Bab 13

Matahari pagi sudah bersinar dengan terang nya, bahkan sebagian cahaya nya sudah masuk melalui celah - celah gorden sebuah kamar apartemen. Burung - burung pun sudah mulai terdengar bernyanyi dengan suara ayam yang berkokok tidak mau kalah menyemarak kan pagi yang indah ini.

Namun semua itu tidak mengusik seorang gadis cantik yang masih berada di dalam selimut nya dengan mata yang masih tertutup rapat.

Tak lama, perlahan mata itu terlihat mengerjap saat sinar mata hari menusuk tepat ke arah mata nya. " Eeuh" suara lenguhan terdengar dari bibir mungil gadis itu dengan mata yang perlahan terbuka lebar.

" Selamat pagi" seseorang tampak menyapa nya dengan senyum manis di wajah nya.

" Pagi" gadis itu yang tak lain adalah Fariz ikut tersenyum membalas sapaan selamat pagi itu, kini jarak wajah Fariz dan orang itu cukup dekat, bahkan mereka bisa merasakan sapuan nafas mereka masing - masing. Fariz sekejap tertegun dengan wajah yang kagum melihat pemandangan indah di depan nya, yaitu wajah tampan seorang pria yang kemarin baru dia temui. Namun sepersekian detik kemudian " aaaakh" Fariz berteriak dengan kencang seraya bangun dari posisi nya dan langsung mundur dengan ke dua tangan nya yang ia silang kan di depan dada nya saat menyadari sesuatu yang salah. " Sedang apa kamu di sini?" Fariz sangat kaget saat melihat pria yang semalam dia bawa ke apartemen nya itu tidur tepat di samping nya.

" Aku hanya ingin membangun kan mu, kenapa kamu berteriak?" Yuichi merasa panik saat mendengar teriakan Fariz barusan, bahkan Yuichi langsung bangun dari posisi nya saat Fariz berteriak dan bangun dari posisi berbaring nya.

" Aku kan sudah bilang untuk tidur di sofa yang ada di depan, kenapa kamu ada di sini?" Fariz terlihat panik. " Apa semalam kami tidur bersama? Tidak - tidak" batin Fariz meringis ngeri.

" Aku memang tidur di sana semalam, tapi aku tidak bisa tidur nyenyak semalam. Jadi aku bangun subuh tadi dan menyiapkan sarapan untuk kita" ucap Yuichi menjelas kan.

" Benar kah? Kamu tidur di depan kan, tidak di sini?" Fariz menatap Yuichi dengan tatapan menyelidik untuk memastikan bahwa apa yang di ucap kan pria itu benar.

" Iya, semalaman juga aku memikir kan bagai mana cara nya agar kamu tidak marah lagi pada ku. Jadi aku memutus kan untuk memberi kan mu kejutan dengan membuat kan sarapan untuk kita" Yuichi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.

" Benar kah? Memang kamu bisa memasak?" Fariz mengerut kan kening nya.

" Sebenar nya aku tidak bisa, tapi aku ingin kamu tidak marah lagi pada ku. Jadi aku mencoba memasak, walau pun hasil nya kurang memuas kan" Yuichi tersenyum kikuk dengan wajah yang terlihat ragu.

" Tapi dapur ku baik - baik saja kan?" Fariz berkata dengan wajah panik nya.

" Itu" Yuichi lagi - lagi menggaruk tengkuk nya. " Nanti kamu bisa lihat sendiri"

" Tidak, jangan - jangan" Fariz pun langsung berlari keluar dari kamar nya dengan terburu - buru untuk melihat keadaan dapur nya yang entah bagai mana nasib nya sekarang. Dan betapa terkejut nya Fariz saat melihat keadaan dapur nya yang seperti habis terkena bencana alam yang dahsyat.

" Oh God, apa yang sudah terjadi di sini?" Wajah Fariz terlihat lesu dengan tubuh yang melemas saat melihat dapur nya saat ini.

Pada dinding dekat kompor banyak bekas cipratan minyak di mana - mana, beberapa panci dan wajah yang gosong berserakan di atas meja dapur dan wastafel. Jangan lupakan juga beberapa kulit telur dan isi telur nya yang tumpah berserakan di atas lantai, serta beberapa sayuran yang seperti nya tidak terpakai karena irisan nya terlalu besar.

" Bagai mana, apa kamu suka?" Yuichi tiba - tiba datang menghampiri Fariz yang masih saja terdiam dengan mata yang membulat sempurna saat melihat keadaan dapur nya saat ini.

" Suka dia bilang?" Batin Fariz ingin menangis sekencang nya. " Kamu benar - benar membuat ku terkejut dengan ini" Fariz tersenyum paksa.

" Benar kan, kamu terkejut! Berarti aku berhasil membuat kejutan untuk mu" Yuichi tersenyum penuh kemenangan.

" Ya, kamu benar - benar sukses membuat ku terkejut" Fariz masih tersenyum dengan nada suara yang lembut. " Kamu sukses sekali membuat ku hampir mati karena kejutan yang kamu berikan itu" tambah Fariz lagi dengan nada yang meninggi dan wajah yang terlihat kesal seraya pergi dari sana untuk pergi ke kamar mandi.

" Kejutan kata nya, ya aku benar - benar terkejut sekali. Aaaakh, aku bisa gila kalau seperti ini terus" Fariz menggerutu kesal sepanjang perjalanan nya menuju kamar mandi.

Sedang kah Yuichi kini terdiam dengan wajah yang sedih sambil menatap punggung Fariz yang menghilang di balik tembok.

" Apa yang salah?" Gumam Yuichi seraya melihat ke arah dapur tempat tadi dia membuat makanan untuk Fariz. " Oh God, Yuichi bagai mana kamu bisa sebodoh ini? Tentu saja dia akan marah kalau melihat ini" Yuichi menepuk kening nya sendiri saat dia menyadari kekacauan yang dia buat di sana. " Aku harus membersih kan nya" Yuichi pun bergegas mengambil kain lap untuk mengelap noda yang ada di sana, tak lupa Yuichi juga mengumpul kan perabotan kotor ke atas wastafel untuk dia cuci.

Sementara di dalam kamar mandi, Fariz kini sedang mencuci muka nya dan menggosok gigi nya sebelum dia kembali keluar untuk memberes kan kekacauan yang di lakukan oleh pria asing yang dia bawa semalam.

" Baru saja semalam dia tinggal di sini, sudah banyak kekacauan yang dia lakukan. Apa lagi kalau lebih lama lagi" Fariz masih saja menggerutu kesal saat ini. " Tidak bisa aku biar kan, aku harus melakukan sesuatu" gumam Fariz lagi seraya melihat pantulan diri nya di depan cermin. " Fariz, kamu harus bisa menyingkir dia dari apartemen mu ini" Fariz sudah bertekad akan mencari cara untuk mengeluar kan Yuichi dari apartemen milik nya, di mulai dengan mencari tahu alamat rumah pria itu. Fariz tidak perduli lagi bila pria itu merasa sedih karena nya.

Prrraaangg

Baru saja Fariz melap muka nya dengan handuk, tiba - tiba terdengar suara ribut dari arah dapur nya.

" Oh God, apa lagi yang dia lakukan kali ini? Apa kah dia ingin menghancur kan apartemen kecil milik ku ini" Fariz mengusap wajah nya frustasi. Sungguh rasa nya Fariz ingin menendang pria itu dari balkon milik nya yang berada di lantai lima itu, Fariz rasa nya tidak akan sanggup bila harus tinggal bersama dengan pria itu lebih lama.

Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

Terpopuler

Comments

Uun Yulyana

Uun Yulyana

gokil anak maja vs anak mandiri jadi amsong deh. sabar fariz....

2022-06-29

1

Rahmi Miraie

Rahmi Miraie

sabar fariz..gitu"besok jadi jodoh kamu
mungkin 😊

2022-06-23

1

💫R𝓮𝓪lme🦋💞

💫R𝓮𝓪lme🦋💞

sabar Fariz,,,semua akan indah ko pada waktunya😅😅😅🤭

2022-06-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!