Bab 12

"Kenapa kita makan ini" Yuichi menunjuk mie yang ada di hadapan nya.

" Memang kenapa, apa kamu tidak suka?" Jawab Fariz seraya menyuap kan sesendok mie ke dalam mulut nya.

" Kata mommy, makanan ini kurang sehat. Jadi kita jangan sering memakan nya, ini tidak baik untuk tubuh kita" ucap Yuichi masih tidak menyentuh makanan nya.

" Aku tahu, tapi hanya ini yang ada sekarang. Lagi pula aku tidak punya banyak waktu untuk memasak, aku sudah sangat lapar" jawab Fariz dengan mulut penuh makanan membuat Yuichi merasa heran saat melihat wanita yang dia anggap sebagai istri nya bersikap seperti itu.

" Jangan bicara dengan mulut penuh" ucap Yuichi seraya mengusap sudut bibir Fariz yang basah terkena kuah mie yang dia makan dengan jari nya.

Deg deg

Deg deg

Detak jantung Fariz saat ini berdetak dengan sangat kencang saat mendapat kan perlakuan manis dari pria yang ada di hadapan nya, apa lagi saat ini wajah nya dan wajah Yuichi berjarak cukup dekat. Jujur saja ini adalah pertama kali nya bagi Fariz berada sedekat ini dengan seorang pria dan mendapat kan perlakuan manis seperti ini.

" Ekhem, apa yang kamu lakukan? Aku bisa sendiri" Fariz menepis tangan Yuichi yang berada di wajah nya seraya menetralisir kegugupan nya. " Apa yang tadi dia lakukan? Membuat ku terkena serangan jantung saja" batin Fariz seraya menyembunyikan wajah nya yang kini sudah merona.

" Aku hanya ingin memperhati kan istri ku saja, kamu juga kan sudah sangat perhatian karena Mau menjaga ku di rumah sakit" Yuichi menatap Fariz dengan senyum manis di bibir nya.

" Haish, kenapa dia malah tersenyum seperti itu sih? Bikin jantung ku semakin berdebar saja" batin Fariz berusaha bersikap setenang mungkin. " Berhenti melihat ku seperti itu, sekarang makan mie mu nanti keburu dingin dan rasa nya pasti sudah tidak enak"

" Ah ya, aku juga sudah lapar. Hanya malam ini kita makan mie seperti ini, besok dan seterus nya kita harus makan yang lebih sehat" Yuichi pun akhir nya memakan mie yang ada di hadapan nya. " Ternyata rasa nya lumayan juga ya" tambah Yuichi lagi setelah dia menyuap kan sesendok mie ke mulut nya.

" Jadi kamu benar belum pernah memakan mie instan seperti ini sebelum nya?" Fariz menatap Yuichi dengan tatapan menyelidik nya, Fariz merasa aneh dengan ucapan pria di hadapan nya ini.

" Ya, kamu tahu kan kalau mommy ku itu sangat cerewet" Yuichi terkekeh saat mengatakan nya.

" Ish, sejak dia sadar dari pingsan nya. Yang dia bicarakan selalu saja mommy nya, pria bertubuh besar seperti ini ternyata anak mommy juga" batin Fariz merasa lucu dengan pria yang ada di hadapan nya itu.

Makan malam yang terlambat itu pun akhir nya selesai juga dengan beberapa obrolan menemani makan malam mereka bersama untuk pertama kali nya, kini saat nya untuk mereka tidur dan beristirahat dari segala kepenatan yang mereka rasakan setelah apa yang mereka lewati hari ini.

" Selamat malam, kamu bisa tidur di sini dan aku akan tidur di kamar ku" ucap Fariz seraya memberi kan selimut dan bantal untuk Yuichi.

" Selamat malam" jawab Yuichi. " Tapi apa kamu yakin tidak mau tidur bersama malam ini? Bukan kah kamu istri ku, dan seharus nya suami istri akan tidur dalam satu kamar" Yuichi menatap Fariz dengan tatapan sendu nya. " Apa kamu marah pada ku, jadi kamu tidak mau tidur satu kamar dengan ku" tambah Yuichi lagi.

" Haish, bagai mana aku menjelas kan nya?" Batin Fariz merasa bingung harus mengatakan apa pada pria yang ada di hadapan nya. " I itu" Fariz terlihat ragu saat mengatakan nya.

" Katakan pada ku, apa kesalahan ku sehingga kamu marah seperti ini pada ku!" Belum sempat Fariz berkata lagi, Yuichi sudah kembali berucap dan ucapan nya barusan membuat Fariz semakin bingung saja.

" Ya, aku memang sedang marah pada mu. Jadi malam ini kamu tidur di sofa ini, dan ingat kamu jangan masuk ke dalam kamar ku selama aku belum memaaf kan mu" setelah mengatakan itu, Fariz langsung pergi dari hadapan Yuichi menuju ke kamar nya

Bbrrakk

Fariz menutup pintu kamar nya dengan kasar, tanpa menghirau kan Yuichi sedikit pun " ish, apa yang sudah aku katakan tadi? Ya memang aku merasa kesal pada nya karena dia merepot kan ku dengan menganggap ku sebagai istri nya, tapi setidak nya dengan cara ini aku harap dia tidak mengingin kan untuk tidur bersama ku di kamar ini lagi" gumam Fariz di dalam kamar nya.

Fariz pun saat itu akhir nya tidur di kamar nya dengan nyenyak, mungkin karena rasa lelah yang dia rasakan setelah melewati berbagai kejadian buruk dan aneh hari ini di hidup nya. Dan itu cukup membuat tubuh seorang Fariz merasa sangat kelelahan.

Sementara di luar kamar Fariz, tepat nya di atas sofa ruang tamu. Tampak Yuichi yang sedang berbaring dengan resah karena memikir kan ucapan Fariz barusan.

" Kenapa istri ku sangat marah seperti itu? Apa kesalahan ku sangat besar ya, tapi kenapa aku tidak bisa mengingat sama sekali kesalahan ku?" Yuichi mengacak rambut nya frustasi.

Sejak kepergian Fariz ke kamar nya, Yuichi terus memikir kan kesalahan apa yang membuat Fariz begitu marah kepada nya sampai istri nya itu tidak mau tidur bersama nya.

" Mommy biasa nya selalu mengusir daddy bila sedang marah, dan daddy selalu saja tidur di kamar ku bila seperti itu" Yuichi mengingat bagai mana daddy nya dulu sering di usir oleh mommy nya dari dalam kamar jika daddy nya melakukan kesalahan. " Tapi besok nya mommy selalu memaaf kan daddy setelah daddy minta maaf dan memberikan beberapa kejutan untuk mommy" tambah Yuichi lagi tampak berpikir. " Ah baik lah, aku akan melakukan apa yang biasa di lakukan daddy saja" gumam Yuichi merasa senang karena sudah tahu bagai mana cara nya untuk membuat istri nya tidak marah lagi kepada nya. " Aku akan merayu istri ku dan memberikan kejutan untuk nya besok" Yuichi tersenyum seraya menutup mata nya dan tak lama Yuichi pun masuk ke dalam mimpi nya.

Rasa nya Yuichi sudah tidak sabar lagi ingin memberikan kejutan untuk istri nya itu agar istri nya tidak marah lagi kepada nya. Setidak nya itu lah yang ada dalam pikiran Yuichi saat ini. Dia benar - benar menganggap kalau Fariz adalah istri nya yang sesungguh nya, dan yang Yuichi pikir kan hanya cara untuk bisa hidup bahagia dengan istri nya itu.

Mungkin karena sebelum kecelakaan yang dia ingat adalah ucapan mommy nya yang terakhir saat diri nya akan berangkat ke Bandung. Tentang bagai mana seorang istri akan selalu ada di samping nya dalam keadaan apa pun, dan entah kenapa sejak pertama kali diri nya melihat wajah Fariz. Wajah itu selalu melintas di pikiran nya, bahkan saat detik terakhir kecelakaan yang di alami nya. Dan secara kebetulan juga yang menabrak diri nya adalah Fariz, jadi otak Yuichi yang mengalami guncangan hanya mengingat hal terakhir yang dia pikir kan saat sebelum kecelakaan.

Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Oh Astaga berarti Yui benar2 Amnesia nih ceritanya??ku pikir cuman modus Yui doang..😅😅🤭

2023-06-12

1

Uun Yulyana

Uun Yulyana

benar tuh thor yui hilang ingatan

2022-06-29

1

💫R𝓮𝓪lme🦋💞

💫R𝓮𝓪lme🦋💞

hahaha,tapi mungkin juga ya itu karena sebelum kecelakaan yang dipikiran Yui,cuman kata2 sang mommy dan wanita cantik bernama Fariz,makanya pas dia lupa ingatan yang diinget itu,,wkwkwk amnesia membawa berkah dong Yui😅😅😅

2022-06-21

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!