra terjawab, tiba - tiba ada seorang wanita yang datang di belakang Fariz.
" Novi? Ada perlu apa?" Andra masih mengerut kan kening nya melihat perempuan yang dia tahu itu adalah manager baru yang baru dia angkat di perusahaan nya kemarin ikut masuk bersama dengan keponakan nya.
" Saya hanya ingin melaporkan sesuatu pada bapak" jawab perempuan yang di panggil Novi oleh om Andra dengan santai nya.
" Melapor kan?" Andra melirik Fariz karena masih merasa bingung dengan apa yang di maksud oleh salah satu karyawan nya ini. Namun Fariz terlihat cuek dan tidak berniat mengatakan apa pun pada om nya itu.
" Ya pak, bapak lihat kurir ini? Tadi saya lihat dia mengendap - endap untuk masuk ke dalam ruangan bapak, seperti nya dia berniat jahat di ruangan bapak ini" Novi menunjuk Fariz dengan tangan nya, sedang kan yang di tunjuk hanya menampil kan wajah cuek nya saat Andra melihat ke arah nya.
" Benar kah itu? Kamu mengendap - endap untuk masuk ke sini, tapi kenapa?" Andra menatap Fariz dengan tatapan intimidasi nya.
" Tentu saja untuk mencuri, bapak tahu persis bagai mana orang - orang seperti mereka yang membutuh kan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka" Novi menjawab dengan cepat membuat Andra memutar bola mata nya malas.
" Aku tidak bertanya pada mu, jadi diam lah!" Andra berkata dengan nada tak ingin di bantah seraya melayang kan tatapan tajam nya, membuat Novi menelan saliva nya dengan susah. " Sekarang jawab pertanyaan ku!" Andra kembali menatap Fariz menunggu jawaban dari gadis itu.
" Aku tidak mengendap - endap, hanya saja tadi aku melihat dulu sekeliling ku sebelum membuka pintu ruangan ini. Aku tidak mau ada yang mengganggu percakapan kita, karena ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan om" jawab Fariz menjelas kan membuat Novi membulat kan ke dua bola mata nya saat mendengar panggilan kurir itu pada atasan nya.
" Om, bagai mana bisa kamu memanggil pak Andra seperti itu?" Tanya Novi dengan wajah tak percaya nya.
" Memang nya aku harus memanggil nya apa ha?"
" Ya, memang keponakan ku ini harus memanggil ku apa? Tambah Andra membuat Novi semakin tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.
" Keponakan?" Novi masih tak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Asal kamu tahu, dia adalah tuan putri keluarga Balendra. Dan dia adalah pemilik perusahaan ini dan perusahaan tempat mu bekerja kemarin, jadi jaga sikap mu!" Andra memperkenal kan status Fariz yang sebenar nya membuat tubuh Novi bergetar dengan keringat dingin mengucur di seluruh tubuh nya, dia pikir mungkin karir nya akan berakhir sekarang juga karena sudah berani berbuat kasar pada pemilik perusahaan tempat nya bekerja. Apa lagi tadi diri nya juga sempat menuduh tuan putri keluarga Balendra itu sebagai pencuri.
" Mampus" batin Novi merutuki kebodohan nya sendiri.
Jangan lupa like vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Rahmi Miraie
kasian deh novu...makanya jd orang jangan sombong
2022-07-17
1
Uun Yulyana
manpus tuh novi. nyingir tuh kira2 langsung ke di pecat apa kartu kuning atau hijai
2022-07-17
1
Nuralifa Surda
makanya bak jangan suka merendahkan orang
2022-07-17
2