Akhir nya Fariz membawa pria sing yang sudah dia tabrak ke apartemen kecil milik nya, Fariz pikir tidak ada salah nya merawat orang itu sampai luka di tubuh nya agak baikan. Karena itu juga bisa di bilang sebagai bentuk tanggung jawab nya pada pria yang sudah dia tabrak itu.
Untung saja besok nya Fariz libur bekerja sehingga dia bisa merawat dan menemani pria itu di apartemen nya.
" Jadi ini rumah kita istri ku?" Yuichi melihat sekeliling apartemen milik Fariz dengan kening yang mengkerut.
" Apa dia bilang, rumah kita? Yang ada ini rumah gue kali" gumam Fariz dengan suara pelan.
" Apa kamu mengatakan sesuatu istri ku?" Yuichi yang samar - samar mendengar ucapan Fariz bertanya dengan dahi yang mengerut.
" Ah, tidak - tidak" Fariz tersenyum kikuk. " Kamu malam ini tidur di atas sofa itu" tunjuk Fariz pada sofa yang ada di ruang tamu nya.
" Kenapa? Apa tidak ada kamar di sini?" Tanya Yuichi.
" Tentu saja ada, tapi aku yang akan tidur di sana. Jadi kamu tidur di sofa itu" jawab Fariz dengan enteng nya.
" Tapi istri ku, bukan kah seharus nya kita tidur di kamar yang sama? Mommy dan daddy ku juga seperti itu" Yuichi kembali menunjuk kan wajah yang menggemas kan seperti anak kecil yang sedang merajuk.
" Haish, itu kan yang di lakukan oleh pasangan suami istri sungguhan. Sedangkan kita, bahkan kita tidak saling mengenal satu sama lain" batin Fariz seraya memutar bola mata nya malas. " Tapi bagai mana aku menjelas kan nya pada pria ini?" Tambah Fariz lagi masih dalam batin nya.
" Istri ku, kenapa kamu diam saja?" Yuichi merasa heran saat melihat Fariz yang hanya diam saja.
" Ish, istri ku - istri ku. Bisakah kamu berhenti memangil ku seperti itu!" Fariz berkata dengan nada tinggi nya seperti orang yang membentak seraya mendengus kesal. Entah kenapa saat mendengar pria itu memanggil nya seperti itu membuat kepala Fariz semakin pusing saja.
" Lalu aku harus memanggil mu apa?" Wajah Yuichi kini berubah sendu, dia sangat sedih saat mendengar Fariz membentak diri nya.
" Maaf" melihat wajah sedih Yuichi, membuat Fariz menyesal karena telah membentak pria itu. " Siapa tadi nama mu?" Fariz kini berkata dengan lembut.
" Yui" jawab Yuichi singkat.
" Baiklah Yui, nama ku Fariz. Kamu bisa memanggil ku seperti itu!" Ucap Fariz memperkenal kan diri nya.
" Fariz, nama yang indah". Yuichi tersenyum manis. "Bisa kah aku memanggil mu sayang saja? Daddy ku juga sering memanggil mommy ku seperti itu" tanya Yiuchi dengan wajah yang bersemangat.
" Apa tadi dia bilang? Sayang? Haish, bagai mana lagi aku harus menjelaskan pada nya?" Fariz menepuk kening nya sendiri karena tidak tahu lagi apa yang harus di katakan pada pria di hadapan nya.
Fariz pun akhir nya memutus kan untuk tidak mengatakan apa - apa lagi, karena menurut nya akan percuma saja jika dia bicara pada pria itu karena hasil nya pasti akan sama. Pria itu tidak akan mendengar kan ucapan nya dan bersikap seenak nya sendiri. Lebih baik Fariz mandi dan ganti baju dulu lalu kemudian setelah nya memasak makanan saja untuk mereka makan, karena sekarang perut Fariz sudah sangat lapar dan mungkin saja pria itu juga merasakan hal yang sama.
" Cepat mandi lah! Aku akan memasak makanan untuk kita makan" ucap Fariz setelah dia selesai mandi pada Yuichi yang terlihat sedang melihat - lihat seluruh ruang tamu apartemen Fariz.
" Oh, baik lah! Apa baju ku sudah kamu siap kan?" Yuichi berpikir kalau pakaian nya pasti akan di siap kan oleh istri nya itu seperti apa yang selalu mommy nya lakukan pada daddy nya.
" Baju mu? Ish, kenapa aku jadi melupakan nya!" Fariz menepuk kening nya sendiri. " Di mana aku bisa mendapat kan pakaian pria di jam seperti ini" Fariz melihat jam yang menunjuk kan pukul sebelas malam lebih. Fariz lupa kalau pria itu tidak membawa apa pun saat bertemu dengan diri nya. Kalau pria itu tidak ganti baju juga tidak mungkin karena pakaian yang di pakai Yuichi saat ini sudah kotor dan basah karena kecelakaan tadi.
" Cepat mandi saja dulu, aku akan mencari kan pakaian ku yang mungkin akan pas di tubuh besar mu itu"
" Baik lah!" Yuichi mengangguk kan kepala nya dan pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamar Fariz sedang kan Fariz mencari pakaian diri nya yang ukuran nya besar agar muat pada tubuh besar pria itu.
Setelah Fariz menyiap kan pakaian untuk Yuichi, Fariz memutus kan untuk memasak mi instan saja agar cepat karena diri nya sudah sangat lapar dan terlalu lelah untuk memasak makanan yang lain nya. Lagi pula makanan itu adalah makanan yang sering Fariz makan selama dia tinggal di apartemen kecil itu, karena selain makanan itu rasanya enak. Makanan itu juga praktis untuk di makan kapan saja.
" Apa aku tidak terlihat aneh memakai pakaian ini?" Tanya Yuichi pada Fariz, saat Fariz sedang menyaji kan mie yang sudah di masak nya
Fariz pun langsung menoleh kan kepala nya saat mendengar ucapan Yuichi barusan.
" Hmmpth" Fariz menahan tawa nya saat melihat penampilan Yuichi saat ini. Bagai mana Fariz tidak tertawa, Yuichi saat ini terlihat sangat lucu dengan kaos bergambar mini mouse berwarna merah yang terlihat kekecilan di tubuh nya, serta celana trening yang hanya sebatas betis saja.
" Jangan menahan nya! Aku tahu kamu ingin tertawa saat ini" Yuichi menggerutu kesal seraya menghampiri Fariz ke meja makan.
" Ha ha ha" akhir nya tawa Fariz pecah juga karena tidak tahan lagi menahan nya, apa lagi saat ini wajah Yuichi terlihat lucu saat merajuk seperti itu." Maaf" Fariz berusaha menghenti kan tawa nya. " Hanya itu pakaian besar yang aku miliki"
" Tidak apa - apa, ini juga lumayan. Dari pada aku tidak memakai baju" ucap Yuichi seraya memperhati kan penampilan nya. " Tapi kenapa di rumah kita ini tidak ada pakaian ku satu pun?" Tanya Yuichi saat menyadari sesuatu.
" Tentu saja tidak akan ada pakaian mu, orang kita saja baru saling mengenal" batin Fariz memutar bola mata nya malas. " Ya sudah, sekarang kita makan dulu saja. Kamu pasti lapar kan" Fariz mengalih kan pembicaraan seraya menyodor kan semangkuk mie instan yang sudah di masak nya. " Maaf hanya makanan ini yang bisa aku masak sekarang"
Yuichi melihat makanan yang di berikan oleh Fariz pada nya dengan dahi yang mengkerut karena baru kali ini diri nya di suruh memakan mie instan seperti ini. Mommy nya Yemi memang paling menjaga makanan putra nya itu sehingga Yuichi sudah terbiasa memakan makanan yang sehat dan enak. Sedang kan mie instan yang di anggap kurang sehat, tidak pernah mommy Yemi berikan kepada diri nya.
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk menambahkan ke favorit kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
💫R𝓮𝓪lme🦋💞
sebenernya Yui pura2 hilang ingatan apa beneran sih,ko aneh banget😅masa kenangan sama keluarganya inget tapi dia gak inget udah nikah apa belom ??😂😂hadehh
2022-06-21
2